Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Remaja Tua


__ADS_3

Abhi sudah masuk kerja seperti biasanya. Namun sikapnya Tidak seperti biasa, dia masuk kerja dengan senyuman penuh yang tersungging di bibirnya. Membuat semua rekan dan karyawannya bertanya-tanya, apa yang sudah terjadi kepada pimpinan mereka. Tidak masuk selama beberapa hari, saat masuk dia memberikan senyuman yang manis sekali kepada semua para karyawannya.


Tidak ada yang tau, apa yang membuat Abhi berubah seperti itu. Hanya Abhi sendiri yang tau. Dia bahagia karena akhirnya dia akan memiliki Yesha seutuhnya dalam waktu dekat dan yang membuatnya bahagia saat ini adalah dia akan mendapatkan bekal makan siang lagi dari Yesha. Setelah semalam Yesha berjanji akan mengirimkan bekal makan siang lagi mulai besok sampai hari pernikahan mereka.


Di ruang kerja, Abhi duduk di kursi kebesarannya. Ingin fokus, tapi hati dan pikirannya tidak bisa di ajak kompromi. Dia lalu mengambil ponselnya ingin mengirimkan sebuah pesan kepada Yesha, tapi dia ragu. Daripada dia penasaran akhirnya sebuah pesan terkirim ke ponsel Yesha.


✉️ "Pagi Yesha, sedang apa. "


Setelah satu pesan terkirim Abhi merasa serba salah, haruskah dia menghapus nya, atau membiarkam saja?


"Ah biar kan saja, aku ingin tau balasan apa darinya. "


Setelah bergelut dengan pikirannya, Abhi akhirnya mencoba untuk fokus lagi dengan pekerjaannya. Dengan sesekali melirik ponselnya apakah sudah mendapat balasan atau belum.


ting... sebuah pesan masuk.


📩 "Maaf mas, baru balas. Aku baru saja menyiapkan beberapa makanan untuk di kirim ke beberapa tetangga dekat, sebagai tanda syukur kami. Karena aku sudah ada yang melamar, kata ibu. Jadi kalau mas Abhi sering ke rumah tidak menyebabkan fitnah nanti. "


Abhi tersenyum sendiri membaca pesan dari Yesha, Abhi seperti anak remaja tua yang baru mengenal cinta. Namun setelah dipikir-pikir benar juga ya,kenapa dulu dia tidak pernah berpikir kalau dia sering kerumah Yesha bisa menyebabkan, Fitnah....Bersyukur mereka masih terhindar dari fitnah.


✉️ "Nanti malam ada acara nggak? "


📩 "Kalau mas Abhi tanya aku ada acara, pasti banyak lah mas, aku kan harus jaga rumah makanku. " balasan pesan Yesha dengan emot tersenyum.


✉️ "Ah iya aku lupa, kalau calon istriku ini punya rumah makan. Mungkin aku salah pertanyaan ya. Apakah kamu ada waktu nanti malam? aku ingin mengajakmu keluar berdua. "


📩 "Berdua saja? Aksa gimana? "


✉️ "Ah iya, Aksa aku lupa. Maaf kan aku. kalau Aksa mau ajak Aksa juga nggak apa. "


📩 "Baiklah, nanti aku beri jawaban nya. Sekarang aku harus masak untuk mengirim makan siangnya mas Abhi."


✉️ "Baiklah, aku tunggu bekal makan siangnya. "


Tidak ada jawaban lagi di ponsel Abhi.


Abhi tersenyum bahagia setelah bertukar pesan dengan Yesha. Kini dia bisa fokus bekerja lagi, memeriksa beberapa berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya.


Abhi memanggil asisten pribadinya beserta sekertaris nya untuk datang ke ruangannya.


Mario, asisten Abhi datang bersama Dea sekertaris Abhi.

__ADS_1


"Maaf mengganggu pekerjaan kalian. " kata Abhi dengan penyesalan.


"Tidak apa-apa tuan. Apa ada yang perlu kami kerjakan? ".


"Aku mau meminta solusi dari kalian berdua. ini tentang papaku."


Mario dan Dea saling berpandangan tak mengerti dengan apa maksud atasan mereka.


"Bulan depan, papa memintaku untuk masuk ke perusahaannya. Bagaimana menurut pendapat kalian. " tanya Abhi kepada kedua irnag kepercayaan nya itu.


"Itu bagus tuan, karena anda memang pewaris PT


Pradipta kan? Jadi sudah sewajarnya pak Pradipta meminta anda untuk bekerja di perusahaannya. " kata Mario menyetujui permintaan papa Abhi.


"Masalahnya, bagaiman dengan firma hukum ku kalau aku bekerja di perusahaan papa? " tanya Abhi gemas kepada asisten nya itu.


Mario menggaruk rambut belakangnya yang tidak gatal.


"Kalau saran saya, sebaiknya firma hukum kita ini kita pindahkan ke tempat yahg lebih dekat atau searah dengan perusahaan anda, tuan. Jadi anda bisa mengawasi kinerja kami kapan pun Anda mau, sebelum atau sepulang anda bekerja di perusahaan anda tuan. " giliran dea yang mengutarakan pendapatnya.


"Idemu bagus Dea, mungkin akan aku pertimbangkan. Lagi pula tempat ini terlalu kecil, aku akan memperbesar firma hukum kita nanti. " kata Abhi dengan memainkan pena yang ada di tangannya


"Tuan boleh saya menanyakan sesuatu? untuk mengobati rasa penasaran kami semua. " tanya Mario dengan ragu.


