
Hari ini Dika meminta ijin kepada atasannya karena istrinya melahirkan. Dia juga meminta ijin kepada Abhi kalau dia tidak masuk kerja hari ini, karena Maira melahirkan adik perempuan Aksa. Sama seperti anak Yesha dan Abhi yang ke dua yang juga perempuan. Abhi juga meminta alamat rumah sakit Maira di rawat, agar nanti dia dan istrinya juga Aksa bisa menjenguk Maira dan bayinya.
Maira sedang memberikan ASI kepada anaknya, dia meringis karena merasakan perih pada putingnya karena lidah bayi mereka yang kasar.
"Kenapa Mai? " tanya Dika yang melihat istrinya meringis kesakitan.
"Sakit mas," keluh Maira.
"Memang seperti itu Mai, lidah bayi yang baru lahir memang tajam. Nanti lama kelamaan juga terbiasa dan tidak sakit lagi. " ujar bu Ayu yang menjelaskan kepada menantunya itu.
Maira mengangguk mengerti dan menahan rasa sakitnya.
Seorang perawat masuk ke dalam ruangan rawat Maira, dan mengantarkan makanan untuk ibu baru itu.
"Ayo, bunda dimakan ya makannya, biar asupan ASI-nya terjaga. " ujar perawat itu kepada Maira.
"Terimakasih mbak. " ucap Maira sambil tersenyum kepada perawat tadi.
Dika dengan cekatan langsung mengambil makanan yang diberikan oleh perawat itu , dia Lalu menyuapkannya kepada Maira . Karena saat ini Maira sedang memberi ASI kepada anaknya . Dengan senang hati Maira menerima suapan dari suaminya .
"Makasih Mas ," ujar Maira pada suaminya.
Hari ini Maira masih belum diizinkan untuk pulang , karena harus menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari dokter . Mungkin besok jika semuanya sudah normal dan baik-baik saja , Maira dan bayinya baru diijinkan untuk pulang .
"Bayinya sehat, ibunya juga sehat. Menginap satu malam lagi ya, bu. Agar benar-benar pulih. " ucap seorang dokter yang baru saja memeriksa keadaan Maira dan bayinya.
"Baiklah dokter, apapun yang terbaik untuk istri dan anak saya. " Dika yang menjawab.
"Baguslah kalau begitu. Besok setelah saya melakukan pemeriksaan pagi seperti ini, jika semua sudah baik-baik saja anda boleh pulang. "
Setelah melakukan pemeriksaan dan nasehat seputar ibu dan bayi kepada Dika dan Maira, dokter segera keluar dari ruangan rawat Maira.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan malam hari. Rasa bosan mulai di rasakan Maira, karena dia hanya duduk di kursi dan ranjang rumah sakit. Dan menyusui Anaknya yang selalu saja tertidur. Maklumlah bayi baru lahir memang membutuhkan waktu tidur lebih lama bahkan bisa sampai dua puluh jam.
Bu Ayu juga sudah pulang dari tadi siang, karena Dika tidak ingin ibunya kelelahan dan sakit karena berada di rumah sakit. Biarlah Dika yang menjaga anak istrinya sendiri.
"Mas, apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita? " tanya Maira yang sedang duduk bersama Dika sambil menggendong anaknya.
"Sudah, nama yang singkat tapi bermakna dalam. Karena ini menunjukkan kebahagiaan ku memiliki gadis cantik ini. " kata Dika menoel pipi anaknya lalu menyuapkan buah yang sudah dia kupas untuk Maira.
"Siapa, kalau aku boleh tahu? " tanya Maira lagi dengan penasaran.
"Putri Mahardika. Dia adalah putriku. " kata Dika dengan bangga.
__ADS_1
Maira tersenyum bahagia saat melihat kebahagiaan di wajah Dika. Nama yang sederhana tapi bermakna dalam untuk seorang Dika. Ternyata anak ini, membawa sebuah kebahagiaan baru dalam hidup Dika. Dan itu adalah buah cintanya dengan Dika suaminya.
Saat sedang asik ngobrol berdua, Terdengar pintu ruangan di ketuk. Dika lalu segera membuka pintu, untuk mengetahui siapa yang datang. Dia sangat terkejut saat melihat atasannya dan mantan istrinya datang, begitu juga dengan Aksa.
"Pak Abhi, Yesha. Ayo silahkan masuk. " Dika mempersilahkan tamunya masuk, Dia juga langsung menggendong anak pertamanya.
"Aksa mau melihat adik Aksa? "
"Iya." jawab Aksa singkat.
"Wah... jadi ini anak hasil produksi mu, Dik. cantik ya....? " goda Abhi kepada Dika.
Dika hanya tersenyum mendengarkan godaan dari atasannya itu.
"Jadi ini adik Aksa? kok pakai baju pink? apa perempuan lagi? " Tanya Aksa sedikit ketus.
"Iya sayang, memangnya kenapa kalau perempuan?" tanya Dika yang melihat perubahan sikap Aksa saat melihat adiknya .
"Anak perempuan itu cerewet , dan berisik .Adik Aksa di rumah juga begitu, dia suka nangis dan membuat mama kerepotan." Kata Aksa menjelaskan tentang anak perempuannya di rumah yang dia ketahui.
