Cool But Love

Cool But Love
bab 77 pulang


__ADS_3

" ya sayang bibi juga sangat menyayangi mu, jadilah istri yang baik untuk nak gama ya, patuhilah suamimu karena surga nya istri itu ada pada suami nya, kau paham kan dan jaga kesehatan mu " ucap lilia memberi wejangan untuk ponakan nya itu yang sudah menikah. sembari mengusap punggung gania lembut.


Gania menganggukkan kepalanya. "makasih bibi aku pasti mengingat semua pesan bibi" jawab gania seraya mengurai pelukannya dari lilia. lilia pun mengangguk dan melempar senyum pada gania.


"Selamat nona anda sudah menjadi istri tuan gama" ucap Vicky tersenyum canggung.


" Makasih tuan Vicky" jawab gania dengan senyuman. tentu hal tersebut membuat Vicky bergidik ngeri karena takut bosnya melihat maka habislah riwayat nya.


"Ehem... baiklah terimakasih pak atas waktu nya kita permisi" gama berdehem lalu pamit pada petugas berseragam itu.


"Sama sama tuan gama" jawab pria itu.


kemudian gama menggandeng tangan gania dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. lalu Vicky dan lilia pun ikut keluar dari tempat itu lalu membungkuk sopan kepada petugas itu.


"Kak, kita mau kemana?" tanya gania dengan polosnya setelah mereka berada didalam mobil.


Gama langsung tertawa terbahak bahak mendengar pertanyaan wanita di samping nya itu." hahaha membuat junior baby" jawab gama alisnya bergerak naik-turun menatap gania penuh arti. " oh atau kau sudah tidak sabar ya untuk..."


" ih amit amit jauh jauh sana" sahut gania cepat bergidik ngeri akan tatapan gama padanya. tidak habis pikir bagaimana bisa suaminya itu berkata sevulgar itu.


Vicky hanya mampu tertawa dalam hati mendengar nyonya barunya itu memaki bosnya , sementara lilia menahan tawanya. lalu Vicky menekan pedal gas kemudinya melajukan mobilnya keluar dari halaman kantor agama tersebut.


Gama mendekatkan wajahnya." tapi kau menyukai nya kan, nanti ku tambah durasinya sayang" bisik gama dengan suara mendesah di telinga gania, kemudian mengedipkan mata genitnya kearah gania.


Tubuh gania mengeliat, tengkuknya langsung merinding ketika suara nakal gama terdengar di telinga nya." kau itu setres ya kak, mana ada seperti itu, aku tidak menyukainya dan apa itu tadi durasi? apa itu maksudnya durasi?" ucap gania pipinya sudah semerah tomat karena gugup, bertanya pada gama dengan wajah polosnya.


" Ya ampun istriku ini lucu sekali, nanti ku beri tau apa itu durasi sekalian mempraktekkan nya oke" jawab gama terkekeh geli mengacak ngacak rambut gania gemas. Gania yang kesal pun mengerucutkan bibirnya membuang muka kearah lain. Gama membelai pipi mulus wanitanya gemas kemudian kembali diam tidak mengeluarkan kata-kata lagi.


"Gania...." teriak Vivi yang duduk di sofa melihat empat orang berjalan kearah nya memasuki mansion Wijaya itu.


Sebelum kekacauan terjadi gania sempat menghubungi Vivi untuk datang ke mansion Wijaya seperti yang sudah-sudah vivi sesekali mengunjungi sahabatnya itu ke sini untuk menemani nya. Vivi yang melihat kemesraan gama berjalan dengan gania itu tidak terkejut ataupun syok karena Andre sudah menceritakan detail kejadian nya.


Andre, vivi, dan Wijaya pun duduk di ruang tamu menyambut pasangan baru menikah itu. sementara gama wajahnya terlihat semakin cerah berseri dan tampak berbinar-binar. dengan menuntun gania duduk bergabung bersama tiga orang di sofa tersebut.


" duduklah atau mau langsung kekamar" ucap gama menyeringai duduk di samping gania. membuat semua orang di sekitarnya menahan tawa melihatnya.

__ADS_1


" kak banyak orang disini" kata gania mencubit perut gama penuh emosi karena tak tau tempat itu.


"Bagaimana semuanya lancar kan, gana tidak berlaku kasar padamu? " tanya Wijaya pada gania tentu membuat gama memasang wajah kesal.


Gania sangat malu untuk menjawab nya ia pun menoleh pada gama. " em..."


" aku tidak sekejam itu ayah, mana mungkin aku menyakiti istri ku ini, aku ini putra ayah bukan sebenarnya. tidak ada rasa peduli sama sekali sama anak sendiri" sahut gama dengan wajah kesalnya.


" Tidak. karena sekarang anak ayah yaitu gania dan calon cucu ayah" ejek Wijaya dengan cuek.


"Cih, setidaknya beri selamat kek" ucap gama.


