Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Ketahuan


__ADS_3

"Apa papa dan mama akan tetap sayang sama Aksa kalau kalian punya adik bayi? " tanya Aksa dengan wajah sendu kepada kedua orang tuanya.


"Tentu saja sayang, mama akan tetap sayang sama Aksa. Aksa kan juga anak mama, kenapa Aksa tanya seperti itu? "


"Nggak apa-apa ma, Aksa hanya takut mama sama papa nggak sayang Aksa lagi setelah punya adik bayi. "


Abhi lalu mengangkat Aksa dan mendudukkan dipangkuannya.


"Apa boleh papa jelasin porsi kasih sayang antara aksa dengan adik bayi? " tanya Abhi hati-hati sebelum bicara. Karena dia tau Aksa memiliki sisi sensitif jika membicarakan masalah kasih sayang.


Aksa mengangguk.


"Aksa... nanti jika perhatian mama kepada adik lebih banyak dibandingkan kepada Aksa, Aksa tidak boleh merasa kesal atau bilang kalau mama dan papa pilih kasih atau apapun yang Aksa pikirkan. "


"Kenapa pa? "


"Karena adik bayi membutuhkan banyak perhatian dari mama. Adik bayi kan masih kecil, belum bisa apa-apa. Bisanya cuma menangis, kalau mau pipis nangis, mau tidur nangis, minta minum juga nangis. Karena itu, mama pasti ngasih perhatian lebih kepada adik bayi. Karena adik bayi bisanya cuma nangis. " Abhi mencoba menjelaskan dengan kalimat sederhana yang mudah di cerna Aksa.


"Nah, Aksa kan udah besar, semuanya sudah bisa sendiri, makan sendiri, mandi sendiri dan ganti baju sendiri. Jadi Aksa sudah bisa mandiri, kalau Aksa tidak bisa Aksa bisa minta tolong mas Danu atau mbak Jihan, ke papa, atau ke bi Sum. Dan kepada mama jika mama sedang tidak menggendong adik bayi. "


Aksa mengangguk.


"Dan karena Aksa sekarang sudah mau jadi kakak, Aksa harus bisa memberikan contoh yang baik untuk adik Aksa nanti . Baik itu bertutur kata atau bersikap. Apa sekarang Aksa mengerti perbedaan kasih sayang antara Aksa sama adik bayi? " tanya Abhi saat sudah menjelaskan semuanya.


Aksa lagi-lagi mengangguk. "Baik pa, Aksa mengerti. Aksa akan jadi kakak yang baik untuk adik. Dan anak yang baik untuk papa dan mama. " kata Aksa sambil memeluk papa nya.


"Anak papa memang pintar. " puji Abhi kepada anak sambungnya itu.


Yesha melihat kedekatan Abhi dan Aksa merasa bahagia dan terharu. Apalagi suaminya itu bisa menjelaskan arti perbedaan kasih sayang antara Aksa dan adik bayi sejak awal. Sehingga bisa membuat Aksa mengerti. Inilah dasar bagi orang tua, agar bisa menjelaskan perbedaan kasih sayang antara adik dan kakak. Agar mereka tidak menganggap kedua orang tuanya pilih kasih.


*


Kalau usia kandungan Yesha menginjak dua bulan, maka usia kandungan Dila memasuki lima bulan. Perut Dila yang besar tak seperti ibu hamil biasanya. Dia hidup tenang di rumah ibunya Agus. Makan dan istirahat dengan nyaman walau ikut membersihkan rumah sebiasanya. Namun satu hal yang membuatnya tersiksa adalah, saat Agus datang maka dia harus melayaninya walau dalam keadaan perut besar. Uang di rekeningnya pun meningkat, karena tidak pernah dia gunakan sama sekali. Hidup nya sudah cukup terjamin di sana.

__ADS_1


Hari ini, Dila akan memeriksakan kandungannya ke ke rumah sakit, biasanya dia akan diantar oleh bi Lilis ke bidan saja. Tapi hari ini dia akan pergi ke rumah sakit,karena ingin melakukan USG. Dan karena bi Lilis sedang tidak enak badan Dila memutuskan untuk pergi ke rumah sakit sendiri dengan menggunakan taksi online.


Sebelum dia memesan taksi, terdengar bunyi mesin mobil yang berhenti di halaman rumah. Ternyata Agus yang datang. Dila mengela nafasnya, sudah dipastikan dia akan minta jatahnya. Tapi tidak untuk hari ini, Karena Dila ingin memeriksakan kandungannya.


"Mau kemana Dil kok sudah rapi. " tanya Agus yang melihat Dila tampak cantik hari ini dengan perut besarnya.


