Cool But Love

Cool But Love
bab 75 membawa gania pergi


__ADS_3

Perlahan gama mengayunkan kakinya melangkah kedepan mendekat kearah orang orang di depannya itu, terlihat jelas raut wajah lelahnya, sedih, penuh tanda tanya tertuju pada ayahnya.


Gama menghela napas panjang terlebih dahulu." tidak ada yang ingin menjelaskan padaku? apa yang sudah terjadi sebenarnya? ayah ada apa dengan semua ini, kenapa?!" ucap gama dengan suara meninggi lalu menatap ayahnya dengan perasaan kesal, kemudian menatap satu persatu orang yang berada di sana bergantian meminta penjelasan.


Lilia yang merasa kasihan melihat kebingungan calon suami ponakannya itu hanya terdiam, Andre pun sama apalagi bi Inah dia memilih kembali kedalam tidak mau ikut serta dalam urusan keluarga ini cukup memantau dari jauh, sedang kan Vicky tetap setia berada di pihak gama, berbeda lagi dengan wanita satunya lagi.


Gania masih memasang wajah kecewa nya di hadapan gama. walaupun dalam hati sangat merindukan pria menjengkelkan itu, tapi gania tidak mau menunjukkan nya. tetap pada pendiriannya memasang wajah marah dan datar kearah gama.


"Ayah!" seru gama mendekati ayah nya yang berdiri tak jauh darinya.


Wijaya sebenarnya tidak tega menatap wajah putranya itu yang di penuhi kesedihan kelelahan dan kekhawatiran." kau pasti sudah mendapatkan jawaban nya tadi? apa yang kau dengar dari gania, seharusnya kau sudah mengerti " jawab Wijaya menatap dalam putranya itu. "Maafkan ayah gama semua ini demi kebaikan mu dan gania" gumam nya dalam hati.


"Dan buat mu, om sangat berterima kasih karena sudah bersedia menemani dan mensupport gania " ucap Wijaya pada Andre.


"sama sama om aku ikhlas membantunya" jawab Andre bersemangat melirik sinis kearah gama.


Gama sudah sangat geram di acuhkan seperti itu, ayahnya yang tidak mau memberi tahu kenyataan nya, dan gania yang membisu sedari tadi. gama memajukan langkah nya berlutut dan bersimpuh di hadapan gania yang duduk kursi dengan menggenggam lembut jemari lentik gania lalu mengecup nya punggung putih tangan mungil itu.


"Sayang maafkan aku, aku tidak tau lagi harus bertanya pada siapa? tapi asal kau tau aku sama sekali tidak pernah berniat menjauhi mu ataupun melupakan mu percayalah padaku. dan beri tau aku apa maksud dari kata kata mu tadi baby ? " mohon gama dengan wajah memelas nya bulir bening tampak memenuhi kelopak matanya.


Gania mendongakkan kepalanya meminta pendapat dari orang orang di sekitarnya. setelah Wijaya mengangguk setuju gania kembali menatap datar kearah gama di depannya itu, gania mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan gama tapi justru semakin erat genggaman itu di tangan nya.


" Aku hampir kecelakaan waktu itu, saat kau tidak peduli lagi dengan ku, apa kak gama tau jika bukan om Wijaya yang menyelamatkan ku aku tidak mungkin sesehat ini" ujar gania dengan wajah sedihnya menunduk.


deg


Detak jantung gama berhenti berpacu seakan tidak lagi berdenyut. mendengar cerita gania hatinya sangat sakit seperti di cubit, ternyata dia sudah lalai menjaga wanitanya sungguh sangat menyesal jauh di lubuk hati kecilnya mendengar nya.


" baby kau mau memaafkan ku kan, aku janji kau boleh memukul ku sepuas mu asalkan jangan diamkan aku seperti ini sayang ku mohon" pinta gama mengecup tangan gania terus menerus.


Gania yang sudah terlanjur kecewa pun enggan memaafkan pria di depannya itu yang sedang bersimpuh. "Lepas kak, aku masih ingin sendiri tolong beri waktu untuk memikirkan semua nya" balas gania menarik kasar tangan nya sehingga terlepas dari genggaman tangan gama sembari memalingkan wajahnya kearah lain.

__ADS_1


"Kau benar gania, dan kau bro berikan waktu untuk gania sendiri dulu" sahut Andre sok bijak.padahal dalam hatinya sangat bergembira melihat sahabatnya sedang di campakkan oleh gania.


"iya nak gama, ada benarnya yang di ucapkan gania" lilia ikut menyahuti.


"Kau istirahat lah dulu nanti bicara kan lagi dengan kepala dingin" saran ayah nya Wijaya pada putranya itu.