"selamat bro atas pernikahan mu, jangan lupa party nya dong " timpal Andre tertawa.


"wah..serius gania kau sudah menikah, selamat ya, em.. ada resepsi nggak nih aku di undang kan tuan gama" ujar Vivi ikut senang sahabatnya akhirnya menikah juga.


" hais kalian ini apa apaan sih, em om aku..." jawab gania dengan wajah bingung nya.


"mulai sekarang kau harus memanggil saya dengan sebutan ayah, karena kau sudah menjadi putri dari Wijaya Crop kau mengerti" ucap Wijaya dengan tegas seraya tersenyum kearah gania.


"A-yah" panggil gania sedikit canggung dadanya berdebar kencang belum terbiasa dengan semua ini.


"Bi. kumohon jangan memanggilku nyonya cukup gania saja ya" pinta gania tidak nyaman di panggil seperti itu.


"Sayang mulai sekarang kau sudah menjadi nyonya di rumah ini. jadi harus terbiasa menjadi nyonya muda di rumah ini benarkan ayah" sahut gama meminta persetujuan dari ayahnya.


"Gama benar nak, mulai sekarang kau harus terbiasa" jawab Wijaya mengangguk setuju.


"Tapi..."


"Nona muda, biar bi Inah memanggilmu nona muda sayang" gama memberi solusi.


"Baik tuan, baik lah saya permisi ke belakang kalau begitu mari nona muda. mari Bu lilia" balas Bi Inah menurut lalu membungkuk hormat dan kembali kedapur.


"Iya bi Inah" lilia yang menjawab ucapan bi Inah seraya tersenyum pada bi Inah.

__ADS_1


" jadi bagaimana kau mau tinggal di mansion lagi " tanya Wijaya pada gama.


Gama menatap ayahnya sejenak." lihat nanti ayah, untuk saat ini aku mengikuti keinginan dia" balas gama mengusap lembut kepala gania. Gania pun mengangguk setuju.


"Aku akan mengikuti kemanapun suamiku tinggal ayah" jawab gania dengan mantap. gama yang mendengar nya pun tersenyum senang ternyata gania mulai belajar menjadi istri yang baik.


Wijaya mengulas senyum di wajahnya." Ayah doakan semoga kalian di beri kesehatan dan langgeng, satu lagi jika gama bersikap kasar padamu, katakan sama ayah jangan takut " ucap Wijaya dengan menatap sinis putranya.


"Iya ayah makasih" balas gania.


"CK, ayah meragukan putramu sendiri , sudahlah ayo kita istirahat sayang " decak gama yang kesal.


Wijaya geleng-geleng kepala melihat kekesalan putranya itu, sedang kan Vicky izin pamit pulang pada bosnya itu. sementara Andre sibuk mencuri kesempatan mendekati vivi disaat gama berbincang dengan ayah nya. meskipun hal tersebut di ketahui oleh gama. tapi pria dingin itu tidak memperdulikan nya selama masih di atas batas wajar.


"Kau mau sampai kapan di sini kasian Vivi pulang nya kemalaman, jika tante lilia mau menginap di mansion juga boleh dari pada bekerja sama dia " ucap gama yang tidak sabar ingin segera istirahat.


"Cih kau mengusir ku, kau tidak lupa kan apa yang harus kau lakukan" sinis Andre mengingat sahabatnya itu.


"Aku tidak lupa, itu urusan nanti" sengit gama.


Tiba-tiba gue gurat wajah gania berubah murung teringat akan pertunangan gama dan Reni, lalu bagaimana kelanjutan pernikahan nya kedepan nanti nya, perasaan nya pun mulai gelisah.


"Gania aku pulang dulu ya, kau baik-baik disini kabari aku jika kau butuh teman" pamit Vivi memeluk gania beberapa saat kemudian melepaskan kembali pelukannya itu saat lilia berjalan mendekati mereka.


" Maaf nak gama tante tetap kerja di tempat tuan andre, tante juga pamit sayang jaga dirimu ya kapan kapan tante kembali berkunjung kemari" ucap lilia mencium pipi gania lembut.


"Tidak masalah tante" jawab gama tersenyum.


Mereka pun pamit dengan Wijaya dan juga pasangan pengantin baru itu, selesai berpamitan Andre bersama yang lain pergi dari tempat itu meninggalkan mansion tersebut.


" Hati hati di jalan ya bi, aku titip Vivi kak Andre" ujar gania melambaikan tangan kearah mereka.


"ayah kekamar dulu bawa istri mu istirahat ingat istirahat bukan bergulat" pamit Wijaya menggoda putranya.


"oh shitt, aku tau yah " umpat gama kemudian menggendong gania dan membawanya ke kamar atas.

__ADS_1


aaa.


"turunkan aku kak, aku bisa jalan sendiri" protes gania. gama tidak menggubris nya, mengecup sekilas bibir gania agar terdiam, lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


__ADS_2