
"Andre pergi ke mana?" tanya gama pada asistennya Andre , ketika gama tiba di kantor Andre, tapi sahabat nya itu tidak ada di kantor sejak kemarin. Itulah Andre biasa mempercayakan pekerjaan kepada asisten pribadinya. sedangkan dirinya sibuk dengan hobi nya bermain wanita.
"Maaf tuan saya tidak tau tuan Andre pergi kemana, karena tuan Andre tidak memberi tau saya mau pergi kemana?" asisten Andre menjelaskan soal tuanya kepada gama dengan hormat.
"Apa dirimu benar benar tidak di beri tau oleh Andre!" ujar gama menatap tajam asistenya Andre merasa kesal pada sahabat itu.
"Benar tuan " jawab asisten Andre mengangguk membenarkan ucapan gama.
"Nanti katakan padanya aku mencarinya jika dia sudah kembali!" ujar Gama dengan cepat lalu keluar dari kantor andre.
"akan saya sampaikan tuan" balas asisten tersebut membungkuk patuh.
"kita kembali ke apartemen saja " ucap gama pada Vicky saat mereka di perjalanan pulang.
"Baik tuan". Vicky mengangguk lalu menambah laju kemudinya menuju apartemen gama.
******
Di mansion
"ini tuan berkasnya " ucap feri memberi kan sebuah map kepada tuan Wijaya.
" Bagus, beraninya anak itu menyembunyikan anak gadis orang di apartemen nya" ujar Wijaya membuka map tersebut, selanjutnya membelalak mata nya melebar menatap data di map itu.
" Oh good!!! bukankah ini gadis itu?". seloroh Wijaya menatap data identitas dan foto seseorang di map tersebut dan itu semua membuatnya syok.
" Maksud anda bagaimana tuan?" tanya feri kebingungan.
"Lihatlah ini" Wijaya memperlihatkan isi map itu pada feri, ke-dua sudut bibirnya melengkung. kenapa feri bingung tentunya dia tidak terlalu membaca detail dan memperhatikan data tersebut saat mendapatkannya dari orang nya dan langsung memberikan nya pada Wijaya.
"hah.. dia kan nona... ?" selorohnya menutup mulutnya karena syok.
" Maka dari itu biarkan dia tinggal di sana, dan selidiki latar belakang gadis itu!". ucap Wijaya mempercayakan gadis itu tinggal bersama gama dan menyuruh feri untuk menyelidiki gadis itu.
__ADS_1
"Baik tuan!". balas feri di iringi anggukan kepala.
Saat mendapat laporan dari feri tentang gania yang menolongnya dan ternyata mencurigai tempat tinggal gadis itu Wijaya menyuruh feri untuk menyelidiki nya. dan dirinya merasa lega ternyata pria dingin yang di cerita kan padanya ternyata putranya sendiri. Wijaya percaya gama bersama wanita yang tepat, terlihat dari gadis itu anak baik baik.
******
Di apartemen mewah seorang pria yang sedang berkutat pada ponselnya hanya senyum senyum sendiri melihat Vidio yang pria itu putar.
"Sayang aku sangat merindukan mu, kau pasti merindukan ku juga baby" seloroh gama melihat Vidio Gania di ponselnya, entah mengapa dirinya sangat merindukan gadis itu. Biasanya saat dirinya pulang dari kantor ia selalu melihat pemandangan Gania yang tidur di sofa karena ketiduran menunggunya pulang. dan saat Gania menyiapkan semua kebutuhannya, gama sering menjahili gadisnya.
Gama yang memakai bokser dan kaos oblong nya bersantai tiduran di atas ranjang, tiba tiba tenggorokannya terasa haus, kemudian beranjak dari tempat tidur ingin mengambil minuman dingin di kulkas.
"Oh ya ampun apa ini" Gama membuka kulkas nya melihat mini cake coklat yang terlihat lezat , dengan cepat membawa cake itu ke meja makan.
"ini sangat lezat, apakah dia yang membuatnya kenapa rasanya seperti cake buatan ibu?, ah baby aku akan secepatnya menemukanmu" gama merasa bertemu dengan ibunya kembali yang selalu membuatkan makanan kesukaan nya.