"Mau ke rumah sakit mas, " Dila sudah tidak memanggil Agus dengan panggilan om lagi, karena dilarang oleh Agus sendiri.


"Sendiri? kemana bi Lilis. "


"Iya sendiri mas, bi Lilis lagi nggak enak badan. Kemarin aku sudah buat janji sama dokter. Jadi hari ini aku harus pergi. "


"kamu naik apa? "


"ini mau pesen taksi online. "


"Belum pesen kan? "


Dila menggeleng.


Dila yang awalnya enggan dan menolak akhirnya menurut setelah mendapat paksaan dari Agus.


Tanpa mereka sadari dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi kedua orang itu dari dalam mobil.


Agus membawa Dila ke rumah sakit tujuannya, dan langsung menuju ruangan dokter kandungan karana telah buat janji sebelumnya. Sosok wanita yang mengikuti mereka pun, ikut mengikuti tanpa sepengetahuan mereka.


"Selamat, ibu Dila, sepertinya anak ibu Kembar keduanya laki-laki. karena itu besarnya perut ibu tidak seperti orang yang hamil satu janin biasanya. " jelas dokter kandungan itu.


Dila merasa bahagia karena ternyata dia bisa hamil bayi kembar. Begitu pula Agus, yang berharap kelak bayi-bayi itu adalah bayinya. Sedangkan sosok yang sedang menguping di balik pintu mengepalkan tangannya dengan amarah tertahan.


Wanita itu segera pergi dari sana, dia akan menunggu diluar untuk meminta penjelasan. Dila dan Agus keluar dengan kebahagiaan yang berbeda. Dila bahagia hamil anak kembar dan Agus berharap kalau anak-anak ita akan menjadi anaknya.


Sesampainya di parkiran tubuh Agus menegang melihat sosok yang berdiri di dekat mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa kau ada disini? " tanya Agus sedikit ragu.


"Kenapa? apa kau takut aku ada disini? dan memergokimu dengan selingkuhanmu? " pekik wanita itu yang tak lain adalah Susan istri Agus.


"Siapa dia mas? " tanya Dila yang tidak pernah mengetahui sosok Susan.


"Di... dia istriku. "


Mendengar kata istri tubuh Dila ikut menegang.


"Kenapa? apa kau sudah tau siapa aku? dasar j*l*ng."


Susan lalu mendekati Dila dan segera menarik rambutnya. Dila yang menerima serangan tiba-tiba dari Susan pun tidak siap, dan langsung merasakan sakit yang amat sangat di kulit kepalanya.


"Susan hentikan. Dia sedang hamil. " Agus mencoba memisahkan mereka berdua.


Namun sia-sia tangan Susan menarik rambut Dila dengan sangat kuat. Susan membenturkan kepala Dila pada sebuah mobil dan melepaskan tangannya setelah melihat segenggam rambut yang rontok dari kepala Dila. Dila merasa sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Kamu ini apa-apa Susan." Agus mencoba menolong Dila yang kesakitan.


" Kamu yang apa-apa an. kenapa selingkuh dari aku? Apa karena aku tidak bisa hamil. Hah? "


Lagi kali ini Susan maju dan mendorong Dila dengan kuat, hingga tubuhnya membentur mobil dengan kuat. Dan terjatuh di tanah. Dila langsung merasakan sakit luar biasa di punggung dan perutnya, Seketika darah segar mengalir dari sela kaki Dila.


Melihat itu, Susan merasa puas dan tertawa seperti orang gila. Dila langsung ditolong beberapa orang lewat yang melihat pertikaian dua wanita itu dan langsung dibawa ke IGD.


Agus yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia langsung mendekati Susan dan menampar nya berkali-kali hingga tawa Susan berhenti.


"Kau memang sudah gila. Kalau sampai anak yang dia kandung kenapa-napa kamu tidak akan bisa memaafkan dirimu sendiri. "


"Kenapa aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, lebih baik anak itu mati. " teriaknya pada Agus.


"Iya kalau itu anakku, kalau bukan. Aku hanya kasihan padanya dan menampungnya di rumah ibu sampai dia melahirkan. karena aku masih punya sisi kemanusiaan, tidak seperti kau. Berwajah malaikat tapi berhati iblis. " Agus lalu meninggalkan Susan yang sedang menegang mendengar setiap kata yang diucapkan suaminya barusan.

__ADS_1


"Apa maksudnya bukan anaknya, apa maksudnya dia hanya menampung nya. " Kalimat-kalimat dari Agus berputar-putar di kepalanya.


__ADS_2