Cool But Love

Cool But Love
bab 7 Andre vs bos es


__ADS_3

Selama berapa menit di perjalanan, mobil mewah milik Andre tiba di depan rumah kost Gania, pak sopir memarkirkan mobil nya di halaman kost, dapat di lihat rumah minimalis sederhana namun bersih sedikit nyaman untuk di tinggali.


"Tuan kita sudah sampai kost nya nona " ucap pak Joko, supir pribadi andre. Sambil mencuri pandang kearah bosnya lewat kaca spion kemudi di depan nya.


" oke.." sahut Andre dengan menoleh ke arah gadis cantik yang duduk di sebelahnya, Andre menebak gadis itu mengalami sebuah pelecehan setelah menelisik kondisi nya. selama di perjalanan gadis ini hanya terdiam, hingga saat ini mereka tiba pun tidak menyadari nya.


" Hey...! kita sudah sampai", ujar Andre dengan menggoyang kan bahu Gania, memberitahu jika mereka sudah sampai.


Gania tersentak kaget ketika ada yang menyentuhnya, membuat nya teringat kejadian semalam, di tatapnya wajah pria tampan di sampingnya itu dengan tatapan nanar.


"Eh tuan, maaf saya tidak tahu kita sudah sampai.!" Gania tercekat lalu melihat sekeliling nya kemudian menatap kedepan dan benar saja meraka sudah di depan rumah nya.


"Benarkan ini alamat rumahmu.?" tanya Andre sembari menatap wajah Gania menunggu jawaban.


"Iya tuan..! itu rumah saya" balas Gania sembari menunjuk kearah keluar, seketika menunduk malu dengan keadaan rumahnya yang sederhana.


Andre mengikuti arah telunjuk gadis itu menunjuk keluar mobil, beralih menatap Gania sedang menunduk dan meratapi nasibnya yang malang.


"kau tidak perlu malu seperti itu, aku tidak pernah memandang seseorang dari segi materi bagiku semua sama kau mengerti.!" ujar Andre.


"Tidak apa apa tuan.." Gania mengangguk mengerti.


"Oh ya, dari tadi kau selalu memanggilku tuan, mulai sekarang kau panggil saya Andre." Tegas nya tak menerima penolakan.

__ADS_1


"Baik k..kk andre" balsa Gania sedikit kaku, menurut Gania terlalu lancang dengan memanggil nama dan tidak sopan, mungkin dengan memanggil nya kak itu lebih baik.


"Tidak apa apa, kau memanggilku kak, itu membuat aku terlihat muda ", seloroh Andre sambil tersenyum. Andre mengajak Gania keluar dari mobil. setelah nya andre berpamitan jika dia tidak bisa singgah di rumah Gania, karena ada hal penting yang harus dia lakukan.


"Maaf, aku tidak bisa mampir, dan tidak bisa membatu mengobati lukamu, aku sedang terburu buru, Tapi aku akan memberimu uang untuk berobat, kau jangan khawatir" ucap Andre dengan menyerahkan sepuluh lembar uang kertas ke telapak tangan Gania.


" jangan menolak ya, secepatnya beli obat biar lukamu cepat sembuh". ujar Andre.


" Terimakasih, kk Andre" ucap Gania tersenyum tipis.


Andre pun langsung bergegas pergi dari tempat itu, Gania menatap mobil Andre yang mulai menjauh dari pandangannya, melangkah masuk kedalam rumahnya. Namun hendak memutar handel pintu Gania mendengar teriakkan suara dari sahabat nya memanggilnya.


"Gania apa yang sudah terjadi sama Lo? ya Tuhan, keadaan Lo kenapa jadi begini, kau tidak pulang semalam, gue khawatir sama Lo Gania?!" Vivi mencecar Gania Dengan rentetan pertanyaan.


Gania menghela nafas pelan, kemudian membuka pintu rumahnya dan masuk kedalam menuju kursi di ruang tamu, Vivi yang menatap Gania dari belakang dengan membantu menuntun Gania menuju kursi.


Gania menarik nafas dalam dalam, kemudian mulai menceritakan awal mula dirinya terjebak tidur bersama pria tak dikenal olehnya tadi malam di club'. saat bersamaan dirinya hampir saja kehilangan harga dirinya, dan pria itu juga yang sudah mengambil ciuman pertamanya. Gania yang menceritakan kejadian itu, membuat nya teringat dengan kejadian menjijikan baginya, mencekram erat telapak tangannya, tubuh nya gemetaran, tak terasa air matanya menetes lolos begitu saja.


" Aku malu Vi.." lirihnya pelan sambil menangis terisak".


"Ya tuhan, maafin gue, Demi tuhan gue gak ada niatan untuk membuat celaka begini sama sekali, niat gue cuman nyariin Lo kerjaan udah itu aja serius" ucap Vivi dirinya merasa bersalah dengan memeluk sahabatnya itu.


"Ya udah Gak apa apa kok Vi, memang harus begini nasib gue", ucap Gania sembari mengusap air matanya.

__ADS_1


"Serius nggak marah sama gue kan, tapi sebaiknya Lo nggak usah berangkat kerja dulu deh, lebih baik istirahat di rumah" ucap Vivi mengurai pelukannya dengan Gania.


"Iya, mungkin itu lebih baik, izinin gue sama pak beni ya, gue nggak masuk kerja dulu hari ini". ucap Gania.


"Lo tenang aja entar gue yang beralasan sama pak beni, biar Lo bisa istirahat dulu, ok..!. gue mau berangkat dulu Lo jaga diri baik-baik ya di rumah" ujar Vivi sambil mengelus punggung sahabatnya.


"Iya, udah sana berangkat. hati hati di jalan ya Vi..." ucapnya sambil melihat Vivi yang sudah menjauh dari pandangannya.


****


Mobil mewah Ferrari tampak memasuki area halaman kantor perusahaan WJ Crop, kantor itu memiliki bangunan Yang megah menjulang tinggi. pemilik mobil mewah tersebut ialah seorang CEO dan pemilik perusahaan tersebut.


Gama sudah tiba di kantornya pun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor, sebelum masuk gama sudah di sambut oleh asistennya di pintu loby kantor.


"Selamat pagi tuan..!" sapa Vicky menunduk hormat.


"Pagi.."jawab Gama dengan datar, lalu berjalan begitu saja melewati asistennya.


Vicky pun hanya menghela nafas berat lalu dengan cepat mengikuti bosnya dari belakang.


Mereka berjalan beriringan di koridor kantor menuju lift, banyak para karyawan wanita yang berbisik bisik tentang CEO mereka yang sangat tampan dan gagah namun juga dingin, selalu di gandrungi banyak wanita ika melihat nya pasti langsung jatuh cinta. Sikap dingin yang melekat pada dirinya, selalu di takuti oleh semua karyawannya.


"EHem..! "gama berdehem sangat keras dan menatap tajam di sekeliling nya, agar semua karyawannya itu terdiam. mereka semua akhirnya terdiam.

__ADS_1


Setibanya di depan lift gama dan Vicky masuk kedalam lift, tak lupa Vicky memberi jalan untuk tuan nya masuk lebih dulu dan di ikuti oleh nya. Kemudian Vicky menekan tombol lift, selama di dalam lift gama terdiam tanpa suara. Vicky yang merasa bosnya itu sedang menyimpan amarah terhadapnya hanya ikut diam, niatnya untuk bicara kepada bosnya terpaksa ia tunda dulu.


...jangan lupa like ya kk πŸ™ bantu support like'comen 🌷😍 terimakasih ☺️...


__ADS_2