Cool But Love

Cool But Love
bab 89 tegang


__ADS_3

Begitu sampai di depan toko khusus perlengkapan bayi gama bergegas masuk kedalam sesekali mengamati aplikasi di ponselnya untuk melihat letak titik lokasi gania saat ini, dan dalam aplikasi itu menunjukan arah lokasi nya berada tak jauh dari dalam toko tersebut.


" kita berpencar, kau ke kanan aku ke kiri" ucap gama menginterupsi vicky. dan langsung di angguki oleh Vicky. Vicky segera bergerak menuju ke arah sebelah kanan dimana ada beberapa wanita sedang berkumpul memilih baju bayi.


Gama mengedarkan pandangan ke semua arah di dalam toko itu. netranya menangkap sosok seorang wanita memakai long dress dan rambut di ikat keatas sedang berbincang dengan para ibu-ibu pengunjung toko. dengan berlari kecil gama mendatangi wanita itu.


" gania sayang!" seru gama bersemangat menyentuh bahu wanita itu.


Merasakan ada yang memanggil wanita itu menengok kebelakang.


" maaf tuan saya bukan gania, anda salah orang" balas wanita itu tersenyum manis melihat pria bule tampan di depan matanya


Gama memundurkan tubuhnya dan menarik tangannya dari bahu wanita itu. raut wajah gama berubah sendu ternyata wanita itu bukan istrinya melainkan wanita yang kebetulan mirip saja.


" maaf " ucap gama dengan dingin.


Berlalu pergi dari sana dan kembali mencari ke sisi lain yang belum ia datangi. hingga sampai tiga puluh menit mengelilingi seluruh sudut ruang toko, namun nihil tidak menemukan keberadaan gania di sana.


" Gimana Vicky, kau berhasil menemukan istriku tidak" tanya gama mengusap wajahnya dengan kasar berjalan mondar-mandir tak tenang, meskipun tahu jawabannya pasti tidak. karena Vicky keluar dari toko sendirian.


" maaf kan saya tuan." balas Vicky menunduk ia tahu pasti bosnya akan kecewa.


" aarrggh sial" umpat gama frustasi melayangkan tinju keudara dengan emosi.


" maaf bos kami juga tidak menemukan nona di sana" seru ketiga anak buahnya yang baru saja datang itu menunduk hormat.


" astaga! kalian juga sama tidak berhasil menemukan istriku" sarkas gama yang langsung di jawab anggukan kepala dari anak buahnya itu.


" ya tuhan kemana lagi aku harus mencari mu baby" gumam gama tak tenang, ia kembali mengecek aplikasi di ponselnya dan letak titik lokasi itu berada tak jauh dari sana.


Dari arah lain tiga pria bertubuh besar berlari kearah mereka.


" tuan, nona gania menghilang " seru ketiga pria memakai seragam sedikit membungkuk.


" itu semua akibat keteledoran kalian, menjaga satu wanita saja bisa sampai kecolongan, lalu apa yang kalian lakukan selama menemani istriku hah!" bentak gama dengan suara intonasi tinggi. ia sangat kesal kepada anak buahnya yang teledor.


" kejadiannya begitu cepat tuan"


" sudah lah tidak ada gunanya membahas kesalahan kalian, lebih baik kita berpencar lagi kita bagi dua regu, kalian periksa ke toko-toko itu, dan kalian ikut aku" perintah gama tegas, menyuruh ketiga bodyguard nya mencari di pertokoan. sementara Vicky dan tiga anak buahnya mencari ke tempat pergudangan mall.


" tuan anda yakin kita mencari di situ " tanya Vicky menunjuk kearah pergudangan di depan.


" yakin lokasinya mengarah kesini" gama menghentikan langkah nya. menajamkan pendengarannya.


" kenapa berhe..mmp" gama menempelkan telunjuknya keatas bibir Vicky sekilas.

__ADS_1


Vicky langsung mengangguk patuh.


" kau mendengarnya bukan," ujar gama mengetatkan rahangnya saat suara istrinya meminta tolong terdengar samar-samar dari arah gudang.


" benar tuan "


" sebaiknya kita susul langsung bos"


" Tidak bodoh" sentak gama menarik ujung baju anak buahnya yang hendak melangkah ke depan.


" kita berpencar dan..." gama membisikan rencananya kepada mereka berempat.


" baik bos, siap tuan" balas Meraka serempak.


Tidak ingin membuang waktu gama segera memberi arahan kepada mereka, tugas vicky mengambil perhatian dari penculiknya agar gama bisa membekuk dari sisi lain, dan tiga lainya berjaga-jaga di tempatnya masing masing.


kini mereka mulai berpencar, gama berjalan mengendap-endap melipir dari tembok satu ke tembok satunya lagi dan bersembunyi di balik tembok sebelah kanan tepat di belakangnya keberadaan gania saat ini.


" berhenti ku mohon, tolong aku siapapun kalian disana " seru gania berjalan mundur.


