
"Dila... "
Sebuah suara yang sangat Dila kenal itu menyapanya. Dila langsung menoleh ke asal suara.
"Mbak Maya? " ucap Dila dengan tergagap.
"Kamu lagi ngapain disini. " tanya Maya yang melihat wajah sendu mantan adik iparnya itu.
Dila mencoba tersenyum dengan paksa. "Nggak apa-apa mbak, aku hanya sedang jalan-jalan. " ujar Dila berbohong.
"Mbak Maya sedang apa di sini? " tanya Dila balik.
"Aku sedang menemani Arum jalan-jalan dan bermain. " kata Maya sambil menunjuk Arum yang sedang bermain.
Dila tersenyum melihat keponakannnya sedang berlarian mengejar gelembung sabun.
Tiba-tiba perut Dila berbunyi, dan Tanpa sengaja Maya langsung melihat ke arah perut Dila. Matanya terbelalak saat melihat perut Dila yang membesar.
"Ya Ampun Dila. Ini Apa? " pekiknya dengan suara lirih.
"Kamu hamil? " tanya lagi.
Dan dijawab Dila dengan anggukan.
"Apa kamu sudah menikah. " tanya Maya lagi degan berbisik.
Dan Dila menggeleng kan kepala sebagai jawaban. "
Maya langsung membekap mulutnya sendiri agar tidak meneriakkan keterkejutannya.
"Lalu ini. "
Dila lalu menceritakan aib hidupnya kepada Maya mantan kakak iparnya, tidak apalah dia menjual aib dan kesedihannya. Mungkin saja Maya akan terenyuh dan membantunya.
"jadi kamu baru operasi minggu lalu? "
Dila mengangguk sebagai jawaban.
"Dan kamu lari dari pria yang sudah menjagamu? "
Dila lagi-lagi mengangguk.
"Kenapa lari? Kenapa tidak bertahan sampai anak ini lahir? Mungkin saja anak ini beneran anaknya. " Maya merasa iba dengan sesuatu yang menimpa Dila
"Aku nggak bisa mbak. Rasanya aku pengen menghajarnya kalau ingat istrinya sudah membunuh salah satu bayiku. " kata Dila sambil terisak.
Maya lalu memeluk Dila dari samping.
" Sabar ya, mungkin ini ujian untukmu. " Maya hanya bisa menguatkan Dila.
"Sekarang kamu mau kemana? "
Dila menggeleng.
Melihat itu, Maya jadi galau. Dia kasihan tapi dia juga tidak bisa membawanya ke tempat kostnya. Karena jika Yesha tau, mungkin saja Yesha akan marah kepadanya karena sudah membawa Dila kesana. Maya tau dengan pasti bagaimana perlakuan Dila kepada Yesha dulu. Dia selalu menghina dan merendahkan Yesha dulu. Maya juga melakukan hal yang sama, tapi tidak separah Dila dan ibunya.
"Sebenarnya sekarang aku tinggal di kost-kostan Dil, tapi sepertinya aku tidak bisa membawamu kesana. "
Dila tak mengerti apa maksud Maya.
"Aku memang tinggal di sebuah Kost-kosan. Tapi kost an itu milik Yesha. "
Dila menelan salivanya kasar saat mendengar nama Yesha di sebut.
"Ye... Yesha... " katanya tergagap.
"Iya, Yesha. Wanita yang dulu selalu kita hina dan kita rendahkan. Sekarang dia sudah menjadi juragan. " jelas Maya
"Maksud mbak? "
Maya menceritakan siapa Yesha sekarang dan siapa suaminya. Yang Dila juga tau, karena mereka pernah bertemu kapan hari.
__ADS_1
Dila menunduk malu dengan apa yang dia dengar. Ternyata hidup Yesha bisa lebih baik saat keluar dari rumah ibunya. Sedangkan kehidupan mereka kini berputar 180°.
"mbak bisa pertemukan aku dengan mbak Yesha, aku ingin minta maaf padanya. Berharap dia memaafkan ku, dan maafnya bisa membuatku hidup dengan tenang dan lebih baik. " pinta Dila kepada Maya.
"Tapi, Dil.. "
"Mbak, kumohon. "
"Baiklah, ayo. Mumpung masih sore. Kalau kemalaman nggak enak, mengganggu mereka. "
Akhirnya Maya memenuhi permintaan Dila. Ya mungkin saja dengan meminta maaf pada Yesha hidupnya jadi lebih baik. Seperti dirinya, yang hidup dengan tenang bersama Arum sekarang. walau hanya dengan uang pas-pasan.
"Arum... ayo pulang dulu. " ajak Maya kepada anaknya yang masih asik bermain gelembung.
