Cool But Love

Cool But Love
bab 13 jantung ku mau copot


__ADS_3

"Bisa cepat sedikit tidak kau gania.!" seru gama dengan melipat tangannya di dada, tubuhnya terasa pegal Duduk di sofa sejak tadi, menunggu Gania berkemas tak kunjung keluar kamar.


"Ya, sedikit lagi kak...!!! " seru Gania dari dalam kamar memasukan bajunya ke koper kecil dengan terburu-buru. "Ah... sudah selesai sekarang aku harus siap kan tenaga yang kuat untuk bekerja di rumah kak gama yang cuek itu huh...!" ucap Gania menyemangati diri ya sendiri. lalu berjalan keluar kamar.


"kau membuatku menunggu mu di sofa sangat lama". ujar gama melihat Gania mendorong kopernya keluar dari kamar.


" maaf kak.! aku tidak mau nanti barang ku tertinggal di sini " ucap Gania cepat.


"Hah...! yang benar saja kau hanya membawa koper kecil tapi sangat lama..." gama menghela nafas nya.


"Tadi aku mencari foto keluarga ku dulu yang terselip, jadi lama menemukan nya" . lirih Gania


sembari menatap sendu gama.


Gama melihat wajah sedih gadisnya merasa bersalah, tapi dirinya sudah sangat lelah dengan kegiatannya hari ini dan ingin segera beristirahat." sudah ayo cepat aku sangat lelah baby". ucap Gama cepat lalu menggandeng tangan Gania menarik nya keluar dari rumah kost tersebut.


"Hah...apa apaan nih pria gak jelas maen pegang pegang lagi" lirih Gania yang berusaha melepas tangannya dari genggaman gama, justru gama semakin menggenggam dengan erat tangan nya.


Mereka pun akhirnya pergi dari kost tersebut. selama di perjalanan mereka hanya saling diam. Tak ada yang membuka pembicaraan. Gama diam dengan segala isi pikirannya sendiri, Gania terdiam menatap keluar jendela mobil memandangi indahnya pemandangan kota tersebut di malam hari. hingga akhirnya mereka sampai di apartemen.


"Tuan kita sudah sampai apartemen" ucap Vicky memecah keheningan.


"baiklah, cepat turun..!". ucap Gama menatap wajah Gania yang menoleh ke arah nya.


"Eh... iya kak" Gania yang di tatap oleh gama merasa gugup. astaga jantungku berdebar begini bagaimana hari hariku nanti harus seperti ini tiap hari bertemu dia ya tuhan, Gania berbicara sendiri dalam hati.


Gama memajukan wajahnya seketika wajah mereka bertemu. "sudah cepat turun atau mau aku tinggal di sini baby.." bisik Gama sangat pelan membuat Gania terkesiap merasakan deru nafas gama.


"aaahh...!! iya kak aku turun...!" teriak gania memukul lengan gama dengan keras, ia sangat kesal dengan pria itu membuat nya salah tingkah.


"aw...! kau itu atlet petinju ya, tenaga mu kuat sekali" ujar gama mengusap lengannya terasa panas, dan keluar dari mobil meninggalkan Gania.


Vicky yang melihat adegan bosnya hanya tersenyum."sepertinya hidupmu akan berwarna bos" .


Gania melihat gama keluar dari mobil dirinya segera menyusul pria itu keluar, lalu membawa kopernya berjalan cepat mengikuti gama dari belakang.

__ADS_1


"bugh, aw...!" Gania mengusap keningnya, lalu mendongak, ternyata ia menabrak punggung gama yang tiba-tiba berhenti berjalan.


"Astaga, apa kau tidak bisa jalan dengan benar Gania..!!" ujar Gama dengan intonasi yang tinggi. ia kesal dengan gadis itu yang selalu ceroboh, dan menabraknya seperti sekarang ini. tentu membuat Gania menatap nya.


"maaf" lirih Gania dengan polosnya menatap bersalah kearah gama.


Gama melihat tingkah Gania sangat menggemaskan, tapi tubuhnya sangat lelah ingin segera istirahat jadi dengan cepat menggandeng tangan Gania, masuk ke dalam apartemen nya. Tak lupa menyuruh Vicky pergi dari sana.


Gania hanya mengikuti pria itu saat tangannya di gandeng lagi, setibanya di dalam apartemen. Gania terpukau oleh kemegahan tempat tinggal gama.


"Woaaah, ini sangat mewah kak" bola matanya melihat sekeliling nya.


"huff...! " gama menghela nafas pelan.


"Kau tidak boleh menyentuh sembarangan barang barang ku, ingat baik baik itu" sembari menonyor kening Gania.


"hah.. pelit sekali kau kak, tapi aku tidak janji, aku berusaha dengan baik tidak ceroboh" ucap Gania sambil mengusap keningnya.


