Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 23


__ADS_3

"Tapi ngomong-ngomong , Kenapa Mas Dika punya uang sebanyak itu . Hari ini Mas Dika sudah belanja banyak . Mulai dari ponselku pakaian kita dan terakhir mesin cuci . Kalau dihitung-hitung semuanya sekitar 6 jutaan Mas . Dari mana Mas Dika punya uang sebanyak itu ? Maaf kalau aku berani bertanya ."


Dika memegang stir motornya dengan satu tangan dan tangan satunya menggenggam tangan Maira. " Nanti malam ya kita ngobrol santai sama ibu. Mas akan ceritakan semuanya. Dari mana mas punya uang banyak. "


Dari belakang Dika merasakan anggukan kepala dari Maira. Tak lama mereka sampai juga di rumah. Dilihatnya bu Ayu yang sedang makan siang.


"Assalamualaikum... " Maira langsung menyalami bu Ayu yang sedang makan.


"Wa'alaikum salam. Bahagia banget, Mai. Dibeliin apa aja sama Dika. " tanya bu Ayu yang melihat binar kebahagiaan di mata Maira.


"Ini bu, Aku dibeliin ponsel sama Mas Dika. Alhamdulillah... " kata Maira yang menunjukkan ponselnya kepada ibu mertuanya.


"Lalu itu apa? " tanya bu Ayu saat melihat kantong belanjaan dari sebuah toko.


"Oh itu, Mas Dika beliin aku baju buat acara ulang tahun perusahaan minggu depan. " Kata Maira lagi tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Ibu nggak dibeliin juga. " kata bu Ayu pura-pura merajuk.


"Ada, ibu aku pilihin gamis buat pengajian. " kata Maira lagi memberikan sebuah gamis kepada ibu mertuanya.


"Tunggu sebentar, ibu cuci tangan dulu. " Bu ayu segera mencuci tangannya.


Dika duduk di samping Maira, dia melihat kekompakan antara istri dan ibu nya merasa bahagia. Dia merasa hidupnya kini penuh warna sejak kedatangan Maira di rumah ini.


"Sini ibu lihat bajunya. " kata bu Ayu yang ingin melihat gamis yang di belikan menantunya itu dan mencobanya.


"Gimana, bagus nggak. " tanya Bu Ayu sambil memutar-mutar badannya.


Maira dan Dika kompak menunjukkan jempolnya kepada bu Ayu.


'Kamu lagi banyak duit Dik. " tanya bu Ayu menyelidik. Karena tak biasanya Dika belanja sebanyak ini. Apalagi membelikan Maira ponsel juga yang harganya pasti lebih dari satu juta.


"Alhamdulillah bu, nanti aja aku ceritanya setelah makan malam. Kita sambil ngobrol santai. " kata Dika.


"Sekarang, aku mau istirahat dulu. Ayo, Mai. " Dika lalu menarik tangan Maira agar ikut dengannya.


Mau tidak mau, Maira mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar. Bu Ayu yang melihat kelakuan anaknya itu hanya menggelengkan kepalanya, dia lalu beranjak mengunci pagar dan pintu rumah sebelum tidur siang.


Di kamar Dika,


Dika sedang merayu istirnya untuk memberikan jatah siang itu, karena kepala bawahnya sudah nyut-nyutan.


"Ayolah Mai, satu kali aja ya... Ini sudah menegang, nggak enak kalau nggak dikeluarin." rengek Dika pada istrinya.


"Tadi pagi kan sudah mas." ucap Maira polos tanpa melihat suaminya yang sedang berguling-guling diatas tempat tidur.


Maira lalu mendekat dan memberikan kecupan singkat di bibir Dika yang sedang mengerucut.


"Dih, bisa ngambek juga rupanya suamiku. " ganti Maira yang menggoda suaminya.

__ADS_1


"Ingat Mai, dosa lho... "


"Iya, aku inget mas. Nggak boleh nolak permintaan suami. " kata Maira, yang selalu mengingat ucapan Dika saat Maira ingin menolak di ajak berhubungan.


Akhirnya di siang yang panas itu Dika dan Maira menambahnya dengan kegiatan panas mereka yang menyenangkan.


Setelah melakukan kegiatan panas-panasan, akhirnya pasangan suami istri itu terlelap karena kelelahan.


Waktu menunjukkan pukul 15.00 . Maira mulai membuka matanya, dan melihat ke sampingnya . Dilihatnya suaminya masih terlelap, sambil memeluknya . Dia terus geleng-geleng kepala , mengingat kegiatan mereka sebelum tidur tadi .


"Bisa-bisanya di siang bolong , minta jatah . Apa akan seperti ini jika Mas Dika libur bekerja ya ." gumam Maira yang masih bisa didengar Dika yang sudah bangun.


"Iya , kalau libur kerja Aku akan meminta jatah sehari tiga kali . Pagi siang malam , seperti minum obat ." Kata Dika sambil mengedipkan matanya dan terkekeh


"Mesum, Itu sih maunya kamu Mas ." Kata Maira sambil mengerucutkan bibirnya .


Dika memainkan , dua bola kenyal milik Maira , karena mereka sedang dalam keadaan polos saat itu .


"Udah dong Mas , kalau diterusin nanti jadi lagi deh . Aku kan masih capek ." gerutu Maira.


Dika lalu melepaskan mainannya , dan menatap Maira . " Ya sudah kalau begitu , kita lanjutkan nanti malam saja ." kata Dika dengan sambil mengerlingkan matanya lagi.


