
Yesha tidak bisa tidur malam ini karena dia memikirkan permintaan Dika tadi sore yang menginginkannya dan suaminya untuk datang menemui istrinya. Yesha merasa ada sesuatu yang penting yang ingin di sampaikan Vio padanya dan suami.
Abhi masuk ke dalam kamar setelah membantu Jihan menyelesaikan tugas kuliahnya. Sekarang Abhi dan Jihan memang tinggal bersama dengan Yesha. Setetah menikah dengan kakaknya Yesha tidak mengijinkan Jihan untuk tinggal di kost. Karena tidak pantas rasanya kalau sang kakak membiarkan adiknya tinggal di tempat kost. Padahal banyak kamar kosong di rumah. Aksa memutuskan tidur dengan Danu. Setelah di beri pengertian para orang tua, kalau setelah papa dan mamanya menikah maka Aksa sudah harus berani tidur sendiri jika pengen segera punya adik.
Dilihatnya sang istri masih belum tidur dan masih melamun. Abhi mendekat ke arah istrinya itu, lalu duduk di samping ranjangnya.
"Kenapa belum tidur?" Tanya Abhi yang menyingkirkan anak rambut d wajah Yesha.
"Aku kepikiran Vio mas. Apa kita sebaiknya melihatnya ya?"
"Kenapa? "
"Entahlah, perasaanku tidak enak. Sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan kepada kita."
" Ya sudah, besok aku antar kesana. Lagi pula semua sudah berlalu, sebaiknya kamu bisa melupakan semua kejadian masa lalu. Toh, berkat masa lalumu itu kita bisa di pertemukan seperti saat ini. Berdamailah dengan masa lalu. " ujar Abhi menasehati.
"Aku sudah memaafkan mereka mas. Tapi untuk melupakan perbuatan mereka itu sangat sulit."
"Aku tau, karena aku juga pernah berada di posisimu,dulu. Tapi semua itu bisa kita buat sebagai pelajaran yang berharga."
Yesha mengangguk mengerti. "Baiklah, besok kita akan menemui mereka. Tolong antarkan aku."
"Tentu saja, karena dia juga ingin berbicara denganku katanya. Aku ingin mendengar apa yang ingin dia sampaikan." ujar Abhi.
" Sekarang kita buat adik buat Aksa ya?" Abhi merayu istrinya agar malam ini mau melayaninya olah raga ranjang.
Mendengar permintaan suaminya yang absurd itu, Yesha menundukkan kepala karena malu, namun ia juga menganggukkan kepalanya tanda setuju. Akhirnya malam itu mereka melakukan olahraga panasnya untuk ngadonin adek bayi buat Aksa.
Setelah selesai melakukan olah raga menyenangkan itu, Mereka kembali berbincang santai di atas ranjang sambil menunggu kantuk yang belum juga datang. Dengan Yesha yang tidur menggunakan tangan Abhi sebagai bantalan.
"Aku penasaran akan satu hal, yang lupa aku tanyakan padamu."
"Apa?" tanya Yesha mendongak ke arah suaminya.
"Saat malam pertama kita, Ada yang aneh." kata Abhi sambil berfikir.
"Apa?" tanya yesha yang jadi sangat penasaran tentang malam pertamanya.
"Sebenarnya, yang aku nikahin ini perawan apa janda sih?" tanya Abhi dengan memasang wajah bingung.
"Mas...ngomong apa sih?" Yesha semakin tak mengerti arah pembicaraan mereka.
"Kamu beneran janda, sayang?" goda Abhi pada istrinya itu.
"Maaasssss...." mulai keluar sikap manja Yesha dan memang ini yang Abhi harapkan.
__ADS_1
"Soalnya aku merasa saat memasukimu itu lho, di malam pertama kita. Sempit sekali, seperti belum terjamah." ungkap Abhi pada akhirnya.
"Apa mas Abhi suka?" ucap yesha dengan senyum terkembang di bibirnya menatap suaminya itu dengan intens.
"Suka banget, berasa punyaku di manjain. Memang apa rahasianya?"
"Ada deh pokoknya. Kalau mas Abhi suka ya syukur Alhamdulillah, itu artinya aku bisa membahagiakan suamiku." kata Yesha dengan senyuman terkembang di bibirnnya.
Abhi lalu menarik yesha ke dalam pelukannya. Dan mengecup pucuk kepalanya berkali-kali.
"Terimakasih aku tidak salah memillihmu. Ternyata kamu bisa memuaskan aku tidak hanya dalam urusan perut, tapi juga urusan di bawah perut.' kata Abhi sambil tertawa lebar namun segera mendapat capitan di perutnya.
"Satu kali lagi yah...Biar adiknya Aksa cepat jadi." kata Abhi lagi dengan menaik turunkan Alisnya.
"Itu mah maunya mas ....."
Sebelum Yesha bisa meneruskan ucapannya Abhi segera mengungkung Yesha dibawahnya dan menutup mulut Yesha dengan ciuman panasnya.
Dan ronde kedua mereka pun dimulai.
*
*
Keesokan harinya, Abhi dan Yesha sudah bersiap ke rumah sakit untuk menjenguk Vio. Yesha sudah berpesan kepada Danu dan Aryo untuk menjemput Aksa pulang dari sekolah. Dan berpesan kepadanya, kalau papa dan mamanya ada urusan di rumah sakit jenguk teman yang sakit.
Tepat pukul sepuluh Abhi dan Yesha telah sampai di rumah sakit. Mereka berdua segera mencari ruangan Vio di rawat. Dan setelah menemukan ruangan itu, Abhi dan Yesha segera di persilahkan masuk oleh Dika.
