
...*jangan lupa saweran nya 🌹biar author semangat*...
Mobil gama akhirnya sampai di tempat pemakaman umum. pak feri asisten dari Wijaya itupun memarkirkan mobilnya di depan area pemakaman umum. selanjutnya gama beserta yang lain nya nampak keluar dari mobil tersebut.
Mereka memang sengaja berangkat ke makam hanya menggunakan satu mobil saja. tidak mau pekerjaan kantor nya terkendala gama menyuruh vicky untuk menghandle pekerjaan di kantor dahulu. nanti usai dari makam gama berniat menyusul ke perusahaan nya itu.
Dengan berpakaian serba hitam gania memakai kerudung ala kadarnya, mereka pun berjalan bersama memasuki lahan pemakaman tersebut. dengan bergandengan tangan gama, gania berjalan di belakang ayahnya.
mereka terus melangkah kan kakinya kedepan mencari sebuah gundukan nisan bernama Hanum. sampai ketika wijaya berhenti tepat di salah satu makam yang di tumbuhi rerumputan yang hijau dan berlatin Hanum.
Wijaya dan kedua anaknya itu nampak duduk mengitari makam hanum selanjutnya mereka memanjatkan kalimat doa untuk almarhum hanum. setelah selesai berdoa Wijaya mulai memperkenalkan menantunya terhadap hanum sang istri tercinta.
Sudut mata Wijaya nampak berair lalu perlahan tangan nya menghapus air jernih yang membasahi bola matanya setelah itu Wijaya mulai bercerita tentang kehidupan nya yang sekarang.
" Hanum bagaimana kabar mu disana? semoga kau merasa kan kebahagiaan yang indah di atas sana. apa kau tau Hanum sekarang putramu ini sudah dewasa dan menikah. anak nakal mu ini mendapat kan seorang istri yang sangat cantik dan lembut seperti mu hanum. kita sebentar lagi akan memiliki cucu kau pasti sangat menyayangi" curhat Wijaya begitu panjang lebar di selingi isakan lirih di bibir Wijaya.
Terharu, bahagia, sedih bercampur aduk itulah yang gania rasakan saat ini. dia begitu tersentuh mendengar pujian dari sang mertua yang begitu menyayangi nya itu, tak terasa bulir bening jernih itupun mengalir begitu saja membasahi pipinya yang chubby.
Berbeda lagi dari gama pria yang akan menjadi seorang ayah itupun tampak berkaca-kaca air mata mengumpul di bola mata indah nya. menarik kepala sang istri dan menyandarkan nya ke bahunya. mereka berdua saling menggenggam erat memberi kekuatan bersama.
"Ibu sekarang aku sudah mempunyai istri yang begitu cantik seperti ibu, dia seorang gadis kecil ku dulu bu. ibu ingatkan waktu kita berlibur ke sebuah desa dan bertemu seorang gadis kecil yang sangat cantik dia sekarang menjadi menantu ibu. beri kami restu ibu supaya kita selalu bersama sampai akhir hayat. ibu baik baik disana kami disini selalu mendoakan ibu" ungkapan yang begitu mendalam dari gama seolah cerita nya begitu menumpuk itu bisa tersampaikan kepada ibunya.
Di usap nya lengan kekar gama gania ikut merasakan kepedihan sang suami, membuat dia kembali teringat akan kedua orang tuanya yang juga sudah tiada.
Lega bercampur bahagia itu yang dirasakan Wijaya saat ini seolah bebannya sedikit terkurangi setelah menceritakannya pada istrinya.di ibaratkan semilir angin lembut yang telah membawa keluh kesahnya itu ke arwah sang istri di atas sana.
" Gania ayah titip gama pada mu jagalah dan dampingi dia sampai kapanpun" kata wijaya pada gania perkataan sayang. namun, seperti titah yang harus di patuhi.
Gania menganggukkan kepalanya mantap." iya ayah, aku tidak akan meninggalkan suamiku apa pun yang terjadi itulah janjiku ayah. dia adalah lelaki terhebat yang pernah aku temui dan hanya dia yang memahami diriku yang masih banyak kekurangan ini " ucap gania bersemangat menatap wajah suaminya lekat.
__ADS_1
Wijaya mengulas senyum di wajahnya mendengar penuturan menantunya itu.
"Aku percaya padamu baby dan ..." imbuh gama lalu menceritakan tentang kematian sang ibu.
Gania langsung syok memegangi dadanya yang nyeri, gania begitu terkejut saat mengetahui cerita masa lalu suaminya dan sang ibu mertua nya. gurat wajah bahagia itupun berubah sendu dan muram. gania ikut geram mendengar pemilik nama yang membuat masa kecil suaminya itu di penuhi kegelapan.
"kak tatap aku, ingat lah aku akan menjadi tameng terdepan yang mendukung mu, lakukanlah yang seharusnya kakak tuntaskan" ucap gania menggebu gebu menggenggam tangan gama sangat erat.
