Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 16


__ADS_3

Dika puang kerja seperti biasa, Dia mendapati ibu dan istrinya tengah memperdebatkan sesuatu sehingga mereka tidak menyadari kedatangan Dika dan dan ucapan salam darinya. Hingga Dika harus mengucapkan salam lagi saat berada di ruang tamu.


'Assalamu'alaikum. "


Kedua wanita yang berdebat itu pun langsung berhenti , dan melihat ke arah Dika . Kemudian menjawab salamnya secara bersamaan .


"Waalaikumsalam "


"Kamu sudah pulang Dik ?" Sapa Bu Ayu basa-basi


Sedangkan Maira , langsung menghampiri Dika dan menyalaminya . Dika yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa terkejut . Dia seolah merasa Dejavu , saat dulu hidup bersama dengan Yesha .Yang selalu menyalaminya ,setiap kali berangkat dan pulang kerja .


Maira juga langsung mengambil tas yang Dika bawa , dan menanyakan sesuatu kepada Dika yang tengah melamun.


"Mas Dika kenapa ? Apa ada yang salah ? "


Seketika Dika tersadar dari lamunannya , dan dia langsung tersenyum kepada Maira .


"Tidak....Tidak apa-apa kok ? Aku akan segera mandi . Baru ke masjid dulu, Setelah itu kita makan malam bersama . " Kata Dika lalu masuk ke dalam kamar , dan di ikuti Maira . Dika terrkejut. melihat penampakan kamarnya yang sudah berubah.


"Apa kamu yang melakukan semua ini, Mai? " tanya Dika kepada Maira .


"Iya dong Mas siapa lagi , Aku bekerja sendiri dan tidak meminta bantuan ibu . Karena takut Ibu kecapean. Ibu hanya membantuku melipat baju saja. " Kata Maira yang antusias menceritakan kegiatannya siang tadi.


"Kamu nggak apa-apa melakukan ini sendiri ? " tanya Dika lagi yang seolah tidak tahu apa-apa dengan yang terjadi tadi siang


"Alhamdulillah nggak apa-apa aku baik-baik saja .Apa Mas Dika suka ?" tanya Maira balik


Dika mengangguk Dan Tersenyum , "Suka, ini sangat bagus ada suasana baru di dalam kamar . Lalu barang-barangku yang lain Kau taruh di mana ?" tanya Dika saat tidak melihat beberapa barangnya yang tidak ada kamar


"Maaf Mas semuanya aku simpan di gudang , tapi jika Mas Dika menginginkannya akan aku ambilkan . Semuanya aku simpan dengan baik buat jaga-jaga kalau mas Dikaa menginginkannya aku hanya tinggal mengambilnya saja ." kata Maira sambil tertunduk


"Tidak perlu , Itu semua memang barang yang sudah tidak aku gunakan . Tapi karena aku malas beres-beres , jadi Ya sudah aku biarkan saja menjadi penghuni kamar ini . Jika kamu sudah membersihkannya aku berterima kasih padamu . " Kata Dika sambil mengacak rambut Maira dengan lembut .


Maira yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa tertegun selama beberapa saat .


"Aku mandi dulu ya . "


"Iya Mas ."

__ADS_1


Dika langsung masuk ke kamar mandi , sedangkan Maira langsung menyiapkan pakaian Dika berupa baju koko dan sarung, tak lupa pecinya. Maira sangat menyukai penampilan Dika kalau sedang memakai pakaian muslimnya tiap kali mau ke masjid. Setelah itu dia keluar kamar dan membuatkan teh hangat untuk Dika.


Bu Ayu yang melihat Maira keluar kamar dan langsung masuk ke dapur merasa heran dengan tingkah Maira?


"Mau apa Mai? " tanya bu Ayu yang ternyata mengikutinya sampai di dapur.


"Eh, Ibu ngagetin aja. " kata Maira yabg selalu merasa kaget jika tiba-tiba ada suara tanpa ada orang di sampingnya .


"Ini lagi bikin teh hangat buat Mas Dika Bu , Kasihan dia pasti capek ." Kata Maira yang menjelaskan apa yang sedang dia lakukan saat ini .


Mendengar hal itu Bu Ayu menganggukkan kepala , Dia Mengerti Apa yang sedang dilakukan Maira . Karena itu adalah Salah satu tugas seorang istri kepada suaminya. Dia merasa bahagia , karena Maira perhatian kepada Dika . Rupanya dia memang tidak salah memilih Maira sebagai istri Dika.


Tak lama Dika keluar kamar dan sudah berpakaian rapi menggunakan baju dan sarung yang telah disiapkan Maira . Maira sangat terpesona melihat Dika yang berpenampilan seperti itu . Dia Lalu mendekati Dika dengan membawa teh yang sudah dia siapkan .


"Minum dulu mas , biar badannya rileks ." Kata Maira yang menawarkan teh hangat yang sudah dia buat .


Dika duduk di kursi , dan perlahan meminum teh yang sudah dibuatkan Maira .


"Kamu masih belum sholat ?" Tanya Dika kepada Maira .


"Belum Mas , masih belum suci . Mungkin dua atau tiga hari lagi baru selesai ."