"Silahkan masuk tuan. " ujar Dika dengan sopan.
Yesha jadi penasaran sejak kemarin Dika memanggil suaminya dengan panggilan tuan. Ada apa sebenarnya? pertanyaan itu mengganjal di hati Yesha.
Abhi yang menangkap kebingungan di wajah istrinya itupun segera membisikkan sesuatu.
"Nanti aku jelaskan. '
Di dalam ruangan itu, Yesha melihat Vio terbaring tak berdaya, wajahnya pucat dengan perut agak membuncit dan kaki yang bengkak. Tapi saat melihat kedatangan Yesha dan Abhi, dia segars memasang senyum nya walau sedikit terpaksa.
Yesha mendekat, dan duduk di sebelah ranjang Vio, sedangkan Abhi berdiri di belakangnya.
"Bagaimana kabarmu, mbak. '
" Seperti yang kau lihat, buruk. Mungkin kini karma sudah menghampiriku. "
Yesha dan Abhi saling berpandangan tak mengerti.
__ADS_1
"Maksud mbak? "
"Maafkan Aku Yesh, aku sudah banyak melakukan dosa dan kesalahan padamu. Aku telah membuat Dika berselingkuh darimu sejak lima tahun yang lalu. "
"Apa? " Yesha terpekik saat mendengar fakta ini. Dia tidak menyangka telah dihianati selama itu.
"Awalnya Dika menolakku, tapi aku gunakan berbagai cara untuk menjeratnya karena aku sangat menyuksi Dika sejak pertama kali bekerja. Hingga akhirnya Dika masuk ke dalam hubungan terlarang kami selama lima tahun. "
Dika menunduk lesu. Ternyata yang ingin di katakan Vio adalah hal memalukam yang mereka lakukan dulu.
"Aku lah Yang meracuni pikiran Dika agar tidak menyentuhmu selama lima tahun, tapi aku tidak tau apakah Dika melakukannya atau tidak bersamamu di rumah. "
Yesha membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Akulah yang membuat Dika membenci anakmu Aksa dan tidak mau menyentuhnya. Itu semua karena aku. Karena aku yang sudah meracuni pikiran Dika.... Yang sebenarnya, Dika sangat menyayangi Aksa. Tapi Aku yang melarang rasa sayang itu tumbuh dan berkembang. "
Yesha tak tahan lagi mendengar apa yang Vio katakan. Abhi langsung mendekap Yesha ke dalam pelukannya.
"Ayo kita pergi dari sini. " ucap Yesha pada akhirnya karena tidak tahan dengan apa yang dia dengar.
"Tunggu... aku belum selesai, Yesh. " Vio dengan sekuat tenaga ingin meraih tangan Yesha namun segera Yesha tepis.
"Sabar sayang, kita dengarkan dulu apa yang ingin dia katakan sampai selesai. " ujar Abhi menenangkan.
"Katakanlah, apa yang ingin kamu katakan lagi. " kata Abhi dengan nada datar kepada Vio.
"Aku mau minta maaf kepadamu, Yesh. Aku punya banyak salah dan dosa padamu. Jadi Aku memohon permintaan maaf padamu. Aku tau umurku tidak akan lama lagi, aku tau batas tubuhku. Jadi aku mohon maafkan aku.. Dan aku minta satu permintaan padamu, ijinkan mas Dika bertemu Aksa jika dia ingin menemuinya. Jangan pernah pisahkan Anak dari Ayah kandungnya. Aku tau perasaan mas Dika. Dia selalu memandangi gambar Aksa saat dia merindukannya. " kata Vio dengan cucuran air mata.
Dika yang mendengar itu sungguh tidak menyangka, kalau Vio selalu memperhatikannya.
"Aku juga tau, sebenarnya mas Dika mencintaimu. Tapi dia tidak tau akan perasaan itu. Karena dia sangat bodoh. " ujar Vio sambil terkekeh.
"Tapi semua sudah terlambat dan kau sudah ada yang memiliki. Biarlah dia hidup dalam penyesalan, karena terlalu mementingkan keluarganya daripada istrinya. Sekali lagi aku minta maar padamu, Yesha atas segala kekacauan hidupmu saat itu. "
Yesha tak menjawab satu katapun, dia masih menangis di pelukan suaminya.
"Untuk pak Abhi, aku minta maaf karena telah melakukam banyak korupsi di perusahaan anda. Aku tau, anda sudah pasti mengantongi namaku. Aku mohon jangan penjarakan aku. Anda bisa menyita semua aset yang saya miliki. Kecuali rumah yang kami tinggali saat ini. Biarlah rumah itu kelak menjadi milik mas Mas Dika, Jika aku sudah pergi. Dan biarkan mas Dika tetap bekerja di perusahaan anda. Karena dia adalah seorang karyawan yang bertanggung jawab. " ucap Vio dengan nafas tersengal.
"Maafkan Aku Yesh.. Maafkan aku pak Abhi. " Katanya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. .
Dika langsung memanggil dokter untuk memeriksa Vio. Sedangkan Abhi langsung mendekap erat tubuh Yesha yang hampir terjatuh, mendengar ucapan Vio yang terakhir.
"Maafkan dia Sayang, agar dia tenang di alam sana.
Yesha menganggukkan kepala dan mendekati Vio yang sudah tak bergerak.
__ADS_1
" Aku memaafkanmu Vio, semoga kamu tenang di alam sana. " karena tidak ada beban, Yesha kini bisa tersenyum memandang wanah Vio.
Dokter yang memeriksa Vio pun hanya menggelengkan kepala. Karena Vio benar-benar sudah pergi.