Terlihat jelas raut wajah gania yang pucat pasih dengan tubuh gemetaran gania menatap takut kearah pria di depan nya.


" hahaha berteriak lah sekuat mungkin gadis malang, tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu. Cih !" senyum devil penculik itu kearah gania. dengan pakaian serba tertutup pria itu mengenakan Hoodie dan masker tak lupa menaikan penutup kepalanya, dia berjalan mendekati gania seraya menyeringai di balik maskernya.


Seperti di tusuk pisau hati gama terkoyak perih mendengar ancaman sadis penculik itu kepada istrinya, ingin rasanya melenyapkan nya dan menguburnya hidup hidup pria ini.


" aku mohon jangan sakiti aku, kau boleh mengambil semua barang barang ku ini ambilah tuan tapi ku mohon jangan lukai aku" mohon gania dengan air mata di pipinya.


" cih, aku tidak butuh barang tapi tubuhmu itu cepat kemari atau ku .." sinis pria penculik itu yang sudah menghimpit gania ketembok.


" aaa!"


" hei kau bajingan, jangan beraninya sama wanita, sini lawan saya !" teriak Vicky lantang. membuat pria penculik itu langsung menyergap gania kedalam kendalinya


" awwh" pekik gania merasakan kedua tangan nya di cekal kebelakang punggungnya dan senjata api menempel dilehernya.


Gania tak bisa berkata lagi wajahnya langsung memucat membayangkan nyawanya saat ini sedang di ujung tanduk. kak gama tolong aku, aku masih ingin hidup bersamamu dan anak kita gania terisak dalam hati.


" siapa kau, jangan berani berani mendekat, selangkah kau mendekat nyawanya melayang" ancam penculik itu dengan amarah membawa gania kearah pintu menuju rofftoof mall. gania menggelengkan kepalanya kearah Vicky.


Vicky terkejut ia tak punya persiapan senjata sama sekali. ia terpaku dan menunggu aba-aba dari gama yang masih berusaha melangkah mengendap-endap tanpa suara mendekati posisi gania yang tepat di depan nya.


tap


" lepaskan dia sekarang atau kau kehilangan kepalamu " bisik gama pelan penuh penekanan.

__ADS_1


Gama menodongkan senjata nya tepat di belakang kepala pria penculik itu, menggoyang telunjuk nya agar anak buahnya keluar dari persembunyiannya.


srraakk


seorang pria bertubuh besar satu per satu mulai muncul keluar dari balik tembok persembunyiannya.


" kak ga-emphh" ucap gania urung saat melihat banyaknya bodyguard di depan matanya.


o shiit sial ternyata aku dijebak awas saja kau Reza sudah berani mengirim ku ke lubang jahanam. umpat penculik begitu marah


" CK, ku kira kau itu pemberani ternyata membawa anak buah dasar penakut, sebaiknya kalian pulang saja hahaha" oceh penculik itu tengah mengalihkan ketakutannya.


Dia tahu yang sedang ia hadapi bukanlah pria sembarangan.


" hohoho sepertinya ada kelinci ketakutan saat melihat hewan buas yang ingin memakainya. kau terlalu banyak bicara, aku hitung mundur dari sekarang jika kau masih ingin hidup lepaskan istriku atau memilih mati di tempat" ancam gama semakin menekan kuat senjatanya di kepala pria itu


tiga


dua


satu


dugh


Pria bertopeng bergerak memutar tubuhnya dan mendorong kasar tubuh gania kedepan tepat di hadapan gama. dia pun menatap langsung berlari ke arah kiri yang nampak lenggang tanpa penjaga.


aawwh


Doorrr..door


membekap tubuh gania erat lalu gama membidik dan menembakan senjatanya kearah kaki penculik itu yang sedang berlari melarikan diri.


aaaaaa!


teriak gania histeris detik berikutnya pandangannya kabur tidak terasa tubuhnya merosot kelantai lolos dari pelukan gama.


" aaarghhh " rintih penculik itu memegangi kakinya yang tiba-tiba lemas akibat kena tembakan peluru dari gama.


" kejar dia" perintah gama kepada anak buahnya tegas. ke enam bodyguard itu berlari menyusul penculik itu keluar mall.


Gama panik melihat istrinya kehilangan kesadaran di dekapnya tubuh istrinya ke pangkuan nya.


" baby bangun sayang maafkan aku telah mengabaikan mu kemarin, ku mohon sadarlah sayang " ucap gama tersedu sedu menghujani kecupan di wajah istrinya.


" tuan sebaiknya kita bawa nona ke rumah sakit terdekat" usul Vicky yang masih berada di tempat itu bersama bosnya.

__ADS_1


" iya cepat siapkan mobil" titah gama mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keluar dari mall.


" siap" Vicky bergegas berlari keluar dari mall bersama gama menuju mobil Mereka di parkiran.


__ADS_2