
Bu Ayu dan Dila terdiam setelah mendengarkan ucapan dari Maira. Karena apa yang mereka lakukan selama ini tidak seperti apa yang Maira pikirkan. Mereka selalu menghambur-hamburkan uang yang mereka dapatkan hanya untuk membeli sesuatu yang tidak berguna kemudian tidak dipakai dan dibiarkan begitu saja sedangkan Maira lebih memperhatikan dan memperhitungkan segala sesuatu untuk dipakai sehari-hari .
Jika Bu Ayu dan Dila hanya tercengang mendengar apa yang diucapkan Maira , berbeda dengan Dika yang merasa bangga atas apa yang ia dengar dari Maira . Rupanya ibunya tidak salah memilihkan istri untuknya saat ini .
Malam hari tiba , setelah acara makan malam Dila mengajak Maira ke kamarnya . Dia ingin menunjukkan sesuatu untuk Maira. Mayra hanya menurut , apa yang akan dilakukan oleh calon iparnya ini .
Di dalam kamar .
Dila membuka semua lemari pakaiannya , dan dilihatnya baju-baju lama milik Dila yang masih bagus dan Sebagian ada yang masih baru .
"Nah Maira , Aku harap kamu tidak tersinggung, ya. Aku berikan semua pakaian ini untukmu, kalau kamu mau. Pilihlah mana yang kamu suka dan singkirkan mana yang tidak kamu suka simpanlah di gudang ." Kata Dila menunjukkan semua pakaiannya .
"Semua pakaian ini , adalah pakaian-pakaian ku saat aku belum menikah dulu .Sekarang aku sudah menikah , dan badanku sudah tidak sebagus dulu karena aku sudah memiliki anak . Apalagi saat ini aku sudah hamil lagi . Jadi daripada semua pakaian ini tidak ada yang memakainya , aku berikan kepadamu saja jika kamu suka ." kata Dila sambil melirik keadar Maira yang sedang tersenyum lebar.
Mata Maira berbinar , melihat tumpukan pakaian yang begitu banyak dan indah . Walaupun ada sebagian pakaian yang kurang bahan yang membuat orang sakit mata melihatnya .
"Serius Mbak semua ini untukku? " Tanya Maira tidak percaya .
"Iya , semua ini aku berikan kepadamu . Maaf nggak bisa memberi pakaian baru . Karena aku nggak tahu ukuran tubuhmu . Ternyata tubuhmu sama sepertiku saat aku remaja dulu . Jadi pakailah sesukamu . Jika kamu nggak suka Simpan saja di gudang , atau berikan kepada orang yang mau memakainya." Kata Dila dengan tersenyum kepada Maira yang sedang bahagia karena di beri pakaian selemari.
"Oh iya untuk acara besok kamu mau memakai pakaian apa ?" Tanya Dila yang baru menyadari tentang hal ini .
Maira hanya menggeleng dan menunduk karena dia tidak menyiapkan apapun.
Melihat respon Maira , dia mengetahui bahwa tidak ada persiapan tentang hal ini . Dila menghembuskan nafasnya kasar.
"Bagaimana sih Mas Dika , mau nikah aja nggak ada persiapan kayak gini ." Dila terus saja mengomel.
Bu Ayu masuk ke dalam kamar Dila yang tidak terkunci dan melihat Dila dan Maira sedang berbicara serius .
"Ada apa Dil ?" Tanya Bu Ayu kepada Della
"Ibu apa tidak menyiapkan pakaian pernikahan untuk Mahira ?" Tanya Dila dengan kesal
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim Ibu lupa tidak menyiapkannya Dila , Terus bagaimana dong, Ini juga sudah malam . Apa besok pagi saja ya kita ke salon , untuk menyewa kebaya pernikahan." kata Bu Ayu yang ternyata juga lupa menyiapkan semuanya .
Dila memutar bola matanya malas , tetap saja seperti ini tidak ada perhatiannya sama sekali . Tapi Dila tidak mengatakannya kepada Maira dia hanya membatin dalam hatinya .
"Tunggu Bu aku akan mencari di lemari Pakaian dulu , mungkin saja masih ada ."
Dila akhirnya mengobrak-abrik isi lemarinya , dan menemukan setelan kebaya yang pernah ia beli waktu SMA dulu sepertinya masih bagus dan layak pakai .
Kamu coba pakaian ini May , mungkin saja masih muat di tubuhmu . Karena tubuh kita tidak jauh berbeda seperti waktu SMA dulu . " kata Dila.
Mata Maira berbinar saat melihat baju kebaya yang bagus menurutnya. Karena selama ini dia tidak pernah memakai pakaian sebagus ini. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan aja susah.
Lalu Maira mencoba kebaya yang diberikan Dila kepadanya , kebaya warna gold , dengan bawahan batik yang senada. Sangat pas di badan Maira.
"Bagus sekali mbak, aku suka." kata Maira dengan polosnya. membuat bu Ayu dan Dila saling berpandangan.