"Ayo gania kita masuk kedalam" ajak andre mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Gania.


Gania mengembangkan senyuman pada andre."baiklah ayo, awas kak aku mau lewat" ucap gania yang berubah datar menatap gama.


"Baby" lirih gama menegakan tubuhnya berdiri melihat punggung orang orang di sana memasuki mansion dan tatapan matanya tertuju pada tangan andre yang menggandeng wanita nya.


Gama tak bisa berkata melihat nya hanya mematung seketika. hingga disaat gania hampir mendekati pintu masuk mansion pria tampan itu tersadar dan berteriak. "Tunggu !!!" seru gama memanggil gania.


Hanya gania dan Andre yang menghentikan langkahnya. Wijaya dan lilia tetap masuk kedalam sebelumnya menoleh sebentar kebelakang dan melanjutkan langkahnya.


"Apa lagi sih yang di inginkan pria itu" ujar gania sembari menengok kebelakang sekilas.


"Gania!" teriak gama emosi."kau siapkan mobil cepat sekarang" titah gama pada Vicky. kemudian berlari mengejar Gania.


sreet..


"Lepas" seru gama menarik tangan Andre kasar kemudian menggendong wanitanya ala bridal style membawanya keluar dari mansion menuju mobil nya.


aaaa .


"turun kan aku kak, cepat turun kan!aku tidak mau pergi dari sini, om, Tante , Andre tolong aku" Teriak gania memberontak di gendongan gama, tapi gama tidak memperdulikan nya dengan tetap terus berjalan melangkah kan kakinya segera keluar dari dalam mansion. di ikuti oleh Vicky yang berlari di belakang nya.


Andre hanya melongo melihat adegan kilat barusan, sedang kan Wijaya tak bisa berkata senyum mengembang di wajahnya, lilia yang panik pun ikut mengejar gama dan gania keluar mansion.


"Cepat buka"

__ADS_1


"Baik bos" Vicky cekatan membukakan pintu mobil untuk bosnya.


"Kau gila kak, lepas kan aku" ronta gania memukuli tubuh gama bertubi-tubi.


"Nak gama tunggu mau di bawa kemana itu Gania" teriak lilia yang baru saja tiba di samping mobil gama.


"Tante masuklah jika ingin ikut, aku tidak punya banyak waktu" sarkas gama setengah berteriak.


Tanpa berpikir lilia langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi depan atas perintah gama." Tante ikut" ucap lilia.


"Itu lebih bagus, cepat jalan kan mobilnya, kita lakukan sekarang kau mengerti" perintah gama pada Vicky. Vicky pun mengangguk paham segera melajukan mobilnya keluar dari halaman mansion dan menuju ke sesuatu tempat.


Tanpa di duga di pintu mansion dua orang pria tengah mengamati kepergian mobil gama."Kau lihat ndre anak itu sangat dingin tidak mau berbagi sedikit pun miliknya dengan orang lain" seloroh Wijaya mengusap sudut matanya yang berair.


"Hhhh kau benar om, dia itu sok cool dan sombong tapi urusan wanita sangat jeli" sahut Andre terkekeh geli.


"jangan mendekat menjauh lah dari ku kak" amuk gania mendorong tubuh Gama kasar. tapi tidak membuat pria itu marah.


"Gania tenangkan dirimu nak" lilia menasehati gania ponakan nya yang sedang terbawa emosi.


"Kau dengar yang di katakan tante, tenang lah aku tidak akan melukai mu , nanti juga kau tau sendiri kemana kita pergi" ujar gama dengan wajah dinginnya mencoba meraih tubuh Gania untuk mendekat kepada nya tapi wanita itu tetap bersikeras menolak nya.


"Dasar pemaksa stop jangan sentuh sentuh " ucap gania menggeser duduknya kesamping kiri mendekat pintu mobil. hal tersebut membuat gama geram takut gania nekat.


"Kau ingin bunuh diri ya, astaga sayang itu berbahaya " tegas gama mengangkat tubuh gania keatas pangkuan nya dengan paksa." Aku tidak akan membiarkan mengalami bahaya lagi baby" imbuhnya dengan wajah cemas.


"Ah, apa apaan kau kak, turun kan aku siapa juga yang ingin bunuh diri aku ini sedang marah padamu, turunkan aku sekarang atau aku akan benar-benar bunuh diri" ancam gania menantang.


"Lakukan saja jika berani, kau semakin cerewet sekarang" Jawab gama membungkam mulut gania dengan bibirnya. karena bibir mungil itu tidak berhenti bicara.


"Emmpphh"

__ADS_1


...sawer vote 🌹 donk author nya biar semangat πŸ˜‡πŸ₯°πŸ˜...


__ADS_2