Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Hadiah Dari Jihan


__ADS_3

Di tengah acara resepsi, pembawa acara memberikan sebuah informasi kepada seluruh para tamu undangan yang hadir. Kalau adik dari mempelai pria akan memberikan hadiah pernikahan untuk sang kakak yang sangat disayanginya itu.


Jihan naik ke atas panggung bersama Aksa yang selalu mengikutinya. Dan Jihan tidak keberatan akan hal itu. Ia lalu mengambil Mic dari pembawa acara.


"Untuk mas Abhi, kakakku yang sangat aku cintai dan sayangi. Selamat menempuh hidup baru, dengan seorang wanita yang sudah menjadi pilihanmu. Yang sudah mencairkan hatimu yang beku. Yang sudah mengembalikan nafsu makanmu yang telah lama mati. " Jihan terkekeh geli setelah mengatakan kalimat terakhirnya. Diikuti kekehan dari sang mama dan papa.


"Kita semua pasti tau, siapapun yang pernah mengajak kakakku menghadiri jamuan makan, pasti tidak akan pernah melihat mas Abhi makan barang sesendokpun. Bukan karena dia tidak mau makan atau karena dia tidak menghargai kalian. Tapi itu semua karena gangguan nafsu makan yang dialami kakakku selama ini. "


Semua orang di sana mengangguk mengerti, kini rasa penasaran mereka pun terjawab sudah.


"Tapi siapa sangka setelah mengenal mbak Yesha, nafsu makan mas Abhi kembali. Dia selalu memakan habis masakan yang dibuat mbak Yesha. Hanya masakan darinya. Tidak dengan masakan lain. Mungkin ini yang disebut Jatuh cinta dari mulut turun keperut lalu naik ke hati. " lagi Jihan terkekeh.


Dan ucapan Jihan tadi meledakkan tawa semua orang di ruangan itu, kecuali satu orang.


"Untuk mas Abhi dan mbak Yesha. Selamat menikmati hadiah dari ku. Semoga kalian menikmatinya. " Jihan lalu memberi isyarat kepada operator untuk memutar Video yang sudah Jihan edit beberapa hari lalu, sebelum acara pernikahan mereka.


Semua mata menatap ke layar, sebuah video yang menceritakan perjalanan kisah cinta Abhi dan Yesha. Di awali dengan kedatangan mereka ke rumah Yesha untuk menyewa tempat kost buat Jihan. Jalan-jalan ke mall dengan pertemuan yang tidak di sengaja. Abhi yang enggan makan, hingga mau membuka mulutnya setelah di suapi Yesha. Yesha yang menyuapi Abhi dan Aksa. Kehadiran Abhi di sekolah Aksa sebagai ayah sementara Aksa untuk engikuti perlombaan disekolahnya. Hingga acara lamaran dadakan yang dilakukan Abhi. Fitting baju pengantin dan pengambilan foto prewed. Dan terakhir ia tambahkan foto dan video saat mereka melakukan akad tadi pagi dan foto bersama di kamar pengantin.


Semua orang bertepuk tangan dan ikut bahagia melihat perjalanan cinta Abhi dan Yesha. Kedua orang tua Abhi dan Yesha pun terharu dan tanpa terasa meneteskan air matanya.


Yesha sendiri merasa malu melihat semua itu. Ingin rasanya dia bersembunyi saat ini. Abhi yang melihat Yesha salah tingkah pun langsung menariknya ke dalam pelukannya, Dan menenggelamkan wajah Yesha ke dalam dekapannya. Membuat semua orang yang melihat itu semakin heboh oleh kelakuan sepasang mempelai di atas pelaminan.


"Tenanglah... " ucap Abhi menenangkan Yesha, lalu mengecup pucuk kepalanya.


"Tapi aku malu, mas. " kata Yesha yang semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Abhi.


"Sudah, tidak apa-apa. Kita nikmati sisa pesta ini. "


Yesha mengangguk, lalu melepaskan pelukannya dari Abhi, dan kembali mengukir senyum di bibirnya. Ia kembali menghadap ke arah para tamu. Setelah merasa tenang.


Di sudut sana Dika mengepalkan tangannya seolah tidak bisa terima dengan apa yang dilihat nya tadi. Yesha dulu tidak pernah seperhatian dan semanja itu padanya. Apa bedanya dia dengan Abhi? Dia lalu keluar dari tempat acara tanpa berpamitan kepada si empunya hajat dengan amarah di dadanya.


Dika lalu mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang berada di lobby hotel. Tanpa dia sadari, seorang pria paruh baya mendekat dan duduk di sampingnya.


"Apa kabar, Dik. " sapa Pak Pram kepada mantan menantunya itu.

__ADS_1


Dika tekejut, saat melihat sosok mantan ayah mertuanya duduk di sampingnya.


"Bapak.. "


"Iya, ini Aku. "


"Gimana kabarmu? "


"Baik pak. "


"Kenapa datang sendiri? mana istrimu, katanya kamu sudah menikah lagi. "


"Istriku sedang di rumah sakit, pak. Dia sedang dirawat. " kata Dika menundukkan kepalanya.


Pak Pram lalu menghela dapas dalam-dan menghembuskannya perlahan sebelum mengatakan sesuatu kepada Dika.


