
Setelah menjalani perawatan berapa hari kini Gania sudah kembali ke rumah. Andre pun kembali menyelesaikan tugas proyek yang sedikit lagi selesai.
Begitupun Gama pria satu ini kekeh ingin tinggal bersama Gania di rumah Tante lilia. tidak berlaku untuk Vicky gama menyuruh Vicky menginap di rumah lain tentunya tidak mau wanita nya di lihat oleh pria lain. Gama berusaha membujuk Gania untuk ikut ke Jakarta bersama nya.
Gania berusaha menyuruh gama menyewa rumah di sekitar sana namun dengan ide cemerlang gama menghawatirkan kandungan Gania, akhirnya di izinkan oleh lilia tinggal di rumah nya dengan syarat gama tidur di ruang tamu. Membuat Gania kesal terhadap gama, selalu mencari kesempatan berdekatan dengan nya. Tapi justru gama sering di buat pusing karena keinginan wanita nya yang nyeleneh.
Sehabis mandi gama yang hendak bersantai di ruang tamu saat mencium aroma masakan, gama langsung berjalan menuju ke dapur.
"kau sedang masak apa sayang?" bisik gama memeluk Gania dari belakang, setibanya di dapur gama melihat Gania sedang berkutat memasak ia pun langsung memeluk nya.
" Ah, Kak lepasin, geli tau gak" Gania yang sedang berkutat menggoreng ikan pun tersentak kaget tiba-tiba gama memeluk nya.
"kenapa Hem, habis nya aroma masakan mu mengganggu Indra penciuman ku baby" usil gama mengecup pundak Gania yang terbuka lalu menelusuri lehernya sembari menyesap tipis. tangan gama yang tak tinggal diam mengelus perut rata Gania membuat wanita itu kegelian.
"kalau gak mau lepasin ?" ancam Gania sesaat lalu dengan cepat menggigit tangan Gama sontak gama melepas pelukannya.
"Aw, sakit baby Kenapa kau gigit tangan ku?" pekik Gama mengusap lengannya yang memerah.
"Salahmu sendiri, mesum tak tau tempat, nanti kalau ikan nya gosong gimana?" balas Gania mengangkat ikan goreng itu.
"aw !! panas fiuh fiuh" pekik Gania meniup tangan nya terkena cipratan minyak panas ketika memiriskan ikan goreng.
"hati hati sayang sini " reflek Gama melihat Gania terkena minyak langsung menarik tangan nya lalu meniup luka itu dengan lembut dan mengusap perlahan. ia menuntun Gania supaya duduk di kursi.
"Tunggu sebentar aku ambil salep" gama berlari ke kamar mengambil salep.
Gania hanya diam mematung melihat gama mencemaskan dirinya. " apa dia sebegitu cemas ?" gumam Gania.
__ADS_1
"sini baby fiuh fiuh" setelah kembali ke dapur gama dengan cepat mengoleskan salep dan meniup lembut tangan mungil itu.
"Kau sangat tampan kak" gumam Gania memandangi wajah serius Gama yang terlihat cool dan tampan menurut nya.
" kau selalu ceroboh sayang, apa masih sakit Hem?" ucap gama mendongak lalu wajah mereka bertemu. Gama melihat bibir Gania sedikit terbuka tanpa menjawab pertanyaan darinya membuat gama gemas.
"Cup" gama mencium bibir manis itu " sayang apa kau sengaja menggoda ku!" bisik gama di depan bibir Gania. sontak Gania mendorong tubuh Gama.
"tidak! siapa juga yang menggoda mu, dasar mesum" ucap Gania cepat berdiri dari kursi memalingkan wajahnya karena malu. ia segera pergi membawa makanan nya ke meja makan.
"aw " Gama memegangi pantatnya yang sakit terjatuh di lantai. " baby kau mau kemana tunggu! " kesal gama setelah berdiri mengejar Gania lalu membuntuti kemanapun Gania bergerak.
"Menyiapkan sarapan kak, dan kau kenapa mengikuti ku terus" gerutu Gania yang kesal langkah kakinya selalu di buntuti oleh gama.
" aku takut kau ceroboh lagi baby" ucap gama menahan tawa nya.
