
Hari pernikahan Dika dan Maira Akhirnya Datang Juga . Pak RT datang bersama seorang ustad , dan sepuluh orang Tetangga di sekitar rumah Dika yang datang untuk menjadi saksi pernikahan Dika dan Maira .
Dika dan Agus menyambut kedatangan undangan yang Dika pinta. Karena Dika memang tidak ingin , mengundang banyak orang . Yang penting Dika dan Maira sudah melakukan pernikahan dan ada saksi pernikahan yang bertanggung jawab. Sehingga tidak akan memunculkan fitnah di kehidupan Dika dan Bu Ayu nantinya.
Maira juga sudah dirias oleh Dila . Dia terlihat sangat cantik , dengan make up natural yang dipoleskan oleh Dila . Walaupun bukan profesional , Tapi Dila juga pandai berdandan . Dan dia membuktikannya Saat mengaplikasikan , semua alat make up nya di wajah Maira .
Para pria , sedang berbincang di ruang tamu yang duduk di atas karpet . Sambil menunggu mempelai wanita yang sedang bersiap. Pak ustad juga memberikan beberapa wejangan dan nasehat kepada para pria yang ada di sana . Tentang hak tanggung jawab dan kewajiban Seorang Istri dan suami . Pak ustad juga memberikan sedikit tausiyah , kepada mempelai laki-laki untuk selalu bersikap baik kepada istrinya . Karena rezeki suami akan mengalir deras , saat dia bisa membahagiakan istrinya .
Semua itu sudah Dika dengar baik itu di ceramah saat di masjid maupun di beranda-berada media sosialnya . Bahwa kunci Kesuksesan suami adalah kebahagiaan istrinya , karena itu Dika akan mempraktekkannya di pernikahannya kali ini . Semoga kelak rumah tangganya bersama Maira , menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warohmah .
Maira keluar dari kamarnya didampingi Bu Ayu dan Dila . Semua orang melihat ke arah Maira , mereka semua terkejut karena melihat kecantikan Maira , dan Jika dilihat dari usianya Maira masih sangat muda .
Bu Ayu lalu mendudukkan Maira di sebelah Dika , di depan Dika sudah ada Pak RT dan pak ustad yang akan menikahkannya
"Mas Dika pinter ya cari istri , kelihatannya muda banget. " cceletuk pak ustad saat melihat Maira duduk berdampingan dengan Dika
"Alhamdulillah rezeki saya pak ustad ." Kata Dika yang disambut gelak tawa semua orang .
Sedangkan wajah Maira sudah memanas menahan malu .
"Baiklah kita Mulai. "
Lalu pak ustad , mulai melakukan tugasnya sebagai seorang wali hakim untuk Maira . Karena Maira tidak pernah tahu siapa orang tuanya , dan di sini seorang wali hakim bisa dimintai tolong untuk menikahkannya dengan pria pilihannya .
Setelah pelafalan ijab qobul dan terdengar kalimat "SAH." dari para saksi yang hadir. Kini Maira sudah resmi menjadi istri Dika. Lantunan do'a-do'a pun mereka aminkan untuk kedua mempelai. Dengan harapan pernikahan ini membawa berkah untuk kedua belah pihak.
Dika kemudian menyematkan cincin pernikahan yang sudah dia siapkan untuk istrinya itu, begitu pula sebaliknya. Maira lalu mencium tangan Dika yang sudah menjadi suaminya dengan takzim. Berharap tangan ini selalu kuat untuk menuntunnya agar selalu berada di jalan Allah. Dan Dika membalasnya dengan sebuah kecupan di kening Maira. Dengan harapan, istrinya kelak manjadi seorang istri yang sholeha yang bisa menenangkan hati dan menyejukkan jiwanya.
__ADS_1
Setelah tautan terlepas. Maira lalu kembali ke dalam kamar, bersama Dila. Kini semua orang, terutama para pria mulai dipersilahkan untuk memakan hidangan yang tah disajikan. Agus memang menyuruh beberapa staf restonya untuk membantu kelancaran prosesi akad Nikah Dika dan Maira. Karena sesuai pesan ibunya, Dila tidak boleh capek. Jadi biarlah dia menambah biaya pelayanan untuk kakak iparnya ini. Lagi pula ini tidak setiap hari. Dan mungkin hanya seumur hidup sekali. InsyaAllah.
Para tamu undangan juga membawa pulang nasi kotak atau berkat yang sudah disiapkan Agus. Para pegawai Agus juga mengantarkan beberapa nasi kotak tetangga sekitar rumah aku , sebagai tanda ucapan syukur bahwa Dika sudah menikah .
Proses yang cepat dan berlangsung singkat . Benar kata Maira , seandainya mereka menyewa baju itu hanya akan buang-buang uang percuma karena hanya dipakai kurang dari 1 jam . Mungkin sekarang Dila akan meniru cara Maira untuk berhemat , Walau terkadang Kita juga harus memanjakan diri kita sendiri .
Semua tamu sudah pulang , pegawai Agus juga sudah kembali ke restonya . Ini hanya tinggal keluarga inti yang berada di rumah Bu Ayu . Mereka sedang berbincang hangat dengan anggota baru keluarga mereka yaitu Maira .
