Crazy Rich Mencari Cinta

Crazy Rich Mencari Cinta
Bab 64 : Honey Bunny


__ADS_3

Ditya masih menatap istrinya saat panggilan mesra kedua meluncur dari bibir gadis seksi di hadapannya. Bukannya bahagia, saat ini adrenalin Ditya sedang berpacu. Bagaikan naik wahana halilintar, berdegup kencang seiring dengan tatapan Frolline begitu menusuk tajam padanya.


“Honey ....” sapa sang gadis.


“Bagaimana ... bisa hadir di acara ini?” tanya Ditya ragu-ragu.


“Oh ... tentu aku mendapat undangan langsung dari Mr. Halim, Honey bunny.” Sang gadis mengedipkan matanya, menggigit bibir tebal yang dipolesnya dengan lipstik merah menyala.


Matt dan Zoe yang berdiri kaku, hanya bisa pasrah menerima nasib. Sudah hukum alam, saat bosnya mendapat masalah dengan sang nyonya, artinya mereka pun harus bersiap terkena getahnya.


“Aku merindukanmu, Honey. Kemana saja selama ini, aku jarang melihatmu, Honey.” Pertanyaan kembali meluncur dari bibir sang gadis.


“Maaf, belakangan suamiku dikarantina. Ada perlu apa sampai harus merindukan suamiku?” tanya Frolline memberanikan diri. Kali ini dia sudah beradu tatap dengan gadis cantik yang jauh lebih tinggi menjulang darinya. Gadis model itu hampir setinggi suaminya. Frolline harus mendongak supaya bisa melihat dengan jelas.


Deg—


Sang gadis menatap Frolline dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Beralih menatap Ditya, nyaris tidak percaya.


“Ada perlu apa sampai menatap suamiku seperti itu, Mbak Honey Bunny.” Frolline kembali melancarkan pertanyaan.


“Maaf, Mbak siapa?” tanya sang gadis, tersenyum sinis menatap Frolline.


“Kenalkan, aku Nyonya Ditya HALIM HADINATA,” tegas Frolline, menyodorkan tangannya ke arah sang gadis. Sebelumnya, Frolline masih sempat menyibak rambut panjangnya, memamerkan liontin bertabur berlian yang melingkar di lehernya. Kalung hadiah dari sang mama mertua.


“Maksudnya, kamu sudah menikah, Honey?” tanya sang gadis beralih menatap Ditya.


“Ya, laki-laki ini sudah menikah. Apa perlu aku keluarkan buku nikahnya untuk meyakinkanmu?” tanya Frolline sengaja memainkan jari-jari tangannya yang mengantung. Berharap gadis penganggu itu melihat cincin nikah yang terselip di jari manisnya.

__ADS_1


“Ellena, panggil aku Elle,” ucap sang gadis. Akhirnya menyambut uluran tangan Frolline.


Ditya sejak tadi tidak berani membuka mulut. Sekali bergerak dan salah langkah, nasibnya di ujung tanduk. Bahkan saat ini, sepatu mahalnya sedang diinjak Frolline dengan high heel 12 cm, bersembunyi di balik gaun panjang menjuntai. Setiap kakinya bergeser, Frolline semakin keras menginjak kakinya hingga terasa nyeri.


“Schatzi Say ....”


Pandangan mata Frolline tajam dan menusuk langsung ke netra pekat suaminya. Lidah laki-laki itu keluh seketika, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, saat Frolline memintanya menutup mulut melalui lirikan mata.


Matt dan Zoe yang sejak tadi jadi penonton, hanya diam menutup mulut melihat majikannya jadi begitu penurut. Biasanya Ditya tidak sedatar ini setiap bertemu dengan para gadis cantik. Paling tidak ada pelukan hangat atau ciuman pipi kiri dan kanan.


“Oh Lele, ada perlu apa dengan suamiku. Bisa minta tolong berhenti memanggil suamiku Honey?” pinta Frolline.


