
" kak untuk apa kita datang kesini?" tanya gania merasa heran dengan gama yang katanya meeting justru datang ketempat salon kecantikan.
Mereka berdua masuk kedalam salon gama memanggil pegawai salon untuk memberi perawatan terbaiknya untuk gania di salon itu.
"Tentu saja untuk menginap, kau itu cerewet baby diamlah dan menurut dengan pegawai salonnya jangan banyak protes " ujar gama dengan memberi candaan kepada gania, gama sangat gemas melihat wajah cemberut gania yang kesal terhadap nya.
"Mari nona ikut saya" pegawai salon menyapa dengan ramah mempersilahkan gania untuk masuk kedalam ruangan vvp untuk melakukan perawatan.
"iya kak" balas gania dengan berjalan malas masuk kedalam ruangan vvp itu, melirik tajam kearah gama yang sudah membohonginya.
Gama tersenyum nakal menggoda wanita nya itu, lalu melangkah pergi dari sana memilih menunggu di sofa, sembari menunggu gania melakukan perawatan sampai selesai, gama yang sedang memainkan ponselnya seketika mendapat telvon dari seseorang
"Kalian simpan baik-baik, jangan sampai ada yang tahu kalian mengerti, dan pantau terus" ucap gama membalas penjelasan dari seorang di seberang sana, dengan menyeringai tajam.
"siap " sahut seseorang di seberang telepon.
Gama menutup panggilan nya, setelah tiga jam berlalu gama menunggu gania melakukan perawatan itupun, akhirnya melihat wanitanya berjalan keluar dari ruangan perawatan dengan gaun berwarna biru langit dibawah lutut, rambutnya di ikat keatas, mengekspos leher putihnya seketika gama menelan salivanya sangat susah.
"Bagaimana tuan, sudah cocok belum" tanya pegawai salon menuntun gania berjalan mendekat kearah gama.
Gania menggigit bibir bawahnya merasa malu di tatap oleh gama dengan tatapan terpukau.
"Cukup, ini sangat indah dan manis" jawab gama memandangi wanitanya dengan tatapan terpesona oleh kecantikan alami gania setelah perawatan semakin terlihat sangat cantik.
Gama beranjak dari duduknya melangkah mendekati gania, menatapnya dengan memutari tubuh gania.
__ADS_1
"kak boleh aku lepas sekarang bajunya aku sangat gerah" bohong gania merasa sangat tidak pede dan malu.
"kau sangat seksi sayang" gama membisik ke telinga lalu dengan cepat menyambar bibir wanitanya dengan ciuman yang lembut.
Ciuman lembut itupun menjadi semakin menuntut dan memabukkan, gania melotot seketika terkejut di cium di depan pegawai salon, gama tidak perduli dia tidak bisa menahan diri saat melihat wanitanya begitu cantik.
"kak le.. pas" ucap gania tersendat-sendat di sela ciuman yang menuntut dan memanas di ruangan tersebut.
membuat pegawai salon menggeleng dan memejamkan matanya geli dan malu melihat life di depan mata mereka.
"maaf sayang, kau sangat menggoda ku, cepat ganti bajumu " ujar gama setelah melepaskan ciuman nya, mengusap sisa salivanya. membuat wajah gania memerah seketika.
"kau yang penggoda dasar tidak tahu tempat" sahut gania dengan menggerutu dan pergi kedalam kamar melepas gaun nya di bantu oleh pegawai salon.
Tak berselang lama gania keluar dari dalam kamar berjalan menuju kearah gama di sofa.
" CK, masih tanya kenapa" decak gania mengerucutkan bibirnya.
"tuan ini gaunnya" ucap pegawai salon menyerahkan paper bag kepada gama.
"terimakasih" balas gama meraih paper bag nya dan memberi uang kepada pegawai salon untuk pelayanan perawatan wanitanya.
"ayo kita pulang" ajak gama meraih tangan mungil gania. dan beranjak dari duduknya melangkah keluar dari salon.
Gania hanya terdiam dengan mengikuti langkah gama yang membawanya keluar dari mall menuju mobil mereka, sebelum nya gama menghubungi anak buahnya untuk mengantarkan mobil nya ke mall.
__ADS_1
"Kak, kita mau kemana, kenapa harus membeli gaun segala sih?" tanya gania ketika mereka berada di dalam mobil.
" Andre mengundang kita ke acara pesta perusahaan miliknya dan kau harus ikut bersamaku baby" Jawab gama dengan menyalakan mesin mobilnya dan melaju pergi keluar dari mall, menuju apartemen.
" apa, tapi bagaimana dengan reni, seharusnya..."
"Dia tidak ikut, karena kau yang harus ikut dengan ku, lagian jadwal reni sangat padat" bohong gama sebenarnya ia tidak memiliki niat untuk mengajak reni yang membuat ia semakin benci saat melihat reni. dan Andre juga ingin memperkenalkan pacarnya jadi gama pikir gania wajib ikut dengan nya.
"kau tidak sedang berbohong kan kak" tanya gania mendekat kan wajahnya kearah pria di sebelahnya sedang mengemudi dengan tatapan menyelidik. seketika membuat gama mengecup bibir nya.
"Cup"
"kau menggodaku sayang, sabar lah sebentar lagi sampai di apartemen" ucap gama sangat cepat.
"Eh, dasar mesum, seenaknya nyosor hah" ujar gania dengan mencubit lengan, pinggang pria di depannya itu dengan kesal membuat gama tertawa terbahak-bahak dan kegelian.
"hahaha, stop sayang ini lagi di jalan " ucap gama menahan geli, mengingatkan wanitanya jika ia sedang menyetir sontak Gania langsung menghentikan kekesalan nya.
" Cih, menyebalkan" sungut gania dengan wajah cemberut melipat tangannya dan menatap lurus kedepan membuat gama tertawa geli melihatnya.
"hay, cantik jangan manyun dong" goda gama dengan menoel hidung mancung wanitanya. dengan tetap fokus pada setir kemudi.
"tidak boleh toel toel" sungut gania memalingkan wajahnya ke sebelah kiri.
Gama hanya mengulum senyum melirik kearah gania sembari mengusap lembut rambut gania lalu kembali fokus dengan setir kemudinya. gania hanya terdiam enggan berbicara dan setelah nya hanya keheningan menemani perjalanan mereka.
__ADS_1
...tinggal kan jejak kalian guys ππ₯°...