Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Rencana Papa Abhi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Abhi sudah bersiap dengan kaos dan jaket hodie nya, serta celana panjang dan sepatu olah raga. Mama Erina yang melihat anaknya seperti itu, jadi bertanya-tanya apa yang akan dilakukan anaknya itu.


"Mau kemana, Bi? " Mama Erina dengan suara khas keibuannya.


"Ma... Hari ini ada lomba di sekolahnya Aksa. " kata Abhi sambil memasang tali sepatunya.


Mama Erina mengernyitkan mendengar omongan Abhi.


"Trus, apa hubungannya denganmu? "


"Aksa kemarin merengek ke ibunya, kalau dia tidak mau datang ke acara lomba hari ini. Karena dia tidak punya ayah katanya. Aksa tidak mau ibunya melawan bapak-bapak. Jadi dia lebih baik bolos. " terang Abhi Sambil berdiri


"Lalu... kenapa kamu berpakaian seperti ini? " Mama Erina sebenarnya sudah mengerti maksud dari cerita Abhi, tapi dia ingin dengar sendiri dari mulut anaknya.


"Terus Aksa melihat ke arahku, dan dia meminta aku untuk menemaninya ke sekolah bersama Yesha, agar bisa mengikuti lomba antar orang tua nanti. "


"Dan kamu menyetujuinya? "


Abhi mengangguk. "Dia memohon sama Abhi ma, Aku jadi nggak tega melihat sorot mata memohon Aksa. Kasihan dia, karena perceraian orang tuanya, dia harus jadi korban. "


"Ya, kalau kamu kasihan nikahin ibunya sekalian, agar kamu bisa jadi ayahnya Aksa. " pancing. mama Erina.


"Apaan sih, ma... Abhi belum yakin dengan perasaan Abhi sendiri. " ujar Abhi jujur.


"Ya, sudah ma. Abhi berangkat dulu. " Abhi bepamitan sambil menyalami tangan mamanya.


"Nggak sarapan dulu? "


"Enggak, ma. Yesha menyuruhku sarapan bersama di rumahnya. " Abhi lalu menyalami papanya yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah jalan pagi keliling komplek.


"Ada Apa dengannya, kenapa bepakaian seperti itu? " tanya pak Pradipta kepada istrinya.


"Dia mau menemani anaknya Yesha untuk lomba di sekolahnya. " jelas mama Erina.

__ADS_1


Pak Pradipta menganggkat alisnya, tak mengerti. Akhirnya mama Erina menceritakan sesuai yang diceritakan Abhi tadi.


"Jadi Abhi juga sudah dekat dengan anaknya juga? "


Mama Erina mengangguk.


"Kalau begitu tidak bisa dibiarkan. Kita harus segera membahas hal ini dengan Abhi secepatnya. Tak baik sesama duda dan janda sering bertemu. Karena bisa menimbulkan fitnah." ujar pak Pradipta.


"Maunya mama juga gitu, pa. Tapi kata Abhi, dia masih belum yakin dengan perasaan nya. "


"Ya, kalau belum yakin jangan sering-sering bertemu dengan Yesha dong. Kasihan dia, orang yang ingin mendekatinya dan mau serius dengannya pasti banyak. Mereka akan mundur jika Abhi terus berada di sekitar Yesha. Abhi bisa menutup jalan jodohnya Yesha . Apalagi dia sudah melewati masa idahnya. Jadi sudah di pastikan bakal banyak yang ngelamar dia. Apalagi kata mama dia wanita yang sukses, ya. Sukses berkembang dan mandiri. Itu poin plus buat dia. "


'Benar kata papa. Terus kita harus gimana, pa? "


"Nanti malam, papa akan bicara masalah ini sama Abhi. Agar tidak berlarut-larut. Dia tidak akan bisa meyakinkan hatinya jika terus bertemu Yesha. Papa punya rencana untuk memisahkan mereka sementara waktu, agar Abhi bisa meyakinkan perasaan nya. " kata pak Pradipta dengan senyuman penuh arti.


"Terserah papa. Tapi dari hati mama yang paling dalam, mama ingin Yesha menjadi menantu mama, pa. Meskipun dia sudah punya Aksa. Aksa anaknya baik dan penurut menurut mama. "


"Kok semua suka sama Yesha, ya. Cuma papa aja yang belum tau seperti apa Yesha itu. "


"Benarkah? bukannya anak itu susah makan? '" tanya pak Pradipta yang sepertinya ketinggalan banyak informasi.