"Kok cepet banget bu? " tanya Arum dengan wajah cemberut.
"Ini ada tante Dila pengen ketemu tante Yesha. "
"Ih, apa tante Yesha mau bertemu dengan tante Dila? "
Jleb...
anak kecil saja tau, apakah Yesha mau bertemu dengan Dila. karena Arum adalah saksi mata kekejaman mereka kepada Yesha.
"Kita coba ya. "
"Jangan sampai gara-gara tante Dila, nanti kita diusir dari kost-kosan bu. Aku nggak mau, aku sudah betah disana. Bisa bermain dengan Aksa. " ujar Arum dengan merengek.
"Enggak sayang, tante Yesha kan baik, nggak mungkin akan mengusir kita. "
Mereka bertiga akhirnya pulang ke tempat kost Maya, untuk bertemu dengan Yesha... Hari ini Maya libur lembur, karena dia ingin mengajak anaknya jalan-jalan.
Saat sampai di rumah Yesha, Dila terperangah melihat kediaman Yesha sekarang. belum lagi Maya yang menceritakan semua usaha Yesha. Makin ciut saja nyali Dila untuk bertemu Yesha.
Maya membunyikan bel pintu rumahnya. Dan keluarlah bi Sumi yang membukakan pintu pagar rumahnya.
"Masuk mbak Maya, ada apa ya? " tanya Bi Sumi.
"Saya pengen ketemu Yesha bi, apa ada? "
Mereka berdua duduk di kursi yang berada di teras rumah, sambil berbincang sedangkan Arum sudah lari ke kamar kostnya.
"Rumahnya besar ya mbak, " kata Dila yang tekagum-kagum dengan rumah Yesha.
"Iya, bahkan aku baru pertama kali masuk kesini. "
"kok bisa? bukankah mbak Maya pegawainya mbak Yesha. " tanya Dila bingung.
"Karena sekarang kami adalah orang asing, itu yang dikatakan Yesha kepadaku saat menerimaku kerja disini. Jadi jangan berharap mendapat perlakuan spesial dari Yesha. Bahkan Arum tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah ini, dia bermain dengan Aksa, jika Aksa keluar dan bermain ke tempat kost. "
Dila lagi-lagi menelan salivanya dengan susah payah. Hingga sebuah salam menyapanya.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam." Maya dan Dila mendongak dan melihat Yesha berdiri di hadapannya dengan wajah yang, entah...
"Ada apa ya mbak. " tanya Yesha ketus kepada Maya.
"maaf mengganggu waktumu Yesh, ini tadi aku ketemu Dila di taman, dan dia pengen bertemu denganmu katanya. " jawab Maya dengan takut-takut.
Tanpa ba-bi-bu Dila meluruh kan tubunya di lantai dia memposisikan dirinya dengan bersimpuh, lalu bersujud dibawa kaki Yesha dan menangis sejadi-jadinya.
Melihat itu sontak Maya dan Yesha terkejut. dan mencoba mengangkat tubuh Dila yang sudah berlinang air mata. Abhi yang mendengar keributan diluar pun segera menyusul istrinya, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Ada apa ini." tanya Abhi yang sudah berada di sisi Yesha.
Yesha yang menjaga posisinya agar tidak jongkok pun hanya bisa mengangkat tubuh Dila sebisanya.
"Ada apa, sayang?" tanya Abhi lagi.
"Nggak tau mas, Tiba-tiba dia bersimpuh dihadapanku.
__ADS_1
Abhi melihat siapanyang menangis seperti itu, dia terkejut melihat siapa dia.
" Bawa masuk, nggak enak dilihat tetangga. " ucap Abhi dengan dingin.
Maya lalu menuntun Dila masuk ke dalam Rumah. Di dalam rumah Yesha yang sudah duduk, di kursi kembali mengalami kejadian yang sama seperti di luar. Dila kembali bersimpuh didepannya dan memegang tangannya.
"Mbak... maafin aku... maafin aku atas segala perbuatan ku padamu dulu. Maafin aku.. " ucap Dila dengan sesenggukan.
"Kamu ini kenapa sih Dila? " tanya Dila tak mengerti. "Mbak Maya bisa jelasin apa yang terjadi sama Dila?
Maya mengangguk, dan mulai menceritakan apa yang terjadi pada Dila.
Yesha membekap mulutnya dengan kedua tangan nya setelah mendengar cerita Dila dari Maya. Dia lalu menyuruh Dila bangkit dan duduk di kursi. Yesha lalu menoleh kearah suaminya. Melihat itu Abhi hanya menggedikkan bahunya. Itu artinya semua keputusan di tangan Yesha.
