Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 2


__ADS_3

"Kamu nggak apa-apa Nak. " tanya Bu Ayu yang ikut merasa khawatir.


"Dia baik-baik saja Bu, kakinya saja yang keseleo dan kuenya berantakan. " ujar Dika dengan santainya.


"Ya ampun Kenapa bisa begitu ? terus kue-kue itu tidak bisa diselamatkan ?" tanya bu Ayu lagi.


"Ya enggak lah Bu, ini juga sudah kotor . Aku tadi mengantarnya pulang tapi dia malah diusir dari kontrakan, sama pemilik kontrakan. Karena nggak tahu harus ke mana Jadi aku bawa dia pulang ke rumah . Aku pikir biarkan dia di sini selama beberapa hari untuk menemani Ibu . " ujar Dika kemudian.


Ibu Ayu seolah berpikir, benar jugaa apa yang dikatakan Dika. Kalau anak ini ada di sini dia tidak akan kesepian selama di tinggal Dika bekerja.


"Bagaimana nak apa kamu mau tinggal di sini bersama ibu . Ibu akan senang sekali Jika kamu ada di sini karena akan ada yang menemani Ibu di rumah . " ujar bu Ayu.


"Apa tidak apa-apa Mas, apa aku tidak akan merepotkan kalian ? " ujar Maira merasa tidak enak.


"Kalau Ibuku memintamu tinggal di sini maka tinggallah tidak akan ada yang merasa direpotkan .Lagi pula di sini hanya ada kami berdua . Dan mungkin saja Ibuku akan senang karena akan ada yang menemaninya di rumah ." ujar Dika.


"Bu aku minta tolong padamu, Tolong panggilkan tukang pijat untuk memijat kaki Maira . Lagi pula aku akan pergi ke kantor karena aku izin kepada atasanku akan datang terlambat karena mengalami insiden kecelakaan. Dan bilang kepadanya kalau aku sedang mengantar korban ke rumah sakit. " kata Dika sambil memberikan uang ratusan ribu kepada ibunya untuk ongkos memijat.


"Baiklah Dika ibu akan memanggilkan tukang pijat untuk memijat kaki Maira yang keseleo. "


Dika segera beranjak dari duduknya dan menuju motornya dia akan pergi ke kantor bekerja seperti biasa. Sedangkan di rumah, Bu Ayu menyuruh Maira untuk masuk ke kamar milik Dila yang dulu. Karena kamar itu sudah tidak pernah ditempati . Dan Dila sendiri tidak pernah menginap lama di rumah ibunya .


"Sementara Istirahatlah di sini Ibu akan memanggil tukang pijat untukmu . " ujar bu Ayu kepada Maira.


"Terima kasih Bu, Maaf sudah merepotkan Anda . " ujar Maira yang merasa tidak enakan .


"Tidak apa-apa ibu senang membantumu, karena kamu seperti ini juga akibat kesalahan Dika yang tidak hati-hati dalam mengendarai motor nya. " kata Bu Ayu lalu pergi dari kamar Maira

__ADS_1


Maira memperhatikan setiap sudut kamar yang ada di sana. Dia merasa bahwa kamar itu adalah kamar bekas seorang wanita.


"Mungkinkah kamar ini kamar saudara Dika atau kamar istrinya. " pikir Maira.


"Sudahlah nggak penting juga yang penting Sekarang aku bisa istirahat dan berteduh untuk sementara. " gumam Maira .


Tak lama Bu Ayu datang bersama dengan wanita paruh baya, dia mengetuk kamar Maira memanggil Maira agar segera keluar dan melakukan pemijatan pada kakinya yang keseleo.


"Maira keluar dulu Ibu membawakan tukang pijat untukmu . Segera pijat kakimu agar cepat sembuh. " Panggil Bu Ayu sambil mengetuk pintu kamar Maira.


Maira keluar dengan wajah lesu .Dia Lalu menemui Bu Ayu dan tukang pijat yang sudah dipanggil oleh Bu Ayu, dan melakukan pijatan di ruang keluarga. Maira sedikit meringis saat tukang pijat itu memijat bagian yang sakit .


"Apa wanita Ini calon istri Dika, Bu ? Dia cantik sekali dan sepertinya masih sangat muda." tanya tukang pijit itu yang seperrinya kepo. Biasalah, mak-mak sukanya kepo dengan kehidupan orang lain.


"Bukan Bu Dia wanita yang ditolong Dika Tadi waktu berangkat bekerja .Dia tak sengaja di tabrak Dika, Karena tidak ada luka serius jadi Dika membawanya kemari . " jelas bu Ayu.


"Oh aku kira calon istri Dika .Ini Nggak apa-apa kok cuma keseleo sedikit, mungkin satu minggu lagi sudah bisa sembuh . Dikompres air hangat setiap hari nanti juga bengkaknya mengempis . kata tukang pijat tadi.


