
Seperti kata Abhi siang itu supir perusahaan menjemput Yesha untuk datang ke perusahaan suaminya. Yesha berpesan kepada Jihan dan Danu agar nanti bersiap sebelum Mario menjemput mereka ketempat yang sudah di pesan Abhi.
"Jangan lupa, Aksa diperhatikan ya, Dan. " Yesha memperingatkan adiknya itu.
"Siap, jangan khawatir mbak. "
Yesha kemudian berangkat menuju perusahaan suaminya.
Kepergiaan Yesha dilihat oleh Maya dan Dila yang sedang bersantai karena tidak begitu ramai pelanggan.
"Enak ya mbak Yesha keman-mana di antar jemput supir. Mana suaminya kaya, baik lagi. " kata Dila.
"Sudah sepantasnya Yesha mendapatkannya. Karena wanita baik-baik pasti akan mendapat pria baik-baik juga. " ujar Maya sambil melihat kepergian Yesha.
"Oh ya Dil, gimana? apa kamu sudah menerima Agus? " tanya Maya kemudian.
"Sepertinya aku akan nenerimanya mbak. Bagaimanapun dia adalah ayah dari anakku. Dan aku juga butuh sandaran hidup. " ujar Dila menumpahkan semua unek-uneknya selama ini.
"Iya kau benar, dan kalau aku perhatikan Agus sebenarnya pria baik, sayang aja dia dikhianati istrinya sehingga membuatnya seperti itu. "
Dila mengangguk setuju dengan ucapan Maya. "Iya mbak, bahkan sebenarnya ibu mas Agus juga baik, selama yang aku lihat saat aku tinggal disana. Walau sedikit ketus, tapi dia tidak pernah memberikan pekerjaan berat kepada ku. "
"Baguslah kalah begitu, semoga kamu juga bisa menyusul kebahagiaan Yesha. " Maya mendoakan Dila dengan tulus.
"Aamiin.... Kalau mbak Maya sendiri gimana? apa mbak Maya akan menerima mas Dika sebagai suami mbak Maya.?" tanya Dila dan itu membuat Maya terkejut.
"Apa Dika menceritakan padamu? " tanya maya balik gak percaya.
Dila hanya mengangguk. "Kapan hari mas Dika bilang akan meminta mbak Maya sebagai istrinya, apa mbak Maya menerima mas Dika? "
Maya langsung menggeleng. "Arum tidak menyetujuinya, jadi aku tidak bisa memakasakan keinginan Dika. Karena saat ini prioritas utama ku adalah Arum. Jika Arum tidak setuju, aku juga tidak bisa memaksakan nya. " Ujar Maya sambil menunduk.
"Apa alasan, Arum tidak mau menerima mas Dika, mbak?
"Dia tidak ingin aku disakiti oleh keluargamu lagi, dan dia tidak mau bertemu dengan nenek Ayu.
Meskipun masih kecil tapi Arum memiliki sifat dewasa. Walau terkadang sifat dewasanya itu terlalu dipaksakan, karena belum waktunya. " Maya berkata jujur apa adanya agar Dila tidak memaksanya untuk menerima kakak nya itu.
Dila mengangguk mengerti, dan dia juga tidak bisa memaksa karena semua yang dikatakan Maya atau Arum benar adanya. Ibu nya memang sudah keterlaluan kepada para menantunya dulu. Dan lihatlah sekarang, para menantunya yang baik hati semuanya telah pergi meninggalkan anak-anaknya.
"Ya, nggak apa-apa. Semoga nanti mbak Maya bisa menemukan sosok pria yang baik untuk masa depan mbak Maya dan Arum. "
"Aamiin."
*
__ADS_1
*
Yesha sudah sampai di perusahaan Abhi, seperti biasa, dia disambut asisten Mario di lobby perusahaan.
Didalam Lift, Mario mencoba bicara dengan Yesha dan mengorek informasi tentang Maya.
"Mbak, boleh tanya sesuatu? "
Yesha langsung menoleh ke Mario, tumben asisten suaminya ini ingin bertanya padanya.
"Ada apa Mario? "
"Mbak Yesha kenal Maya kan? "
Yesha mengangguk. "Kamu kenal Maya juga? "
"Dia teman SMA aku mbak. "
"Oohh, aku kenal Maya, tapi nggak dekat sih. Dia dulu istri kakak iparku. " jawab Yesha apa adanya.
"Kalau boleh tau, apakah selama pernikahan nya dia bahagia? "
Yesha merasa curiga mendengar pertanyaan Mario.
Mendapat pertanyaan balik dari Yesha membuat Mario salah tingkah. dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Yesha yang mengertipun akhirnya memberikan informasi tentang Maya dan pernikahan nya dulu.
"Kalau dulu, Maya itu suka menindasku, sama seperti ibu mertua dan adik ipar. Tapi kadang aku melihat sorot mata kesedihan di matanya. Mungkin saja dia sedang ada masalah dengan suaminya, sehingga melampiaskan nya kepadaku. Aku juga tidak tau. Suaminya cuma pekerja bengkel dan jarang ngasih uang belanja kepadanya. Jadi ya, mungkin nasib Maya sama sepertiku dulu tidak mendapatkan nafkah yang layak dari suami. Apalagi penyakitnya sama yang membuat kami bercerai, yaitu perselingkuhan. " Yesha menceritakan apa yang dia tau tentang Maya, kepada Mario.
