Crazy Rich Mencari Cinta

Crazy Rich Mencari Cinta
Bab 94 : Skandal Masa Lalu


__ADS_3

“Kailla Riadi Dirgantara.” Ditya menjawab dengan senyum terkulum. Siap menerima kecemburuan istrinya yang pasti akan terasa manis sekali.


Begitu nama indah itu keluar dari bibir Ditya, mengalun merdu mengepakan sayap-sayap cemburu. Memporak-poranda hati gadis manis dengan rambut pirang tergerai. Mata Frolline bagaikan halilintar menyambar, kilatan cemburu itu terlihat jelas.


Brukk!


Kotak P3K itu mendarat mulus di pangkuan Ditya. Begitu keras, Ditya yakin isi di dalam sana pasti kocar-kacir tak beraturan. Benar saja, begitu dibuka terlihat kapas dan perban saling berpelukan saat mengetahui gempa bumi dengan skala yang tidak biasa menguncang tiba-tiba. Obat merah yang terguling mengeluarkan cairan merah berdarah-darah saat helmnya terlepas dari kepala.


“Ya Tuhan, Fro. Kamu kenapa?” tanya Ditya, memasang raut polos. Seolah tidak terjadi apa-apa.


“Kamu cemburu, Fro?” tanya Ditya. Pria tampan itu masih dalam mode samaran. Pura-pura tidak tahu, kalau ada kepingan hati yang hampir hancur saat nama Kailla Riadi Dirgantara meluncur mulus tanpa hambatan dari bibirnya.


Frolline menggeleng. “Aku mengantuk, Ko. Mau tidur sekarang.”


Bergegas menuju ke tempat tidur, merebahkan diri tanpa banyak bicara. Tidak sampai di situ, saat memeluk guling empuknya, Frolline yang beradu tatap dengan sang suami yang masih bergeming di sofa segera memutar badan. Tidur membelakangi Ditya sembari meredakan cemburunya seorang diri.


“Astaga, aku baru tahu kalau istriku cemburu begini menggemaskan sekaligus mengerikan,” ucap Ditya dalam hati.


Memilih mengalah, Ditya ikut merebahkan diri di atas tempat tidur. Semua di luar bayangannya. Sikap manis Frolline dengan cemburu menggemaskannya lenyap begitu saja. Dibayar dengan punggung berbalut gaun tidur yang dibujuk pun tidak mau berbalik.


“Ayo, Fro. Jangan begini, Sayang. Koko cuma bercanda.” Ditya berbisik pelan. Sesekali menatap punggung yang masih betah membelakanginya.


Frolline diam, menulikan pendengarannya dan pura-pura mendengkur halus.


“Fro, jangan begini,” bujuk Ditya lagi.


“Kailla itu sudah punya suami. Sudah punya anak, kembar,” jelas Ditya lagi.


Deg—


Mendengar cerita sang mantan yang sudah menikah dan memiliki anak, memberi angin segar. Frolline buru-buru berbalik. “Serius, Ko?” tanya Frolline.


Pria dengan wajah babak belur itu mengangguk. “Kamu mengenalnya. Bukankah kita pernah bertemu sewaktu di pemakaman papa dan mama. Kamu ingat?” tanya Ditya memastikan.


Merangkai kembali ingatan yang terlewati, Frolline menyunggingkan senyuman saat kepingan cerita terjalin sempurna. “Aku ingat, yang menggendong anak kembar bersama pria tua itu, kan?” Frolline mengucapkannya dengan penuh kejujuran.


“Pria tua itu suaminya.” Ditya menjawab singkat.


“Kok dia mau?” Frolline bertanya dengan jujur.


“Mereka dijodohkan.”


“Serius, Ko?” Frolline masih tidak yakin.


“Hmmm.”

__ADS_1


“Astaga. Itu seperti Siti Nurbaya yang dipaksa menikah dengan Datuk Maringgih, Ko. Kalau aku di posisinya, aku akan menolak dengan tegas.” Frolline berpendapat.


“Bukankah suaminya tampan, Fro?” pancing Ditya.


“Ya, tetapi umur itu tidak bisa bohong, Ko. Kalau tua tetap saja tua.” Frolline masih saja menggosipkan suami si mantan Ditya.


Frolline terdiam sejenak. Setelah itu dia tertawa kencang. “Jadi koko dikalahkan oleh si pria tua itu. Astaga, Ko. Aku baru tahu ternyata putra mahkota Halim Hadinata ini bukan apa-apa. Hanya menang gertakan saja, buktinya dia keok dari si pria tua yang sebentar lagi jalan saja sudah tertatih-tatih,” lanjut Frolline, terbahak.


Tawa itu masih terdengar. Frolline baru berhenti saat mendengar ucapan selanjutnya yang keluar dari bibir Ditya. “Kailla mencintaiku saat itu. Kailla main hati denganku."


“Kenapa tidak memilih bersama? Kenapa melepaskannya?”


“Dia sudah menikah.” Ditya memejamkan mata. Mengingat kembali kenangan-kenangan yang disimpan rapi di lubuk hatinya. Hanya mereka berdua yang mengetahui. Bahkan tidak ada seorang pun yang tahu, termasuk asistennya Matt dan asisten Kailla, Sam.


“Serius? Koko menyukai istri orang?” tanya Frolline lagi.


Ditya mengangguk. “Koko hanya tidak mau merusak rumah tangganya. Kalau Koko mau, Koko pasti mendapatkannya.”


“Suaminya tidak tahu?” Frolline masih saja penasaran.


“Di akhir cerita, suaminya tahu.” Ditya mencoba jujur.


“Tunggu-tunggu, ceritakan padaku dari awal saja. Aku penasaran, Ko.” Frolline mengambil posisi ternyaman untuk mendengar dongeng sebelum tidur versi suaminya.


