Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Sah


__ADS_3

Abhi sebagai mempelai pria sudah bersiap di ball room hotel didampingi papanya pak Pradipta dan beberapa orang saksi di sana yang akan menyaksikan acara sakral akad nikah antara Abhi dan Yesha. Ia berhadapan langsung dengan pak Prambudi sebagai wali nikahnya Yesha dan dengan penghulu di sampingnya yang sedang sibuk mempersiapkan berkas pernikahan mereka.


Tak lama Yesha datang dengan di dampingi ibu dan ibu mertuanya serta Jihan dan Aksa. Kedua ibu itu mendudukkan Yesha di samping Abhi, yang sedang tegang menantikan prosesi yang akan ia jalani. Padahal inini bukan pertama kalinya bagi Abhi. Tapi tetap saja,ketegangan mewarnai wajah Abhi. Wajahnya semakin menegang saat melihat sosok wanita cantik yang sudah beberapa hari ini tidak ia temui. Yesha terlihat semakin cantik dan anggun saat memakai riasan di wajahnya dan gaun putih yang sangat indah. Karena selama ini, baik Abhi dan semua orang hanya melihat Yesha tampil polos tanpa make up. Kini dihari pernikahan nya, aura kecantikan Yesha terpancar dan membuat semua orang tertegun karenanya.


Pak penghulu mempersilahkan kepada pak Pram untuk bicara kepada kedua mempelai, apabila ada yang ingin disampaikan.


"Mungkin ada yang ingin bapak sampaikan kepada mempelai pria dan wanita. Sebagai nasehat pernikahan. " ujar pak penghulu kepada wali nikahnya.


Pak Pram mengangguk mengerti, dan ia pun mulai berbicara.


"Nak Abhi. Bapak titipkan Yesha anak bapak kepadamu. Status kalian kita semua sudah mengetahuinya. Biarlah yang lalu kalian buat pelajaran untuk membina rumah tangga berikutnya yang lebih baik. Bapak yakin kalian bisa saling mengobati dan mengisi satu sama lain, Bapak harap pernikahan kalian kali ini bisa langgeng hingga kakek nenek, hingga maut yang memisahkan dan bertemu kembali di surga-Nya. "


"Aamiin... " doa pak Pram pun diamini oleh semua orang yang berada disana.


Akhirnya proses akad nikah pun dimulai. Abhi dengan segala kegugupannya berhasil mengucapkan kalimat ijab qobul itu hanya dengan Satu tarikan nafas.


Hingga terdengar kata.


"Sah."


menggema di ruangan itu.


Semua orang bersyukur atas kelancaran prosesi akad nikah ini. Ibu Hasna dan mama Erina saling berpelukan karena mereka sangat bahagia, akhirnya Abhi dan Yesha sudah sah menjadi sepasang suami istri. Jihan juga langsung memeluk Aksa yang duduk di sampingnya.


Do'a-do'a dipanjatkan untuk kedua mempelai. Lalu mereka menandatangani berkas-berkas penikahan yang menandakan mereka sudah sah menjadi suami istri dimata hukum dan agama.


Abhi dan Yesha berdiri, mereka saling berhadapan. Cincin pernikahan pun diberikan kepada mama Erina, untuk di sematkan di jari manis Yesha, begitu pula sebaliknya. Yesha mencium tangan Abhi, dan Abhi membalasnya dengan kecupan lama di keningnya. Momen itu tak luput dari jepretan kamera fotografer yang mereka sewa uuntuk mengabadikan momen pernikahan mereka berdua.


Sungguh, pernikahan mereka benar-benar terjadi.


Abhi dan Yesha didudukkan di kursi pelaminan untuk melakukan prosesi adat berikutnya setelah akad. Prosesi sungkeman pun mereka lakukan untuk meminta doa restu kepada kedua orangtua masing-masing. Tangis haru menyelimuti prosesi sungkeman itu. Karena kedua keluarga tahu apa yang terjadi pada pernikahan mereka sebelumnya. Kedua orang tua mereka memberikan doa restunya, dan berharap semoga pernikahan kedua mereka ini bisa langgeng hingga akhir hayat mereka.

__ADS_1


Setelah melakukan semua prosesi dan foto bersama keluarga, Yesha dan Abhi di antarkan ke kamar pengantin mereka untuk beristirat terlebih dahulu, sebelum acara resepsi nanti sore hingga malam.


Abhi langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Yesha dibantu beberapa orang MUA untuk membersihkan diri dari segala aksesoris dan make up yang menempel.


"Kalau begitu, kami permisi dulu mbak, nanti kami kemari lagi jam tiga. " pamit MUA dan asistennya.


"Baiklah, Terimakasih mbak. "


Tak lama setelah kepergian para MUA Abhi keluar dari kamar mandi, dengan memakai bathrobe dan handuk kecil yang mengalung di lehernya. Ia lalu berjalan mendekati Yesha yang sedang sibuk membersihkan wajahnya dari make up yang masih menempel. Abhi memeluk Yesha dari belakang, dan menghirup aroma tubuh Yesha di ceruk lehernya. Seketika membuat Yesha meremang.


