
"Yesh, ibu kemari untuk meminta maaf kepadamu." ujar bu Ayu kepada Yesha yang duduk berdampingan dengan suaminya.
Yesha yang mendengar hal itu hanya tersenyum, tidak tau lagi harus menanggapinya seperti apa.
"Apa ibu tulus meminta maaf kepadaku? Atau ada maksud lain? " tanya Yesha yang langsung pada intinya.
Bu Ayu yang mendengar ucapan Yesha pun hanya tertunduk.
"Ibu benar-benar minta maaf padamu, Yesh. Ibu akui selama ini ibu sudah jahat sama kamu dan anak kamu. Ibu benar-benar mau minta maaf padamu, setelah apa yang terjadi pada keluarga kami. " ujar bu Ayu dengan deraian air mata yang membasahi pipi nya.
"Ibu sering merenung akhir-akhir ini, mencari sebuah jawaban. Tentang apa yang terjadi dengan keluarga ibu. Dimulai dari perceraian kalian berdua, hingga kematian vio. Bagus yang tak pernah pulang karena gila wanita. Dan yang terakhir Dila yang hamil di luar nikah. Keluarga kami benar-benar hancur setelah kepergianmu Yesha." ujar bu Ayu menceritakan keadaan keluarganya yang hancur setelah kepergian Yesha.
"Ibu takut ini adalah karma atau balasan yang ibu terima karena sudah menyakiti mu selama ini. Jadi, ibu dengan tulus meminta maaf padamu karena selama ini sudah jahat sama kamu. " ujar bu Ayu lagi penuh penyesalan.
"Maafkan aku, Yesha... maafkan semua kesalahan ku. " tubuh bu Ayu luruh ke lantai setelah mengucapkan permintaan maafnya kepada Yesha.
Dika yang melihat itu, merasa tak tega dan segera meminta ibunya untuk berdiri dan kembali duduk di kursinya, tapi bu Ayu tak bergeming, dia meluapkan semua penyesalannya selama ini kepada mantan menantunya.
Yesha hanya diam melihat wanita tua itu meluruh di lantai, dengan tangisan yang menyayat hati. Karena dia ingat semua perlakuan buruk wanita itu kepadanya selama tujuh tahun. Yah, tujuh tahun. Haruskan penderitaan nya selama tujuh tahun harus diselesaikan hanya dalam satu hari? Sepertinya Yesha tidak memiliki hati seluas itu untuk segera memaafkannya. Tapi,ingin membalas seperti apa lagi? Jika tangan Tuhan sudah bekerja, maka bukankah itu lebih buruk dari balasan manusia itu sendiri. Buktinya semua kebanggan yang dimiliki bu Ayu runtuh seketika ketika tangan Tuhan yang bergerak.
"Berdirilah, bu. Anda tidak pantas seperti ini. Mana Bu Ayu yang sombong, angkuh dan arogan. " ujar Yesha begitu pedasnya.
Abhi hanya menenangkan Yesha dengN menggenggam tangannya dan merangkul bahunya. Memberikan ketenangan kepada istrinya itu agar tidak terlalu emosi. Karnea bagaiamana pun saat ini dia sedang hamil. Jadi dia harus pandai mengontrol emosi.
Sedangkan Dika yang mendengar ucapan Yesha merasa tidak terima karena ibunya dikatai seperti itu. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena apa yang dikatakan Yesha ada benarnya juga Ibunya yang selama ini sombong angkubdsn arogan tiba-tiba berbuat seperti ini.
Bu Ayu menggeleng. " Semua sifat sombong ku saat ini tidak berguna. saat aku tau, tidak ada yang bisa di sombong kan dari para manusia. Karena yang berhak sombong hanyalah Allah. " ujar bu Ayu dengan tatapan kosong nya.
__ADS_1
"Baguslah jika ibu sudah mengerti akan hal itu. Sekarang bangunlah. Mas Dika tolong bantu ibumu untuk bangun. "
Dika membantu ibunya untuk duduk di kursinya lagi, setelah Yesha memintanya.
"Baiklah, aku akan memafkan ibu dengan satu syarat. Jangan pernah menggangguku lagi. Aku dan mas Dika sudah bercerai itu artinya hubungan kita terputus. Dan ibu pasti tau maksud saya. "
Bu Ayu menggeleng.
"itu artinya kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, Kita adalah dua orang asing yang tak saling mengenal. " ujar Yesha dengan mengangkat dagunya.
