Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 27 (Dika Dan Aksa)


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah acara perusahaan diadakan , ini adalah waktu yang ditentukan oleh Yesha untuk mempertemukan Aksa dengan Dika. Semalam Abhi sudah menghubungi Dika , kalau mereka akan datang di alun-alun kota sesuai kesepakatan . Mereka beralasan kepada Aksa , untuk mengajak Adit bermain bola di sana dan Aksa menyetujuinya .


Dika yang mendengar , kalau Aksa mau bermain di tempat pertemuan yang mereka sepakati merasa gugup tidak percaya diri . Bagaimana kalau Aksa tidak mau bertemu dengannya , dan marah kepadanya . Karena selama ini , Aksa hanya diam jika bertemu dengannya.


"Kuatkan dirimu mas , kamu pasti bisa . Buktikan kesungguhanmu , Jika kamu ingin bertemu dengan anakmu dan memperbaiki hubunganmu dengannya . Jangan terlalu berandai-andai , hadapilah anakmu itu . Bagaimanapun juga dia adalah anak kandungnya, darah dagingmu. Kamu harus bisa meluluhkan hatinya . Jika kesalahanmu sangat besar dan fatal kepadanya , jangan pernah malu untuk berlutut dan meminta maaf kepadanya , jika memang kau bersungguh-sungguh untuk meminta maaf dan memperbaiki hubunganmu dengannya ." Ucapan Maira semalam terus terngiang di telinga Dika , hingga dia tidak bisa tidur malam itu .


"Ayo Mas, kita berangkat , " ajak Maira kepada Dika yang sejak tadi terdiam.


Maira tahu kalau suaminya itu sedang gundah gulana , menghadapi pertemuannya dengan sang anak . Tapi bagaimanapun juga , mereka memang harus bertemu dan bicara dari hati ke hati . Jika tidak , masalah mereka akan terus berlarut-larut hingga dewasa . Dan saat inilah , saat yang tepat untuk Dika menyelesaikan masalahnya dengan sang anak . Mumpung Aksa masih kecil , dan bisa dipengaruhi pikirannya .


Dika yang terkejut pun langsung terjingkat dan menoleh ke asal suara di mana istrinya berada . Dilihatnya Maira sudah siap dengan pakaian olahraganya . Mereka akan berpura-pura , untuk berolahraga pagi ini .


Maira lalu mendekat kepada Ibu mertuanya ,"Bu Kami mohon doa restu , Semoga Mas Dika bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan Aksa. "


"Iya , Ibu mendoakanmu ." Kata Bu Ayu saat Dika mencium tangannya . "Semoga kamu dan Aksa ,bisa rukun dan bisa hidup berdampingan dengan normal seperti ayah dan anak biasanya ."


Ibu Ayu meneteskan air matanya , saat mengucapkan doa dan harapannya kepada Dika . Karena dia sendiri juga merasa bersalah atas sikap Aksa yang tidak peduli kepada ayahnya selama ini.


Mereka berdua segera berangkat ke alun-alun kota , sesuai tempat pertemuan yang telah mereka sepakati . Dika datang sedikit terlambat , karena dia tidak ingin Aksa curiga.


Sesampainya di alun-alun kota , dari jauh Dika melihat keluarga kecil Yesha sedang bermain bola . Di mana Abhi sedang menggoda Aksa dan Adit dengan bola yang dimainkan kakinya . Melihat itu , Dika merasa terenyuh andai dia berada di posisi Abhi saat ini .


"Apa Mas Dika sedang membayangkan , kalau saat ini mas Dika adalah pak Abhi yang berada di sana. " kata Maira dengan pandangan lurus ke depan melihat kekompakan keluarga Abhi dan Yesha .


Mendengar ucapan Maira , membuat Dika merasa bersalah . Dia Lalu menggenggam erat Tangan Maira


"Sudah aku putuskan Mai , jika hari ini Aksa tidak mau memaafkanku . Aku tidak akan memaksanya lagi , dia sudah bahagia dengan keluarganya sendiri . Dan sudah saatnya aku bahagia dengan keluargaku . Aku ingin membuat anak yang banyak denganmu . Apa kau bersedia , menjadi Ibu dari anak-anakku nanti? " tanya Dika kepada Maira yang masih menatap lurus kedepan. Namun saat Dika mengatakan semua itu, membuat Maira menatap nya dan tersenyum lebar kepada Dika lalu mengangguk.

__ADS_1


"Iya mas. aku mau. Kita buat keluarga kecil kita sendiri. " kata Maira dengan mata berkaca-kaca.


"Biarlah pertemuan ini ,menjadi pertemuan pertama dan terakhirku untuk meminta maaf kepada Aksa dan berbicara baik-baik dengannya . Kata Dika yang sudah membulatkan tekadnya .


Mereka berdua lalu berjalan mendekati keluarga Yesha , Abhi yang melihat kedatangan Dika dan Maira sengaja menendang bola ke arah Dika agar Aksa mengejarnya ke sana . Dan Aksa yang belum tahu rencana kedua orang tuanya ,langsung mengajar ke mana bola itu jatuh , dan ternyata bola itu dihentikan oleh sebuah kaki seseorang .


Aksa lalu mengangkat kepalanya , melihat siapa yang sudah menghentikan bola papanya.


Tubuhnya menegang saat melihat ,sosok yang ada di hadapannya . Dia langsung berbalik , dan ingin lari . Namun tangan Dika , langsung memegang tangan Aksa dengan erat .


"Aksa , Ayah mohon . Izinkan Ayah bicara kepadamu sebentar saja . 10 menit hanya 10 menit ." Kata Dika yang mengiba.


