Cool But Love

Cool But Love
bab 11 deg deg kan


__ADS_3

Masih di kantor


"Terimakasih" sudah memberikan saya pekerjaan tuan" ucap Gania dengan tulus. "Tapi em....tuan...?", lirihnya


"Sudah ku kirim uang nya ke nomer rekening mu, tidak perlu bingung". ucap Gama mengangkat sebelah alisnya.


"Hah...!! yang benar saja, dari mana anda tau nomer rekening ku tuan?" Gania terkejut, secara dirinya baru mengenal pria itu, tapi dengan mudahnya pria itu tau tentang dirinya. "Ya tuhan lindungilah aku dari pria ini" gerutunya dalam hati.


"Menurutmu? aku tahu dari mana?". seloroh gama dengan santay.


" Mana aku tahu tuan, bukannya memberi jawaban malah balik bertanya?" balas Gania dengan polosnya menatap pria tampan di depannya itu dengan tatapan aneh dan berkedip-kedip.


Gama melihat tingkah lucu Gania sedang kesal terlihat sangat menggemaskan, dengan memajukan tubuhnya sedikit menunduk di raihnya dagu gania agar mendongak kearahnya.


"Apa kau meragukan kemampuan ku gadis mungil.! " ucap gama dengan bibir mereka tanpa jarak, sehingga nafas mereka beradu menembus relung hatinya, buat gama hanya dengan menjentikkan jari semua keinginan nya bisa terlaksana.


Gania merasa syok seketika, saat gama berbicara dekat sekali dengan wajah nya, dadanya berdegup sangat kencang.


" Ya tuhan tampan sekali dia, bibirnya sangat menggoda oh... hidungnya mancung sekali, aaahhh...!!!! aku ingin membawa dia sembunyi ke lubang semut saja biar tidak ada yang mengambilnya" Gania berangan angan.

__ADS_1


"fyuuhhh...! " Gama meniup wajah Gania dengan pelan.


"hah..! tidak tuan.." jawab Gania cepat, Gania langsung mengalihkan pandangan kearah lain, dengan pipinya yang bersemu merah merona.


"Agar kau tak menculikku Gania...!!" serunya asal sembari tersenyum lembar melihat pipi merona Gadis nya.


"Mana mungkin saya menculik anda tuan..!! ". jawab gania, "Bagaimana dia bisa tau isi hatiku yang konyol itu?" gerutunya.


"hahaha...!!! "gama tertawa lepas melihat raut wajah Gania sedang menahan malu.


"Anda tidak papa tuan? " Gania bertanya karena bingung melihat gama tertawa lepas, padahal saat serius pria itu terlihat cool cuek bebek.


"Sudah lah mulai sekarang kau harus tinggal di apartemenku...! kau akan bekerja menjadi pelayan pribadiku, dan bersiap siaplah mengepak barang mu yang kau perlukan, Nanti akan di antar oleh Vicky" ujar gama.


"Baik tuan" jawab Gania lesu tanpa membantah.


"Jangan panggil saya tuan saya tidak suka" seru gama menatap Gania.


"Lalu harus memanggil anda dengan sebutan apa? " Gania memutar bola mata malas.

__ADS_1


"Tentu saja kak tidak ada bantahan" Ucap Gama dengan gaya cool. Gama merasa iri saat Gania memanggil Andre dengan sebutan kakak.


"Hah.! harus sekali manggil kak gitu, anda kan sudah berumur bagaimana jika Om saja, Om gama lebih cocok deh" seloroh gania.


"Beraninya kau menganggap saya Om Om" ucap gama dengan suara berat nya. ia sangat kesal dengan gadis di hadapannya itu,


"hehe... iya kak Gama yang tampan", ucap Gania cepat lalu membekap mulutnya karena keceplosan. "Ish dasar mulut ember gak mau diem" gerutunya sembari tersenyum malu.


Gama mendengar Gania memanggilnya begitu membuat dirinya merasa terbang di angkasa sungguh rasanya membuat nya sangat bahagia bercampur geli.


"Boleh juga usulan mu, memanggil ku seperti itu". ujar gama sembari menaikan sebelah alisnya.


"Baiklah kak gama..!! jawab Gania tanpa membantah.


"Hem bagus, karena kau menurut Kau boleh keluar sekarang dan kembali ke kost mu, Karena saat ini aku ada urusan penting yang harus aku lakukan" Titah gama.


"baik tuan, eh kak Gama..." jawab Gania terbata. "is ini mulut yang benar kenapa kalau bicara" gerutunya.


"Sudah cepat sana keluar...!!!" ujar gama menatap Gania.

__ADS_1


"Iya....! " jawab Gania ketus. "Dasar pria sok cool gila" gerutu Gania.


Lalu pergi keluar dari ruangan manajer itu. Setibanya di luar kantor Gania langsung memesan gojek dan pulang ke kostnya.


__ADS_2