Cool But Love

Cool But Love
bab 70 rencana


__ADS_3

Vicky memilih diam dari pada kena semprot lagi oleh bosnya itu. "Dasar bos luknut " gumamnya dalam hati.


Melihat perdebatan sengit di depan matanya itu Wijaya memijat pelipisnya karena kepalanya yang mulai pusing." cukup! kalian berdua tidak bisakah bicara baik baik tidak harus bertengkar, seperti anak kecil " teriak Wijaya dengan meninggikan suaranya membuat mereka langsung menatap kearah nya.


"Maaf tuan" ucap vicky pun langsung terdiam.


Berbeda halnya dengan gama pria itu masih menertawakan asisten nya. Setelah puas tertawa gama merapikan jasnya dan kembali duduk dengan benar di kursi kebesaran nya.


" Gama kau jangan terlalu keras pada nya " tegur wijaya pada putranya, matanya melirik kearah Vicky.


"Bhuuaahaa! apa ayah baru tahu jika aku seperti ini padanya, jangan terlalu membelanya nanti dia akan berbunga bunga, bukan begitu " gama kembali tertawa dengan lirikan mata tajam nya tertuju pada Vicky.


Ibarat terbang melambung tinggi kemudian jatuh ke dasar jurang sungguh sakit sekali. seperti itulah perasaan Vicky Saat ini. Hatinya yang sangat bahagia di perhatikan oleh Wijaya. seketika wajah nya langsung berubah murung karena gama yang menyudutkan dirinya." terserah anda tuan asal kan itu membuat anda senang" jawab nya dengan wajah masam nya.

__ADS_1


Gama memutar kursi nya menghadap kearah Vicky." aku hanya bercanda cepat berikan berkas yang ku minta " ucap gama dengan wajah serius nya kembali.


Vicky menyodorkan map di tangan kirinya itu ke atas meja gama." ini tuan semuanya lengkap" jelas Vicky dengan mantap.


Perlahan tangan gama mengambil map tersebut dan mulai membacanya. Wijaya masih tetap bungkam lebih ke sabar menunggu penjelasan dari putranya langsung.


"Amazing! ternyata dugaan ku tidak meleset, coba ayah baca ini" Sarkas gama yang terkejut melihat kebenaran di map itu, dengan sigap Vicky membawa map itu lalu di berikan pada Wijaya.


Wijaya mulai membaca map di tangan nya itu. selang berapa menit tampak Senyum smirk di wajah nya. " God job, kau memang sangat pintar boy, ayah bangga dan perusahaan kita akan semakin maju di bawah pimpinan mu. tetap waspada dengan para ular di dunia bisnis" Wijaya sangat senang dengan kinerja putranya yang memuaskan, cekatan dan berhati-hati dalam berbisnis.


" Dua prediksi antara sengaja dan tidak tahu. hm buat Vicky kerja mu bagus kau bisa di andalkan " ujar Wijaya menjawab pertanyaan putranya, dan dia sangat puas akan cara kerja Vicky mendampingi putranya itu.


"terimakasih tuan atas pujiannya" balas Vicky merasa terharu.

__ADS_1


"Tidak perlu di ragunan lagi ayah dia dapat di letakkan di situasi apapun benarkan Vicky" timpal gama dengan mengangkat kedua alisnya.


Vicky mengangguk percaya diri dengan berdiri tegap di samping bosnya itu. Wijaya mengacungkan jempol nya sebagai tanda setuju dan bangga akan pekerjaan mereka berdua.


Gama menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan informasi itu. gama tidak ingin kecolongan dan lebih dulu mengulik informasi calon clien nya untuk mengantisipasi kecurangan dan lain sebagainya, sebelum menandatangani proposal kerjasama nya. tentu hal tersebut mendapat dukungan penuh dari ayahnya.


Selesai diskusi gama berencana untuk membuktikan pada clien baru nya itu nanti bahwa teman nya Reza itu tidak sebaik yang di pikirkan orang lain sambil menunggu waktu yang tepat. dengan cara menerima kerja sama ini sementara untuk jalan pintasnya, dengan syarat pengesahan tanda tangan kontrak menunggu sebulan kedepan. Dalam arti tidak ada transaksi apapun sebelum terjalin kontrak sah.


Setelah ayahnya meninggalkan kantor gama bersama asisten nya feri. Gama pun memusatkan langsung berangkat ke tempat tujuan mereka yang telah di sepakati."Baiklah kita berangkat sekarang Vicky, " gama beranjak dari duduknya melangkah keluar dari ruangan.


Vicky yang mengikuti langkah gama dari belakang." Baik tuan" balas nya cepat.


Gama terus berjalan keluar sampai tiba di parkiran mobilnya. " Kau sudah cek lokasinya" tanya gama yang masuk ke mobilnya. Begitu pula Vicky yang ikut masuk di kursi kemudi nya.

__ADS_1


"Sudah tuan, butuh tiga puluh menit untuk sampai di sana" balas Vicky.


Gama menoleh kesamping" Jalan sekarang" titah gama kemudian di ikuti Vicky yang melajukan mobilnya keluar dari halaman perkantoran.


__ADS_2