"Mas... "


"hmmm... " Abhi hanya bergumam mendengar panggilan Yesha, dia masih menikmati aroma tubuh Yesha yang bagai candu itu.


"geli mas... "


Cup.


Sebuah kecupan mendarat di leher Yesha. Lalu Abhi membalikkan tubuh Yesha agar menghadap ke arahnya. Abhi memandangi wajah Yesha yang bersemu merah karena mendapat perlakuan darinya.


"Malu, mas... " Yesha mencoba melepaskan pelukan Abhi dari pinggangnya.


Abhi semakin mengeratkan pelukannya, dan menempelkan tubuh mereka.


"Kamu tau? Aku sudah menahannya selama ini. Bertahan saat didekatmu, karena kamu belum halal untukku. Tapi sekarang, aku akan mendekapmu erat seperti karena kamu sudah halal untukku. " kata Abhi menatap lekat mata Yesha dan menguncinya. Membuat Yesha tidak bisa berpaling lagi dari Abhi.


"Mas... " Suara lirih Yesha seperti sebuah ******* yang berbisik di telinga Abhi.


Abhi mendekatkan wajahnya ke wajah Yesha, semakin dekat dan tak berjarak. Yesha pun secara spontan menutup matanya. Dia akan menerima apa yang akan Abhi berikan. Toh mereka juga sudah halal.


Abhi menyeringai melihat Yesha menutup matanya, itu artinya Yesha sudah siap menyambut dirinya. Dan akhirnya, bibir Abhi mendarat sempurna di bibir Yesha. Merasa tidak ada penolakan dari Yesha. Abhi memulai aksinya, dia menyesap bibir Yesha atas dan bawah. dan menikmatinya. Yesha pun memberikan respon positif, dia memberikan balasan atas ciuman yang Abhi berikan padanya. Setelah dirasa kehabisan nafas, mereka melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Terimakasih, Yesh. " Kata Abhi sambil membersihkan sisa saliva yang menempel di bibir Yesha.


Yesha mengangguk dan tertunduk malu. Melihat itu, Abhi langsung menarik Yesha ke dalam pelukannya.. Saling menikmati sensasi wangi tubuh masing-masing. Terasa nyaman dan hangat.


"Untuk saat ini, seperti ini dulu. Sebaiknya kita istirahat karena nanti acaranya pasti sangat melelahkan. Apalagi kamu akan mendapatkan tamu istimewa. " kata Abhi yang masih memeluk Yesha.


Yesha mendongak menatap suaminya itu "Siapa mas? " tanya Yesha penasaran.


"Nanti kamu juga tau sendiri. " jawab Abhi santai, lalu melepaskan pelukannya.


"Aku pakai baju dulu." kata Abhi, yang pergi mengambil pakaian di kopernya.


"Kalau begitu aku mandi dulu. "


Setelah berpakaian, Abhi lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, sambil memainkan ponselnya. Dia mengirim beberapa pesan kepada Mario, agar tetap mengawasi Dika dan istrinya jika nanti mereka datang di acara resepsinya.


Yesha keluar dari kamar mandi dengan tubuh dan wajah yang segar, dia juga sudah memakai pakaiannya di dalam kamar mandi, karena masih merasa canggung dengan suaminya.


"Kemarilah... " Abhi memanggil Yesha dan menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya.


Yesha mendekat, dan dengan ragu naik di atas ranjang yang sama dengan Abhi.


Abhi yang melihat keragu-raguan di wajah Yesha pun langsung menariknya, dan akhirnya Yesha terjatuh didada bidang Abhi. Abhi sedikit meringis karena Yesha terjatuh sangat kuat di dadanya.


"Mas, nggak apa-apa? " Yesha merasa khawatir dengan keadaan Abhi.


"Nggak apa-apa, cuma sedikit ngilu aja. "


"Habisnya, main tarik aja. " gerutu Yesha sambil mengelus-elus dada bidang Abhi.


Abhi mendekap tubuh Yesha, posisi mereka saat ini saling berpelukan dengan tangan Yesha yang masih setia mengelus dada Abhi. Lagi, Abhi mendekatkan wajahnya ke wajah Yesha. Ia ingin lagi dan lagi, merasakan manisnya bibir Yesha yang pink alami itu.

__ADS_1


Yesha pun membalas apa yang abhi ingin kan. Hingga akhirnya mereka menyudahi permainan bibir dan lidah mereka. Mereka tidak ingin hilang kendali, karena nanti malam masih ada acaraa resepsi yang akan diadakan.


Abhi dan Yesha saling tersenyum dan tertawa dengan kekonyolan mereka. Dimana mereka ingin melampiaskan hasrat pria dan wanita dewasa yang sudah lama terpendam. Namun waktu tidak memungkinkan. Hasilnya ya, mereka harus bertahan hingga nanti malam.


__ADS_2