"Aku kedalam dulu, selesaikan sesuai isi hatimu Sayang. " Abhi mengecup kening Yesha lalu dia masuk ke dalam. Bukan karena apa, dia tidak mau wajah tampannya dipandang terlalu lama oleh wanita lain.
Yesha menghembuskan nafasnya kasar. Mungkin karma sedikit demi sedikit menghampiri keluarga mantan suaminya. Haruskah dia memaafkan dan memutuskan rantai karma ini?
Melihat Dila yang hamil tanpa suami, anaknya mati satu dan sekarang harus terlunta-lunta di jalanan. Membuatnya menoleh ke belakang, ternyata hidupnya lebih baik dari mereka. Memiliki suami yang mapan, hamil anaknya yang sah dan memiliki rumah yang layak.
"Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau dustakan. "
Yesha mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Dia harus banyak bersyukur dan memaafkan masa lalunya. Lagi pula Dila sudah terlihat sangat menyesal akan perbuatannya kemarin.
"Baiklah, Dila, aku memaafkanmu. " ujar Yesha pada Akhirnya. "Berubahlah menjadi wanita baik-baik. Semoga ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagimu. "
Dila menangis haru mendengar semua ucapan Yesha. Ternyata benar, mantan kakak iparnya ini adalah wanita yang sangat baik.
"Boleh aku memelukmu mbak? " pinta Dila kepada Yesha.
Yesha lalu merentangkan tangannya, dan Dila segera berhambur memeluk wanita yang sudah dia sakiti selama ini dengan kata-kata pedasnya.
"Maafkan aku... maafkan aku... maafkan aku... "
Hanya itu yang bisa Dila ucapkan kepada Yesha. Yesha membalas pelukan Dila dan mengusap rambutnya, dan dia merasakan rambut Dila yang rontok. Yesha langsung melepaskan pelukannya.
"Dil ini kenapa? " tanya Yesha kepada Dila dengan menunjukkan rambutnya yang rontok.
"Itu mungkin rambutku yang ditarik istri mas Agus mbak. " kata Dila dengan meringis.
"Astaghfirullah haladzim... " pekik Yesha uang tidak menyangka kalau ada orang yang kejam kepada wanita hamil.
"Yesha, Dila tidak punya tempat tinggal. Ingin kembali kerumah ibu tidak mungkin. Karena dia tidak mau membuat malu ibunya. apakah aku boleh mengajak Dila tidur dikamarku malam ini? " pinta Maya kepada Yesha karena kasihan kepada Dila.
"Terserah mbak aja. Ngontrak di kostku juga boleh, asal kalian bisa jelaskan kepada semua orang yang bertanya tentang kehamilan Dila. " jelas Yesha, dia tidak mau di anggap mantan kakak ipar jahat yang membiarkan mantan adik Iparnya terlunta-lunta dijalanan apalagi saat keadaan hamil seperti dirinya.
Maya dan Dila jadi berbinar mendengar hal itu.
"Benar mbak... aku boleh kost disini?" tanya Dila tak percaya.
"Iya, ada satu kamar kosong bekas Jihan, yang sudah lama tak terisi, di lantai bawah dekat mbak Maya. "
"Sekarang kalian pergilah, bukan maksud mengusir tapi aku juga butuh istirahat. Kita bicarakan ini besok lagi. "
"Maafkan kami yang sudah mengganggumu, Yesh. " ujar Maya yang merasa tak enak hati
"Iya... " jawab Yesha malas. "Dan ingat ini, status kita saat ini hanya orang asing. Jadi jangan berharap terlalu banyak kepadaku. " ujar Yesha terakhir kali sebelum masuk ke dalam rumah.
"Bi... tolong antarkan mbak Maya keluar ya, aku capek banget. " Yesha minta tolong kepada Bi Sumi mengurus kedua tamuanya.
Dila dan Maya saling berpandangan dan tersenyum. Ternyata yang diucapkan Maya tadi benar semua. Malam ini dia akan tidur di kostan Maya, sebelum besok melihat tempat kostnya sendiri.
Dikamar, Yesha memeluk Abhi dengan erat.
"Kenapa?" tanya Abhi membalas pelukam Yesha.
"Kenapa, Orang-orang masa lalu ku selalu datang kepadaku? "
"Karena mereka sudah mendapat karma, dan ingin meminta maaf kepada mu. "
"kenapa karma mereka sangat kejam? "
__ADS_1
"Karena Allah memberi merrka balasan sesuai apa yang mereka lakukan, Jika mereka menyadarinya, mereka pasti akan naik derajatnya. Ini semua adalah ujian yang harus mereka terima. Bersyukurlah jika mereka mau bertobat. "
Yesha mengangguk kan kepalanya mendengar ucapan Abhi yang sangat menenangkan.