"Iih , mas Dika kenapa mesum banget sih. ' ucap Maira lalu dia beranjak dari tempat tidurnya.


"Mesum sama istri sendiri nggak apa-apa sayang . Kata Dika menggoda istrinya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi .


Dika lalu mencari celana boxernya , yang entah terlempar ke mana . Dia Lalu melihat-lihat ponselnya , apakah sudah ada pesan dari petugas yang akan mengirimkan Mesin cucinya . Ternyata sudah ada , dan barangnya akan dikirim satu jam lagi . Dika mengenakan celana pendeknya , lalu keluar dari kamar. Suasana rumah terlihat sepi


Dika lalu mengetuk pintu kamar ibu Ayu , kemudian membukanya perlahan karena dia tidak mendengar sahutan dari dalam . Ternyata ibunya sedang shalat . Dika lalu menutup pintu kembali lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya di kamar mandi luar , karena kamar mandi di dalam dipakai Maira .


Maira keluar kamar mandi dalam keadaan yang segar dan wangi . Dia tidak melihat keberadaan Dika di kamarnya saat dia keluar.


"Ke mana Mas Dika ya ." Cicit Maira saat dia tidak melihat batang hidung suaminya.


Maira lalu mengganti pakaian, melakukan kewajibannya terlebih dulu . Setelah itu dia akan keluar mencari Dika .


Saat Maira mengucapkan salam , bertepatan dengan Dika yang membuka pintu kamar .


"Kamu sudah selesai. Mai? "


Maira hanya mengangguk dan menyalami tangan suaminya .


"Mas Dika Dari mana aja sih ?" tanya Maira singkat sambil merapikan mukenanya .


"Mas habis mandi di kamar mandi luar Mai , nungguin kamu takut kelamaan ." Jawab Dika sambil mengganti bajunya.


"Ooohhhh..." Kata Maira


"Mas aku keluar dulu ya , mau nyiapin makan malam . Mas Dika mau dimasakin apa hari ini ." tanya Maira sebelum keluar kamar.

__ADS_1


"Memangnya ada apa aja ?" Tanya Dika ingin tahu bahan makanan apa saja yang ada di dapur .


"Ada ikan, ada telur, ada tahu ada tempe ,


Ada sayur sop, sepertinya hanya itu " jujur Maira apa adanya


"Ya sudah masak itu saja ,ikan goreng telur dadar , tahu dan tempe goreng . Jangan lupa sambal kecapnya ,sayur sop nya dikit aja biar ada kuahnya nanti . " Pinta Dika kepada Maira


"Oke siap bos . "


Maira segera keluar dari kamarnya , setelah mendengar keinginan dari suaminya . Dia berpapasan dengan Bu Ayu , yang juga baru saja keluar dari kamarnya .


"Mau ke mana MaMai ," sapa Bu Ayu basa-basi karena dia tahu kalau Maira akan pergi ke dapur .


"Ini Bu Mau masakin makan malam buat kita semua ,request dari Mas Dika ." jawab Maira sambil berlalu.


"Oh , ya sudah Ibu ke depan dulu ya ."


"Iya Bu . "


Maira lalu berkutat dengan bumbu-bumbu dapur , bahan masakan , dan alat-alat dapur . Dia mulai mengolah apa saja yang ingin Dika makan malam ini .


Namun tak lama terdengar , Bu Ayu berlari kecil menemuinya .


"Mai Di luar banyak yang nyariin kamu tuh ". Kata Bu Ayu dengan penuh keseriusan .


"Benarkah ? Siapa yang mencari ku ,bu? " Tanya Maira Yang penasaran .


"Itu ibu-ibu komplek pada nyariin kamu . Mereka tanya kenapa Maira tidak jualan hari ini ." jawab bu Ayu enteng, tanpa memperdulikan kepanikan menantunya.


"Oh kirain nyariin Maira karena apa . Di bilangin aja Bu kalau Mai libur hari ini . Insya Allah buka lagi besok . Sepertinya Mas Dika ingin quality time denganku bu. Sampai Mas Dika sendiri yang memintaku untuk libur berjualan ."


"Iya Mai sudah Ibu katakan kalau hari ini kamu libur jualan , karena ada Dika di rumah . Yang ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya ."


Maira tersenyum mendengar ucapan Ibu mertuanya.


"Ya sudah kalau begitu , aku lanjutin masak dulu, Bu ."


"Iya deh , besok kalau libur kamu tulis aja di depan pagar ' hari ini libur '. Biar orang-orang nggak tanya kenapa kamu nggak jualan . "


"Iya deh Bu sepertinya Oke juga . Jadi bibir kita nggak akan berbusa mengatakan alasan libur kepada semua orang ." jawab Maira dengan terkekeh.


"Iya betul itu ," Ibu capek balasnya .


Maira hanya tersenyum mendengarkan keluhan ibunya , lalyu dia meneruskan memasak untuk keluarganya .


"Ada apa rame-rame . " tanya Dika yang baru saja keluar dari kamar.


"Itu langganan gorengan Maira tanya Kenapa Maira tidak jualan hari ini . Ya Ibu bilang tadi Maira diajak suaminya jalan-jalan , jadi tidak sempat membuat bahan untuk berjualan ." ujar bu Ayu menceritakan apa yang terjadi di luar sana .

__ADS_1


"Sudah banyak langgananmu ya Mai , syukurlah kalau begitu , Aku juga senang kalau pelangganmu banyak yang suka dengan gorengan yang kamu buat ."


"Iya Mas Alhamdulillah , berkat doa dan dukungan dari Mas Dika dan ibu ."


__ADS_2