Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 10


__ADS_3

Malam harinya , Dika datang ke rumah Pak RT bersama Bu Ayu dan Maira . Dia akan mengajukan permohonan pernikahan kepada Pak RT sebelum mengurusnya ke KUA . Pak RT menerima kedatangan Dika dan keluarganya dengan senang hati .


"Bagaimana Mas Dika ? Apakah anda sudah memutuskan ." Tanya Pak RT Setelah lama berbahasa-basi


"Alhamdulillah sudah Pak RT , setelah saya menanyakan kepada ibu dan Maira . Akhirnya saya memutuskan untuk menikahi Maira . Kasihan juga jika Maira harus keluar dari rumah kami , karena dia tidak memiliki tempat tinggal dan keluarga . Biarlah kami yang akan menjadi keluarga baru untuknya ." Kata Dika memberikan penjelasan menurut hati nuraninya .


"Wah Baguslah kalau begitu , Apakah kalian berdua saling mencintai sebelumnya ?" Tanya pak RT yang kepo.


"Kami baru saja bertemu Pak RT , mana mungkin kami bisa langsung saling mencintai . Biarlah kami saling mengenal dulu . Masalah cinta insya Allah akan datang pada waktunya . Katanya Witing Tresno jalaran Soko kulino . Biarkan cinta itu datang karena terbiasa ." kata Dika Sambil tertawa .


"Bener itu mas ." Pak Rt membenarkan ucapan Dika. "Lalu bagaimana Mbak Maira ? Apakah sudah siap menerima Mas Dika sebagai istrinya? " Pak RT balik menanyakan kepada Maira .


"Insya Allah siap pak , mungkin ini sudah takdir yang Allah gariskan untuk saya . Bertemu dengan Mas Dika , lalu dibawa ke rumahnya . Dan pada akhirnya saya harus menikahi Mas Dika . "


Kata Maira sambil tertunduk


"Dan benar kata Mas Dika , kami akan saling mengenal dulu dalam ikatan ini . Dan masalah cinta itu bisa datang karena terbiasa . "


"Baiklah kalau begitu , jika kedua belah pihak sudah setuju . Jadi kapan kalian akan menikah ? "


"Kami akan menikah di bawah tangan dulu Pak RT , sambil berjalan mengurusi surat-surat nikah di KUA . Karena benar kata Pak RT kami tidak bisa hidup dalam satu atap jika tidak ada hubungan darah karena itu akan menimbulkan fitnah . " ujar Dika.


Pak RT mengangguk-angguk mengerti , dan apa yang dikatakan Dika memang benar . Seperti sarannya kemarin . Yang meminta Dika untuk menikahi Maira.


"Nah begitu lebih bagus Mas , lebih cepat lebih baik . Jadi kapan kalian akan menikah dulu ?


"Insya Allah besok lusa Pak , karena saya harus mencari ustad untuk menikahkan kami.Apakah Pak Rt punya rekomendasi seorang ustad untuk menikahkan kami? "


"Ada mas, nanti saya antarkan mas Dika ke sana. "


"Alhamdulillah..." ujar mereka bertiga karena merasa lega.


"Saya juga meminta Pak RT untuk menjadi saksi nikah saya besok lusa , bersama salah Seorang warga kampung. " pinta Dika kepada pak Rt.


"Baiklah Mas Dika Insya Allah saya akan datang . Tidak perlu membawa banyak orang, cukup untuk saksi nikah saja dan seorang wali " Pak Rt mengusulkan.


"Maksud saya juga begitu Pak RT karena saya tidak ingin terlalu ramai. Ini juga bukan pernikahan pertama saya , tapi sudah yang ketiga kalinya . " Kata Dika sambil menunduk malu


"Baiklah Mas Dika Jangan khawatir saya akan datang . Surat permohonan pengajuan pernikahan akan saya serahkan besok."


"Terima kasih Pak RT , kalau begitu kami pamit pulang dulu .

__ADS_1


Dika dan keluarganya lalu pulang setelah berpamitan kepada Pak RT dan istrinya . Sesampainya di rumah , Bu Ayu berinisiatif menghubungi Dila . Karena waktu belum terlalu malam, dan mungkin saja dia masih belum tidur . Dila juga harus tahu kalau kakaknya akan menikah , bagaimanapun dulu Dika yang memperjuangkan Dila untuk mendapatkan kebahagiaan nya.


Dika mengernyit saat melihat ibunya sedang menghubungi seseorang .


"Telepon siapa Bu ?"


