Cool But Love

Cool But Love
bab 87


__ADS_3

Dua hari kemudian


Akhirnya pertunangan reni dan gama telah tiba. hari yang dinantikan reza sejak lama kini terjadi juga. meskipun ada tujuan tersendiri di balik pertunangan tersebut.


Kini reza, reni dan istrinya sudah berada di sebuah gedung hotel di kota Jakarta. Reza sengaja memboking bangunan megah tersebut untuk acara pesta putrinya.


Gedung bertingkat dan ruangan yang luas itupun sudah di hias sedemikian rupa. semua rekan dan kolega bisnis pihak keduanya turut hadir dan sudah memenuhi ruangan ballroom gedung. Hanya tinggal menunggu sang pasangan pria yang belum nampak memunculkan diri di sana.


" Ayah kenapa gama belum juga datang semua tamu sudah hadir disini, kaki ku sudah pegal-pegal semua ini yah" Reni yang sudah tampil anggun dan cantik dengan balutan gaun kebaya dan polesan make up di pipinya itu nampak kesal pasalnya satu jam lebih mereka menunggu kedatangan gama yang tak kunjung tiba.


" kita tunggu sebentar lagi, kau bersabarlah sedikit reni. dia pasti menepati janji nya" ucap Reza mulai meradang.


" iya Reni kita coba tunggu mungkin dia masih di jalan, jangan sampai acara ini batal ayahmu sudah menunggu cukup lama hari ini tiba ren" timpal Rani ia tahu seberapa besar suaminya berkorban sampai titik ini.

__ADS_1


Reza berjalan mondar mandir dengan wajah gusarnya meraup wajahnya kasar. Meskipun dia sudah menyiapkan berapa anak buah untuk mengawasi gama dan mengontrol ballroom saat ini tetap saja Reza tidak bisa mengetahui keberadaan gama saat ini. sungguh bak di telan bumi setelah menentukan hari h saat ini pria itu tak bisa di hubungi ataupun di lacak.


Para tamu undangan mulai berbisik-bisik membicarakan keluarga reza yang tak kunjung memulai acaranya. kondisi di dalam ballroom pun mulai tak kondusif.


Disisi lain di tempat berbeda.


Di mansion Wijaya.


" ayah aku pergi ke mall dulu ya, tadi tante lilia memberi kabar katanya ingin mengajakku belanja keperluan bayi" ucap gania meminta izin ke ayah mertuanya untuk menemui lilia di mall.


" tentu boleh nak, tapi dengan siapa kau perginya, dan kemana suamimu itu ayah tidak melihat nya sejak kemarin. lalu kenapa lilia tidak menjemput mu kemari jika ingin mengajak mu belanja?" tanya Wijaya dengan wajah cemas.


Gania menyalakan ponselnya dan menunjukan isi pesan dari lilia yang dia dapat tadi malam. Wijaya pun menurut dan melihatnya langsung pesan teks tersebut tanpa mengamati number pengirimnya. pria tua itupun langsung mengiyakan keinginan menantunya itu.

__ADS_1


Wijaya mengusap rambut panjang gania lembut.


" baiklah ayah izinkan tapi ingat jangan angkat barang yang berat-berat. satu lagi kau akan di kawal tiga pengawal untuk berjaga-jaga dan membantumu membawa barang, hati-hati di jalan ya" kata Wijaya pada gania. ia tidak ingin gania mengalami hal serupa seperti mendiang istrinya.


" makasih ayah, aku janji akan menjaga diri, oh ya nanti jika kak gama pulang katakan saja aku di mall, aku sudah berkali kali menghubunginya tapi tidak aktif entah kemana dia perginya" ujar gania sedikit murung.


" jangan sedih ingat kandungan mu kalau mommy nya sedih dia pasti ikut merasakan nya, biar ayah nanti yang urus suamimu itu "


" ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu ayah " gania mencium punggung tangan mertua nya. lalu berlalu pergi menuju mobil di luar mansion.


" kalian jaga dan lindungi menantuku ingat jangan sampai ada yang lecet sedikitpun kalian paham" ancam Wijaya kepada anak buahnya dari depan mansion.


" siap tuan" jawab mereka serempak. mobil mereka pun melaju meninggalkan mansion.

__ADS_1


Wijaya kembali ke dalam dan segera menghubungi feri asisten nya untuk melacak posisi gama saat ini. instingnya mengatakan akan terjadi sesuatu tapi entah apa itu? wijaya mengambil laptopnya dan mulai mengotak ngatik sesuatu di sana dengan tujuan mendapatkan sebuah petunjuk.


__ADS_2