"Ck" decak Gania kesal setelah meletakkan Makanan di meja lalu berbalik sontak saling bertatapan dengan gama." kak duduk lah di kursi aku mengambil piring dulu jangan mengikuti ku lagi " ucap Gania dengan tegas seperti sedang memarahi anak kecil.
"Oh ya ampun, kau itu seperti anak kecil, sudah cepat minggir kak!" geram Gania kesal menghadapi pria mesum di depannya itu membuat Gania emosi. Gania pun dengan cepat menyingkir cari jalan lain.
"Eits tunggu, Cup" kedua tangan gama menahan tubuh Gania lalu dengan cepat mengecup bibir wanitanya dan menggeser posisi nya kesamping mengerling nakal.
Gania melotot kearah gama memutar bola mata jengah pergi begitu saja ke dapur. "dasar tukang nyosor, hais amit amit kamu jangan ngikutin jejak Daddy ya sayang" gerutu Gania kesal pada gama menggetok kepala nya tiga kali, lalu mengelus perut nya yang masih rata di iringi senyum manis.
"Lama sekali baby" ucap gama menatap Gania yang sudah duduk berhadapan dengan nya. pasalnya Gania sedikit lama saat pergi kedapur.
" Emang kenapa kak? sudahlah ayo sarapan". balas Gania tak menjawab pertanyaan gama sambil menyiapkan kan makanan di piring gama.
__ADS_1
" baiklah lah, makasih baby" sahut gama menurut dirinya sangat senang bisa merasakan lagi di perhatikan oleh wanita nya. gama pun sarapan pagi dengan lahap namun tidak untuk Gania ia mengaduk aduk Makanan nya dan lebih suka melihat gama makan.
"Kau suka kak" tanya Gania menatap gama dengan tatapan penuh arti. bola matanya berbinar.
"heum, ini sangat lezat sayang, ternyata calon istriku sangat pintar memasak" jawab gama mendongak menatap Gania memicing heran melihat tatapan aneh Gania pada nya. "kenapa kau tidak memakan sarapan mu baby?" tanya gama terheran.
"Aku sudah kenyang lihat kak gama makan, mau lagi gak ini buat kak gama abisin ya " ucap Gania merasa kenyang melihat gama makan, ia ingin gama menghabiskan kan makanan miliknya. dengan bola mata berkaca-kaca memohon.
glek..
Gama menelan ludah nya dengan cepat, melihat tindakan Gania agar dirinya memakan makanan bekas wanitanya bergidik ngeri, walaupun ia sangat suka namun perut nya sudah kenyang , tak bisa membayangkan rasa makanan yang sudah di aduk aduk oleh Gania, ketika melihat raut wajah Gania ingin menangis ia pun tak tega terpaksa menuruti kemauan Gania.
"baiklah sini aku makan, tapi kau juga makan aku suapi sayang" gama mulai memakan nya saat menyodorkan sendok ke mulut Gania, dengan cepat Gania menggeleng.
" Tidak mau, aku sudah kenyang kak!" Gania menggeleng kan kepalanya. menolak suapan gama. memilih menyangga dagunya dengan kedua tangan, menatap gama berbinar-binar tersenyum lebar.
"wah,, kelihatannya enak nih boleh gabung"
" nona Gania boleh saya ikut sarapan!"
ucap Andre dan Vicky bersamaan masuk kedalam ruangan makan disana. tak lupa Aldi pun bergabung.
Saat gama hendak protes namun juga gemas menatap wajah Gania, menoleh ke sumber suara di ikuti Gania juga.
"Ck, " decak gama kesal acara berdua nya di ganggu para cecunguk itu.
"kak Andre!! tentu boleh ayo sini tuan Vicky, aku masak banyak hari ini" Gania terkaget kedatangan Andre tiba-tiba, lalu mengajak mereka sarapan bersama.
__ADS_1
Andre, Vicky dan Aldi pun segera duduk bersama gama di sana setelah wanita cantik itu membolehkan mereka ikut makan bersama. sontak hal tersebut membuat gama menggerutu kesal tapi juga sedikit lega bisa melupakan keinginan menyebalkan Gania padanya.
...jangan lupa like komen favorit hadiah ππ love you kalian π·π·...