
keesokan harinya.
Gama yang tengah tertidur pulas perlahan membuka ke-dua matanya, merasakan dirinya memeluk sesuatu, mata yang mengantuk itu spontan terbelalak dengan wajah terkejut. melihat Gania yang tengah tertidur pulas dengan keadaan polos berada dalam pelukannya. lalu melepaskan pelukannya dari pinggang Gania. Gama berusaha mengingat kejadian semalam.
Oh shitt, gama mengusap wajahnya dengan kasar. "sial kenapa aku tidak bisa menahan emosiku semalam, hanya karena cemburu padanya" gama merasa menyesali perbuatannya.
"maafkan aku sayang" lirihnya mengelus pucuk kepala Gania lalu mencium keningnya, kemudian ia menarik selimut hingga ke bahu. Gama meninggalkan Gania yang masih tertidur pulas. Ia pun segera membersihkan diri ke dalam bathroom.
Gama yang sudah mengenakan pakaian kerja nya, tak lupa membawa makanan untuk Gania dan meletakkannya di atas nakas meninggalkan secarik kertas di samping nampan tersebut. "cup" setelah mengecup kening gadis nya gama berangkat ke kantornya.
Gania berpura pura tertidur, ketika gama masuk kedalam kamar membawa makanan untuknya. "secara brutal dia melakukan itu, lalu dengan mudahnya pria itu bersikap manis barusan, tega sekali kau kak, apa dia pikir aku ini Hanya pemuas nafsu saja" sungguh Gania merasa sesak di dadanya. entah karena apa, atau mungkin dirinya yang mulai mencintai pria itu.
"dasar pria berengsek," pekik nya tertahan saat area intinya terasa sangat sakit. terbesit di ingatan Gania bagai mana gama yang menuntaskan hasrat nya sebanyak tiga kali padanya semalam.
"baby jangan lupa makan, maaf atas sikapku tadi malam, aku menyayangimu" Gania meletakkan kembali kertas tersebut setelah membacanya. ia sama sekali tak menyentuh makanan itu.
Gania berusaha berjalan tertatih menuju bathroom. Gania yang sedang mandi di bawah guyuran shower begitu pula air matanya yang mengalir deras bersamaan air mengalir di tubuhnya. Ia bercermin melihat begitu banyak jejak kebiruan di tubuhnya yang di tinggalkan oleh gama.
"dasar pria egois, kenapa hidupku jadi serumit ini". Gania mengusap air matanya, Gania bertekat tidak akan pernah lagi percaya pada gama yang telah membuat hidupnya hancur. Ia menyudahi mandinya dan segera keluar dari bathroom.
__ADS_1
Gania memasukan bajunya kedalam ranselnya dengan tergesa-gesa. Dua puluh menit yang lalu Gania mendapatkan puluhan panggilan tak terjawab di ponselnya kemudian membaca pesan masuk.
"Ya ampun, bagaimana aku bisa pergi jika ada dua pengawal di depan pintu, sial kau kak sudah mengurungku dan ini, dasar pria mesum posesif kejam!" gerutu Gania kesal pada gama dirinya sedang terburu-buru. tiba-tiba muncul sebuah ide di otaknya.
ceklek.
"tuan bisa tolong aku belikan bubur ayam dan sate kambing, aku sangat lapar tuan plis" Gania mengerjap ngerjap kan matanya. Gania yang mengenakan piyama tidur meminta pada pengawalnya untuk membelikan makanan dengan raut wajah memelas supaya dua pria itu percaya jika dirinya sedang lapar.
"tapi nona tempat nya jauh, begini saja kau tunggu nona disini aku berangkat sendiri" balas satu pengawal menitah satu temanya untuk pergi membelinya dan satunya lagi berjaga di apartemen.
"kalian berdua pergilah , aku tidak akan kemana-mana apa kau tidak percaya pada ku!" Gania memelas dan menunjuk dirinya sendiri yang hanya mengenakan piyama.
"baiklah nona kau tunggu di dalam kami pergi dulu" akhirnya pengawal itu percaya setelah menelisik kondisi Gania yang tidak mungkin akan kabur dengan baju tidur nya. dan menuruti keinginan Gania.
"jalan pak" Gania menunjukkan ponselnya pada supir taksi , memberi tau alamat yang ia tuju saat ini. Gania menoleh ditatapnya apartemen mewah yang menjadi saksi bisu hubungan Nya bersama gama selama ini, sebelum taksi tersebut benar benar menjauh dari sana.
" biar ku bawa luka ini sejauh mungkin, rasanya hatiku sangat sakit, kau harus kuat Gania semangat buat mu menjalani kehidupan selanjutnya" Gania menyemangati dirinya sendiri, memejamkan mata sejenak. berharap semua akan baik-baik saja, tak terasa bulir bening mengalir di pipinya, perlahan jari mungilnya mengusapnya.
"maaf jika saya lancang, apakah ada masalah menimpa mbanya." supir taksi itu melihat dari spion kemudi merasa khawatir dengan kondisi penumpang nya, melamun sejak tadi. dan sepertinya sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
"tidak pak, saya sedih karena di pecat oleh bos saya" jawab Gania beralasan, dirinya kembali menatap kearah jendela dengan tatapan kosong.
"setiap ujian yang kita hadapi semua itu pasti akan ada hikmahnya dan jalan yang terbaik untuk kita mba" ujar supir taksi itu fakus dengan setir kemudinya.
"mudah mudahan pak" balas Gania , tiba-tiba ia mengingat sesuatu yang sangat penting tertinggal di apartemen.
"ya ampun, foto itu aku lupa membawanya, itu kenangan terakhir yang aku punya. tapi, tidak mungkin aku kembali lagi, bisa bisa pria mesum itu menemukanku" gerutu Gania merasa teledor menepuk jidatnya Karena lupa dengan barang berharga miliknya. Gania berharap semoga foto itu aman tidak hilang suatu saat nanti bisa mengambilnya meskipun itu mustahil baginya.
****
ceklek.
"Nona.... ini sate dan buburnya!" panggil pengawal Gania membuka pintu apartemen detik berikutnya keheningan di ruangan apartemen itu tak ada seorang pun disana Mereka mencari setiap sudut ruangan namun nihil nona mereka sudah kabur.
"sial nona membodohi kita" umpat pengawal tersebut .
"kau yang bodoh percaya pada ucapannya!" satu pengawal menyalahkan temanya dan mereka pun bertengkar saling menyalahkan.
"cepat kau hubungi tuan Vicky jika nona kabur, persiapkan diri kita menerima amukan dari bos"
__ADS_1
ujar pengawal itu pada temanya dan mereka kembali mencari di sekitaran apartemen tersebut. berharap belum terlalu jauh nona mereka pergi dari sana.
...jangan lupa dukungan nya sahabat semua 🥰🙏🌷 like comen hadiah favorit love you tinggalkan jejak kalian disini🥰...