Cool But Love

Cool But Love
bab 15 terbakar cemburu


__ADS_3

Gama terdiam mendengar ucapan tegas Vicky pada anak buahnya. Ia duduk di kursi kerjanya bersikap tenang, diam seribu bahasa. Sorot mata yang tajam mengerikan ingin menerkam mangsanya. tangan kekarnya memberi kode pada Vicky agar memberi hadiah untuk anak buahnya.


"lakukan sekarang" sarkas gama melipat kedua tangannya.


Vicky pun mengangguk, secepat kilat menghajar mereka semua. Vicky yang bertugas jadi wakil CEO sudah terlatih dan mengantongi ilmu bela diri. Sudah tugasnya melindungi tuan nya di kondisi apapun.


Begitupun gama, diam diam dirinya juga menguasai jurus heian shodan sejak berkuliah di luar negri. untuk melindungi dirinya dari serangan lawan bisnis nya.


"Cukup" titah gama kepada Vicky untuk menyudahi aksinya. Gama berdiri dari duduknya memasukan ke-dua tangan ke saku celananya. melangkah mendekat ke arah anak buahnya yang sudah terluka di sudut bibir mereka.


"katakan!" titah gama dengan sorot mata tajam penuh penekanan.


Sembari menunduk mengusap sudut bibir mereka yang berdarah akibat dari pukulan asisten Vicky. Kelima bodyguard itu menelan ludah nya dengan susah payah. Ketika mengerti arti dari ucapan bos mereka, agar menjelaskan dengan detail tentang wanitanya.


"baik tuan, jadi saat nona me..." bodyguard itu menceritakan dengan detail bagaimana cara nona mereka bisa meloloskan diri.


Gama mendengar cerita anak buahnya seketika terbelalak mata nya melotot tajam ke arah anak buahnya itu, bisa bisanya gadisnya itu menunjukkan sikap yang seharusnya dirinya saja yang boleh melihat wajah menggemaskan wanitanya."Bodoh... berani nya kalian menatap wanitaku" ucap gama di iringi Bogeman.


Bugh bugh bugh!


Spontan Gama melayangkan pukulan keras kelima bodyguard itu membabi buta, dirinya sangat marah dan kesal tidak terima wanitanya di tatap oleh pria lain.


"Ampun tuan.. "


"kami tidak berniat menatap nona "


"kami hanya menjalankan tugas dari tuan"


Ujar para bodyguard membela diri memang mereka berusaha melaksanakan tugas dengan baik dari bos mereka.

__ADS_1


"Tuan mereka ada benarnya, hanya mematuhi perintah anda" sahut Vicky dengan hati hati takut salah ucap pada tuan gama.


"hah, kau benar" gama menghela nafas kasar. lalu merapikan jas miliknya yang berantakan, kemudian kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja.


Gama memijit pelipisnya kepalanya terasa berdenyut nyeri memikirkan hilangnya Gania, belum lagi bodyguard yang ia perintah menjaga wanitanya gagal kecolongan, lalu membayangkan wajah imut gadisnya." Oh shitt, berani sekali kau gadis kecil memperlihatkan pesona mu pada pria lain" gerutu gama kesal dalam hati.


Vicky mengelus dadanya, menghela nafas pelan, ia merasa lega bosnya itu tidak marah atas ucapan nya. " tuan bagaimana kalau anda cek cctv-nya" usul Vicky melihat keadaan bosnya yang sangat kacau.


"Oh my God! kenapa tidak terpikir oleh ku sejak tadi" gama tersentak kaget mendengar usulan asisten nya. kenapa tidak berpikir sampai sana. "karena kau gadis kecil otak ku tak berfungsi , lihat saja nanti"


"aku akan mengeceknya, dan untuk kalian cepat cari gadis itu sampai ketemu! cari di area loket dan jalan darat lainya. dia tidak mungkin pergi ke bandara" titah gama dengan tegas menatap tajam para anak buahnya.


"Lakukan sekarang!" imbuh Vicky menatap penuh arti pada anak buah nya, segera pergi dari sana sebelum bos mereka kembali marah.


"Baik tuan!" jawab mereka serentak berjalan keluar ruangan pergi dari sana.


