Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 28


__ADS_3

Dika dan Aksa masih saling berpelukan, dan enggan untuk melepaskan pelukannya. Mereka berdua seolah tidak ingin dipisahkan. Kata maaf terus terucap dari bibir Dika, dan Aksa terus saja memeluk sang ayah. Pelukan yang dia rindukan hampir selama sepuluh tahun .


Abhi dan Yesha mendekati ayah dan anak yang masih saling berpelukan itu. Air mata Yesha juga tak tertahankan. Dia tahu sekali seperti apa kerinduan Aksa kepada ayahnya. Karena sejak kecil dia selalu mengatakan kepadanya, kenapa ayah tidak pernah memelukku. atau kenapa ayah tidak pernah berpamitan kepadaku saat berangkat kerja. Aksa sangat merindukan dekapan seorang ayah. Yaitu Dika.


Walaupun Abhi memberikan kasih sayang kepadanya sepertj kepada anakn kandungnya sendiri, tapi itu tetal tidak sama. Aksa masih merindukan ayahnya , masih merindukan pelukan dari ayahnya .


Akhirnya Setelah lama berpelukan , Dika dan Aksa melepaskan pelukan mereka . Dika memberikan senyuman hangat kepada anaknya, lalu menghapus jejak air mata di pipi Aksa .


"Apakah ayah masih boleh menemui Aksa ? " tanya Dika kepada anaknya itu .


Aksa lalu menoleh ke arah sang ibu , dan ayah sambungnya . Dilihatnya kedua orang tuanya itu menganggukkan kepala .


"Boleh Ayah , Aksa juga ingin bermain bersama ayah . " kata Aksa dengan senyum lebarnya.


Dika tersenyum lebar mendengarnya . Dia tidak menyangka , kalau sang anak masih mau bertemu dengannya .


Aksa lalu memegang tangan Dika , dia Lalu mengajaknya mendekati Papa Abhi.


"Sekarang Aksa punya dua ayah , ayah Dika dan Papa Abhi . Ayo sekarang kita bermain bersama ." Kata Aksa mengajak ayah dan Papanya bermain bola .


Mereka bertiga kemudian bermain bola ditambah si kecil Adit yang mengikuti mereka.


Yesha melihat Maira yang sedang memperhatikan para pria bermain bola bersama. Dia lalu mendekatinya, dan menggandeng tangan Maira.


"Ayo ikut aku... " ajak Yesha, dia lalu menarik tangan Maira untuk mengikutinya duduk di tempat yang sejuk.


Maira hanya mengikuti kemana Yesha mengajaknya pergi. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang , dan memperhatikan suami dan anak mereka yang sedang bermain .


"Terima kasih, ya. " ujar Yesha kepada Maira .


"Untuk? " tanya Maira tak mengerti.


"Karena sudah merencanakan semua ini . Aku tahu selama ini Aksa sangat merindukan ayahnya . Tapi dia , selalu menutupinya untuk menjaga perasaanku ." ujar Yesa dengan pandangan lurus ke depan , melihat anak dan suaminya sedang bermain .


Maira langsung menoleh ke arah Yeshaa . "Apakah selama ini Mbak Yesa melarang Aksa untuk bertemu dengan Mas Dika ?"


Yesa menggeleng , "Aku tidak pernah melarangnya sama sekali. Karena aku tahu aku tidak berhak untuk itu . Aksa selalu merindukan kasih sayang ayahnya . Tapi dia tidak pernah mendapatkan itu dari Mas Dika . Apalagi selama ini perlakuan Mas Dika sangat kasar kepada kami . Mungkin karena itulah , Aksa memendam rindunya kepada ayahnya . Dan menjaga perasaanku ."


"Aksa tidak pernah jujur tentang perasaannya kepadaku , tapi dia selalu mengatakan apa yang dia rasakan kepada mas Abhi . Mas Abi lebih tepat menjadi sahabatnya daripada ayahnya . Karena Aksa lebih nyaman berbicara dengan mas Abhi seperti kepada seorang sahabat . "


Maira mendengarkan Apa yang Yesha katakan dengan seksama . Agar dia bisa mencerna apa yang terjadi antara mereka .


