Cool But Love

Cool But Love
bab 43 manja dan wanita pemarah


__ADS_3

Gania merasa kesal dengan sikap mesum gama yang tak tahu tempat itu. Dirinya selalu di buat syok dan terkejut dengan serangan mendadak gama. namun perlahan Gania mulai terbiasa menghadapi perilaku gama yang selalu mesum hanya terhadap dirinya saja.


Ketika gama mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba membawanya ke sofa, spontan Gania mengalungkan tangan mungilnya ke lehernya karena takut terjatuh. gama melihat sikap Gania pun menarik kedua sudut bibirnya.


"kak turunkan aku" rengek gania meminta turun dari pangkuan gama, dengan tangannya masih melingkar erat di leher gama.


"Tidak akan, karena kau sudah menggodaku jadi harus tanggung jawab" ujar gama menaik turunkan alisnya menatap lekat wajah cemberut Gania terlihat menggemaskan.


"Ck, mana ada aku menggoda mu kak, justru kau yang menggoda ku" decak Gania kesal mengerucutkan bibirnya.


"Oh, mau beralasan ternyata, lalu ini apa Hem" sahut gama bola matanya melirik kearah lengan Gania yang melingkar di lehernya lalu beralih ke buah dadanya. seketika Gania mengikuti pandangan mata gama ia pun semakin kesal.


"Eh, kau itu dasar pria mesum ya!" Reflek Gania melepas tangannya dari leher gama lalu menyilang kan kedua tangan di depan dadanya. melototi pria di hadapan nya itu.


"pffff, benar kan kau menggodaku, jangan di tutupi baby aku tidak bisa melihatnya" gama menahan tawa melihat kekesalan Gania, kemudian menarik tangan Gania yang menutupi pemandangan indah itu.


"kau mau apa kak, jangan macam mac..." sentak Gania hendak mengancam memundurkan kepalanya namun bibirnya langsung di bungkam oleh gama.


Gama langsung mencium bibir Gania yang hendak protes itu. gama tak tahan melihat bibir mungil menjadi candunya itu berbicara cerewet. ciuman awal yang lembut itupun semakin menuntut gama dengan rakus mencium menyesap bibir mungil itu atas bawah bergantian gama pun semakin memperdalam ciumannya.


"eemphh kak lepas.." ucap Gania terbata, ia terkejut mendapat ciuman itu melebarkan matanya. Gania ingin memberontak memukul dada bidang gama tapi kalah cepat tangan gama menahan tengkuknya membuat ia tak bisa berkutik. justru gama semakin rakus mencium bibir nya.


"jika ingin menggoda ku nanti di rumah saja baby" setelah melepas ciumannya gama mengelap sisa salivanya di bibir Gania dengan ibu jari, kemudian merapikan penampilan Gania yang sedikit berantakan.


"kau sangat menyebalkan " sungut Gania menatap tajam gama lalu mencubit lengan kekar gama.


" Aw, apa kau ingin melakukan nya di sini baby" sahut gama mengerling nakal ia sangat senang menggoda wanita nya ini.

__ADS_1


"Turunkan aku, jadi Makan apa tidak, kalau tidak aku bawa pulang lagi bekalnya !" seru Gania sangat kesal, membuang muka melipat tangannya di depan dada.


Ada ya manusia segila ini dan tepat nya aku selalu dekat dengan nya oh tuhan nasibku buruk sekali.


"Hey kau bisa marah ya, tentu saja jadi tanpa harus turun dari pangkuan ku, dan sekarang cepat suapi aku "


Gama berusaha membujuk wanitanya dengan tetap memeluk Gania ia hanya menggeser bokongnya di sofa mendekati meja, supaya lebih mudah mengambil bekal makanan nya.


"Astaga kau itu kak membuat ku menjadi sulit, lalu bagaimana caraku membuka bekalnya " memutar bola matanya jengah melihat tingkah gama yang possesif itu. mengisyaratkan kesulitan nya.


"pffff, kau tinggal membuka nya bukan, ini sudah ku ambilkan, cepat suapi aku!" Gama mendekap erat tubuh Gania tangan nya yang panjang pun menyambar kotak bekal dan meletakkan di sofa supaya Gania lebih mudah menyuapi nya.


" Dasar curang, nanti kalau ada yang masuk gimana iya kali aku di pangkuan begini kak" omel Gania berada di pangkuan gama sembari membuka bekal makanan lalu menyuapi bayi tua manja nya itu dengan telaten meskipun dalam hatinya sangat kesal.