"Kenapa aura tuan hari ini beda sekali?? Tuan terlihat bahagia sekali. " tanya Mario pada akhirnya.


"Oohh, itu... Karena aku akan menikah bulan depan dengan wanita yang aku cintai. " kata Abhi dengan senyuman penuh di bibirnya.


Deg....


Sebuah batu besar serasa di hantamkan di dada Dea saat itu Sakit terasa itulah yang Dea rasakan. Karena selama ini dia memendam perasaan kepada atasannya itu dalam diam.


"Wah... selamat tuan. Akhirnya anda bisa melepas masa duda, anda. " Kata Mario menjabat tangan Abhi sambil memberikan selamat.


"Saya jadi penasaran wanita mana yang berhasil menakluk kan hati anda tuan. " tanya Mario lagi sambil melirik ke arah Dea yang tiba-tiba murung.


"Dia wanita biasa. yang sudah aku kenal selama beberapa bulan ini, dan aku rasa kalian juga mengenalnya." jawab Abhi sambil tersenyum membayangkan wajah lembut Yesha.


"Benarkah? apakah wanita itu yang sering mengirimi anda bekal makan siang? "


Abhi menganguk mengiyakan pertanyaan Mario. "Nanti kau juga akan tau, tunggu saja di hari pernikahan kami nanti. Aku akan mengundang kalian semua. "

__ADS_1


"Baiklah tuan, kalau begitu kamin permisi dulu. " Mario segera mengajak Dea untuk keluar dari ruangan itu, dia tidak ingin melihatnya bersedih.


"Sudahlah, lupakan tuan Abhi. Kau tidak akan bisa memilikinya lagi karena dia akan menikah. Dan kau dengar tadi apa katanya? dia akan menikah dengan wanita yang dia cintai, itu artinya hatinya sudah di ketuk oleh orang lain dan tuan Abhi sudah mempersilahkan orang itu masuk ke dalam hatinya. ' nasehat Mario kepada Dea, yang saat itu sedang menangis di bahu Mario.


*


Malam harinya, Abhi sudah berpenampilan rapi dan casual, dia sudah kembali ke rumah orang tuanya sejak semalam. dan Malam ini dia mau mengajak Yesha untuk keluar membeli sesuatu, tak Henti-hentinya dia tersenyum sepanjang perjalanan menuju rumah Yesha. Jiwanya terasa hidup kembali saat ini.


Dirumah, Yesha juga sudah bersiap untuk keluar bersama Abhi. Sesuai perintah ibu dan bapaknya Aksa tidak perlu di ajak agar mereka bisa menikmati waktu berdua. Orang tua Yesha sangat mengerti keadaan Yesha, dia perlu lebih mendekatkan diri dengan Abhi agar tercipta chamistry antara mereka berdua.


Terdengar mobil Abhi sudah terparkir dihalaman rumah Yesha, dia turun dari mobil dan melihat Aksa sedang bermain dengan Danu. Kening Abhi mengernyit saat melihat Aksa berpakaian biasa, tidak bepakaian rapi.


"Aksa... " panggil Abhi kepada calon anak sambungnya itu.


"Om Abhi... " Aksa berlari menuju Abhi lalu menyalami Abhi dengan takzim.


Abhi berjongkok didepan Aksa menyamakan tinggi mereka.


"Mulai sekarang, Aksa boleh panggil om Abhi dengan panggilan papa. Oke. "


"Papa? kenapa tidak ayah om? " tanya aksa bernada protes.


"AYah itu untuk panggilan Aksa kepada ayah Dika. Kalau sama om Abhi panggil papa oke, biar lebih keren. " kata Abhi dengan menaik turunkan alisnya.


"Baiklah, kalau begitu mulai sekarang aku akan panggil om Abhi papa, dan ibu dengan panggilan mama. Gitu ya Om, biar keren. " Aksa menirukan gaya Abhi sambil menaik turunkan alisnya.


Abhi tergelak mendengar celotehan Aksa yang masih lugu itu.


Yesha mendengar suara Abhi pun langsung keluar rumah, lalu dia menyuruh Abhi masuk ke dalam rumah. Abhi langsung menggendong Aksa masuk ke dalam rumah sambil bercanda. Tersentuh hati Yesha menyaksikan itu, karena dia ingat ayahnya sendiri tidak mau menyentuh Aksa. Kini Aksa akhirnya bisa mendapat sosok ayah walau bukan dari ayah kandungnya.


"Makan dulu mas, mas Abhi pasti belum makan. " Yesha menawarkan makanan kepada Abhi, Yesha memang khusus masak untuk abhi, karena dia tau calon suaminya itu tidak bisa makan masakan selain masakan Yesha.


"Baiklah. Apa kau sudah siap.? " tanya Abhi sambil mendudukkan bokongnya di kursi.


"Sudah, tinggal nunggu bapak sama ibu pulang dari masjid. " kata Yesha sambil mengambilkan makanan untuk Abhi.


"Kamu tidak makan? " tanya Abhi saat melihat yesha hanya duduk memperhatikan nya.


Yesha menggeleng, "Enggak mas, tadi sudah makan sama Aksa. mas Abhi makan aja yang banyak, sengaja aku masak banyak karena mas Abhi mau datang. Tinggal Jihan aja yang belum makan. "


"Kenapa dia belum makan? "

__ADS_1


"Dia masih ngerjain tugas, nanggung katanya. setelah selesai dia baru makan. "


Abhi mengangguk mengerti. Dia melanjutkan makannya dengan lahap. Senang rasanya saat makanan yang kita masak dimakan habis oleh sang pemilik hati.


__ADS_2