
Dengan seragam restorannya yang terlihat lusuh itu masih melekat di tubuhnya, rambutnya acak-acakan, karena terlalu lama menangis sampai membuat pipinya tampak sembab. belum lagi luka kebiruan di pipi kanannya akibat tamparan keras dari pak reza yang tak memiliki hati nurani.
" kau baik baik saja kan. ada yang luka tidak, atau mau ku antar pergi ke dokter" tanya Andre. melirik kearah vivi yang terlihat menyedihkan seketika dadanya terasa sesak.
Vivi mengangkat wajahnya menoleh kearah Vicky. "makasih om sudah membantuku, tidak usah om aku baik saja kok. aku tidak tau lagi harus membalas kebaikan om dengan cara apa. tapi aku janji setelah aku dapat pekerjaan aku akan mencicil uang itu" ujar vivi sendu kembali menundukkan kepalanya.
Andre tersenyum penuh arti kearah vivi. diliriknya vivi tengah memainkan ibu jarinya menandakan gadis itu tengah di Landa kekhawatiran.
" Caranya sangat mudah kok, kau tidak perlu bersusah payah membayar uang itu hanya cukup membayar nya dengan..?" ucap Andre menggantung menoleh sekilas kesamping.
Sontak Vivi langsung mendongak karena di sebelahnya itu tidak melanjutkan perkataannya. " mudah? maksud om gimana aku tidak mengerti? " tanya vivi dengan raut wajah ketakutan.
melihat raut wajah vivi yang cukup lucu andre tersenyum tipis.
" janji harus mau" kata andre lagi memastikan.
"Iya janji asalkan om tidak melakukan kekerasan seperti orang orang itu padaku" jawab vivi kembali sedih.
"Hei jangan bersedih. itu tidak akan terjadi kau pegang ucapan ku" ucap Andre.
"Hm " balas vivi mengangguk sendu.
" kau harus jadi kekasih ku ay " ucapnya Andre lagi membuat vivi langsung membelalak lebar.
__ADS_1
"apa! pacar?" Vivi langsung membola begitu besar kearah Andre.
"hais jangan menatap ku begitu, kau itu terlihat sangat cantik kalo seperti itu. Iya, kau harus mau menjadi kekasihku" ulang andre tersenyum sumringah.
deg
Vivi menggeleng kepala berulang kali dadanya berdegup kencang tak percaya dengan yang di ucapkan oleh andre.
" ah. om ada ada aja mana mungkin aku jadi pacar om lagian aku ini hanya gadis tak berharta jangan bercanda deh om" ujar vivi menatap kedepan. tidak berani menatap andre karena malu dan juga merasa insecure pada dirinya sendiri.
" Tentu saja ada bukti nya sekarang ini. tadi katanya tidak akan menolak, aku ini bukan tipe yang suka menilai orang dari materi bagiku semua nya sama. dan mulai detik ini kau resmi jadi pacar ku" ungkap andre sedikit memaksa. perlahan meraih tangan vivi lalu membawanya kearah nya dan mengecupnya dengan lembut.
" eh om " kaget vivi ketika andre mengecup tangan nya secara tiba-tiba.
Demi menjaga keselamatan dan tidak menggangu pengguna jalan lain terlebih lagi ingin merasa lebih nyaman dan leluasa saat berbicara serius dengan vivi, andre menepikan mobilnya ke pinggir jalanan sebentar.
" tidak pa-pa biar lebih aman aja, aku juga ingin membicarakan hal serius. lagi pula kalo sambil jalan bisa berbahaya aku kan belum sempat menikahi mu" seloroh Andre menatap vivi lekat.
Saat andre mulai mengikis jarak dengannya, Vivi memegangi dadanya yang berdegup kencang karena gugup. debaran jantung nya terdengar jelas di telinga nya.
Andre nampak tersenyum ketika mendengarkan debaran jantung vivi yang begitu indah di telinga nya menandakan bahwa vivi pun memiliki perasaan terhadap nya.
"om "
__ADS_1
"Hem"
"apa kau serius tidak menyesal, tapi aku merasa tidak pantas untuk mu om kau sangat tampan dan kaya banyak wanita berkelas mencari mu" tanya vivi dengan perasaan takut.
"Tidak Vi. aku tidak mencari istri yang berkelas tapi mencari wanita manis dan baik seperti mu. sudah jangan rewel percaya lah padaku. jika kau tidak percaya nanti aku akan mengenalkan mu dengan gania pasti dia setuju dan juga orang tua ku apa kau masih ragu?" ucap Andre meyakinkan. menatap dalam wajah manis vivi di hadapannya itu.
Aaahh rasanya hatinya ingin meloncat keluar dari tempat nya karena terlalu bahagia mendengar perkataan manis pria di depannya itu. Vivi bergumam riang dalam hati.
Cup
"Hah. hais om ini " vivi terkaget itu pun mengalihkan tatapan nya dari Andre. tak bisa berkata lagi pria dewasa di hadapan nya itu mencium nya begitu mesum.
"Jawab vi baiklah diam mu aku jadikan jawaban bahwa kau mau" ujar Andre kembali menghidupkan mesin mobilnya.
Tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya Vivi mengangguk kan kepalanya dan tersenyum manis kearah Andre.
Andre yang hendak menekan pedal gas kemudinya itu pun niatnya urung ketika tahu Vivi menerima cintanya pria kasanova itu langsung menarik tubuh Vivi kedalam pelukannya.
"Emuah. emuah emuah. makasih ayang kau mau menerima cintaku" memberi kecupan bertubi tubi ke wajah Vivi. lalu memeluk erat tubuh ramping itu.
Vivi lngsung termehek-mehek perasaan nya sangat bahagia, tak henti-hentinya bibir tipis nya itu tersenyum bahagia.
Dua insan yang sedang di mabuk cinta itupun melepaskan pelukannya. sang pria yang begitu handal dalam bercinta itu nampak mendekatkan bibirnya ke bibir vivi kekasihnya.
__ADS_1
Perlahan bibir mereka saling bertaut lembut, menggunakan kedua tangannya untuk menahan wajah vivi andre mulai memberi ciuman begitu lembut tapi memabukkan.
Tanpa persiap vivi tak bisa menghindar dari ciuman itu. ke-dua matanya membola sempurna. ketika bibir tebal andre mendarat sempurna di mulutnya dengan lembut.