Banyak godaan yang dikeluarkan bila kepada kakaknya itu , misalnya tentang malam pertama .
Cie yang mau buka puasa . Setelah 3 tahun puasa . Cicit Dila dengan nada mengejek kepada kakaknya .
Apa sih Dil ? Jangan Menggoda kakakmu . Karenabila yang istrinya masih belum bisa dipakai . Kata Bu Ayu dengan terkekeh .
Dila dan Agus yang mendengar itu pun malah tertawa terbahak-bahak. Karena malam pertama kakaknya harus dipending .
"Emangnya mas Dika puasa apa kok sampai 3 tahun . Perasaan mas Dika makan tiap hari. "
Pertanyaan polos Maira , membuat semua orang yang ada di sana tertawa . Rupanya Maira masih belum tahu Apa itu hubungan suami istri .
"Nggak bisa kita jelasin Mai, biar nanti Mas Dika sendiri yang ngasih tahu ." Kata Dila setelah bisa mengontrol ketawanya .
"Ya sudah Bu , Mas kami pamit dulu . Sesuai kesepakatan dengan ibu mertua , aku hanya menginap sehari dan hari ini aku harus pulang . " Kata-kata Dila sambil melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam .
"Kenapa kalian buru-buru , Kenapa nggak nginap sehari lagi di sini ? " Katanya Bu Ayu yang selalu merasa sedih ketika akan ditinggal pergi oleh anak perempuannya itu .
"Kami sudah janji sama ibu , kami nggak mungkin mengingkari janji Bu ? Nanti Ibu kecewa kepada kami . " Kata Dila dengan wajah Sendu .
__ADS_1
"Ya sudah nggak apa-apa Dil , pulanglah dan sampaikan terima kasihku kepada ibumu . Kamu juga Gus terima kasih atas apa yang kamu berikan kepadaku hari ini . Aku sangat berterima kasih kepadamu. " Ucap Dika Tulus sambil memeluk adik iparnya itu .
Dika dan Maira serta Bu Ayu , akhirnya mengantarkan pasangan aktif dan Dila sampai ke depan rumah . Mereka baru masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Agus tidak terlihat .
Rumah kembali sepi setelah tidak ada celotehan dari Dila maupun cucunya. Mereka bertiga Masih betah duduk di depan TV , melihat siaran televisi yang sedang tayangkan . Dika dan Maira , masih duduk berjauhan mengambil jarak . Padahal mereka sudah resmi menjadi suami istri . Tapi Dika masih segan untuk berdekatan dengan Maira. Begitu juga dengan Maira yang masih segan untuk duduk berdekatan dengan Dika .
Hingga bu Ayu yang berdiri untuk kembali ke dalam kamarnya . Tapi sebelum masuk ke dalam kamar , Bu Ayu berbalik dan menatap mata .
"Mai malam ini , kamu tidak boleh tidur di kamar Dila lagi . Kamu harus tidur satu kamar dengan Dika . Agar kalian bisa dekat , dan tidak berjauhan seperti itu . Ingat kalian sekarang sudah menjadi suami istri . Dan halal bagi Dika untuk menyentuhnya . "Kata Bu Ayu mengingatkan
Mendengar peringatan dari Bu Ayu , membuat wajah Maira menegang . Dia lupa kalau saat ini Dia sudah menjadi Seorang Istri . Dika yang melihat ketegangan di wajah istrinya setelah mendekat , dan menggenggam tangannya .
"Tidak apa-apa , santai saja . Kita bisa saling mengenal lebih dulu . Karena kita juga baru saling mengenal . Dan belum mengetahui satu sama lain . Aku akan bersabar menunggumu ." Kata Dika dengan tersenyum hangat agar Maira tidak takut .
"Sekarang ayo kita tidur ,sudah malam besok hari Senin aku sudah harus pergi bekerja ." Ajak Dika kepada Maira .
Maira hanya menurut , dan mengikuti Dika . Karena saat ini tangannya sedang digandeng erat oleh Dika .
Di dalam kamar Dika langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur , sedangkan Maira berdiri dengan kaku dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan . Dika lalu menepuk-nepuk tempat tidur kosong di sampingnya ,
"Kemarilah tidur di sampingku .Bukankah aku sudah menjadi suamimu. " kata Dika yang mencoba mencairkan suasana . Karena melihat Maira sangat tegang
Perlahan Maira mendekati Dika, dan duduk di pinggir ranjang . Karena dia masih takut. Tanpa aba-aba , Dika langsung menarik lengan Maira agar segera tidur . Dan benar saja Maira langsung tertidur di samping Dika.
Maira tidur memunggungi Dika. Karena dia masih takut, Dan jika kalian tau, jantung Maira saat ini berdetak dengan sangat kencang. Belum bisa mengontrol detak jantungnya tiba-tiba sebuah tangan melingkar di perut Maira.
"Jangan takut, aku adalah suamimu. Dan kau adalah istriku. " sebuah gumaman Yang meyakinkan, Maira dengar di telinganya.
__ADS_1