Gama hendak masuk ke kamar nya namun matanya teralihkan oleh pintu kamar lain perlahan ia memasuki kamar itu."Apa dirimu tidak meninggalkan sesuatu yang penting untuk ku baby" tanya gama dalam hatinya melihat sekeliling kamar Gania setiap sudut ia tatap dan membuka semua lemari dan laci. disaat pintu terakhir ia buka.
Greek.
"Oh good! ternyata ini foto Gania dan keluarga nya dan si cantik ku adalah dia, argh... sial kenapa harus di saat seperti ini" sesal gama saat tahu pujaan hati nya saat ia berumur sepuluh tahun itu adalah Gania dan saat ini wanita itu kabur darinya.
Ting...tong...
"Siapa lagi yang datang ?" gerutu Gama kesal lalu menyimpan foto itu kembali dan membuka pintu apartemen nya.
ceklek.
"Ck, ku kira siapa yang datang" seloroh gama setelah melihat Andre di depan pintu, lalu berjalan mengambil minuman di kulkas kemudian kembali duduk di sofa.
"haha kenapa kau kesal, seharusnya kau senang aku datang kemari" ucap Andre dengan tertawa yang sudah duduk di sofa.
" iya aku senang dan kau sembunyikan dimana Gania, huff" tanya gama to the poin menatap Andre penuh selidik.
__ADS_1
"ha! apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti?" balas Andre memicing menatap gama penuh tanya.
"Gania kabur dari apartemen ku dan itu karena aku menuduhnya tidur bersama pria lain, apa kau terlibat atas kepergian dia" terang gama dengan gamblang sambil meneguk minuman nya.
"what!! dia kabur dan kau penyebab nya sungguh bodoh " ujar Andre syok melotot kearah gama sangat tajam.
"Ck, tidak perlu melototi ku, dia yang bertemu pria di cafe jadi aku mengira ?" balas gama kesal dirinya yang marah justru dia pula di pelototi andre.
"Haha dasar kau pria sok cool, pantas dia kabur darimu, kau cemburu padanya saat gadis cantik itu bertemu denganku hahaha!!" ujar Andre dengan gelak tawa mengatakan penyebab gama cemburu dan membuat Gania kabur.
"Sialan kau!" bugh! emosi gama melempar bantal sofa ke arah andre. namun dengan cepat Andre menghindar.
"Aw aw, jangan galak galak bang ". seloroh Andre tersenyum tengil mengejek sahabatnya yang sedikit kaku itu.
"Sekali lagi kau berucap aku patahkan hidungmu!" ancam gama merasa geram pada sahabatnya. Gara gara dia, dirinya harus kehilangan wanita nya.
"Oh good! kau gila mau mematahkan hidung ku!" seru Andre pura pura terkejut.
"Ck, jadi bukan kau pelakunya!" ucap Gama memutar bola matanya malas melihat tingkah andre padanya.
"Tentu bukan! memang kau apakan dia sampai pergi dari mu, atau kau sudah ? Oh shitt!" umpat Andre saat menebak yang gama lakukan pada Gania pasti sangat intim membuat gadis polos seperti Gania merasa takut dan kabur.
"ah, itu em haha tentu saja aku hanya memaksanya untuk jujur siapa yang menemui dirinya" ujar gama gugup di iringi tawa agar Andre tak curiga padanya.
"Ck, tidak perlu berkilah aku tau kau sudah..? apa kau tidak menyelipkan sesuatu yang bisa kau lacak?" jawab Andre mengingat kan gama untuk melacak keberadaan Gania.
"Tidak! eh tunggu dulu aku memberinya black card padanya, tapi tidak pernah ada laporan penagihan sama sekali sampai sekarang apa dia tidak menggunakannya.?" sarkas gama mengingat saat memberikan black card pada wanita nya.
"Dasar lemot kau itu seorang CEO tapi soal wanita nol besar Haha nanti jika dia menolak mu untuk ku saja gadis itu". ledek Andre dengan tertawa keras.
" Sial , berani kau menyentuh nya ku patahkan kaki dan tangan mu " kesal gama pada sahabatnya selalu meremehkan dirinya soal wanita. namun juga sangat butuh bantuan darinya.
" wow , Haha kau seram sekali bro " seloroh Andre bergidik ngeri namun juga tertawa lepas. mereka pun melanjutkan obrolan dengan gelak tawa bersama.
__ADS_1
...tinggal kan jejak kalian guys ππ₯°π bantu like komen favorit hadiah π biar aku semangat....