Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Akhir Dari Semua Kisah Bahagia


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Sejak pagi Yesha merasakan perutnya yang sakit luar biasa. Sampai dia terus-terusan memegangi tangam Abhi. Kalau sudah begini Abhi tidak akan tega meninggalkan istrinya di rumah sendirian.


"Aku telpon mama ya sayang? " tanya Abhi kepada istrinya yang teruz meringis kesakitan.


"Aku sepertinya mau melahirkan mas, Antarkan aku kedokter. Atau rumah sakit." ujar Yesha sambil terus memegangi tangan suaminya.


Mendengarkan kata melahirkan, dokter dan rumah sakit membuat pikiran Abhi blank. Dia tidak tau


harus bagaimana lagi.


"Mas... mas..." Yesha mengguncang guncangkan tangan suaminya karena sepertinya Abhi melamun.


"Eh, iya sayang. Maaf, apa katamu tadi? "


"Kamu melamun, ya mas? "


"Maaf, aku hanya kaget kalau kamu mau melahirkan. "


"Ayo kita ke rumah sakit. "


Abhi segera bersiap, dan meminta Jihan untuk menemani Aksa selama mereka di rumah sakit. Nanti kalau Yesha sudah melahirkan, Abhi akan menyuruh Mario untuk menjemput mereka.


Abhi segera membawa semua peralatan yang sudah disiapkan Yesha untuk perlengkapan bayi dan ibunya nanti. Mereka berdua segera berangkat ke rumah sakit. Dengan Yesha yang selalu memegangi perutnya dan meringis.


"Mbak, mas. hati-hati.. " Jihan melambaikan tangannya kepada mereka berdua.


"Dek, tolong telpon mama ya? mas tunggu di rumah sakit. "


"iya mas. "


Mobil Jihan segera melaju ke rumah sakit dengam kecepatan sedang. Karena dia tidak mau panik dan malah berakibat fatal untuk mereka berdua.


"Kamu masih bisa tahan kan sayang? "


Yesha mengangguk dan sesekali meringis. Karena rasa itu tiba-tiba datang dan pergi.


Akhirnya mobil yang dikendarai Abhi telah sampai di rumah sakit. Yesha segera di bawa masuk kleh petugas medis, karena sebelumnya Abhi telah menghubungi dokter yang biasanya memeriksa Yesha.


Di ruang bersalin dokter kandungan segera memeriksa keadaan Yesha.


"Sudah pembukaan lima ini bu. Cepat sekali ya? dedeknya rupanya tidak sabar pengen ketemu ayah sama bunda ya. " kata dokter yang terus mengajak Yesha bicara agar tidam tegang.

__ADS_1


"Di tunggu saja ya, pak. Karena ibunya sudah mengalami pembukaan lima. Di ajak jalan-jalan biar pembukaannya cepat, tapi kalah ibunya nggak taham bisa istirahat aja. " ujar dokter kepada calo ayah tersebut, lalu dokter dan perawat keluar dari ruang pemeriksaan.


Abhi langsung membantu Istrinya untuk duduk.


"Apa kamu tidak apa-apa sayang? kata dokter disuruh jalan-jalan, apa kamu kuat? "


"Aku coba mas.? Kalau nggak kuat kita berhenti. " kata Yesha.


Abhi kemudian membantu Yesha turun dari ranjang rumah sakit. Dan menuntun istrinya itu untuk berjalan. Ternyata diluar sudah ada Pak Pradipta dan mama Erina yang terlihat cemas.


"Bagaimana keadaan Yesha Abhi? " tanya Mama Erina saat melihat mereka keluar dari kamar.


"Yesha sudah pembukaan lima kata dokter ma. Ini sama dokternya di suruh jalan-jalan agar cepat pembukaannya. " kata Abhi menjelaskan keterangan dokter tadi.


"Baguslah. "


"Dimana Jihan dan Aksa? " tanya pak Pradipta karena tidak melihat anaknya dan cucu laki-lakinya


"Aku menyuruh mereka tetap di rumah, dan nanti kalau Yesha sudah melahirkan aku akan menyuruh mereka datang dijemput Mario. " ujar Abhi yang tiba-tiba meringis karena tangannya di cengkeram Yesha.


"Mas, sepertinya air ketubanku pecah. " cicit Yesha karena melihat rembesan air keruban di sela pangkal pahanya.


"Abhi bawa istrimu masuk, mama akan panggil dokter. " mama Erina yang panik melihat keadaan mantunya itu segera memberi perintah kepada anaknya dan dia sendiri segera memanggil dokter.


"Pembukaan sempurna, ayo kita segera lakukan tindakan. " ujar dokter kepada perawat dan bidan yang ada disana.


