Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 26


__ADS_3

"Ayo duduk dulu. " Abhi mengajak Dika dan Maira untuk duduk bersama mereka.


"Tidak usah tuan , kami akan kembali ke tempat kami saja . Rasanya tidak enak , duduk dengan petinggi perusahaan ." Kata Dika yang merasa sungkan duduk bersama Abhi .


"Tidak apa-apa Ayo duduk sini , saya pengen dengar cerita dari kamu . Kok bisa kenal dengan istrimu ini ." Kata Abhi yang sok kepo .


Sedangkan Yesha langsung mencubit pinggang Abhi .


"Aduh, Sakit sayang ." Kata Abhi sambil mengusap-ngusap pinggangnya .


"Jangan kepo deh Mas , mereka juga punya privasi ." kata Yesha kemudian .


"Ya nggak papa dong , aku juga penasaran kenapa Abi bisa mendapatkan istri yang masih sangat muda ." Kata api sambil tersenyum garing.


Akhirnya karena paksaan dari Abhi , Dika dan Maira duduk bersama mereka dalam satu meja.


"Coba ceritakan pada kami , Bagaimana kamu bisa mengenal istrimu . Masih muda banget loh Dik , Apa kamu nggak salah pilih istri ." Tanya Abhi yang sedikit kepo .


Begitu juga dengan Maya dan Yesha , yang sebenarnya juga ingin tahu Bagaimana bisa Abhi mendapatkan istri yang masih muda .Karena mereka duduk dalam satu meja yang sama .


Dengan desakan dari Abhi akhirnya Dika menceritakan , Apa yang terjadi padanya sebelum pernikahan . Saat bertemu dengan Maira hingga mereka menikah . Dika benar-benar menceritakan detail pertemuannya dengan Maira .


Saat Dika menceritakan asal usul pernikahannya , Maira terus saja memperhatikan Bagaimana reaksi Aksa saat duduk Satu meja bersama dengan ayahnya . Dia benar-benar tidak peduli kepada Dika, melirik, menatap atau tidak merespon sedikit pun dengan keberadaan Dika di sana .


"Kenapa Aksa bisa seperti itu? Hatinya benar-benar seperti sudah beku untuk mas Dika." Batin Maira .


Maira mencoba mendekat dan ngobrol dengan Aksa.


"Adik sedang makan apa? kok sepertinya enak banget? " tanya Maira mencoba berinteraksi dengan Aksa.


Aksa yang mendengar suara Maira lalu menatapnya. Dia lalu berpaling dan melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Mahira .


"Dia dingin sekali ?" Batin Maira .


Kemudian Maira kembali duduk bersama dengan Dika , sebenarnya interaksi antara Mayora dan Aksa dari tadi diperhatikan oleh semua orang yang sedang berada di sana . Mereka membiarkannya , barangkali Asa bisa luluh dengan Mahira . Ternyata tidak . Aksa Tetap dingin jika berhubungan dengan Dika .


Dika lalu menggenggam erat tangan Maira ada sedikit luka di sana, saat anaknya tidak mau peduli kepadanya. Tapi apa boleh dikata memang kesalahannya sangat besar kepada Aksa.


"Mbak Yesha, apakah mbak Yesha pernah membicarakan tentang mus Dika kepada Aksa?" Tanya Maira kepada Yesha.


"Sudah , Bahkan aku dan Mas Abhi . Sering bicara dengannya agar mau bertemu dengan Mas Dika . Tapi tetap saja Aksa tidak ingin bertemu dengan Mas Dika . Entahlah aku sendiri juga sudah bingung ." Kata Yesha dengan pasrah .

__ADS_1


Maira mengangguk mengerti, entah dosa apa yang Dika lakukan kepada Aksa . Sehingga dia tidak mau bertemu dengannya atau bahkan berbicara sedikitpun .


"Tuan Abhi , Mbak Yesa . Bisakah kita bertemu , di sebuah taman pada hari Minggu ? Aku ingin mendekatkan mas Dika dengan Aksa . Aku ingin mencobanya . Jika memang tidak bisa , aku pun akan menyerah . Aku hanya ingin melihat , Mas Dika dekat dengan anaknya . Walaupun dia dulu pernah berbuat kesalahan padanya . Tapi bukankah masih ada kesempatan kedua untuk memperbaikinya . Memperbaiki hubungan antara anak dan ayah ." Kata Maira panjang lebar membuat semua orang tak percaya dengan ucapannya.


Abhi dan Yesha saling berpandangan . Apakah mereka akan bisa bersatu? antara Dika dan Aksa. Yesha sangat tidak yakin . Tapi karena Maira mengatakannya dengan binar bahagianya , maka Yesha akan mencobanya, namun dengan persetujuan Abhi.


"Bagaimana Mas? " Tanya Yesa kepada suaminya .


"Aku sih terserah kamu . Kalau kamu ingin mempertemukan mereka boleh saja ." Kata abhi dengan santai


Mas Dika Beneran pengen memperbaiki hubungan dengan Aksa ?" Tanya Yesha memastikan .


Dika hanya mengangguk perlahan sebagai jawaban .


Mendengar respon dari Dika membuat abhi dan saling berpandangan . Hingga akhirnya mereka mengangguk .


"Baiklah , alun-alun kota . Minggu depan jam 07.00 pagi ." Putus Yesha pada akhirnya


"Namun jika Aksa menolak Tolong jangan pernah salah kan kami. karena dari dulu kami sudah mencoba mempertemukan Aksa bertemu ayahnya . Tapi, Aksa tidak mau bertemu. "ujar Yesha kepada Maira.