"selamat punggung ku tidak patah"


"bodoh wajah mu yang babak belur"


"hahaha kau juga sama bodoh"


para bodyguard itu berjalan keluar bersama sembari menggerutu saling menertawakan. dan segera menuju area loket.


Di ruangan manajer


Setelah anak buah nya keluar Gama dengan cepat mengambil ponsel di dalam saku jas miliknya, lalu menggeser layar sentuh itu memutar Vidio Cctv di aplikasi ponsel nya. lima menit menatap video itu di menit selanjutnya melebarkan matanya.


"Oh baby apa apaan ini" pekik nya melotot dan menelan salivanya dengan susah, tubuhnya menegang. Melihat Gania yang melepas piyama begitu saja, menyisakan bra dan hotpants di tubuhnya, saat di ruang tengah. lalu memakai jeans dan Hoodie nya.

__ADS_1


Vicky yang sedari tadi berdiri di samping tanpa ikut menonton Vidio Cctv mengerutkan kening. " kenapa tuan? apa ada petunjuk?" tanya Vicky sedikit menunduk hendak menonton video itu.


Namun gama dengan cepat membalikan ponselnya saat menyadari tindakan Vicky. " berani kau melihat Vidio ini, bonus mu hangus!". ujar gama tegas sembari melototi asisten nya.


"jangan bos, aku hanya ingin memastikan ada petunjuk atau tidak" selorohnya berkilah, bisa pupus hancur rencana impiannya mendapat bonus besar untuk berlibur mencari kekasih hati, dan bersenang senang jika benar bonusnya hangus. pasalnya bosnya itu selalu memberi bonus di akhir tahun setiap hasil kerja Vicky sangat memuaskan.


pelit sekali kau bos


"Maka dari itu jangan macam macam" ujar gama menatap Vicky tersenyum miring


"Tidak tuan" sahut Vicky bergidik ngeri melihat bosnya tersenyum penuh arti padanya.


"dia tidak membawa semua barang miliknya, seperti sedang terburu buru, apa ada hal buruk yang terjadi?" ujar gama menyimpulkan dari Cctv yang ia lihat.


" Apa mungkin tuan Andre yang terlibat, kemarin saya dapat laporan yang valid dari bodyguard kita, ternyata tuan Andre bertemu nona di cafe Cleary bersama Vivi" sanggah Vicky menebak keterlibatan Andre, atas kepergian gania.


Gama menoleh kearah Vicky menatap serius asisten nya. " jadi pria yang bertemu dengan wanitaku itu Andre!" ujarnya mengingat kejadian malam itu dia mengira Gania bermalam bersama pria namun kenyataanya tidak, rasanya masih sama saat pertama mereka melakukanya.


Pikirnya mustahil, lalu saat teringat wajah seksi gadisnya , saat menggempur Gania sebanyak tiga kali menyalurkan hasratnya, sesuatu di dalam tubuhnya menegang, tanpa ia sadari bibirnya tersenyum lebar pipi nya merona merah.


"tuan anda baik baik saja? pipi Anda merah" tanya Vicky yang bingung, melihat tuanya melamun tersenyum lebar dan pipi merah merona.


Gama tersentak kaget mendengar ucapan Vicky, pura pura ter batuk keras untuk mengurangi rasa malunya. lalu membenahi posisi duduknya. "E Hem! lebih baik kita ke kantor Andre sekarang!" gama mengalihkan perhatian dari kegugupannya.


"baik tuan" jawab Vicky mengangguk setuju atas perintah tuanya.kau itu kenapa tuan tiba-tiba tersenyum pipi merona seperti orang gila hahaha sorry bos keceplosan.


Gama berdiri dari duduknya merapikan lalu mengancingkan jasnya hendak melangkah bersama Vicky. "Ayo berangkat" serunya.


ceklek.

__ADS_1


"Hay..... sayang...." sapa wanita cantik tinggi putih memakai dress ketat sebatas paha, melihatkan paha putihnya, dan juga gunung kembar yang ingin meloncat keluar karena penutup yang tidak sesuai keinginannya membuat mereka sesak nafas.


......jangan lupa like komen bantu naikin rating karya aku guys hadiahnya ya kk sahabat semuanya 🌷🌷🥰😘love kalian tinggalkan jejak kalian biar aku semangat💪 ......


__ADS_2