"Kalau setelah ini mas Dika ingin bertemu dengan Aksa , apa boleh ? " tanya Maira dengan ragu.


"Itu terserah Aksa saja , Aku tidak akan menghalangi anak dan ayah bertemu . Karena mereka masih terikat hubungan darah ."

__ADS_1


Maira mengangguk mengerti . Yesha memang orang baik . Sangat baik , sehingga sulit untuk mendeskripsikannya .


mereka berdua melihat para pria mendekati mereka , lalu duduk di samping pasangan masing-masing .


"Terima kasih untuk hari ini pak . " Kata Dika merasa sungkan kepada Abhi.


"Tidak apa-apa Dika , mungkin sudah waktunya kalian bertemu , dan berbicara satu sama lain ."


Dika mengangguk mengerti , dalam membenarkan apa yang dikatakan Abhi.


"Apa Aksa senang? " tanya Abhi kepada Aksa.


"Seneng pa. Akhirnya aksa bisa bermain dengan Ayah. " jawab Aksa dengan senyuman penuh di bibirnya.


"Kalau Aksa seneng bermain dengan ayah , Lain kali kita bermain lagi ya . Ayah ingin mengajak Aksa bermain di tempat bermain ." Kata Dika dengan antusias .


Lagi-lagi Aksa melihat ke arah mamanya . Dan setelah mendapat anggukan dari Yesha . Aksa kembali tersenyum bahagia.


" Boleh yah , tapi ayah yang jemput Aksa di rumah Papa dan Mama . Nanti pulangnya antarkan aku kembali ke rumah Papa dan Mama ."


"Baiklah , tapi kalau bermain dengan ayah . Ayah hanya memiliki sepeda motor . Apa Aksa masih mau ?" Kata Dika memastikan.


Aksa mengangguk dengan senang . "Tidak apa-apa , Aksa kalau berangkat dan pulang sekolah juga naik sepeda motor ."


Dika lalu mengacak rambut Aksa dengan sayang . " Baiklah kalau begitu kita sepakat . Kata Dika sambil mengulurkan tangannya untuk dijabat Aksa , dan Aksa membalas uluran tangan ayahnya.


Aksa sedikit ragu berkenalan dengan Maira. Dia takut, kalau Maira itu wanita jahat seperti istri ayahnya sebelumnya.


"Aksa, Maira ini seorang wanita yang baik. Dia adalah orang yang meminta papa dan mama Aksa untuk mempertemukan Aksa dengan Ayah. " kata Dika yang mengerti perasaan anaknya itu.


"Iya nak, Maira adalah wanita yang baik. " kata Yesha yang membelai rambut anaknya.


"Apakah dia tidak jahat seperti istri ayah sebelumnya? "


Semua orang menggeleng, mendengarkan ucapan Aksa.


"InsyaAllah tidak Aksa, Maira adalah wanita yang sangat baik." Kata Dika lagi.


Mendengarkan Ayahnya mengatakan kalau istrinya adalah wanita baik berekali-kali, akhirnya Aksa percaya kalau Maira adalah wanita baik-baik.


"Hallo tante, namaku Aksa. " kata Aksa mengulurkan tangannya kepada Maira.


"Hallo Aksa, Aku Maira. Senang berkenalan denganmu. " Maira menerima uluran tangan Aksa.


Mereka semua tersenyum melihat reaksi aksa saat berkenalan sengan Maira. Karena dia terlihat sangat lucu.

__ADS_1


"Mas Ayo kita makan, aku sangat lapar. " Yesha mengajak suaminya untuk makan. karena memang mereka berangkat pagi, sehingga belum sempat sarapan.


Abhi akhirnya mengajak semua orang pergi kerumah makan sederhana yabg berada di dekat sana. Dengan Aksa yang menggenggam erat tangan ayahnya. Dan tangan Dika satunya menggenggam erat tangan istrinya.