"Ih, papa mah mana tau, sibuk kerja mulu. Abhi sekarang doyan makan, tapi cuma masakannya Yesha aja. Yang lainnya tetap nggak mau dia. Maka dari itu, mama sangat berharap Yesha bisa jadi istrinya Abhi, agar bisa merawat Abhi dengan baik. "


Sekarang pak Pradipta mengerti kenapa semua orang di keluarganya menyukai Yesha. Tinggal dia sendiri yang harus menilai seperti apa, sosok Yesha itu.


*


*


Abhi sudah berada di rumah Yesha saat ini. Mereka sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah Aksa. Entahlah, rumah itu sudah seperti rumah Abhi sendiri. Dia sering keluar masuk rumah itu tanpa sungkan. Padahal dulu anti sekali dia keluar masuk rumah orang tanpa ijin.


Semua orang di sana juga sudah mengenal sosok Abhi, mereka berpikir Abhi adalah kakak dari salah satu penghuni kost, dia juga pengacara yang sudah membantu Yesha dalam mengurusi perceraiannya dan membantu Yesha dalam beberapa hal, termasuk mengurusi jual beli rumah yang sekarang jadi tempat usaha Yesha. Jadi mereka tidak curiga sama sekali, karena di sana juga banyak pegawai Yesha yang keluar masuk. Mereka juga punya urusan sendiri jadi tidak begitu memperdulikan urusan orang lain. Asalkan tidak menyimpang.

__ADS_1


Setelah sarapan Mereka bertiga pun berangkat ke sekolah Aksa dengan menggunakan mobil Abhi.


"Mas, apa kami tidak merepotkan mas Abhi? " tanya Yesha lagi yang sedari tadi merasa sungkan.


"Enggak Yesha, aku senang bantuin Aksa. Benarkan jagoan? "


"Bener Om. Terimankasih ya om, sudah mau jadi ayah sementara Aksa. Kalau bisa om bukan jadi ayah sementara Aksa lagi, tapi jadi Ayah Aksa selamanya. " kata Aksa dengan riang, tanpa memikirkan perasaan dua orang yng berada di kursi depan.


Mendengar ocehan Aksa, Abhi dan Yesha langsung terdiam, semburat merah muncul di pipi Yesha, sedangkan Abhi jadi salah tingkah.


"Aksa nggak keberatan kok, punya ayah om Abhi. Om Abhi baik, nggak seperti Ayah Dika. Ayah Dika nggak pernah bersikap baik pada Aksa, Om. Nggak pernah gendong Aksa dan nggak pernah peluk Aksa. " Kata Aksa lagi dengan wajah tertunduk.


Mendengar hal itu, nampak sebutir cairan bening menetes dari sudut mata Yesha. ingin sekali Yesha memeluk anaknya itu, tapi posisi mereka sekarang berada di tempat berbeda Yesha di depan dan Aksa di kursi penumpang belakang.


Abhi yang mendengar celotehan Aksa pun ikut tertegun, segitunyakah sikap ayah kandung Aksa pada anaknya sendiri. Berarti benar, Selama ini mantan suami Yesha mengabaikan anak dan istrinya itu bukan cuma isapan jempol. Karena Aksa sendiri yang mengatakannya, dan tak mungkin anak kecil akan berbohong.


"Aksa jangan sedih lagi, ya. Hari ini Aksa dan Om Abhi akan bersenang-senang. Jangan memikirkan hal lain kita akan berlomba hari ini, dan ingat menang atau kalah nanti tidak jadi masalah. Asalkan kita bisa menikmati permainannya nanti. Oke. " Abhi mencoba mencairkan suasana agar tidak tegang.


"Baiklah, Om. Kita akan bersenang-senang hari ini, bersama ibu juga. " Aksa langsung berdiri dan memeluk leher Abhi dari belakang. Dia tersenyum senang ,karena pada Akhirnya dia akan bersenang-senang dengan dua orang yang disayanginya.


*


*


Bu Ayu menghubungi Dika lagi, karena dia mau meminta uang lagi pada anaknya itu. Namun panggilan telponnya tidak juga di angkat oleh Abhi. Dia jadi marah-marah sendiri. Karena sejak menikah dengan Vio, Dika tidak pernah datang ke rumah. Memberikan uang pun hanya lewat transfer.


Tak lama sebuah pesan masuk di ponsel bu Ayu.


✉️ "Nanti malam aku akan berkunjung ke rumah ibu bersama Vio. "


✉️ "Mas Bagus sama Dila suruh berkumpul nanti. Ada yang mau aku bicarakan. "


✉️ "Jangan menelponku lagi, aku sedang sibuk kerja, bu. "

__ADS_1


Sebuah pesan yang langsung memancarkan semburat senyum di bibir Bu Ayu, dia akan mempersiapkan kedatangan anak dan menantunya itu.


__ADS_2