Terdengar sangat basa-basi . Padahal yang sebenarnya , dia ingin mengetahui kapan Maira selesai haid agar dia bisa melakukan tugas sucinya sebagai seorang suami .


"Aku berangkat ke masjid dulu ya ," pamit Dika kepada ibu dan istrinya .


"Iya Mas ."


Bu Ayu lalu masuk ke dalam kamarnya untuk melakukan ibadah . Sedangkan Maira , sibuk mempersiapkan makan malam untuk mereka semua . Masih tetap sama, dengan makanan sederhana yang Maira masak hari ini. Untuk besok, mungkin Maira akan mengikuti usul dari Bu Ayu ,Ibu mertuanya yang menyarankan untuk masak sekali tapi bisa dimakan berkali-kali demi untuk menghemat pengeluaran sehari-hari.


Mereka kini sudah berkumpul di meja makan , lalu memulai makan malam mereka seperti biasa . Suasana hangat pun kini tercipta , setelah kehadiran Maira . Biasanya hanya Dika dan ibunya yang ada di meja itu . Sekarang ada Maira yang menambah suasana di meja makan .


"Tadi kalian Sedang membahas apa ? Ketika aku datang kok tidak ada yang tahu , dan tidak ada yang membalas salamku . " Tanya Dika sambil menyuapkan nasi ke mulutnya .


"Oh tadi itu , Kami sedang membahas tentang masakan apa yang akan kita masak besok ." Maira yang menjawab


Mendengar ucapan Maira Dika mengerti . "Kenapa harus dibahas sekarang , biasanya kan besok saat kalian belanja ? "


"Ibu menyarankan kepadaku , untuk memasak makanan sekali masak tapi bisa dimakan berkali-kali dan kita hanya perlu menghangatkannya saja ketika mau makan ." ucap Maira dengan ceria.

__ADS_1


Dika mengangguk mengerti , Iya itu lebih baik jadi kamu tidak perlu repot-repot memasak sehari tiga kali seperti ini . Tapi kadang-kadang seperti ini juga boleh ." cicit Dika


"Iya Mas aku mengerti . Jadi , besok Mas Dika pengen dimasakin apa biar biar besok aku Belanja bersama ibu . Soto apa sayur lodeh? "


"Masak soto ayam juga boleh Aku suka soto ayam daripada soto daging ." Kata Dika tanpa pikir panjang.


Bu Ayu dan Maira saling berpandangan , karena Tadi mereka juga mendebatkan kedua makanan itu . Tapi sekarang mereka sudah mendapatkan jawabannya .Mereka berdua langsung Tersenyum bersama setelah mendapatkan jawaban dari Dika .


"Kenapa kalian tersenyum ? Apa ada yang salah . " tanya Dika saat melihat tingkah ibu dan istrinya.


"Tidak Mas , tadi aku dan ibu juga mendebatkan besok mau masak soto ayam atau soto daging .Tapi ternyata Mas Dika pengen soto ayam . Okelah kalau begitu, kita sudah mendapatkan jawabannya. "Kata Maira dengan senyuman manisnya , yang membuat kita tertegun melihatnya .


" Ternyata dia manis sekali. " gumam Dika dalam hati.


Mereka bertiga segera menyelesaikan makanannya , kemudian Dika melakukan apa yang Maira pinta tadi pagi .


"Ayo, kita periksa kompornya apa masih bisa di pakai. Dan bawa gas cadangan dibelakang kemari. " perintah Dika kepada istrinya itu.


Maira dengan semangat langsung menuju dapur , dan mengambil gas cadangan yang belum terpakai . Lalu membawanya ke tempat Dika berada . Dilihatnya Dika sedang memeriksa , kompor yang diinginkan Maira .


"Barangnya sih masih bagus , tapi karena tidak pernah dipakai kita nggak tahu apakah masih bisa dipakai atau tidak ." Kata Dika setelah memeriksa kompornya .


Dika lalu mencobanya. Dua kali percobaan, ternyata kompor itu masih bisa dipakai. Maira terpekik senang. Dan tanpa sadar dia langsung memeluk Dika.


"Yey, akhirnya bisa juga, mas. Makasih yah. "


Cup...


Sebuah kecupan dipipi dihadiahkan Maira untuk Dika tanpa dia sadari sebagai ucapan terimakasihnya. Dan itu lagi-lagi membuat Dika tertegun sejenak. Lalu dia membalas pelukan Maira. Maira sendiri yang baru menyadari kalau sedang memeluk Dika dan Dika membalas pelukannya merasa kikuk dan langsung ingin melepaskan pelukannya dari Dika. Tapi Dika tidak mau melepaskannya.


Hingga sebuah celetukan seseorang membuat mereka berdua salah tingkah.


"Duh, mentang-mentang pengantin baru, sampai lupa tempat kalau mau mesra-mesraan.. "


"Iya seolah dunia milik berdua. Kita mah ngontrak, iya nggak. "


Celetukan beberapa orang yang lewat itu langsung membuat Maira malu dan langsung lari masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Dika merasa sungkan kepada mereka, sambil nyengir nggak jelas.

__ADS_1


__ADS_2