“Kamu serius ingin mendengar. Tidak akan marah setelah tahu semuanya?” tanya Ditya, memastikan. Wajahnya terlihat serius, tidak ada gurat canda di sana.


Berat menceritakannya, tetapi dia juga ingin terbuka pada istrinya. Tidak ingin ada hal yang ditutupi. Dia memang tidak sempurna, pernah khilaf dan berbuat dosa. Andai hubungannya dengan Kailla di masa lalu disebut dosa.


“Koko bertemu dengannya di rumah sakit. Mungkin sekitar dua tahun yang lalu.” Ditya memulai cerita. Menghela napas, sebelum melanjutkannya lagi.


“Lalu?” Frolliine sudah tidak sabar.


“Lalu ... koko jatuh cinta pada pandangan pertama. Tepat saat dia masuk ke kamar perawatan, saat Koko dirawat di rumah sakit karena kecelakaan. Kailla masuk dengan sebuah piring di tangannya, membuka pintu dengan punggungnya.”


“Dia cantik. Itu kesan pertama yang Koko tangkap. Melihat penampilannya akan tahu kalau dia bukan gadis sembarangan. Pakaiannya mahal, dia setara dengan Sandra. Koko pikir, kalau membawanya pulang dan mengenalkannya pada keluarga Koko, Daddy tidak mungkin keberatan ....”


Tanpa sadar, Frolline menatap lekat suaminya.


“Lalu?”


“Belakangan Koko tahu, dia sudah menikah. Koko menjauh. Meskipun begitu, Koko masih mengikuti semua pergerakannya. Termasuk mengikuti perkembangan kesehatan daddynya yang koma.”


“Bagaimana kalian bisa dekat?”


“Beberapa kali bertemu di rumah sakit saat menjenguk daddynya. Kami sempat berbincang dan bertukar nomor ponsel. Kami sering mengobrol di chat. Sampai akhirnya merasa cocok dan nyaman. Sehari tidak bertukar kabar, akan ada rasa yang hilang.”

__ADS_1


“Belakangan kami sering bertemu diam-diam, tanpa sepengetahuan para asisten kami. Dia juga bukan dari keluarga biasa. Dia sama seperti Koko, Fro.”


Ditya menghela napas lagi, sebelum melanjutkan cerita skandal masa lalunya. “Koko sering masuk ke kampusnya dan diam-diam menemuinya di sana.”


“Terkadang kami sering mencuri keluar dengan menyamar,” lanjut Ditya.


“Suaminya tidak tahu?”


“Awalnya tidak. Suaminya sempat mendatangi Koko beberapa kali. Meminta untuk meninggalkan istrinya.”


“Koko ikuti semua permintaannya, tetapi Koko masih sering menghubungi Kailla lewat pesan di akun media sosialnya. Koko juga masih memata-matai pergerakan Kailla. Semua tentang kegiatannya Koko tahu jelas. Sampai akhirnya di hari wisudanya ....”


“Suaminya tidak hadir dan Koko mengambil kesempatan itu menemuinya di depan gedung. Dia menangis di pelukan Koko,” Ditya menceritakan dengan suara bergetar.


“Ya Tuhan, Ko. Kamu nekat sekali.” Frolline terbelalak, menutup mulutnya tidak percaya.


“Koko mencintainya saat itu, meskipun Koko tahu kami tidak mungkin. Statusnya membuat Koko tidak bisa maju. Sedikit berbeda denganmu. Kamu single, Fro.”


“Namun, Koko menikmati hubungan tanpa status dengan Kailla. Walau terkadang kita sama-sama tarik ulur karena statusnya yang istri orang. Tidak jarang kami saling membatasi, walau akhirnya kami jatuh lagi.”


“Kalian benar-benar gila. Coba bayangkan kalau itu istrimu, Ko!” omel Frolline.


“Koko akui suaminya baik. Itu yang membuat Koko ragu untuk maju dan memilih mundur sebenarnya. Kalau Koko di posisinya, mungkin Koko sudah membunuh laki-laki yang menggoda istri Koko.”


“Setelah wisuda itu, suaminya menemui Koko lagi. Dia meminta Koko jujur sampai sejauh mana hubungan dengan istrinya ... apa saja yang sudah Koko dan Kailla lakukan di belakangnya.”


Frolline benar-benar serius menyimak saat ini, bahkan dia memilih duduk memeluk guling.


“Suaminya bertanya, apa Koko sudah tidur dengan istrinya ....”


Jantung Frolline berdegup kencang, sudah tidak sabar menunggu jawaban. Sebaliknya, suaminya malah melempar bantal mengenai wajahnya.


"Jangan mesum, Fro! Koko tahu isi otakmu. Kelihatan dari wajahmu, sudah membayangkan yang tidak-tidak." omel Ditya.


"Lalu apa jawabmu, Ko?" Penasaran Frolline sudah tidak terbendung.


"Koko sudah katakan, Koko tidak pernah tidur dengan wanita lain selain dirimu, Fro."


"Next, Ko."


"Koko jawab tidak ... tetapi suaminya terpukul saat Koko katakan hubungan kami sampai di ciuman bibir."


"Dia tidak menghancurkan wajah tampanmu, Ko? Kalau aku suaminya, aku sudah pastikan Koko babak belur. Apa tidak kelewatan, berciuman dengan istri orang,” komentar Frolline, berdecak. Tidak percaya suaminya yang tampak sempurna memiliki masa lalu gelap gulita.


Ditya menggeleng. “Dia pergi begitu saja. Dan beberapa hari kemudian ... Koko mendapat kabar dari orang suruhan Koko, kalau dia menggugat cerai istrinya.

__ADS_1


***


TBC


__ADS_2