Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Kedatangam Bu Ayu


__ADS_3

Mereka semua akhirnya pergi ke tempat Makan yang Agus pesan. Sebenarnya itu adalah restoran milik Agus sendiri. Tapi semalam Dila mengirim pesan kepada suaminya sekarang


"Kalau mau mengajak keluarga ku pergi makan di restoran sendiri. Jangan pernah mengatakan kalau itu adalah restoran milik pribadi. Dan juga bilang kepada para karyawan untuk memperlakukanmu seperti pelanggan lainnya. Agar ibunya tidak curiga. "


Dila juga berterus terang kepada Agus, kalau ibunya itu memiliki sifat dan sikap yang tidak baik. Jadi sebelum suaminya itu illfeel, Akhirnya Dila mengatakan semuanya di awal. Dan syukurlah Agus bisa menerimanya dengan lapang dada. Mungkin saja suatu hari nanti ibunya bisa berubah. Itulah harapan Dila dan Dika selama ini. Setelah mereka mengalami ujian hidup yang sangat berat.


Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran yang lumayan mewah, dan menuju tempat yang sudah dipesan sebelumnya.


Bu Ayu dekat dengan Dila d5a Dika, sedangkan Agus dekat dengan ibunya. Mereka berbincang hangat sebelum makanan dihidangkan.


"Oh, ya, Dil. Selama ini kamu tinggal dimana setelah kabur dari rumah sakit? " tanya Bu Ayu yang masih penasaran dimana Dila tinggal selama ini.


"Ibu tau kalau aku masuk rumah sakit? " tanya Dila yang keheranan saat tau ibunya ternyata tau semua tentang dirinya.


"Tau, suami mu yang menceritakan semuanya bahkan kamu yang sudah kehilangan bayimu ibu sudah tau. Ibu turut bersedih untuk anakmu itu, Dil." Ujar bu Ayu penuh penyesalan.


Dila mengangguk mengerti. "Nggak apa-apa bu, mungkin itu sudah jalan takdir untuk anakku. sehingga aku hanya diijinkan melahirkan satu anak. "


"Setelah ini kamu kan bisa hami lagi, Dil dan bisa melahirkan anak yang baik untuk Agus. " ujar Bu Maria tanpa perasaan.


"Eh, nyonya. Anda pikir anak saya ini kucing apa, di suruh melahirkan anak banyak. " ketus bu Ayu yang tidak terima jika anaknya harus melahirkn banyak anak.


" Sudah-sudah stop, ayo kita waktunya makan sekarang. ' Agus akhirnya meminta mereka agar tidak berdebat. Karena makanan sudah datang.


Para pelayanan restoran itupun mempersilahkan atasannya itu segera makan, hidangan yang sudah disiapkan.


"Ayo, semuanya. Waktunya kita makan. " ajak agus kepada semua orang.


Mereka semua akhirnya makan dengan tenang, dan hanya ada suara sendok dan garlu yang berdenting di atas piring. Setelah selesai makan mereka meneruskan obrolan yang tadi belum mendapat jawaban dari Dila.


"Katakan deh, Dil. Selama ini kamu tinggal di mana? " Tanya Bu Ayu lagi.


"Enggak deh bu, nanti kalau aku sebutin ibu bakal marah-marah nggak jelas ke sana. " kata Dila menunjukkan kekhawatirannya.


"Enggak, ibu janji nggak akan marah sama kamu. Sekarang katakan kemana kamu pergi selama ini?" Bu Ayu terus mendesak anaknya itu agar mau terus terang.


"Aku ngekost bu. " kata Dila pada akhirnya.


"Nge kost? Nge kost dimana? " tanya bu Ayu yang masih penasaran.


"Aku nge kost di tempatnya mbak Yesha? "


"Apa, Yesh? Yesha mantan istrinya dika maksudmu?" tanya bu Ayu tak percaya.


Dila mengangguk dan membenarkan semua ucapannya . Kalau selama ini dia memang nge kost di tempat Dila.

__ADS_1


"Dil, nggak usah berbohong. Bagaimana mungkin Yesha yang miskin itu bisa menampungmu di rumah kost? "


"Mbak Yesha nggak bilang dibilang telah menampungku bu, dia bilang aku seperti penghuni kost lainnya karena menyewa dengan membayar uang kost tiap bulan. " ujar Dila pada akhirnya.


"Cih pelit sekali kenapa kepadamu dia tidak memberi gratis saja sih. Kamu kan adiknya Dika. " kata Bu Ayu yang mencibir kelakuan ibunya itu.


Tanpa ia sadari dari tadi Agus dan ibunya sedang mengamati percakapan atau lebih kepada perdebatan antara ibu dan anak itu. Ternyata benar yang Dila katakan kalau ibunya itu luar biasa.


"Sekarang aku tanya sama ibu. Memangnya sekarang hubungan mbak Yesha sama mas Dika apa?" tanya Dila kepadaa ibunya.


Bu Ayu menggeleng.


"Nah itu maksudku. Kita ini sudah tau posisi mbak Yesha sekarang. Jadi kita nggak perlu berharap terlalu bayak kepada mbak Yesha." ujar Dila mengingatkan ibunya.


"Dan bener kata ibu dulu. Kalau mau dapet uang sebaiknya kita bekerja. Dan itu yang aku lakukan selama aku nge kost di tempatnya mbak Yesha. " ujar Dila pada ibunya.


