
"wow, ini makanan banyak sekali gania, lihat ini, ini,ini Oh astaga ini pasti yang memasak cheff terkenal di kota kita" Vivi melebarkan matanya seketika, melihat begitu beraneka macam makanan lezat di hadapannya itu. dengan lahap mulai menyantap makanan di depan matanya itu.
"astaga Vivi kau itu seperti satu abad tidak mendapatkan makan saja, lihat lah kau makan terlalu banyak, tapi aku juga habis banyak hahaha" seru gania dengan mengunyah makanan di mulutnya yang terlihat belepotan sambil tertawa lepas.
Dua gadis polos itu tampak menikmati hidangan di prasmanan tanpa memperdulikan mereka menjadi bahan tontonan di sekitar ballroom hotel, semua orang yang berkelas atas berada di ruangan tersebut tampak terheran melihat pemandangan di sekitar prasmanan.
Gama tengah menajamkan pandangan sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan gania tetapi matanya menangkap sosok Andre berjalan mendekat kearah nya dengan menggandeng seorang wanita.
"hai bro, apa kabar, kau datang sendirian kemari lalu mana kekasih kecilmu itu" seru Andre menyapa Sahabat nya gama yang tengah berdiri sendiri di depanya itu dengan memamerkan kemesraan bersama Reni pacarnya pada gama.
Gama yang awalnya terkejut sedetik berikutnya mengembangkan senyum mengerikan kearah wanita di sisi Sabahat nya Andre. gama bersikap cuek tidak ingin si reni mengetahui jika gania adalah wanita nya dia bersikap santai.
"tentu baik, dia ada disini bersama kita, oh ya apa kau tidak ingin memperkenalkan padaku pacarmu itu" balas gama dengan wajah datar nya. berjabat tangan dengan Andre memberi selamat atas suksesnya perusahaan nya di dunia bisnis.
"apa maksudmu di sini? oh perkenalkan dia Reni kekasih singkat ku, ya walaupun hanya bertemu singkat " ucap Andre dengan wajah bingungnya menanggapi perkataan gama yang aneh menurut nya.
Reni terdiam membisu tak mampu membuka mulutnya tampak jelas raut wajah nya pucat seketika, Reni berusaha tenang menetralisir perasaanya agar tidak gugup dan salah langkah.
__ADS_1
"Selamat atas hubungan kalian dan semoga sukses terus bisnis mu bro, oh ya buat dia selamat bersenang-senang kau beruntung mendapatkan sahabat ku yang play boy ini" ujar gama dengan wajah sinis nya kearah Reni, tentu membuat reni langsung memucat dan bergetar.
"terimakasih atas dukungan mu, dan jangan percaya dengan yang di ucapkan oleh teman ku ini sayang" sahut Andre mengembangkan senyuman kearah Reni, lalu memasang wajah kesalnya pada gama yang membongkar rahasia nya itu di depan reni.
"Aku baik baik saja, itu tidak masalah aku percaya padamu" Jawab reni mengelus lengan kekar Andre dan menunjukkan senyum palsu kearah Andre.
Gama sangat muak melihat wanita di hadapan nya itu, dia sangat tidak rela jika teman baiknya menjadi korban dari wanita liar seperti Reni itu meskipun Andre yang notabe nya sang kasanova, gama akan memberi tahu jika waktu nya sudah tepat.
Andre yang di hampiri oleh rekan bisnis nya pun meninggalkan gama dan Reni berdua, Andre menyingkir dari sisi gama untuk bercakap-cakap sebentar dengan kolega bisnis nya.
Reni langsung terdiam mendengar perkataan pria di depanya itu, awalnya reni merasa takut jika sewaktu-waktu gama melaporkan nya ke ayahnya dengan yang di lihat oleh gama saat ini. meski demikian Reni tetap harus bersikap manis di depan gama agar pria itu tidak membatalkan rencana ayah nya.
"em, aku sayang tidak kah kau pikir aku hanya berteman dekat dengan Andre , kau dengar kan kami hanya bertemu singkat jadi tidak seperti yang kau lihat" jelas reni dengan suara gemetar berusaha keras menutupi kecemasan di wajah nya.
Gama tidak ingin menjawab ucapan reni, pria itu lebih memilih menatap nya tajam kearah wanita di hadapan nya itu. tangan nya terkepal kuat.
"hai sayang, kau kenapa, apa kau sedang tidak enak badan" tanya andre yang merangkul pinggang reni mesra, setelah usai bercakap cakap andre segera menghampiri dua insan itu, andre merasa khawatir melihat wajah pucat reni.
__ADS_1
"Em, seperti nya iya, aku sedikit demam boleh aku kembali pulang lebih awal, seperti nya istirahat di rumah lebih baik" ucpa Reni memiliki kesempatan atas pertanyaan andre, demi terhindar dari calon tunangan dan Andre yang seperti nya dua pria itu berteman baik.
Tentu membuat gama menatap sinis kearah reni dengan yang di ucapkan wanitanya itu.
Andre pun izin sebentar pada gama untuk mengantar kan kekasih nya keluar dari ruangan ballroom. Andre hanya mengantar reni sampai di pintu masuk ballroom dia meminta maaf pada Reni tidak bisa mengantar kan Reni pulang ke rumah nya.
"tidak apa-apa sayang maaf ya aku tidak bisa menemanimu sampai acara nya selesai" ucap reni dengan wajah sedihnya.
"tidak masalah, kau hati hati di jalan ya sorry tidak bisa mengantar mu" ujar Andre merasa tidak enak dengan kekasihnya itu.
Reni mengulum senyum membalas ucapan andre, wanita cantik itu pun meninggalkan Andre dengan pesta nya di ballroom hotel yang baru saja di mulai itu.
Setelah memastikan reni sudah mendapatkan taksi Andre kembali kedalam ballroom hotel untuk menyapa para tamu undangan nya. saat membalikkan tubuhnya hendak berjalan kembali kedalam tatapan mata nya tertuju kearah tiga orang yang sangat di kenalnya sedang berada di ruangan tersebut. tampak bercakap cakap renyah di ujung sana lebih tepatnya di sofa.
Dengan langkah kakinya yang lebar Andre segera menghampiri tiga orang itu.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys ππ makasih
__ADS_1