Mereka akhirnya sampai di warung soto ayam. Abhi segera memesankan makanan untuk mereka semua. Sambil menunggu makanan datang mereka berbincang hangat. Tampak suasana kekeluargaan di sana. Yesha dan Dika juga sudah tidak merasa canggung lagi. Walaupun mereka sudah berpisah, tapi anak tetaplah anak mereka berdua yang akan menghubungkan mereka walau mereka sudah Memiliki keluarga masing-masing.


Setelah makanan datang, mereka semua mulai menyantap makanan berkuah panas itu. Dika yang melihat Aksa kepanasan, membantu Aksa untuk makan dan menyuapi nya. Sungguh pemandangan yang sangat mengharukan.


Maira yang sedikit tidak mendapat perhatian dari Dika pun memakluminya. Karena dia sadar dan tau, kalau Dika sudah lama tidak bisa mencurahkan perhatiannya kepada anaknya. Jadi dia membiarkan saja apa yang suaminya itu lakukan. Dia ikut bahagia, saat melihat senyuman di bibir Dika. Dan sepertinya bebannya sudah terangkat.


Setelah sarapan mereka selesai , mereka bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing . Aksa lagi-lagi memeluk Ayahnya dengan erat.


"Ayah , kapan kita bisa bermain lagi ?" Tanya Aksa kepada ayahnya .


"Kalau kamu sudah ingin bermain dengan ayah , minta pada Papa untuk menghubungi ayah . Ayah akan datang menjemputmu dan mengajakmu bermain bersama Maira ." Kata Dika kemudian .


"Baiklah kalau begitu , aku akan menghubungi ayah nanti . Melalui ponsel papa . " jawab aksa bersemangat .


"Baguslah , jadilah anak yang baik Aksa . Jangan merepotkan mama ya . Mama sedang hamil adik Aksa . " Dika memberikan nasehat untuk Aksa.


"Iya yah , Aksa tidak pernah merepotkan mama . Aksa selalu bermain dengan adit sekarang . Karena Aksa adalah kakaknya adit ."


"Ya sudah kalau begitu , Masuklah ke dalam mobil . " kata Dika yang melihat anaknya terus.


Aksa lalu mencium pipi kanan dan kiri Dika sebelum dia melepaskan pelukannya . Dika merasa senang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aksa . Dia sangat bahagia hari ini .


Setelah melepaskan pelukannya dari Dika , Aksa segera naik ke mobil . Dan Melambaikan tangan kepada Dika dan Maira .


sampai ketemu lagi Ayah , sampai ketemu lagi tante Maira . kata Aksa sambil melambaikan tangannya .


Dika dan Maira pun membalas lambaian tangan dari Aksa sampai mobil itu tidak terlihat disebuah belokkan .


Dika tanpa aba-aba langsung menggendong Maira ,dan memutar-mutar tubuhnya . Tak peduli mereka dilihat banyak orang di sekitarnya .


"Mas apaan sih ? Aku malu tahu . " Kata Maira yang wajahnya sudah memerah .


Dika menghentikan , kegiatan konyolnya . Dia langsung memeluk Maira .


"Kau tahu Mai , aku sangat bahagia sekali hari ini . Sangat sangat sangat bahagia . Dan kebahagiaanku ini adalah karenamu . Yang sudah mempertemukan aku dengan anakku . Terima kasih Mai , kau memang wanita terbaik dalam hidupku . Aku mencintaimu , sangat sangat sangat mencintaimu ." Kata Dika yang meluapkan semua isi hatinya hari ini di depan banyak orang yang melihat kekonyolan nya .


Maira hanya menggelengkan kepala mendengarkan apa yang Dika katakan . Dia tahu kalau suaminya itu sangat bahagia hari ini . Karena dia juga ikut merasakannya .


'Kalau kamu bahagia Ayo kita pulang ,dan membagi kebahagiaan ini dengan ibu. kita harus mengatakan semua ini kepada ibu . Ibu pasti akan senang .


"Baiklah, Ayo kita pulang ."

__ADS_1


Dika lalu menggenggam erat Tangan Maira , dan membawanya ke atas motornya . Dika benar-benar sangat bahagia hari ini . Dan tidak tahu harus Bagaimana lagi mengungkapkannya .


__ADS_2