
Dika berusaha menghubungi kakaknya itu berkali-kali tapi tidak terhubung. Membuat Dika kesal sendiri di buatnya. Dia jadi penasaran dari mana kakaknya itu mendapatkan foto-foto Yesha.
Dika memperhatikan lagi dengan seksama gambar foto Yesha yang sedang tersenyum melayani pelanggan. Tanpa terasa tangannya menyentuh wajah Yesha yang sudah dia zoom.
"Kamu cantik sekali sekarang, Yesh. " lirihnya.
"Ah, dari dulu kamu memang cantik. hanya saja aku yang bodoh tidak bisa melihat kecantikan mu itu dan menyia-nyiakan dirimu. " Sesal Dika dengan masih memandang wajah Yesha.
"Kamu kerja apa sekarang? apa pekerjaanmu hanya menjadi seorang pelayan rumah makan. Tapi kenapa Tuan Abhi bisa menyukaimu yang hanya pelayan ini. " gerutu Dika yang membayangkan wajah Abhi saat membela Yesha beberapa waktu lalu dan mengatakan kalau Yesha adalah calon istrinya. Sungguh sangat menyebalkan.
Semalaman Dika tidak bisa tidur, gara-gara memikirkann Yesha. Berkali-kali pula dia menghubungi kakaknya itu tapi tidak juga terhubung.
"Kemana sih dia itu, apa dia sengaja mempermainkan ku. Ah, sial. " gerutu Dika dengan mata pandanya.
Dika lalu membersihkan diri dan segera berganti pakaian, Dia akan pergi ke rumah ibunya pagi ini. Untuk mencari kakaknya dan mencari tau kebenaran foto-foto yang dikirimkan semalam.
Setelah rapi dia hendak pergi dari kamar namun langkahnya terhenti saat sapaan dari vio menyapa indera pendengaran nya.
"Mau kemana, mas? Pagi-pagi sekali sudah rapi. "
Dika membalikkan tubuhnya lalu berjalan ke arah ranjang. Dilihatnya Vio dengan seksama. Dulu Vio adalah wanita yang sangat cantik dan menarik dimatanya. Tapi sekarang, kenapa biasa saja?
"Aku ingin ke rumah ibu. Aku merindukannya. Nanti aku akan berangkat dari rumah ibu. Kamu bisa berangkat sendiri kan? "
"Iya, pergilah. Aku akan berangkat sendiri nanti. "
Dika mencium kening Vio sekilas lalu beranjak dari kamarnya. Dan pergi ke rumah ibunya.
Sesampainya Dika di rumah ibunya, Dika langsung masuk ke dalam rumah dan mencari kakaknya.
"Tumben kamu datang kemari, Dik. " Sindir bu Ayu sambil menerima salam dari anaknya itu.
Dika hanya tersenyum mendapat sindiran dari ibunya itu. Memang sejak Vio operasi waktu itu, Dika tidak pernah ke rumah ibunya itu. Karena dilarang oleh Vio. Dan baru kali ini dia datang ke tumah ibunya lagi.
"Mas Bagus mana bu, " tanyanya sambil mendudukkan dirinya di kursi ruang tamu.
"Bagus nggak pernah pulang, entah dimana dia sekarang. Anak dan istirnya di biarkan sendiri, nggak pernah di beri nafkah. Ibu yang harus ngasih mereka makan sekarang. " Keluh bu Ayu kepada Dika.
"Jadi sekarang mas Bagus nggak ada di rumah, bu. "
Bu Ayu menggeleng.
Dika merasa lemas lalu menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memijit kepalanya.
Dari dalama ruang keluarga, Maya mencuri dengar pembicaraan Dika dan bu Ayu. Sambil berpura-pura membersihkan rumah.
"Memangnya ada apa kamu mencari Bagus? " tanya bu Ayu kemudian setelah melihat Dika frustasi.
"Semalam mas Bagus mengirimiku foto Yesha. " Dika lalu menunjukkan foto-foto Yesha yang dikirimkan Bagus kepadanya.
"Jadi sekarang dia jadi pelayan? tambah cantik aja dia. Bening gitu. "
"Aku ingin tau, Yesha dimana sekarang. "
__ADS_1
"Untuk apa kamu mencarinya. Bukankah kamu sudah punya istri sendiri? Kenapa mencari mantan istrimu. " ketus bu Ayu.
"Aku hanya ingin tau dia tinggal di mana, apakah dia bahagia setelah berpisah dengan ku. "
Bu Ayu memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Dika.
"Aku dengar dari Dila dia akan menikah dengan pengacaranya. "
"Dari mana Dila tau? "
"Kapan hari Dila bertemu Yesha di mall. Dia sedang berada di toko berlian bersama calon suaminya. Sepertinya sedang membeli cincin pernikahan. " Bu Ayu menceritakan apa yang di ceritakan Dila kepadanya.
Mendengar itu, wajah Dika memanas. Rahangnya mengetat ia juga mengepalkan tangannya erat.
Dika langsung mengambil telponnya dan segera menghubungi Bagus. Ternyata panggilan telponnya sudah tersambung. Dan langsung di angkat Bagus.