Gama tersenyum melihat raut wajah Gania cemberut dan mengomelinya. ia merasa bahagia memiliki wanita nya. tak tau seperti apa kehidupannya jika tanpa gadis mungil nya ini.


"Ya itu tergantung kak gama mengajak ku atau tidak" balas Gania memberikan suapan terakhir di mulut gama. Gania sedikit mengerjai pria mesum ini.


"Mulai besok kau harus berangkat bersama ku dan membawa bekal untuk kita makan siang heum"Jawab gama dengan pipi mengembung mengunyah makanan yang penuh di dalam mulut. ia tak menyadari ketika di kerjai oleh wanitanya.


"kau terlalu banyak memberi nasinya baby" imbuh gama setelah menelan nasi terakhir di mulut nya. menatap penuh selidik wanita.


"pfff,salah kau sendiri tidak mau menurunkan ku kak" Gania menahan tawanya melihat gama masuk kedalam kejahilan nya. Seketika gama menyadari perbuatan wanitanya pun langsung membalasnya.


"Kau berani mengerjai ku baby, oh lihat saja ini "


Gama mencubit pipi Gania gemas lalu menggelitik pinggang wanita nya sehingga membuat Gania tertawa terbahak bahak merasa kegelian oleh kenakalan gama. mereka saling membalas menggelitik, Gania terbawa suasana bahagia pun tidak sadar gama membawanya kedalam ruangan pribadinya. gama kembali mencumbu Gania membuat wanitanya tertawa lepas memenuhi ruangan kamar yang luas tersebut.

__ADS_1


Vicky sedari tadi berada di ruangan kerja sejak berapa jam lalu kini di hubungi oleh karyawan kantor yang memberi tahu ada wanita yang memaksa masuk ke ruangan bosnya.


"Hey aku ini tunangan pemilik kantor ini, kalian berani sekali melarang ku menemuinya" maki reni terhadap seorang wanita dan laki-laki di kantor milik gama, wanita yang bertugas sebagai resepsionis dan satpam itu Hanya menunduk hormat menjelaskan peraturan kantor.


"Ada apa ini" teriak Vicky ketika keluar ruangan ia segera melangkahkan kakinya mendekati kearah beberapa orang yang berada di loby kantor.


"Tuan Vicky, lihatlah karyawan anda sudah berani menahan saya untuk menemui tuan gama" sungut Reni sangat emosi menuding wanita di hadapan nya itu dengan telunjuk nya.


hal tersebut membuat Vicky ikut geram.


Vicky berpikir sungguh beruntung tuanya itu bertemu nona Gania yang baik dan lembut. tidak terbayangkan jadinya jika benar-benar berjodoh dengan wanita seperti Reni ini.


"Jaga sikap anda nona reni, mereka hanya menjalankan tugas sebagai karyawan!" sentak Vicky menarik nafas panjang, ia berusaha sopan menghadapi wanita pemarah itu.


Reni menatap satu persatu orang di sana tatapan matanya terhenti tepat di depan Vicky.


"Anda tidak memberi tahu mereka siapa saya ini tuan Vicky, dan anda membela para bawahan seperti mereka" ucap Reni menatap kesal kepada Vicky bisa bisanya dirinya tak di bela oleh asisten pria sombong itu.


" nona mari ikut saya dan tunggu di ruang tunggu jika ingin bertemu tuan, saya akan menghubunginya dahulu, dan kalian kembali bekerja".


Tawar Vicky kepada nona Reni tentu hal tersebut membuat Reni semakin kesal tapi tak punya pilihan lain selain menuruti Vicky.


Vicky tidak mungkin membiarkan Reni masuk tanpa seizin gama sedang kan di dalam ada wanita kesayangan Tuanya. setelah Reni bersedia menunggu di sofa Vicky segera menyingkir untuk menghubungi gama. tak berselang lama Vicky kembali ke tempat Reni.


"Mari nona saya antar keruangan tuan" ajak Vicky mempersilahkan Reni mengikutinya.


"Ck, lama sekali kau itu membuat ku menunggu!" decak Reni kesal berdiri mengikuti langkah Vicky menuju ruangan gama.

__ADS_1


...Jangan lupa like komen favorit hadiah 😘πŸ₯° dan tinggalkan jejak kalian disini guys πŸ™πŸ˜...


__ADS_2