
Berapa hari berlalu
*
Di Apartemen
Pagi ini Gania sudah selesai membersihkan dirinya berpakaian rapi, tak lupa tugas nya menyiapkan kebutuhan gama.
Gania berusaha memanggil dari balik pintu kamar gama, namun tak ada jawaban." apa dia belum bangun?". Lalu mencoba memutar handel pintu ternyata tidak di kunci, dengan ragu ragu membuka pintu.
Ceklek.
Ah.
Gania Terkejut bola matanya melebar melihat gama sedang memakai ****** ********, tak memakai sehelai benang pun." maaf kak ku kira belum bangun..!" ucap Gania gugup.astaga itu belalai atau tongkat kenapa sangat aneh besar ?
"Gania...." gama menarik handuk yang tergeletak di lantai. kemudian mengenakan pakaian dalamnya. setelah selesai gama melihat Gania menatapnya tak berkedip. "Tutup matamu!"ucap Gama tegas.
"Aku tidak melihatnya kak..". jawab Gania cepat mencuri pandang perut sixpack gama melalui celah jarinya.
"Kau berbohong" ucap Gama, setelah selesai memakai celana lalu melilitkan handuk nya. berjalan mendekati Gania.
Gania melihat gama bertelanjang dada, berjalan kearahnya Gania menelan salivanya dengan susah, lalu berjalan mundur. " mau apa kak..?". ucap Gania gugup sedikit takut .
"Katanya ingin membangunkan ku..!". ucap gama sudah berhasil menghimpit Gania ke tembok, menaikan sebelah alisnya." sekarang ambilkan aku pakaian kerja.." lirih gama sangat dekat dengan wajah Gania.
"i...ya...kak, tapi minggir dulu bagaimana bisa aku mengambil bajumu?" balas Gania gugup, mendongak menatap wajah gama, rambut gama yang basah menambah kesan ketampanan gama bertambah.ya tuhan kak kau tampan sekali..!!!
"Cepat kau ambil... Cup.." ucap gama cepat mencuri ciuman di pipi Gania. kemudian berjalan ke tepi ranjang duduk dengan santay bersedekap di dada, menatap Gania yang mematung.
astaga pri ini selalu seenaknya menciumku.
"Eh... bentar kak" Gania yang di tatap oleh gama segera berlari menuju lemari dengan cepat mencari pakaian untuk gama." ini kak, aku keluar dulu" ucap Gania melesat pergi dari sana.
Gama mengulum senyum melihat tingkah gania. "Gania cepat kau bersiap sebentar lagi kita berangkat kekantor" ucap Gama dari kamar sambil mengenakan pakaian nya.
Astaga, Gania mengelus dadanya rasanya berdegup kencang mengingat kejadian barusan." iya kak " jawab Gania mendengar perintah dari gama.
ceklek
pintu kamar terbuka menampakkan sosok gama yang sangat tampan dan gagah memakai pakaian kerja hitam.
"Ayo cepat kita berangkat..!" gama berjalan sembari memberikan tas kerjanya pada Gania.
"Tidak sarapan pagi dulu kak...?" tanya Gania menerima tas kerja gama, sedikit berlari mengejar langkah gama.
"Nanti kita sarapan di kantor" ucap Gama memasuki mobilnya, dimana Vicky menuggu di halaman apartemen nya.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Gania menurut lalu ikut masuk ke mobil. kemudian mereka pergi menuju ke kantor.
Di kantor WJ Crop
Bagaimana persiapan meeting hari ini? gama bertanya pada asisten pribadi nya Vicky.
"Semua sudah beres tuan. mereka semua sudah menunggu kita!". balas Vicky.
"Bagus, kita pergi sekarang" gama berdiri dari tempat duduknya, merapihkan dan mengancingkan jasnya.
" ah aku lupa, Gania kamu tunggu di kantor saja nanti dua pengawal akan menjagamu, jangan kemana mana..! saya ada meeting bersama clien di hotel" Cup, ucap Gama menghampiri Gania duduk di sofa kemudian mencium pipinya.
"hah... Gania terkejut, apa aku boleh pergi keluar sebentar...!!" Gania bertanya pada gama sebelum benar-benar keluar.
"Tentu, jangan lama lama! " Gama menoleh tersenyum ke arah Gania.
setelah keluar dari kantor gama dan Vicky pergi menuju hotel mewah bintang lima di Jakarta.
****
setibanya di hotel gama dan Vicky berjalan memasuki ruangan vvp di mana semua clien menunggu. betapa terkejutnya gama melihat orang yang sangat di kenalnya berada di ruangan tersebut. karena meeting nya hari ni dengan pak Reza.