"Sekarang aku mohon pada ibu, agar ibu berubah. Jangan suka merendahkan orang lain. Karena itu juga tidak baik untuk diri kita. Karena ada akan ada hukum sebab akibat, dan karma yang berlaku. Karena roda kehidupan itu berputar bu, tidak berhenti disatu titik. " Ujar Dila dengan kalimat panjangnya.


"Aku, mas Dika dan Mbak Maya sudah meminta maaf kepada mbak Yesha, sekarang giliran ibu. Aku nggak mau nanti kalau ibu meninggal, malaikat maut akan sulit mencabut nyawa Ibu hanya gara-gara ibu masih punya kesalahan kepada orang yang telah ibu tindas selama ini. "


Bu Ayu terdiam. Mencerna setiap ucapan yang dikatakan Dila


"Entahlah ibu sangat malu jika harus berhadapan dengan Yesha. Kesalahan Ibu pada Yesha sangat banyak. "


Bu Ayu hanya menggedikkan bahunya.


Sudah saatnya mereka berpisah. Dila yang akan mengikuti Suami nya pergi sedangkan Bu Ayu dan Dika akan pulang ke rumahnya.


"Hati-hati ya Dila, jaga dirimu baik-baik. Nak Agus tolong jaga Dila baik-baik,ya. Kalau ada apa-apa segera hubugu Dika atau ibu. " pesan bu Ayu kepada Dila dan Agus.


Mereka akhirnya berpisah, kini tinggal Dika dan bu Ayu yang akan pulang.


"Dik, kamu tau rumahnya Yesha? "


"Kenapa bu? " tanya Dika yang merasa curiga.


"Antarkan ibu ke sana. Ibu mau minta maaf sama Yesha. " ujar bu Ayu.


"Tapi.... "


"tolong Dik. "


Dika hendak menolak, tapi bu Ayu segera memelas untuk di antarkan ke sana. Dan akhirnya Dika mengalah dan mau mengantarkan Bu Ayu ke rumah Yesha. Sebagai antisipasi, dia menghubungi Abhi terlebih dulu, dengan mengirim pesan kepadanya agar Abhi pulang. Takut kalau nanti ibunya berbuat macam-macam kepada istrinya.


Abhi yang sebenarnya sudah pulang ke rumah untuk makan siangpun urung kembali ke kantor, karena dia akan menunggu Dika dan Ibunya datang untuk mengetahui apa yang diinginkan mereka berdua.

__ADS_1


Tak berapa lama, motor yang dikendarai Dika sampai di rumah Dika. Bu Ayu hanya bisa tercengang melihat rumah Yesha yang besar.


"Ini rumah Yesha?" tanya bu Ayu tak percaya


"Iya mulai dari sana sampai sana. ' Dikaa menunjukkan bangunan kost-kostan sampai rumah makan itu, adalah milik Yesha.


" Wahh.... kenapa kamu nggak kembali aja sama Yesha sih, Dik. " gerutu bu Ayub kepada anaknya itu.


"Yesha sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang bu. Sedangkan Denganku, aku hanya memberinya penderitaan. " Ujar Dika yang merasa sesak di dadanya.


Mendengar ucapan anaknya, bu Ayu pun merasa bersalah. Memang benar apa yang dikatakan Dika. Selama ini saat bersamanya Yesha hanya mendapatkan penderitaan.


Dika kemudian memencet Bel pintu pagar rumah Yesha. Dan bi Sumi segera keluar untuk membukakan pintunya.


"Ada apa ya mas? " tanya bi sumi kepada Dika.


"Yesha nya ada, bi? "


"Ada, silahkan masuk. "


Bi Sumi yang sudah mendapatkan perintah dari Abhipun berani mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah.


Bu Ayu pun ikut masuk dan dengan wajah kampungannya dia mengagumi rumah Yesha.


"Wah, bagus sekali ya Dik, rumahnya. "


Dika tidak peduli dengan apa yang dikatakan ibunya. Dia tetap fokus berjalan menuju ke dalam rumah Yesha di belakang bi Sumi


Mereka telah berada di ruang tamu dan Bi Sumi segera memanggil Yesha dan memberitahu nya kalau ada tamu. Yesha yang baru selesai sholat pun segera memakai kerudungnya dan segera menemui tamu yang datang.


Namun wajahnya langsung menegang melihat tamu yang datang. Dia hanya berdiri terpaku melihat wanita paruh baya di depannya.


"Ada apa sayang, kenapa kamu diam saja? " tanya Abhi yang tiba-tiba merangkul pundak istrinya dan pura-pura tidak tau dengan kedatangan mereka berdua.


"mereka? kenapa boleh masuk, mas? " lirih Yesha.


"Kita akan mengetahui apa yang mereka inginkan sekarang. Ayo duduklah, aku akan menemanimu. "


Abhi segera mendudukkan istrinya agar segera duduk dan ia duduk di samping istrinya.


"Ada apa ya, kalian kemari. " tanya Yesha pada akhirnya.


Bu ayu yang sejak tadi tertegun melihat penampilan Yesha yang terlihat semakin cantik dan tak lupa perut buncit nya yang menandakan kalau dia juga hamil. Terkejut saat sebuah pertanyaan diberikan Yesha kepadanya


"Yesh... ibu kemari untuk meminta maaf kepadamu. "

__ADS_1


__ADS_2