"Ini mau ngabari Dila , kalau kamu mau menikah dua hari lagi ." ujar bu Ayu


"Ini sudah malam bu , mungkin saja Della sudah tidur ."


"Nggak apa-apa , kabar baik harus segera disampaikan ."


Bu Ayu lalu memencet tombol hijau untuk menghubungi Dilla. Pada panggilan pertama telepon langsung diangkat oleh Bella


"Halo Assalamualaikum , Ada apa Bu ?" Sapa Dilla dari seberang telepon


"Waalaikumsalam , begini dila . Ibu mau memberikan kabar Bahagia kepadamu ." ujar bu Ayu dengan semangat.


"Kabar apa Bu ?" Tanya Dila penasaran


"Kakakmu dua hari lagi akan menikah . "


"Benarkah , dengan siapa ?" Dila terkejut dan penasaran secara bersamaan , dengan Siapa kakaknya akan menikah


"Baiklah baiklah . Aku akan bilang ke Mas Agus untuk mengantarkanku pulang besok . "


"Ya sudah kalau begitu , ibu tunggu ya nak ?"


"Iya bu, Assalamualaikum ."


"waalaikumsalam "


Dila langsung mendapatkan pertanyaan dari suaminya yang sedang berbaring di sampingnya .


"Dari siapa sayang ?"


"Dari ibu Mas . Besok lusa katanya Mas Dika mau menikah . Bisakah kamu besok mengantarkan aku ke rumah ibu ? Dan Bolehkah aku menginap di sana satu hari saja untuk menyiapkan pernikahan Mas Dika? "


Agus mengangguk mengerti , " Baiklah besok kita bicarakan dengan ibu ."


"Iya Mas , Semoga ibu mengizinkan . Karena kasihan ibu kalau menyiapkan semuanya sendiri ."

__ADS_1


"Ya sudah sekarang tidurlah , kamu harus cukup tidur karena sedang hamil muda ."


"Iya Mas sekalian besok mengantakan kepada ibu kalau aku sedang isi lagi . " kata Dila dengan senyum lebarnya.


Sedangkan di rumah Bu Ayu, Dika yang melihat ibunya sudah menghubungi Dila langsung bertanya kepada ibunya.


"Bagaimana? "


"Dila mau minta izin dulu kepada suami dan mertuanya . Semoga saja mereka mengizinkan .


"Kalaupun tidak menginap tidak apa-apa Bu , Jangan mempersulit Dila . Kasihan dia nanti " Dika memperingatkan ibunya.


"Iya ibu mengerti . Ya sudah ibu masuk kamar dulu Sudah ngantuk ini .Maira ke mana ? kok nggak kelihatan dari tadi ." tanya bu Ayu, yang celingak celinguk mencari Maira.


"Tadi pulang dari rumah Pak RT dia langsung masuk kamar , nggak tahu kok nggak keluar lagi ." kata Dika sambil memainkan ponselnya.


Bu Ayu lalu pergi ke kamar Maira ,untuk melihat keadaannya .Apakah dia baik-baik saja atau sedang terjadi sesuatu padanya.


Tok....tok....tok ....


Pintu kamar Maira diketuk oleh Bu Ayu ,


"Mai kamu nggak papa kan ? " Panggil Bu Ayu sedikit cemas


Dengan sedikit meringis Maira membuka pintunya .


"Loh Kamu kenapa Mai? " kata Bu Ayu dengan panik


"Aku sakit perut bu , tadi sore tamu bulananku datang . Maaf ya bu ."


Mendengar itu Bu Ayu merasa lega


"Syukurlah kalau begitu Aku kira kamu kenapa-napa. "


"Enggak kok bu, Aku baik-baik saja. " kata Maira menenangkan bu Ayu.


"Ya sudah, kamu istirahatlah. Kami juga mau istirahat. "


Bu Ayu segera kembali kekamarnya setelah melihat keadaan Maira.


"Dia sedang datang bulan seperti nya, malam pertamamu nanti akan di pending dulu Dik. " ejek bu Ayu kepada Dika sambil berlalu ke kamarnya.

__ADS_1


Mendengar celetukan bu Ayu, wajah Dika entah kenapa jadi memerah. Malam pertama, dia tak pernah membayangkan sebelumnya tentang malam pertama yang akan Dika lalui bersama dengan Maira, gadis yang tidak pernah dia kenal sebelumnya yang akan berubah status menjadi istrinya nanti. Istrinya yang akan menghangatkan malam-malamnnya, setelah tiga tahun di sendiri tanpa ada wanita di sisinya.


__ADS_2