"Ada apa? "
"Kamu dimana mas. "
"kamu tidak perlu tau aku dimana. Sekarang katakan apa maumu. "
"Katakan di mana Yesha. "
Bagus menyeringai mendengar pertanyaan Dika.
"Kau berani berapa untuk informasi ini. "
Dika menggeram kesal mendengar pertanyaan Bagus. Itu artinya di harus memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan informasi dimana Yesha berada.
"Cih, kamu kira aku Dila yang minta uang saku kepadamu. "
Dika mengepalkan tangannya. " Dua juta atau tidak sama sekali. "
Hening sejenak, lalu terdengar balasan dari seberang telepon.
"Baiklah. Kirimkan uangnya. baru aku beri informasinya. "
"Kamu pikir aku bodoh. Datang ke rumah ibu sekarang, aku tunggu. Atau tidak sama sekali. "
"Baiklah... baiklah... aku akan ke sana. Lima menit lagi aku sampai. "
Panggilan terputus dan Dika menunggu Bagus datang. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi, untuk Dika pergi bekerja.
Maya juga menunggu momen kedatangan suaminya itu, untuk meminta kejelasan hubungan mereka. Maya sudah memutuskan apa yang ingin dia lakukan. Dia tidak ingin terjebak dalam keluarga ini lagi. Dia akan mengikuti jejak Yesha yang meninggalkan keluarga ini lebih dulu.
Lima menit telah berlalu, sepeda motor bagas telah terparkir di depan rumah bu Ayu. Dia lalu masuk ke dalam rumah, dan langsung duduk di hadapan Dika.
"Katakan, padaku. Dimana Yesha. " Dika langsung menodong Bagus dengan pertanyaan yang sejak tadi menjadi pertanyaannya.
"Kirimkan dulu uangnya."
Dika mendengus, tapi dia juga mentransfer uang kepada Bagus.
__ADS_1
" Sudah... Sekarang katakan padaku, dimana dia. "
Bagus tersenyum senang setelah, mendapat notifikasi dari m-banking.
"Kamu tau universitas xx. "
Dika mengangguk.
"Sepertinya, dia bekerja di salah satu rumah makan di sana. Tepat di depan Universitas itu. Aku tidak melihat nama rumah makannya tapi makanan di sana terkenal enak dan murah. Jadi selalu ramai dengan pembeli yang rata-rata anak kampus. Pergilah kesana. " Bagus ingin segera pergi dari rumah itu, tapi tangannya langsung di cekal olah Maya.
"Kamu mau kemana lagi. " ucap Maya yang masih mencekal lengan Bagus.
"Mau apa kamu, May. "
"Sebelum kamu pergi lagi dari rumah ini, selesaikan dulu masalah kita. " kata Maya kemudian.
Dika yang melihat kakak dan kakak iparnya itu sedang ada masalah, langsung pamit pergi ke kantor. Karena dia tidak mau berurusan dengan mereka.
"Bu, Aku pergi dulu. " pamitnya pada Bu Ayu yang merasa bingung dengan situasi yang terjadi saat ini.
Setelah kepergian Dika, Maya langsung menatap Bagus dengan tajam.
"Kemana saja kamu selama ini mas. Kenapa tidak pulang, dan menelantarkan istri dan anakmu. " pekik Maya yang sudah tidak tahan lagu menahan emosinya.
"Apa maksudmu, May. "
"Jangan pura-pura, aku tau kamu selingkuh dengan janda kampung seberang kan. "
Bagus gelagapan mendengar tuduhan dari Maya yang benar adanya.
"Kamu ngomong apa sih, May. "
"He.... kalian berdua apa-apaan hah kenapa saking teriak. Ada masalah apa? "
"Ibu tidak tau, kalau anak ibu ini sudah selingkuh dengan janda pemilik salon."
"Benar itu, Bagus. " lirik bu Ayu pada anaknya.
Bagus yang di tanya ibunya pun menjadi gelagapan.
"Nggak usah ngeles lagi, mas. Sekarang kamu pilih aku atau selingkuhanmu. "
"Apa-apaan sih, may. " Bagus mencoba meraih tangan Maya tapi langsung di tepisnya.
"Jangan pernah sentuh aku. Aku jijik sama kamu. "
Bagus menghembuskan napasnya kasar lalu dia menatap Maya dengan sinis.
"Kamu mau apa? "
"Kita cerai. "
"Baiklah, Maya. Mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Sudah puas, kamu. " Setelah mengatakan itu Bagus langsung meninggalkan Maya, yang terduduk lemas di kursi.
__ADS_1
Bu Ayu yang melihat itupun, merasa tak percaya kenapa semua jadi seperti ini.
Maya langsung bangkit dari duduknya dan segera menuju kamarnya. Dia lalu memasukkan semua bajunya dan baju anaknya ke dalam tas, Dia akan keluar dari rumah yang seperti neraka itu. Menyusul Yesha yang sudah mengambil keputusan sejak awal, meninggalkan keluarga yang penuh dengan racun.