Bu Ayu tercengang mendengar segala ucapan Yesha. Dia tidak percaya Yesha mengatakan hal itu.
"Yesh... apa kau tau hukumnya memutus silaturahmi?" tanya bu Ayu yang mencoba memperbaiki hubungan dengan mantan menantunya.
"Lalu apa ibu tau hukumnya mendzolimi seseorang, apalagi itu menantu ibu. Dan untuk anak ibu, apa ibu juga tau hukumnya Berselingkuh saat sudah memikiki istri? tidak memberikan nafkah yang benar kepada istri, dan menelantarkan anak dan istrinya. Apa ibu tau hukum semua itu? " Yesha merasa emosi saat semuanya disangkut pautkan dengan hukum agama, dikira Yesha tidak tau semua itu.
"Bahkan jika kalian tau, perlakuan kalian kepadaku tidak hanya mendapat hukuman dosa dari Allah, tapi juga mendapat hukuman dari hukum yang berlaku. Bahkan jika aku mau, aku bisa menyeret kalian ke penjara sejak dulu." Geram Yesha oada akhirny.
"Ya, jika aku mau. Aku bisa menuntut mas Dika dengan pasal perselingkuh dan menelantarkan anak dan istri, dan untuk ibu aku bisa menuntut ibu dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.
Tapi itu tidak aku lakukan. Aku hanya ingin hidup tenang dan jauh dari bayang-bayang kalian. Itu saja sudah cukup bagiku." ujar Yesha yang mulai melihat wajah pucat mereka.
"Sekarang aku sudah memaafkan kalian semua. Dan Aku harap kedatangan ibu saat ini adalah untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Kalau mas Dika aku masih memaklumi karena dia adalah salah satu orang yang bekerja pada suamiku. " Ujar Yesha pada akhirnya yang memberikan keputusan final.
Bu Ayu meneguk salivanya kasar setelah mendengar semua ucapan Yesha. Dia tidak memberikannya kesempatan untuk menjawab atau membalasnya.
"Jika sudah selesai, segeralah pulang. Karena aku harus istirahat. " ujar Yesha. kemudian setelah beberapa saat mengatur nafasnya karena bicara terlalu banyak hari ini.
__ADS_1
Abhi kali ini hanya sebagai pendengar, dia hanya bertugas menenangkan istrinya. Karena masa lalu istrinya biaralah istrinya yang menyelesaikan. Dia hanya menonton saja kali ini. Namun jika mereka berdua berbuat macam-macam, Maka Abi yang akan langsung turun tangan.
Bu Ayu dan Dika yang mendengar kalau Yesha akan beristirahat segera berpamitan pulang. Setidaknya dia telah mendapatkan maaf dari Yesha. Dia sudah lega.
Diluar pagar, saat bu Ayu ingin berboncengan dengan Dika dia melihat sosok Maya yang sedang melayani pembeli. Bu Ayu tidak jadi duduk di boncengan Dika. Dia malah berjalan menemui Maya.
"Maya... " panggilnya setelah jarak mereka sudah dekat.
Maya yang namanya dipanggil pun segera menoleh ke asal suara. Tubuhnya menegang saat melihat sosok bu Ayu mendekat kearahnya.
"Kamu, ngapain disini May. " tanya bu Ayu basa basi.
"Saya kerja ikut Yesha, bu. " jawab Maya apa adanya.
"Oohh, jadi kamu kerja ikut Yesha, jaga toko ini? "
Maya hanya mengangguk.
"Sudah bu, ayo pergi. Maya sedang kerja jangan di ganggu. " Dika mencoba mengajak ibunya pulang agar tidak menggangu Maya yang sedang kerja.
"May, kenapa kamu nggak Nikah saja sam Dika. " tanya bu Ayu yang berusaha nyomblangin anaknya dengan janda kakaknya.
'Maaf bu aku nggak bisa"
"Kenapa? "
"Karena Arum tidak mau masuk lagi ke dalam keluarga ibu dia takut dengan perlakuan ibu dan perlakuan mas Dika pada Yesha dan Aksa dulu. Meski Arum dan aku pernah mengalami, dan aku sempatt merasakannya. Aku tidak bisa bohong, maaf. " Jawab Maya jujur.
__ADS_1
Sebuah jawaban yang menohok tepat di jantung bu Ayu saat itu.
Note : maaf kalau banyak tipo, othor udah ngantuk banget soalnya. ππΌππΌππΌππΌ