'Baiklah, mbak. Saya hanya minta satu kesempatan ini saja. Jika memang Aksa tidak mau bertemu dengan mas Dika lagi, maka saya pun akan angkat tanga." Kata Maira sambil mengangkat kedua tangannya.


"Rencananya, mbak Yesha dan tuan Abhi nanti mengajak Aksa ke Alun-alun. Nanti kita bertemu di sana, seolah pertemuan itu tidak di sengaja. " ucao Maira yang mengemukakan rencananya kepada Yesha dan Abhi.


Maira dan Yesha kemudian bersalaman , setelah itu ,Dika mengajak Maira untuk pergi menjauh dari mereka .


"Kami permisi dulu. " pamit Dika kepada Abhi dan keluarganya.


Setelah agak jauh dari mereka , Dika lalu melepaskan tegangan tangannya dari Tangan Maira.


"Apa yang kau rencanakan Mai ? Kenapa tidak berdiskusi dulu denganku ." Kata Dika sedikit menahan emosinya


"Aku hanya , mengatakan apa yang ada di dalam hatiku, mas. Setidaknya kamu bisa bertemu dengan Aksa . Lalu rencana berikutnya kita akan , pikirkan di rumah." kata Maira dengan takut-takut .


"Jadi, kamu ingin bertemu dengan Aksa , tanpa sebuah rencana ?" Tanya Dika yang tidak hsbid pikir dengan Maira.


Maira mengangguk


"Aku mengatakannya , karena mumpung bertemu dengan Mbak Yesha . Kapan lagi aku akan bertemu dengannya , kalau tidak hari ini . Aku hanya ingin menolongmu , dan membuatmu bersatu dengan Aksa . Aku tidak mempunyai , rencana lain, mas . Dipikiranku hanyalah , Bagaimana membuat Aksa kembali luluh padamu ." kata Mairs sambil menundukkan kepala.


Melihat istrinya yang terlihat ketakutan, Dika lalu segera memeluknya.

__ADS_1


"Maafkan aku... maafkan aku Mai.... aku sudah membuatmu ketakutan. "


Maira menggeleng di dalam dekapan Dika . Dan juga merasakan hal itu .


"Apakah kau ingin pulang ?" tanya Dika agar istrinya kembali nyaman .


"Apakah acaranya di sini sudah selesai ?" tanya Maira sambil mendongak kan kepalanya untuk melihat wajah Dika.


"Sudah , Kita hanya tinggal makan-makan . Dan mendengarkan para penyanyi yang sedang menyanyikan lagu . Jika kamu ingin pulang , kita akan pulang . "


"Baiklah kalau acaranya sudah selesai kita pulang saja , Aku ingin rebahan di rumah ." Kata Maira yang kembali manja .


"Mendengar istrinya yang kembali manja , membuat kita tersenyum . Sepertinya istriku sudah kembali ke sifat aslinya. " goda Dika kepada istrinya .


Mendengarkan itu , membuat Maira mengeratkan pelukannya kepada Dika. Tanpa mereka sadari sikap mereka sudah menjadi perhatian banyak orang .


"Cie mentang-mentang pengantin baru kayak nggak ada tempat lagi untuk mesra-mesraan ." Kata salah satu teman Dika yang melihatnya seperti sedang bermesraan dengan istrinya .


Dika hanya menanggapi sindiran teman-temannya , dengan tersenyum . Tapi tidak dengan Maira yang merasa sangat malu .


"Kami permisi dulu ya , karena nyonya ingin pulang ." Kata Dika yang berpamitan kepada teman-temannya .


"Mau pulang apa mau ngamar Dik ?" Celetuk teman dekat Dika .


"Mau ngamar juga nggak kenapa-napa kita juga udah halal gini ." Balas Dika dengan telak.


Dika lalu mengajak Maira untuk , segera pergi dari acara tersebut dan menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya . Setelah memakai masker wajah Dika lalu memakaikan helm di kepala Maira .


"Apa kamu ingin pergi ke suatu tempat dulu sebelum pulang ?"


"Apa boleh Mas ?" tanya Maira penuh antusias


"Aku ingin makan bakso , apa boleh ? " Maira dengan malu-malu.


"Ya sudah yuk , aku juga masih lapar . Tadi kita makan cuma sedikit ." Kata Dika yang menghibur Maira .


Maira tersenyum lebar , mendengar ucapan dari suaminya . Ternyata suaminya mau memberikan , apa yang dia inginkan . Maira sangat bahagia karena hal ini.


Maira segera naik ke atas motor Dika . Ia lalu memeluk Dika dengan erat . Dika yang mendapat perlakuan seperti itu dari Maira merasa bahagia . Karena ternyata , tidak perlu sesuatu yang mahal untuk membahagiakan istrinya ini .


Mereka berdua lalu pergi menjauh dari gedung perusahaan tempat Dika bekerja . Dan menuju tempat bakso yang diinginkan Maira . Karena kata Maira dari dulu dia menginginkannya , dan lagi-lagi karena biaya dia menahan keinginannya itu untuk memakan semangkok bakso .

__ADS_1


Tiap kali jika mendengar hal itu , dia selalu merasa sedih . Karena ternyata Masih banyak orang di luar sana yang lebih susah darinya . Dia yang setiap bulan mendapatkan gaji , masih saja merasa kurang karena sifat manusia yang tidak pernah puas . Namun sejak bertemu dengan Maira , jika bisa bersyukur dengan apa yang dia miliki saat ini .


Maira adalah bidadari yang dikirimkan Tuhan , untuk menyadarkan dirinya, tentang arti bersyukur yang sesungguhnya .Dia merasa sangat beruntung bisa mengenal Maira dalam hidupnya. Dan bahkan sekarang sudah menjadi teman hidup Dika.


__ADS_2