"Syukur lah kalau kamu suka. Kalau kamu tidak suka, besok Aku Dan ibu akan menyewakan pakaian pengantin untukmu . " Kata Dila sambil melirik kearah bu Ayu yang masih tercengang dengan kata-kata Maira.
Lagi-lagi kalimat Maira menohok Bu Ayu dan Dila .
Anak ini ternyata masih sangat polos , dan murni . Belum terkontaminasi dengan hal-hal yang berbau kemewahan . Maira harus tetap seperti ini , agar kehidupan mereka tidak seperti dulu . Karena akan Ada seseorang , yang menahan orang lainnya untuk berbuat berlebihan .
kalau begitu aku cuci dulu bajunya Mbak , agar besok pagi sudah kering dan bisa aku setrika dan aku pakai untuk acara akad kami . Maira segera berpamitan untuk ke belakang mencuci pakaian yang baru saja dia coba .
Bu Ayu dan Dila lagi-lagi saling berpandangan , mereka benar-benar seperti menemukan batu permata asli yang belum tercampur apapun . Maira sangat polos dan apa adanya .
Dila dan Bu Ayu keluar dari kamar Mairs ,dan menemui Agus yang sedang berbincang dengan Dika .
"Apa yang sedang kalian lakukan , kenapa Maira keluar ke belakang. " tanya Dika saat melihat Dila dan ibunya keluar dari kamar Maira.
"Mas Dika Kenapa tidak menyiapkan pakaian untuk pernikahan kalian besok , paling tidak Maira memakai kebaya Mas . Kenapa Mas Dika tidak memikirkannya sih ?" Protes Dila kepada kakaknya itu.
"Ya Tuhan aku lupa , bagaimana ini . Apakah masih sempat untuk membeli pakaian itu , atau kita menyewanya saja ?" kata Dika dengan panik.
__ADS_1
"Nggak usah , Maira tidak mau menyewa pakaian . Lebih baik uangnya disimpan saja katanya , karena menyewa pakaian hanya membuang-buang uang, soalnya pakaian itu hanya dipakai 1 sampai 2 jam saja .Gitu katanya. " kata Dila yang menirukan ucapan Maira.
"Terus dia pakai baju apa besok ."
"Pakai baju kebayaku waktu SMA dulu , masih bagus dan layak pakai . Sekarang dia sedang mencuci pakaiannya agar besok bisa dipakai . " Jelasnya kepada kedua pria di depannya .
"Beruntung sekali kamu bro , dapat wanita yang bisa menerima keadaan kita apa adanya ." celetuk agus kepada kakak iparnya.
"Jadi menurut Mas Agus aku nggak gitu ? " Protes Dila kepada suaminya .
"Ya nggak gitu Sayang , kalau aku kan Insya Allah bisa menerima apapun yang kamu mau . Maaf Dik bukannya menyinggungmu . " kata Agus yang merasa tak enak kepada kakak iparnya.
"It's oke nggak apa-apa , karena memang itu kenyataannya ." kata Dika dengan santai.
"Lalu apakah kamu tidak lupa untuk menyiapkan Mas kawinnya besok Dika. Ibu takut kamu lupa juga. " tanya Bu Ayu yang tiba-tiba merasa khawatir.
"Enggak kok Bu , kemarin setelah pulang kerja aku langsung mampir ke toko untuk membeli mas kawin dan cincin pernikahan untuk kami berdua ." kata Dika yang melihat kepanikan di wajah semua orang.
Mendengar ucapan Dika membuat semua orang merasa lega .
"Mas semua pakaianku yang ada di sini aku berikan kepada Maira. Karena semua pakaian itu sepertinya sudah tidak muat lagi ditubuhku." kata Dila cemberut.
"Ya, ngga apa-apa dong Sayang , kamu seperti ini juga karena aku . Jadi aku akan menerimamu apa adanya , apalagi ada anakku di dalam sini ." Kata Agus yang sedang mengelus perut datar Dila.
"Berikan saja pakaianmu yang sudah tidak cukup kepada Maira kalau dia mau, daripada kamu berikan kepada orang lain . Nanti kamu aku belikan lagi pakaian yang ukuran jumbo . "Kata Agus sambil terkekeh dan mendapat pukulan dari Dila .
"Tapi mas , apa Mas Dika tidak tersinggung kalau aku memberi Maira pakaianku ? Aku takut Mas Dika tersinggung . " Tanya Dila kepada kakaknya itu .
"Kalau masalah itu tanyakan sendiri pada Maira , karena dia yang memakainya . Masalah tersinggung atau tidak , jangan kau persoalkan Karena itu adalah rezeki yang harus kita terima ." kata Dika dengan bijak.
Tingkah mereka Dila dan Agus tidak luput dari pandangan Bu Ayu dan Dika mereka berdua merasa bahagia melihat Dila sudah bahagia bersama suami dan anak-anak nya.
Kini giliran Dika yang akan menjemput kebahagiaannya bersama Maira . Mereka tidak tau apa yang akan Dika lakukan untuk membahagiakan Maira kalau dia sudah menjadi istrinya nanti.
__ADS_1