"Jika kamu suka sama dia, buruan nikahi. Kasihan, karena aku nggak bisa ngasih dia gaji yang layak. aku cuma bisa ngasih dia gaji yang cukup buat makan aja. Kasihan juga, apalagi anaknya juga sekolah. Aku memperkerjakan orang ditokoku, sebenarnya hanya untuk para gadis yang baru lulus sekolah, dari pada nganggur kan mending kerja di tempatku, uang bayarannya bisa buat jajan jadi nggak minta ke orang tua." jelas Yesha.
"Tapi kalau untuk Maya, aku kasihan sebenarnya. dia dan anaknya tidak punya tempat tinggal dan harus sewa kost. uang gaji toko yang nggak seberapa harus dipotong uang kost sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. " Yesha juga menjelaskan keadaan Maya.
"Jadi mending kamu nikahi Maya, kalau kamu suka sama dia. Kan dapat pahala tuh, menikahi janda yang teraniaya. "
Setelah mengatakan itu, pintu lift terbuka. Yesha segera keluar dari lift dan menuju ruangan suaminya.
Saat pintu dibuka, Yesha melihat Abhi yang sedang fokus memandang berkas dan laptopnya bergantian, sepertinya dia sedang mencocokkan sesuatu.
"Assalamu'alaikum, suamiku... serius amat. "
Mendengar ucapan salam dari istrinya Abhi langsung mendongak dan melihat kalau istrinya sudah datang dan bejalan mendekat kepadanya.
"Wa'alaikum salam istriku. "
__ADS_1
Yesha tersenyum mendapat jawaban salam suami nya.
"Masih sibuk mas? "
"Iya, kurang sedikit lagi. Mau menunggu sebentar kan? "
"Iya, aku tunggu. "
Yesha lalu mendudukkan dirinya di sofa sambil melihat-lihat majalah yang ada disana. Tapi tak lama, kantuk datang menyerang nya, Yesha lalu mengambil posisi nyaman, lalu mulai memejamkan matanya.
Abhi yang tidak mendengar pergerakan Yesha lagi, langsung menoleh dan melihat ke arah sofa, ternyata istrinya sudah terlelap. Abhi lalu mengunci pintu ruangannya agar tak ada orang yang sembarangan masuk saat istrinya tidur.
Satu jam berlalu, dan akhrinya pekerjaan Abhi selesai. Dan dilihatnya istrinya masih terlelap dalam mimpinya. Abhi kemudian mendekat dan membangunkan Yesha, karena sudah masuk jam makan siang, dia tidak ingin istri dan bayinya kelaparan di dalam sana.
"Hei, Sayang. Ayo bangun waktunya makan siang. Dan waktunya kamu memberikan aku hadiah utama di hari ulang tahunku. " Abhi terus membangunkan istrinya sambil terkikik geli dengan ucapannya sendiri.
Yesha yang dibangunkan pun mulai mengerjap kan matanya
"Aku ketiduran ya. "
"Kamu pasti lelah. "
"Kalau jam segini dirumah aku pasti tidur mas. "
"Ayo kita bersiap makan siang. Dan kamu nggak lupa kan dengan hadiah utama untukku. " goda Abhi kepada istrinya itu.
"Aduh sumpah deh mas, kamu ini ya, di ulang tahunmu banyak maunya. " kata Yesha yang nggak habis pikir dengan semua permintaan konyol suaminya.
"Kan cuma setahun sekali. Wajarlah... Lagipula baru kali ini aku bisa menikmati hari spesialku bersama orang-orang tercinta. " kata Abhi terus terang
"Apa kau tau, kejutan tadi pagi dari anak-anak itu membuatku benar-benar terharu. Setelah mendapatkan perhatian lebih darimu, aku juga mendapatkan perhatian dari adik adikku dan anak kita. "
Mendengar itu, Yesha langsung memeluk suaminya.
"Kita semua sayang papa Abhi kok, dan tahun depan pasti ada warga tambahan di rumah kita. " Yesha lalu melepaskan pelukannya dan mengusap perutnya.
"Kau benar, tahun depan pasti ada anak kita di antara kita. " Abhi ikut mengusap perut Yesha yang sudah membuncit.
Setelah melakukan drama suami istri, mereka berdua pergi keluar dari ruangan Abhi, dan menuju ke ruangan Mario.
"Mario, tolong selesaikan sisa pekerjaan hari ini. Dan jika belum selesai, tidak usah lembur kerjakan besok saja. Aku minta tolong padamu, agar nanti menjemput anak dan adik-adikku. Aku tunggu kalian di hotel XX. " ujar Abhi memberikan tugas hari ini kepada asistennya itu.
"Baik, tuan. "
Setelah itu, mereka berdua keluar dari perusahaan dan menuju tempat yang sudah Abhi reservasi, untuk merayakan ulang tahunnya bersama istrinya saja berdua. Sedangkan nanti malam mereka akan merayakannya dengan anak-anak dan juga orang tua Abhi yang mereka undang untuk makan malam.
__ADS_1