Cool But Love

Cool But Love
bab 42 pertemuan penting anggota rahasia


__ADS_3

Gama merasa sedikit khawatir, rencana yang sudah ia susun sangat matang akan menjadi berantakan. ketika mendengar jawaban Vicky mencurigakan.


"apa ada masalah dengan rencana kita?" ucap gama pandangan matanya kembali menatap kearah depan setelah mengintimidasi asisten nya.


Vicky menghela nafas panjang ia sangat kesal dengan sikap bosnya itu yang seenaknya menyabotase setiap perkataan yang akan ia ucapkan, Vicky terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya ketika ingin mengatakan soal pesan yang ia terima pagi tadi.


Ting...


ketika mulut Vicky hendak berucap tiba-tiba pintu lift terbuka menandakan mereka tiba di basment apartemen. Vicky memilih diam niatnya pun gagal lagi. Vicky mengikuti langkah gama yang keluar dari dalam lift berjalan beriringan menuju letak mobil mereka di parkirkan.


"Kenapa kau terdiam!" tanya gama memasuki mobilnya sembari melirik kearah Vicky ketika Vicky membukakan pintu untuknya. setelah menutup pintu kembali Vicky segera masuk ke kursi kemudi. Vicky sedikit mengendurkan dasinya agar tidak mencekik lehernya.


"huff, saya akan menjawab setelah anda tidak memotongnya" sahut Vicky menstater mobilnya.


Gama memicing melihat tingkah Vicky seperti sedang kesal, namun gama tidak menyadari jika dirinya lah penyebabnya.


"Terserah kau saja cepat jalan" ucap gama datar ia ikut kesal kepada Vicky tidak cepat menjawab pertanyaan nya.


"Ck, menyebalkan" gerutu Vicky segera menekan pedal gas kemudinya.


Mobil mereka keluar dari basment dan melewati gerbang apartemen tersebut lalu melaju menuju kantor.


Tak berselang lama mobil mereka tiba di perusahaan, Vicky menghentikan mobilnya di halaman kantor kemudian mereka turun dari mobil, setelahnya Vicky menyerahkan kunci mobil Kepada petugas parking valet kantor, Gama dan Vicky berjalan masuk kedalam kantor.


"Sekarang katakan apa yang terjadi" ucap Gama setelah duduk di kursi kerja miliknya.


"Pak Wijaya meminta anda untuk segera mengurus persiapan pertunangan anda dan nona Reni " balas Vicky.


"Segila itu kah mereka" seloroh gama menghela nafas berat.


Gama terdiam jari telunjuk nya mengetuk ngetuk meja. mengingat kejadian di masa lalu dimana ia mengalami masa sulit bersama ayahnya. moment itu membuat dia berubah menjadi seperti sekarang ini. Di sisi lain gama merasa sangat bahagia telah menemukan wanita pujaan hatinya.


"Vicky kau cepat urus berkas pernikahan ku dan Gania ke KUA" Tegas Gama seketika ingatan di otaknya Gania yang sedang hamil. ia bertekad akan secepatnya menikahi Gania dan menyelesaikan misinya.


"Baik tuan, lalu kapan saya harus mengurus nya" balas Vicky balik bertanya pada bosnya itu, membuat gama sedikit kesal.

__ADS_1


"Astaga Vicky! sekarang kau urus " sentak gama menatap tajam kearah Vicky.


"Tapi ada pertemuan penting hari ini tuan!" balas Vicky cepat .


Gama membelalak melototi Vicky kenapa asisten nya itu bodoh tidak bilang sejak tadi jika mereka memiliki urusan lebih penting.


"kau itu habis makan jengkol ya Vicky, jadi otakmu sedikit oleng, cepat kita kesana dan apa mereka sudah datang sejak tadi!" ucap gama emosi berdiri dari duduknya merapikan lalu mengancingkan jasnya.


"jengkol" beo Vicky menggeleng kan kepalanya bingung. detik berikutnya matanya melebar bisa bisa nya bosnya mengatai otaknya oleng karena makan jengkol.


" mereka sudah datang lima menit yang lalu" imbuh Vicky melihat tablet Android miliknya yang berisi agenda bisnis bosnya itu.


"Ayo cepat kita kesana!" seru gama berjalan keluar ruangan di ikuti oleh Vicky.


"baik tuan, mereka berada di ruangan vvp kantor" sahut Vicky melangkah di belakang gama. Gama hanya membalas dengan memberi kode pada Vicky.


mereka memasuki lift khusus perusahaan yang sering di gunakan gama setiap hari. beberapa menit gama tiba di lantai teratas kantor milik nya. ia sengaja melakukan pertemuan nya di ruangan tersebut agar tidak ada karyawan yang melihat nya.


Ting...