Mendengar celotehan Aksa , membuat semua orang di sana menahan tawanya . Karena mereka tidak ingin Aksa marah.
"Sekarang Aksa sudah menjadi seorang kakak dari tiga orang adik. Aditya, Salsa dan siapa nama anakmu ini, Dika?" tanya Abhi kepada Dika.
"Nah, dengan Putri. Jadi Aksa harus bisa menjaga adik-adik Aksa dengan baik. karena kakak itu bertanggung jawab kepada adik-adik nya." Lanjut Abhi.
Mendengar ucapan papanya membuat Aksa menundukkan kepalanya, dan mendekati adik bayi itu. Lalu bibirnya tersenyum saat melihat adiknya yang ternyata sangat cantik walau masih bayi. Bibirnya yang mungil dan hidung kecil mancung seperti milik ibunya.Benar-benar sempurna.
"Adik Putri cantik sekali ayah. "
"Iya... dia sangat cantik, adik Salsa juga cantik. "
Seketika ruangan rawat Maira menjadi ramai dengan kedatangan keluarga kecil Abhi. Maira sudah tidak merasa bosan lagi karena ada Yesha. Dia juga bertanya kepada Yesha seputar merawat anak, Yesha pasti sudah berpengalaman karena sudah melahirkan dan merawat tiga orang anak.
"Yang pasti, kamu harus bisa menjaga kewarasanmu Mai. Jangan sampai sindrom baby blue's menghampiri mu."
"Iya mbak... Terimakasih nasehatnya. "
Malam sudah beranjak larut, Abhi dan Yesha berpamitan kepada Dika dan Maira untuk segera pulang. Karena Salsa mereka tinggal bersama bi Sumi di rumah. Sebelum pulang Aksa mendekati Dika dan Maira yang sedang menggendong adiknya.
"Yah, adik putri memanggil tante Maira dengan panggilan apa nanti kalau sudah besar? " tanya Aksa tiba-tiba.
"Bunda... Memangnya kenapa? "
__ADS_1
Aksa tidak memperdulikan pertanyaan dari ayahnya. Dia langsung mendekati Maira.
"Tante... sekarang, bolehkah aku memanggil tante dengan panggilan bunda? sama seperti adik Putri yang memanggil Tante dengan panggilan bunda. " tanya Aksa sambil menatap mata Maira dengan lekat. Maira langsung menatap ke arah suaminya dengan mata yang sudah memanas.
"Mas... "
Dika langsung mengangguk memberi isyarat kepada Maira, dia lalu mengambil Putri dari gendongan Maira.
Maira langsung menggenggam erat tangan Aksa. "Apa Aksa serius ingin memanggil tante dengan panggilan bunda? "
Aksa mengangguk dan tersenyum.
Maira langsung berhambur memeluk tubuh anak sambungnya itu dengan erat.
"Terima kasih, Aksa. Terima kasih. " kata Maira yang sudah tidak bisa lagi membendung air mata bahagianya.
"Nanti kalau Aksa libur sekolah, Aksa akan menginap di rumah Ayah dan bermain dengan adik Putri." ucap Aksa di dalam pelukan Maira.
"Iya, tentu saja. Putri adalah adik Aksa juga. Terima kasih sayang. Ayah dan Bunda akan menunggu kedatangan Aksa. " Maira lalu melepaskan pelukannya, dia segera menghapus jejak air matanya dan tersenyum kepada Aksa.
Dika, Abhi dan Yesha merasa terharu dengan kejadian yang baru saja mereka lihat. Mereka tidak menyangka kalau Aksa akan benar-benar menerima Maira sebagai ibu sambungnya.
Setelah kepergian keluarga Abhi, Dika memeluk istrinya dengan erat. Karena kehadiran Maira dalam hidupnya sudah memberikan warna tersendiri bagi kehidupan Dika yang berwarna abu-abu sebelumnya.
Dan bagi Maira, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Maira tentunya, karena dia sudah menerima pengakuan dari anak sambungnya. Sungguh dia merasa bahagia.
"Terima kasih, Mai. Karena kehadiranmu dalam hidupku membuat hidupku jadi bermakna. "
"Terima kasih mas, karena kehadiranmu dalam hidupku, aku bisa menemukan arti hidupku yang sesungguhnya. Terima kasih karena sudah mengangkatku dari jalanan dan menjadikan ku istrimu. Aku berjanji akan selalu mengabdikan hidupku hanya untukmu. "
****************
Takdir Tuhan memang tidak ada yang tahu. Itu semua misteri. Dia memberikan kita ujian terlebih dahulu, apakah kita mampu melewatinya sebelum Dia menaikkan derajat kita. Dan membawa kita ke dalan kebahagiaan yang nyata.
Semoga kisah perjalanan hidup Yesha dan Dika memberikan pelajaran dalam hidup kita. Bahwa apa yang kita inginkan dalam hidup itu tidak mudah kita dapatkan, semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkan kebahagiaan.
End
...****************...
Kisah ini sudah tamat ya, dan jangan lupa kepoin novel author lainnya yang tak kalah seru dengan kisah ini.
Terimakasih banyak-banyak buat kalian para readers yang sudah setia membaca novel ini dari awal sampai akhir.
__ADS_1
Salam hangat selalu dari Author. 🫰🫰🫰