Aksa diam saja tanpa menolak atau memberontak dan tanpa bersuara , mungkin itu responnya untuk mendengarkan apa yang ingin ayahnya katakan .


Dika memandang Maira , dan Maira menganggukkan kepala mempersilahkan kepada Dika untuk mengatakan apa yang ingin Dika katakan kepada Aksa. Maira segera mengambil jarak beberapa langkah ke belakang.


Dika lalu berlutut menyamakan tinggi mereka,dan membalikkan tubuh aksa agar menghadap kearahnya. Aksa masih terdiam dan menunduk tanpa bersuara sepatah katapun, seperti biasa. Dika lalu menggenggam kedua tangan kecil Aksa, dan tidak ada penolakan.


Apa yang dilakukan Dika tak luput dari pandangan Abhi yang sedang menggendong Adit dan Yesha yang sedang bersandar di bahu suaminya. Tanpa terasa air matanya turun melihat pemandangan kedua pria beda usia itu.


"Mungkin ini adalah kesempatan ayah yang pertama dan terakhir kalinya untuk meminta maaf kepada Aksa. Karena ayah tau, Aksa sangat membenci ayah. Setelah ini, ayah tidak akan mengganggu kehidupan Aksa lagi. Karena ayah tau, Aksa sudah bahagia hidup dan tinggal bersama keluarga Aksa yang sekarang. Dengan papa Abhi, mama Yesha dan adik Adit. " kata Dika dengan suara getir.


"Ayah benar-benar meminta maaf kepada Aksa. Ayah berharap, Aksa mau memaafkan Ayah, dengan segala kesalahan yang telah ayah lakukan selama ini kepada Aksa. Kalaupun Aksa tidak bisa memaafkan ayah, ayah tidak apa-apa.Karena ayah tau kesalahan Ayah kepada Aksa sangat besar. Ayah akan baik-baik saja, Asalkan Aksa selalu bahagia dan tersenyum bersama keluarga Aksa. Ayah akan menjalani hidup ayah sendiri, bersama dengan istri baru ayah, dia sangat baik seperti ibu Yesha. Dia wanita yang sederhana seperti ibu Yesha. Dan pertemuan kita ini adalah rencana dari istri ayah, yang ingin memperbaiki hubungan kita . Bukankah dia sangat baik? " kata Dika terkekeh memuji istrinya.


"Kalau begitu, ayah pergi dulu. Terimakasih, atas waktunya karena sudah mau bertemu dengan ayah, dan mendengarkan ayah. Ayah tidak akan mengganggu Aksa lagi, karena Aksa sudah bahagia dengan keluarga Aksa yang baru." Dika lalu memeluk Aksa dengan erat, tak ada penolakan dari Aksa dia tetap betah dengan diamnya. " Maafkan ayah Aksa... maafkan Ayah... Ayah menyesal, Ayah menyayangimu dan merindukanmu setiap hati. Selamat tinggal, semoga kamu bahagia selalu. " bisik Dika di telinga Aksa yang dipeluknya.


Dika lalu melepaskan pelukannya. Dan sekali lagi, Dika menciumi tangan kecil Aksa. Dika lalu berdiri dan mengambil jarak dari Aksa, dia memandangi anaknya itu yang masih terdiam, tanpa bersuara sepatah katapun. Karena merasa tidak ada harapan lagi. Dika tersenyum lalu berbalik, melangkahkan kakinya menjauhi Aksa, dan mendekati istrinya.

__ADS_1


Setelah bayangan kaki Dika tak terlihat lagi oleh Aksa, Aksa lalu mendongak dan melihat punggung ayahnya, air matanya tiba-tiba turun dengan deras, hingga dia merasa buram melihat kepergian sang ayah.


Karena takut ayahnya pergi terlalu jauh dan tidak mau menemuinya lagi, akhirnya Aksa memanggil Dika.


"Ayah... "


Deg...


Dika menghentikan langkah kakinya.


Suara kecil itu terdengar oleh Dika. Tidak hanya Dika, tapi semua orang termasuk Abhi dan Yesha. Yesha langsung menutup mulutnya saat mendengar panggilan ayah pertama kalinya dari mulut Aksa kepada Dika.


"Ayah... jangan pergi... Ayah jangan pergi... "


Dika langsung berbalik menatap anaknya yang sedang mengusap air matanya.


"Ayah... Ayah.... "


Mendengar namanya di sebut berkali-kali dari mulut Aksa, Dika tak bisa lagi membendung air matanya. Dia lalu menoleh kearah istrinya yang dilihat nya juga sedang menangis haru.


"Mai.. Aksa memanggilku.. Aksa memanggilku, Mai... " kata Dika pada istrinya dengan tak percaya.


Maira mengangguk. "pergilah, dan peluk dia. "


Dika langsung berlari dan berhambur memeluk anaknya itu. Kali ini Dika tidak memeluk sendiri, tapi dia mendapat balasan pelukan dari Aksa.


"Ayah... Ayah jangan pergi. Kalau ayah menyayangiku, ayah jangan tinggalkan Aksa. Sudah lama Aksa menunggu ayah memeluk Aksa seperti ini. Aksa kangen sama Ayah... Aksa sayang sama Ayah. Aksa sudah maafin ayah. sekarang Ayah jangan pergi, dan tetap temui Aksa ya? " Kata Aksa masih memeluk sang ayah.

__ADS_1


"Maafkan ayah Aksa... maafkan ayah... yang tidak pernah bersikap baik kepada Aksa... maafkan ayah.... " Dika terus meminta maaf di pelukan Aksa. Anak yang sudah dia sia-siakan selama ini.


"Aksa sudah memafkan Ayah... "


__ADS_2