Gama tersenyum bahagia mendapatkan semangat dari istri nya, jemarinya mengusap lembut pipi sang istri." terimakasih Sayang kau sangat berati untuk ku tetap lah seperti ini sampai akhir nanti " ucapnya gama memandang istri nya begitu intens.
melihat adegan di depan nya Wijaya merasa lega dan bahagia, dia percaya gama bisa berhasil dan sukses berada di samping gania.
Wijaya, gama, dan gania itupun bangkit berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu meninggalkan makam hanum, mereka berjalan keluar menuju mobil mereka yang ad di luar area pemakaman.
" loh itukan mobil tuan Vicky" ucap gania seraya menunjuk kearah mobil mewah berhenti tak jauh dari mobil mereka. sontak gama menajamkan pandangan kearah mobil yang di maksud istrinya.
Gama melihat Vicky sedang berlari tergesa-gesa kearah nya." iya sayang. ada apa dia kesini?" ujar gama mengerutkan keningnya.
Wijaya menautkan alisnya memperhatikan kepanikan Vicky, gania juga ikut gelisah mendengar perkataan Vicky yang melapor ke suaminya itu.
"Tenangkan dirimu dulu, baru bicara dengan jelas " ujar gama melihat Vicky kesulitan bernapas Vicky bernapas dan panik.
mengusap wajah paniknya Vicky menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya lewat hidung setelah sedikit tenang Vicky mulai menyampaikan informasi penting pada gama. sedang kan mereka berempat disana yang setia mendengarkan perkataan Vicky itupun langsung tegang menyelimuti keadaan di sekitar mereka.
"Begini tuan di kantor nona reni melakukan kericuhan dan kabar penggelapan dana yang di lakukan oleh pak reza dan ini ada nomor baru mengirim vidio ke email kita" jelas Vicky dengan wajah serius nya memberikan tablet miliknya kearah gama.
Sedangkan mereka berempat di sana yang menjadi pendengar setia perkataan Vicky itupun langsung memperlihatkan wajah ketegangan menyelimuti keadaan sekitar mereka.
Gama langsung meraih benda tipis itu dan memutar video yang di maksud Vicky tadi. gama langsung melotot lebar saat melihat video itu." dia harus di kasih pelajaran agar tau diri" pekik gama sangat geram.
__ADS_1
Didalam video itu seorang laki-laki tengah memaki vivi di tempat kerjanya. dan vivi di pecat karena perbuatannya yang tidak di sengaja sementara sang lelaki itu tak memberi toleransi sama sekali karena menurut nya Vivi melakukan hal fatal merugikan pelanggan sekaligus teman dekat nya.
Tak berselang lama andre datang di antara keributan Vivi disana. dan berkat Andre Vivi sedikit terbantu dan mengatasi masalah itu.
"ada apa kak " Tanya gania penasaran.
"Nanti ku ceritakan di kantor" ujar gama wajahnya tercengang melihat video itu.
Vicky segera bersuara kembali."geser lagi tuan ada vidio penting lagi" sahut Vicky. gama pun menurut langsung memutar video berikutnya.
Empat menit Vidio selesai di putar.
Rahangnya mengeras dadanya bergemuruh emosi menerpa dirinya gama mengepalkan tangannya kuat." oh shitt! dia bermain main dengan ku ternyata" umpat gama wajahnya merah padam sorot mata membunuhnya muncul.
Terlihat di video itu reza bertemu dengan seorang agent rahasia dan berencana ingin mencelakai orang orang terdekat nya. tidak akan dia biarkan siapa pun menyakiti siapapun yang sangat berarti di hidupnya.
Gama mengetatkan rahangnya." bagus pasti orang kita menyadap vidio itu" sarkas gama dengan wajah dinginnya. dia cukup tahu pasti yang mengirim video tersebut adalah orang nya.
"Benar tuan" Vicky mengangguk.
Tak sia sia gama seminggu terakhir sibuk dengan organisasi kepercayaan nya, meskipun harus sedikit berkorban berpisah dari wanita nya sebentar.
Wijaya menepuk pundak sang putra" ayah yakin kau bisa menuntaskan pekerjaan ini sampai akhir" ucapnya memberi semangat untuk putranya itu. " Kembalilah kekantor ayah akan pulang bersama feri" imbuhnya lagi.
" makasih ayah, ayo sayang ikut aku kekantor kau harus menunjukkan pada dia istri ku ini sangat hebat" gama meraih tangan gania dan menatap ayahnya sejenak penuh keyakinan. Wijaya mengangguk kan kepalanya yakin dan masuk ke mobil bersama feri.
Gania cukup bersemangat untuk menjalankan perannya walau dengan kondisi hamil wanita cantik itu yakin mampu melakukan nya dengan hati hati." tentu saja kak" jawab gania tersenyum smirk.
"God sayang" gama menyeringai. di kecup nya pucuk kepala istrinya sangat lama. lalu merangkulnya dan masuk ke mobil.
__ADS_1
"Ayo kita pergi sekarang" titahnya pad Vicky. mereka pun meninggalkan tempat itu dan menuju ke kantor gama.
Sementara di restoran sangat mewah tampak kericuhan sedang berlangsung membuat para pengunjung heboh dan riuh.