"mari tuan " ketika dekat dengan pintu Vicky sedikit berjalan lebih dulu dan membukakan pintu untuk gama.


"Hem" gama hanya berdehem datar menjawab nya lalu melangkah masuk kedalam ruangan vvp itu, Vicky pun mengikuti langkah gama dari belakang.


" Selamat datang bos" sapa lima pria mengenakan jas, tubuh nya besar tinggi dan berotot yang sudah berdiri berjejer di meja persegi panjang di dalam ruangan itu sedikit membungkuk hormat pada gama.


"Terimakasih" balas gama datar tanpa ekspresi, menjatuhkan bokongnya di kursi kebesaran nya. di ikuti oleh Vicky yang duduk di sebelah kanannya.


kelima pria tersebut pun kembali duduk di kursi masing-masing. mereka pun mulai mendiskusikan rencana dan strategi di mulai oleh gama yang meminta mereka menunjukkan hasil penyelidikan kasus misi nya.


"Bagus dan jaga pengamanan akses milik kita, jangan lupa jika dia berusaha memberontak kalian tau yang harus di lakukan!"


Setelah gama menerima data dan beberapa berkas penting yang di bawa para anak buahnya gama merasa puas dengan hasil kerja mereka, tidak sia sia gama bertahan dan berusaha selama ini.


"Siap bos, anda tidak perlu khawatir kami sudah memberi nya pelajaran untuk sedikit bersenang-senang!" balas pria bertubuh besar tersebut dengan tegas. tentu mereka tau yang harus di lakukan jika lawan mereka memberontak kematian yang akan di dapat.

__ADS_1


Vicky hanya menyimak dan jantung nya terasa ingin melompat keluar melihat betapa datar dan dinginnya bosnya ketika membahas misi mereka.


Mereka pun menyudahi pertemuannya. para anggota gama yang sudah kembali menggunakan helikopter di atas gedung. gama dan Vicky kembali ke ruangan.


"Kak gama!" teriak seorang wanita cantik menenteng bekal makanan di tangan mungilnya berdiri di samping sofa loby kantor.


"Gania..." lirih gama ketika hendak masuk kedalam life bersama Vicky mendengar suara yang sangat ia kenal memanggil namanya ia pun menengok kebelakang melihat wanitanya berada di loby kantor.


Gania mengayunkan kakinya menghampiri gama yang mendekat kearahnya."kak aku membuatkan bekal untuk makan siang" ucap Gania tersenyum.


"kenapa tidak menelpon jika ingin kesini, kan aku bisa menjemputmu sayang" cerocos gama merangkul pinggang Gania mesra membawanya kedalam lift menuju ruangan nya. tanpa perduli tatapan tajam para karyawan kantor.


"kan kejutan kak " balas Gania terkekeh geli melihat gama bisa cerewet sekali. membuat Vicky yang berada diantara mereka pun mendengus kesal.


"Ck, " decak Vicky yang berdiri di belakang bosnya menjadi penonton setia dua insan itu. apa mungkin bosnya itu mempunyai dua kepribadian yang berbeda.


"kau naik apa kesini nya baby" tanya gama ketika mereka di dalam lift bertiga dan Vicky menjadi nyamuk pengganggu untuk mereka berdua.


"Di antar sopir yang kak gama siapkan mengantarku kemanapun" balas Gania menoreh ke samping menatap gama yang terlihat raut wajah lelah.


Ting....


"kau kenapa menatap ku begitu Hem" ujar gama menyadari Gania menatap nya penuh selidik. lalu menggandeng Gania keluar ketika pintu lift terbuka.


"Ah itu tidak apa apa " balas Gania terbata.


"Ayo kedalam dan kau Vicky kembalilah ke ruangan mu" ucap gama berbalik menatap Vicky sekilas lalu kembali melangkah bersama Gania menuju ruang kerja miliknya.


Vicky Hanya mengangguk mematung melihat punggung gama dan nona nya menghilang dari balik pintu lift yang mulai tertutup.


"Ah, kak lepas dulu aku taruh dulu ini bekalnya" Gama langsung memeluk wanita nya dari belakang ketika tiba di dalam ruangan dan mengunci pintunya, Gania yang tersentak kaget berusaha melepas pelukan gama.


"Kau niat menggodaku sayang dengan memakai dress ini" gama mengendus tengkuk Gania yang menggoda hasratnya apalagi melihat Gania mengenakan dress di bawah lutut kerah baju oval mengekspos leher putihnya.


"Kak...!" desis Gania meremang setelah meletakkan bekal nasi di atas meja tubuhnya langsung di bawa kepangkuan gama di sofa.

__ADS_1


...jangan lupa like komen favorit hadiah 😘πŸ₯° tinggal kan jejak kalian πŸ™πŸŒ· sayang...


__ADS_2