Cool But Love

Cool But Love
Bab 73 kemarahan gama


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Tidak terasa waktu terus berjalan begitu pun kehidupan gania seperti saat ini, dari seminggu yang lalu dan selama itu pula banyak hal yang sudah terjadi dan di alami gania beserta orang orang di sekitarnya, seperti pertemuan Wijaya dengan pihak pak beni yang berhasil teken. selain itu pindahnya tempat tinggal gania yang sebelumnya di apartemen sekarang gania tinggal di mansion Wijaya dan sudah berjalan tiga hari kok bisa? tentu saja bisa.


Sejak kepulangan gama dari restoran waktu itu merupakan awal dari kebahagian dan juga kesedihan gania. karena keesokan harinya gania di minta untuk ikut fhiting gaun bersama reni, dari situlah perhatian gama sedikit berkurang untuk gania, padatnya jadwal pekerjaan di kantor dan pertemuan penting membuat gama sibuk dalam seminggu ini.


Sering kali gania merasa kesepian saat mendapati gama yang tidak pulang ke apartemen. Hanya sesekali mengirim pesan lewat ponsel, menugaskan beberapa bodyguard di apartemen untuk berjaga, mengirim buket bunga di pagi hari, itu lah perhatian yang di berikan gama untuk gania. tapi gania tidak mengharapkan itu semua, dia menginginkan kehadiran gama secara langsung.


Sampai ketika gania yang hampir mengalami kecelakaan kecil di sebuah mall, dapat di katakan sangat beruntung nasib gania diwaktu kejadian Wijaya berada disana dan menyelamatkan nya. Akibat keteledoran bodyguard gama wijaya langsung membawa gania untuk tinggal di mansion demi menjaga keselamatan gania dan cucunya.


Tanpa di ketahui oleh gama sahabatnya nya andre itu pula ikut andil menemani keseharian gania di mansion Wijaya. tentunya berkat izin dari Wijaya dan juga keterlibatan lilia yang ternyata bekerja di tempat andre. yups lilia di tawari pekerjaan ART oleh seseorang dan ternyata yang menjadi bos nya adalah andre. karena itu lah andre bersama lilia sering mengunjungi mansion, memberi semangat dan perhatian untuk ibu muda yang sedang hamil itu.


***


Sementara di apartemen gama pria tampan yang sedang sibuk dengan urusan bisnis nya itu tengah marah besar seusai kembali dari meteeng bersama Vicky melihat apartemen nya kosong tanpa penghuni. Tidak ada tanda-tanda keberadaan gania di dalam apartemen nya gama sangat murka.



"Argh!! sial" Umpat gama dengan wajah kesalnya memainkan lidahnya di langit mulutnya kemudian mendarat kan tubuhnya kesofa dengan kasar.


"Dasar bodoh menjaga satu wanita saja kalian tidak becus hah!" bentak gama pada dua bodyguard nya itu.

__ADS_1


Ya gama sudah tiga hari ini tidak pulang ke apartemen nya, dia tidak tahu sama sekali kepergian gania dan parahnya anak buahnya tidak ada yang melapor kepada nya. Bagaimana mungkin bisa melapor sedang kan di larang oleh Wijaya ayahnya sendiri. Wijaya sengaja menyembunyikannya ingin gama mengetahuinya sendiri. dan berusaha untuk berjuang lebih keras lagi.


"Maaf tuan kami benar-benar teledor" jawab Dua bodyguard itu dengan wajah yang pucat pasih menunduk tidak berani menatap kedepan.


Gama menatap dingin kearah mereka."Cih. percuma ku bayar mahal kalian tapi tidak bisa bekerja dengan becus. cepat katakan bagaimana kalian bisa kecolongan gania? Ah percuma saja aku tanya pada kalian hasilnya tetap sama " ucap gama dengan intonasi tinggi membuat bodyguard itu semakin takut.


"Kami benar-benar mohon ampun tuan, kami kejadian nya begitu cepat kami pingsan setelah menyelamatkan nona " balas bodyguard itu yang mengarang cerita atas perintah dari Wijaya.


Vicky tak bisa berbuat apa-apa hanya berdiri di samping sofa dengan tegang." emh? Bos kita cek cctv atau cari sesuatu di sini siapa tahu ada petunjuk untuk mencari nona" Vicky menyarankan sebuah ide untuk bosnya itu.