"Dokter apakah suami saya boleh menemani saya? " tanya Yesha sambil menahan rasa sakitnya.


"Tentu ibu. Suaminya boleh menemani istri melahirkan. "


Yesha merasa lega karena suaminya bisa menemaninya ketika mau melahirkan.


Dan setelah perjuangan yang menguras air mata Abhi dan Yesha di ruang persalinan, lahirlah anak laki-laki mereka. Bayi mungil yang tampan dan lucu. Perawat yang telah membersihkan bayi itu segera menyerahkannya kepada sang ayah agar segera di adzani.


Dengan penuh haru Abhi menerima anaknya buah cintanya bersama sang istri, dan melakukan kewajibannya sebagai seorang ayah untuk mengadzaninya. Setelah di adzani, bayi mungil itu diserahkan kepada sang ibu untuk melakukan IMD. Sungguh lucu ketika dia sedang meraba-raba mencari sumber makanannya.


Setelah semua proses di ruangan bersalin selesai, Yesha dan anaknya segera dibawa keruang perawatan. Disana telah menunggu papa dan mama mertuanya yang sangat bahagia menyambut cucu pertama mereka. cucu pertama keluarg Pradipta yang akan mewarisi bisnis keluarganya.


"Lihatlah dia lucu sekali ya pa? Persis Abhi saat masih bayi. " ujar mama Erina yang sangat bahagia melihat cucu mereka.


Pak Pradipta pun mendekati bayi mungil itu, dia jadi mengingat dulu saat Abhi bayi wajahnya sama persis dengan anak sulungnya itu.


"Abhi, apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu? " tanya pak Pradipta kepada anaknya itu.

__ADS_1


"Sudah pa." jawab Abhi singkat sambil menyuapi istrinya yang belum makan siang.


"Siapa namanya? " tanya mama Erina dengan antusias.


"Aditya Buana Pradipta. " jawab Abhi dengan senyuman lebar di bibirnya. Karea dia merasa bangga dengan nama yang disematkan untuk anaknya.


"Nama yang bagus. " ujar mama Erina dan pak Pradipta bersamaan.


Tak lama Aksa dan Jihan datang diantar Mario, Maya dan Arum yang juga ikut.


"Mana adik ku, ma?" tanya Aksa dengan semangat.


"Adik Aksa sedang tidur, sayang. " jawab Abhi.


Aksa lalu mendekati box bayi dan melihat adik bayinya yang tengah terlelap.


"Dek, nanti kalau adik sudah besar kita main bola bersama ya? " kata Aksa sambil menggamit tangan adiknya.


Aksa , Jihan, dan Arum sangat antusias melihat bayi kecil itu.


"Aksa, sebentar lagi aku juga akan punya adik bayi sama sepertimu. " celetuk Arum tiba-tiba.


Mendengar celetukan Arum mereka semua saling berpandangan.


"Benarkah itu, Mario, Maya? " sebuah pertanyaan dari mam Erina yang langsung mendapatakan anggukan dari Mereka berdua dengan senyuman lebar di bibir mereka.


"Waahh selamat ya, untuk kalian berdua. kami turut bahagia. " Abhi memeluk asistennya itu, dan mengucapkan selamat kepadanya. "Aku tidak menyangka ternyata senjatamu cukup ampuh Mario. "


Celetukan dari Abhi membuat semua yang berada disana tertawa bahagia. Mereka datang untuk menyambut kelahiran bayinya Yesha dan Abhi serta mendapat kabar tentang kehadiran bayi yang sedang tumbuh di perut Maya.


"Sungguh Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan. "


**********


Itulah kisah perjuangan hidup berumah tangga seorang wanita yang bernama Yesha. Diawali dengan sebuah pernikahan yang penuh dengan toxic dsri suami dan keluarga. Hingga perpisahan yang ia pilih, hingga akhirnya dia mendapatkan kebahagiaan seperti apa yang ia di inginkan selama ini.


Mendapatkan suami yang baik dan keluarga yang pengertian. Sungguh, Yesha merasakan kebahagiaan nya setelah menikah dengan Abhi apalagi saat ini mereka telah di karuniai buah cinta mereka. Semakin lengkap sudah kebahagiaan Yesha dan Abhi.


Dan ingatlah, hukum tabur tuai itu ada. Seperti yang di alami keluarga Dika saat ini. Walau Dila sudah mendapatkan kebahagiaannya, tapi tetaplah dia pernah merasakan bagaimana sebuah hukum karma yang berlaku.


Untuk bu Ayu dan Dika. Mungkin saat ini mereka sedang menjalani pertobatan agar mendapat pengampunan dari Tuhan. Dan semoga Dika segera mendapatkan jodoh nya, ya... Aamiinn


Tamat.

__ADS_1


__ADS_2