Deg—


Ditya menelan saliva. Baru kali ini dia melihat istrinya bersikap seperti ini. Dia baru mengetahui sisi lain istrinya ternyata sangat mengerikan. Tadinya, Ditya mengira Frolline adalah gadis manis dan begitu penurut. Yang hanya bisa menangis atau menunduk saat bertemu dengan para wanita masa lalunya. Ternyata oh ternyata, di luar dugaannya. Istrinya seperti singa betina yang siap menerkam.


“Call me, Mrs. Ditya Halim Hadinata!” tegas Frolline. Meniru cara berkenalan suaminya. Biasanya Ditya akan mengucapkan hal yang sama, persis seperti saat suaminya itu berkenalan dengannya.


Lagi-lagi Ditya hanya bisa menelan ludah. Sosok Frolline yang sekarang benar-benar membuatnya tidak sanggup membuka suara.


“Ya, Nyonya Ditya. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan suamimu. Kami hanya sempat bertemu beberapa kali di pesta,” jelas Ellena.


“Baguslah kalau begitu. Soalnya sudah lama sekali tanganku ini tidak menjambak rambut dan mencakar-cakar wajah-wajah cantik pengagum suamiku. Terkadang aku merindukan masa-masa itu,” ucap Frolline asal. Tersenyum manis pada Ellena.


“Ba ... baiklah ka ... lau begitu, aku permisi dulu, Nyonya.” Ellena terbata, segera berpamitan. Tidak mau membuat masalah dengan Frolline. Melihat tatapan istri dari Ditya Halim Hadinata saja, bulu kuduknya merinding. Terbayang, kalau sampai harus beradu jambak dan cakar-cakaran di tengah keramaian.


Begitu gadis itu pergi, Frolline langsung menginterogasi suaminya. “Kenapa diam saja, Tuan muda?” tanya Frolline, beralih menatap laki-laki yang membisu sejak tadi.

__ADS_1


“Fro, kakiku sakit. Bisa berhenti menginjaknya,” pinta Ditya memelas.


Matt dan Zoe yang ikut mendengar, segera menutup mulut. Menahan tawa supaya tidak keluar. Bagaimana tidak, Ditya yang ditakuti bawahannya, memiliki bodyguard dan kekuasaan begitu besar, tetapi takut pada istrinya sendiri. Yang hanya gadis kecil dan tidak bisa apa-apa.


“Sekali lagi aku mendengar ada yang memanggilmu Honey di pesta ini, aku akan membuatmu tidak bisa tidur malam ini!” gertak Frolline, bergegas meninggalkan Ditya.


Ditya menciut, menggigit bibirnya menatap tak berdaya. Pandangan laki-laki itu beralih menatap kedua asistennya.


“Kalian dengar apa yang dikatakan istriku? Pastikan tidak ada yang memanggilku Honey lagi selama di pesta!” perintah Ditya, mengarahkan telunjuknya pada Matt.


“Kalau sampai itu terjadi, aku akan membuatmu tidak bisa tidur seminggu ke depan!” Ditya mengancam kedua asistennya. Hukuman yang lebih berat dibanding dengan hukuman Frolline padanya. Buru-buru lelaki itu menyusul istrinya, memastikan semuanya baik-baik saja.


***


Kedua asisten baru bisa tertawa lepas saat bayangan Ditya menjauh. Matt sampai memeluk perutnya, membayangi raut ketakutan Ditya saat menghadapi istrinya. Lelaki itu terus-terusan tertawa, sampai tak sengaja sudut matanya menatap sepasang tamu yang baru masuk ke dalam ballrooom.


Deg—


“Ada ayah daddy mertua.” Matt berbisik pelan. Netranya terus-terusan mengikuti pergerakan laki-laki yang sedang mengandeng mesra istrinya. Bara terlihat tampan dengan setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu. Sedangkan Bella terlihat cantik dengan gaun malamnya.


Kedua sudut bibir Matt tertarik ke atas saat melihat seorang gadis cantik yang ikut menggengam tangan kanan Bara.


“Ran-Ran ....”


***


TBC

__ADS_1


__ADS_2