"Makasih ya Bu . " ujar bu Ayu yang mengantarkan tukang pijit itu keluar rumah.


"Sama-sama saya pamit dulu mari . "


Bu Ayu masuk ke dalam rumah dan dilihatnya Maira yang sedang duduk sendiri sambil nonton TV . Lalu dia menyuruh Maira untuk istirahat .Sedangkan dia sendiri akan Masak untuk makan siang mereka berdua nanti .


"Kamu istirahatlah Maira biar kakimu biar kakimu bisa lebih baik . Ibu mau masak untuk makan siang kita nanti . Kalau Dika nanti pulangnya sekitar pukul 05.00 sore nanti ibu juga akan Masak untuk makan malam. Soalnya Dika suka makanan yang baru, dan masih hangat walaupun itu cuma telor ceplok atau tempe goreng, pokoknya hangat. " jelas bu Ayu kepada gadis itu.


"Saya nggak enak Bu, masak saya harus istirahat sedang ke pemilik rumah harus masak .Bagaimana kalau saya bantu masak walaupun hanya untuk memotong sayuran. Karena untuk berdiri terlalu lama Kaki saya sakit ." ujar Maira dengan sungkan.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa kalau begitu kita masak bareng. Kita masak sayur bayam aja ya, nanti kamu yang potong sayurnya. ibu ya goreng tempe dan sambalnya. "


Iya bu, sini Maira bantu. "


Mereka berdua memasak bersama, walau baru kenal, tapi mereka sudah terlihat akrab. Bu Ayu baru kali ini merasakan seperti punya seorang anak perempuan atau menantu. Karena dia dulu tidak pernah membiarkan Dila masuk dapur. Dan selalu berbuat semena-semana kepada menantunya. Hingga akhirnya semua wanita di rumah itu pergi meninggalkannya, anak dan menantunya. Hanya tinggal dia sendiri dirumah itu, bersama anak keduanya yang sangat menyayanginya dan selalu berbakti padanya.


Maira dan Bu Ayu Segera makan siang , memakan makanan yang telah mereka masak bersama .Walau makanan sederhana tapi sangat nikmat dimakan pada siang hari . setelah makan siang selesai mereka ngobrol santai diruang keluarga sambil nonton TV .


"Maira Kalau boleh ibu tahu orang tuamu berada di mana sekarang, dan tinggal di mana mereka . "


"Maaf Bu aku tidak pernah tahu di mana orang tuaku karena sejak kecil aku sudah tinggal di panti asuhan . Aku tidak pernah tahu siapa orang tuaku . Aku juga tidak pernah memikirkan mereka . Karena belum tentu mereka juga memikirkan aku . " ujar Maira.


"Oh begitu ,tega sekali ya orang tua yang menelantarkan anaknya di Panti Asuhan Apa mereka tidak pernah memikirkan kehidupan anak-anaknya disana. " ujar Bu Ayu yang merasakan tak habis pikir dengan kelakuan orang tua seperti mereka.


Dia soalnya tidak bercermin pada masa lalunya .Di mana anaknya telah menelantarkan anak dan istrinya. Dan hanya diberikan uang gaji sisa . Lalu bagaimana juga dengan Maya yang tidak pernah diberi Uang belanja oleh suaminya ,dan harus mengerjakan semua pekerjaan rumah hanya untuk mendapatkan makanan .


Terkadang seseorang itu mudah untuk berbicara ,tapi pada kenyataannya merekalah yang telah melakukan kesalahan yang lebih fatal. Orang hanya bisa menyampaikan pendapatnya ,tapi tidak pernah berkaca pada masa lalunya ataupun pada dirinya sendiri .m


Mereka selalu ingin dianggap sempurna ,padahal merekalah orang yang paling merugi .


"Kamu kenapa sampai diusir dari tempat kontrakan ?


'Karena saya menunggak kontrakan selama beberapa bulan bu .Saya harus berjualan siang malam untuk mencukupi kebutuhan hidup saya Saya tidak punya cukup uang untuk membayar kontrakan saya . " Maira mulai menceritakan kisah hidupnya.


"Terus apa saja yang kamu jual selama ini untuk memenuhi kebutuhanmu . " tanya bu Ayu lagi


"Saya hanya menjual kue yang saya kelilingkan ke kompleks perumahan atau kampung-kampung . Maklumlah Bu ijazah saya cuma ijazah SMA jadi saya tidak bisa bekerja di kantoran, paling mentok juga jaga warung atau jaga toko itupun banyak yang menolak . "

__ADS_1


Bu Ayu mengangguk mengerti . Sampai ia menemukan ide brilian untuk Maira .


Note : Author bikin part 2 khusus cerita Dika dan bu Ayu. Jika kalian suka bisa komen Lanjut. Jika sedikit yang komen othor skip sampe disini aja ya. πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2