"Dik, Kalian sudah jalan sendiri-sendiri. Jadi bapak harap kamu tidak mengganggu rumah tangga Yesha lagi. Sudah cukup kamu dan keluargamu menyakiti Yesha selama in. Sekarang biarkan Yesha bahagia dengan pilihannya. "


"Bapak merestui Abhi karena melihat kesunguhannya menikahi Yesha, Dan Yesha menerima Abhi setelah meminta petunjuk dari yang Kuasa. Jadi, mungkin mereka adalah jodoh yang tertunda. Setelah mengalami kegagalan pernikahan yang sama. " Pak pram bercerita alasannya menerima pernikahan Yesha dengan Abhi.


Sebuah pertanyaan konyol Dika sampaikan kepada mantan bapak mertuanya itu.


Pak Pram hanya tersenyum mendengar pertanyaan Dika.


"Sekarang bapak tanya. Apa kamu pernah membahagiakan Yesha selama kalian menikah? "


deg....


Sebuah pertanyaan yang menjadi dasar pernikahan itupun ditanyakan pak Pram kepada Dika. Membuat Dika bungkam.


"Ingat Dik, bakti seorang anak laki-laki memang ada pada ibunya. Tapi tanggung jawab laki-laki yang berubah status menjadi suami adalah kepada istrinya. Yang utama adalah bahagiakan istrimu terlebih dahulu baru keluarga mu yang lain. Jika prioritas utamamu adalah ibumu, maka kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan dari istrimu. Jika istrimu tidak bahagia, maka jangan pernah mengharapkan kebahagiaan didalam rumah tangga kalian. " Pak Pram memberikan nasehat tentang rumah tangga kepada Dika, yang sepertinya tidak tau apa-apa tentang pernikahan.


"Bapak hanya ingin mengatakan ini padamu, jangan pernah mengganggu rumah tangga Yesha. Biarkan dia bahagia dengan keluarga barunya. Dan jika kamu sudah berumah tangga lagi, maka jalani rumah tanggamu dengan baik. Bahagiakan istrimu, jangan pernah ada Yesha ke dua didalam rumah tangga kalian. Bapak pamit dulu. " Pak Pram menepuk bahu Dika. Lalu ia berjalan menjauhi Dika dan meninggalkan Dika sendiri disana dengan segala Pemikirannya.


Telpon Dika berbunyi. Dan itu dari istrinya, Dika langsung mengangkat telpon itu.

__ADS_1


"Ada apa Vio. "


"Maaf pak Dika, ini saya perawat ibu Vio. Saat ini bu Vio sedang berada di ruang icu, karena tiba-tiba kritis. " Perawat itu memberikan kabar kepada Dika dengan suars bergetar.


Dika yang mendengar kalau Vio kritis langsung berlari menuju mobilnya. Dan segera bergegas ke rumah sakit.


*


Malam telah larut, pesta resepsi pernikahan Abhi dan Yesha telah selesai, para undangan satu persatu meninggalkan pesta itu. Kedua orang tua Abhi dan Yesha pun segera pulang ke rumah masing-masing. Mereka tidak ingin mengganggu momen malam pertama pengantin baru. Aksa yang juga mengerti akan hal itu, ikut pulang bersama kakung dan mbah utinya.


"Papa, buatkan adik yang banyak untuk Aksa ya? " celetuk Aksa saat mereks berpamitan.


Abhi mengangguk. "Tentu saja jagoan. "


Sedangkan Yesha, melotot tak percaya dengan apa yang dikatakan Aksa. Siapa yang sudah mengajari Aksa bicara seperti itu?


Abhi segera membawa Yesha masuk ke kamarnya. Karena dia melihat wajah Yesha yang kelelahan. Mereka lalu berganti pakaian untuk segera beristirahat malam ini.


"Mas, siapa yang ngajari Aksa bicara seperti itu tadi ya? "


"Kenapa? "tanya Abhi balik, sambil menghadap ke arah Yesha.


" Aksa tidak pernah bicara hal seperti itu dulu mas. "


"Berarti, kamu masih belum mengetahui keinginan Aksa, Semalam Aksa menceritakan banyak hal padaku... " Akhirnya Abhi menceritakan kepada Yesha apa saja yang mereka bicarakan semalam.


"Dia sepertinya lebih nyaman berbicara denganku. Jadi sebisa mungkin aku akan mendekat kan diri dengannya. Mungkin karena kami sama-sama lelaki, jadi kami bisa bicara santai. Dan mungkin saja jika dia bicara denganmu, dia lebih menjaga perasaanmu agar tidak terluka. Karena Aksa sudah sering melihatmu menangis. " kata Abhi sambil menghapus air mata yang menetes dipipi Yesha.


"Aku tidak pernah tau tentang perasaan aksa. " ujar Yesha dengan air mata yang makin melincur deras dipipinya.


"Sekarang ada aku, yang akan mengorek apapun informasi dari Aksa untuk mu. "


Yesha mengangguk. Lalu dia menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan Abhi. Dan mencari kenyamanan disana. Abhipun membalas pelukan Yesha. Namun tak berapa lama berselang, Abhi melepaskan pelukan nya.


"Yesh.. bolehkah aku... "

__ADS_1


__ADS_2