"Andre... kau juga ikut meeting? " gama bertanya pada Andre.
"Tentu saja, ada masalah!" jawab Andre sedang duduk di sofa bersama pak Reza.
"Ah, tidak! mari kita mulai sekarang" jawab gama langsung Duduk di sofa yang sama. mereka pun mulai membahas pekerjaan kantor.
Setelah gania mendapat izin dari gama, dirinya langsung keluar dari kantor, lalu pergi ke Alfamart mentransfer uang untuk bibi nya. tentunya di kawal oleh bodyguard gama.
Setibanya di ATM Gania langsung mentransfer uang tersebut. setelahnya gania mengirim pesan singkat pada bibinya.
Gania
Bibi sudah aku kirim uangnya
*****
Di rumah bibi lilia
Bibi Gania yang sedang memasak di dapur, mendengar ponselnya masuk notif pesan masuk langsung membukanya.
"Gania mengirim pesan.......bibi sudah aku kirim uangnya"
lilia langsung membalas pesan tersebut. terimakasih sayang, maafkan bibi merepotkan mu, jaga diri baik-baik di sana.
lilia langsung pergi ke ATM untuk mengambil uang yang di beri oleh gania. setelah beberapa jam kembali ke rumah membawa uang tersebut dan memberikan nya pada suaminya.
__ADS_1
"Ini...!!" lilia melemparkan uang itu di depan suami nya sedang duduk di sofa sambil merokok.
"bayar hutang mu pada bandar judi mu, tapi ingat itu untuk yang terakhir kalinya, sudah cukup kamu membuat gadis itu membayar hutang hutangmu...!!"
"Aku tidak peduli kau itu istriku harusnya membelaku bukan membela gadis pembawa sial itu..!" acuh diron suami lilia, lalu mengambil uang di depan matanya dan pergi dari rumah.
lilia menghela nafas panjang." Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Gania diron..!!!" teriak lilia melihat diron menjauh dari rumahnya, yang pasti akan bermain judi setelah mendapatkan uang itu.
***
Gania menerima notif pesan dari bibinya pun langsung tersenyum. aku akan baik-baik saja bi. lirih nya dalam hati. sambil mengusap bulir bening di ujung pelupuk matanya. lalu pergi dari sana. Saat berjalan keluar Gania sangat panik melihat sesuatu di hadapnya lalu berlari sekuat tenaga untuk menolong seseorang.
Tiiiiinnnn.....!! sraaakk bugh...!!
Gania merangkul seorang laki-laki tua dan jatuh terguling, menghindar dari mobil melaju kencang.
"tuan tidak papa?" tanya Gania pada pria tersebut tanpa perduli dirinya juga terluka.
"Saya tidak apa apa terima kasih sudah menolong saya" jawab pria tersebut. lalu menatap gadis muda di depanya sedikit terluka.apa dia selalu memikirkan orang lain padahal dia juga terluka, di jaman modern saat ini jarang sekali ada gadis sepertimu.
"Syukurlah tuan aw..!" Gania merintih pelan.
"Justru kamu yang terluka tapi mencemaskan saya, biar saya obati lukamu nak". ucap pria tersebut.
"Tidak perlu tuan.!" ucap Gania menolak karena dirinya terburu buru.
"Anda tidak papa nona?" tanya pengawal Gania baru saja datang berlari menghampirinya.
"Tidak papa hanya luka lecet saja" jawab Gania pada pengawalnya.
pria tua tersebut tersenyum melihat gadis di depanya ternyata ada yang mengawalnya."siapa namamu nak?" tanya pria itu.
"Namaku...?" ucapan Gania di sela oleh pengawalnya.
"Nona tadi tuan menghubungi saya agar membawa anda pulang sekarang..!". ucap pengawal cepat.
"Ah baiklah, maaf tuan saya permisi pulang dulu, takut bos saya marah. Maaf sekali lagi tidak bisa mengantar tuan ke rumah sakit?" pamit Gania pada pria tersebut.
"Tidak apa apa nak, sekali lagi terimakasih sudah menolong saya!" balas pria tersebut tersenyum. padahal dia di kawal tapi takut sama bosnya sungguh aneh gadis itu?
"Tuan! maafkan saya terlambat !" ucap asisten pribadi pria tua tersebut.
"Sudah ayo cepat kita pulang ke mansion Sekarang." titah pria itu.
"Baik tuan" balas asistennya, kemudian mereka pergi dari sana.
*
__ADS_1
*
...jangan lupa like komen ya 😘 kk semua bantu support rate 🙏makasih...