"sudah cepat kau siapkan aku baju ganti, aku mau mandi" ucap Gama menarik Gania masuk ke dalam kamarnya lalu menunjukkan lemari pakaiannya, kemudian ia melesat masuk ke kamar mandi.


Tanpa berpikir lama dengan melangkah cepat menuju lemari pakaian, seketika melebarkan matanya. ia tak percaya begitu banyak dan tertata rapi pakaian bosnya itu.


Dengan cepat tangan nya meraih baju piyama warna biru meletakkannya di atas ranjang. Gania berpikir ia akan membuatkan makan malam untuk bosnya itu dengan cepat melesat pergi kedapur.


Gama sudah selesai membersihkan tubuhnya, keluar dari kamar mandi mengedarkan pandangan di sekitar kamar, ternyata gadisnya sudah tidak ada di kamar nya. bola matanya tertuju kearah baju di atas ranjang.dengan cepat mengenakan pakaian itu.


ketika Gama berjalan keluar kamar mencari keberadaan Gania tiba tiba ia mencium bau masakan tanpa berpikir lama segera menyusul kedapur.


"Kamu bisa memasak Gania ?"


ucap gama setelah duduk di sofa dapur, dengan pandangan mesum kearah gadis di hadapannya itu. melihat Rambut Gania di ikat Cepol keatas, memperlihatkan leher jenjang putih mulusnya, tentu gama menelan salivanya dengan susah.


apa dia sengaja menggodaku gama menggelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran liar nya.


"Hem... aku sudah terbiasa di kost masak sendiri" jawab Gania.

__ADS_1


"Oh, aku ingin mencicipi masakan mu enak atau tidak". bisik gama sembari mengendus tengkuk Gania dengan memeluk Gania dari belakang, tidak di sadari oleh Gania gama dengan cepat mendekati nya.


"Boleh, aaa..." ujar Gania dengan polosnya tanpa curiga dengan pria itu membalikkan tubuhnya menyuapi nasgor ke mulut gama.


" sepertinya tidak buruk, enak dan manis sepertimu baby" ucap gama sembari mengunyah nasgornya, tanpa membuang kesempatan dengan tubuh mereka saling menempel gama segara memeluk Wanita nya sangat erat.


Gania terkejut langsung mematung mendongak menatap wajah gama, bola matanya berkedip kedip. astaga kenapa tubuhku kaku tidak bisa di gerakan, keluh Gania dalam hati.


Dengan ekspresi wajah Gania terlihat lucu membuat gama sangat gemas, tidak sabar ingin mencicipi bibir mungil itu, gama sedikit menunduk dengan menahan tengkuk Gania gama mencium bibir manis itu. salah satu tangannya menarik pinggang Gania.


Cup


"Eemmmpphh.." Gania melebarkan matanya. hah apa ini kenapa aku merasa pernah merasakan bibir ini? .


Awalnya hanya kecupan setelah menjadi ciuman yang memabukkan dengan memperdalam ciumannya, rasanya gama ingin lebih dari itu. Gania yang tak mahir berciuman hanya mematung seketika. ciuman yang semakin memanas membuat Gania mulai mengimbangi ciuman gama.


Gania tidak ingin larut dalam ciuman memabukkan itu, berusaha mencari kesadaran atas dirinya.


"aku tidak boleh begini ini bukan aku. aku mohon sadar Gania" Gania merasa kehabisan nafas dengan memukul punggung Gama.


" le..pa..s.. kak..! "ucap Gania terputus putus. gama menyadari Gania kehabisan nafas lalu melepaskan ciumannya.


"hah..hah... kau ingin membunuh ku ya..." seru Gania sangat kesal dengan pria di depannya itu memukuli dada Gama.


hah... apa yang barusan aku lakukan terhadap gadis mungil ini.


" tidak sayang aku justru memberi nafas terbaiku untuk mu." ujar gama, tangannya mengusap sisa salivanya di bibir Gania.


Gania yang kesal menepis tangan gama." sudahlah jangan pegang bibirku ini, aku tidak mau makan, kau menyebalkan" sungut Gania hendak pergi dari dapur tangan nya lebih dulu di cekal oleh gama.


"sssttt, mau kemana? " gama dengan cepat menarik lengan Gania membuat dia kembali ke pelukan gama." kita makan dulu Hem... jangan cemberut gitu, mau ku cium lagi itu bibir, jika tidak sekarang makanlah bersamaku.." ucap Gama sembari memeluk Gania.


"ya aku makan, lepasin, gak usah modus." Gania mencoba mendorong gama.


"Oke, good..! " gama langsung melepaskan gania. mereka makan malam bersama tanpa ada percakapan sama sekali. setelahnya gama membawa Gania ke kamar tidur dan gama kembali ke kamar pribadinya.

__ADS_1


...maafkan aku ya πŸ™ guys jari jariku kesleo jadi gini jadinya, jangan lupa like komen gratis love πŸ₯° semua...


__ADS_2