Gama mengusap wajah gusarnya kemudian menoleh pada Vicky." Ada benarnya ide mu itu, kau cek cctv di sini dan kalian geledah semua kamar apartemen" titah gama pada bodyguard nya dan Vicky, dia sangat stress memikirkan gania sehingga tidak bisa berpikir jernih untuk mencari gania.


"Siap bos... baik tuan!" Jawab bodyguard dan Vicky serentak.


Vicky menyerahkan Vidio Cctv yang berhasil di salin olehnya pada gama, begitupun bodyguard itu membawa sebuah jam tangan mewah kepada gama tentunya bukan milik gama.


"kami menemukan jam ini tuan" bodyguard itu menyerahkan jam tangan mewah ke atas meja.


"Lihatlah bos seperti nya ada yang membawa nona pergi tapi tidak jelas muka mereka di rekaman ini" jelas Vicky memperlihatkan benda pipih kearah gama.


Gama menonton video itu memastikan."Aku seperti kenal dengan postur tubuhnya siapa yang bisa masuk kedalam apartemen ku" pikir gama langsung terperanjat tidak salah lagi karena yang memiliki akses pin apartemen nya hanya ayahnya. lalu tatapan matanya menyorot kearah jam tangan di atas meja itu.

__ADS_1


"Apa apaan ayah membawa gania ke mansion" gerutu nya tidak habis pikir dengan tindakan ayahnya yang seenaknya itu. tapi hatinya merasa lega kemungkinan gania bisa aman di mansion ayahnya. Disana banyak pelayan yang akan menghiburnya.


"Anda bicara sesuatu?" tanya Vicky mengerutkan keningnya seperti mendengar bosnya bergumam.


"Tidak. kita mansion ayah sekarang kalian bereskan apartemen ini dan setelah itu ikut ke mansion, cepat! " Tegas gama menatap bodyguard nya itu sangat tajam. "kau siapkan mobil sekarang, aku ingin berganti pakaian sebentar " titah gama pada Vicky.


"Siap bos, cepat bersihkan" jawab Vicky mengangguk kemudian memberi perintah pada dua bodyguard itu dengan tegas. Gama beranjak dari duduknya masuk ke kamar nya dan segera mengganti pakaian nya sebelum berangkat ke mansion.


"Siap bos" bodyguard itu mengangguk patuh dan segera melakukan tugas nya.


Vicky yang sudah standby di bastmant apartemen bersama mobilnya menunggu bosnya keluar dari dalam lift, Setelah lima belas menit akhir nya gama muncul di area parkir luas itu dengan mengenakan style kasual di tubuhnya, gama terlihat sangat tampan dan terlihat sangat muda.gama berjalan keluar dari dalam lift menuju mobilnya di ikuti dua bodyguard di belakang nya.


"Bagaimana penampilan ku?" tanya gama meminta komentar pada Vicky akan penampilan nya saat ini, hatinya begitu bersemangat akan bertemu gania, rindunya sudah menumpuk bak buku yang sudah di isi banyak kenangan tertulis di dalam nya.


Vicky langsung berdiri tegap dan mengamati dari atas sampai bawah penampilan gama."Wow!!! bos kau so, is cool man ABG, Top keliatan muda sekali keren" ujar Vicky dengan wajah terpesona oleh ketampanan bosnya yang sangat luar biasa itu sembari mengacungkan dua jempol nya kearah gama.


Pipi gama langsung bersemu merah karena bahagia dan malu malu meong mendapat pujian dari asisten nya." ku potong bonus jika ucapan mu itu dusta" ancam gama melirik tajam Vicky dengan tubuhnya yang setengah masuk ke pintu mobilnya.


Pis Vicky membetuk jari telunjuk nya membentuk huruf v " hehe di jamin seratus persen bos jujur" sanggah Vicky kemudian membuka pintu mobilnya dan duduk ke kursi kemudi nya.


"Aku percaya padamu, kalian naik mobil satunya" ucap gama membuka kaca mobil nya berkata pada dua bodyguard nya itu untuk membawa mobil sendiri.

__ADS_1


Bodyguard itu pun mengangguk dan berjalan menuju mobil lainnya kemudian mengikuti laju mobil bosnya yang melaju lebih dulu di depan.


......makasih buat yang sudah baca Jan lupa beri semangat buat author nya 2 bab jadi satu nih👀🌹......


__ADS_2