
Tiga hari telah berlalu, apa yang di khawatirkan Abhi ataupun Yesha tidak terjadi. Dika tidak menunjukkan batang hidungnya di rumah Yesha ataupun di tempat usaha Yesha. Mereka berdua bersyukur karena apa yang ditakutkan tidak terjadi. Tapi Jika setelah ini, Dika ingin mengganggu Yesha maka Abhi tidak segan-segan untuk bertindak. Karena Yesha sudah menjadi tanggung jawab Abhi setelah ini.
Abhi dan timnya juga sudah berhasil mengantongi nama-nama para tikus kantor yang harus dibasmi. Agar tidak terus-terusan menggerogoti perusahan sedikit demi sedikit.
Tempat usaha Yesha dua hari ini akan tutup, ia meliburkan semua karyawannya. Dan meminta mereka untuk datang di pernikahan Abhi dan Yesha di hotel tempat acara pernikahan mereka diadakan.
Yesha dan keluarganya juga sudah datang ke hotel tempat acara. Mereka datang satu hari sebelum nya untuk persiapan buat besok. Orang tua Yesha tidak pernah menduga kalau acara pernikahan anaknya akan semewah ini. Semuanya dipersiapkan keluarga mempelai pria yang sekaligus sahabatnya itu. Orang tua Yesha sangat bersyukur, anaknya bisa mendapatkan kebahagiaan sebesar ini. Walau ini adalah pernikahan kedua mereka, tapi tidak mengurangj kebahagiaan mereka sama sekali.
Meski sudah berada di tempat yang sama, hotelnyang sama. Tapi tetap saja Abhi tidak bisa bertemu dengan calon istrinya itu. Dia menjadi sangat gelisah. Ingin rasanya keluar dari kamar hotel dan menemui Yesha.
Namun, Sebuah ketukan pintu membuyarkan pemikiran Abhi tentang niatnya untuk lari dari kamarnya dan menemui Yesha.
Abhi membuka pintu kamarnya, dan terlihat Aksa sedang berdiri di depan kamarnya bersama Jihan.
"Aksa."
"Papa."
Aksa langsung memeluk Abhi. Dan Abhi langsung menggendong Aksa masuk ke dalam kamarnya, diikuti Jihan.
"Ada apa Jihan? "
"Ini mas, Aksa maksa pengen ketemu mas Abhi katanya.. dia kangen karena hampir seminggu nggak ketemu papanya. " Jihan memberi tahukan kepada kakaknya itu, tentang Aksa yang selalu menanyakan dirinya.
"Bener itu, Aksa? "
Aksa mengangguk. "Papa kemana aja, kok nggak kerumah mama. Aksa pikir papa marahan sama mama, dan nggak jadi nikah sama mama. "
"Memangnya kalau papa nggak jadi nikah sama mama Aksa kenapa? " Abhi mencoba mengorek isi hati Aksa.
Aksa langsung memeluk calon papa sambungnya itu dengan erat.
"Nggak mau, Aksa maunya papa Abhi yang menjadi papa Aksa. Karena papa Abhi baik, dan nggak pernah marah-marah sama aksa dan mama. "
"Apa Aksa sayang sama papa? "
Aksa mengangguk di pelukan Abhi.
Jihan yang melihat kedekatan kakak dan anak sambungnya itupun merasa bahagia. Karena kakaknya bisa menempatkan dirinya sebagai seorang ayah untuk Aksa, yang selama ini kekurangan kasih sayang dari ayah kandungnya.
"Bagaimana kalau malam ini, Aksa tidur dengan papa. " Abhi ingin mendekatkan diri dengan Aksa, dengan mengajaknya tidur bersama.
__ADS_1
"Memang boleh? " tanyanya pada Abhi dan Jihan.
"Boleh. Aksa temani papa Abhi tidur. Nanti kak Jihan yang bilang sama mama dan nenek. "
Aksa bersorak bahagia karena akhirnya dia bisa tidur dengan sosok Ayah yang ia rindukan.
"Baiklah, kalau begitu kakak tinggal ya. " Jihan meninggalkan Aksa berdua dengan Abhi.
Abhi menurunkan Aksa di ranjangnya, mereka berdua akan bersiap untuk tidur karena malam semakin larut. Tapi sebelum tidur Abhi ingin mengorek informasi kepada Aksa tentang kehidupannya dulu saat mereka hidup bersama dengan Dika.
"Kalau boleh tau, Dulu kehidupan Aksa seperti apa sih? sebelum kenal papa Abhi? " tanya Abhi sambil menepuk-nepuk bokong Aksa.
"Dulu Aksa dan mama hidup serba kekurangan pa.. "
Aksa lalu menceritakan semua yang dia ingat dan dia lihat. Mulai dari perlakuan kasar Dika, hinaan yang selalu diberikan neneknya dan Dika yang tidak pernah berpamitan kepadanya saat bekerja.
"Ayah juga pernah memukul mama waktu itu. Aksa melihatnya karena aksa mengintip dari balik pintu kamar. Aksa sering lihat mama menangis, tapi Aksa tidak pernah memberitahu kan kepada mama. Karena takut mama sedih. "
"Kami tidak pernah kemana-mana pa. Bahkan untuk makan aja mama selalu ngirit. Aksa juga nggak pernah jajan seperti anak lain. Karena Aksa tau keadaan mama waktu itu. "
Aksa lalu memegang tangan Abhi.
"Pa, berjanjilah. Papa akan membahagiakan mama. Jangan pernah menyakiti mama, Jangan buat mama menangis seperti dulu saat ayah selalu membuat mama menangis. " Aksa mengajukan sebuah permintaan kepada Abhi untuk kebahagiaan sang mama.
"Doakan papa ya, agar papa selalu bisa membahagiakan mama Aksa. Dan tidak melakukan kesalahan kepada mama Aksa. " kata Abhi sambil memeluk Aksa.
"Aksa akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk papa dan mama. Dan semoga papa dan mama segera memberi Aksa adik. " katanya dengan semangat.
"Aksa mau adik? " tanya Abhi dengan semangat.
Aksa mengangguk dengan semangat pula.
"Mau adik laki-laki atau perempuan? "
"Apapun pa, laki-laki atau perempuan. Aksa akan menjaga adik Aksa dengan baik. "
"Anak pintar. Kalau begitu, besok setelah pernikahan papa dan mama, Aksa harus tidur sendiri nggak boleh tidur dengan mama lagi. "
"Memangnya kenapa? "
"Katanya pengen punya adik. Kalau aksa pengen punya adik, Aksa harus sudah berani tidur sendiri. Agar menjadi contoh yang baik untuk adik-adik Aksa nanti. "
__ADS_1
"Begitu ya? " kata Akaa sambil mengusap dagunya seperti sedang berfikir.
Abhi mengangguk.
"Baiklah, Aksa akan tidur sendiri. Kalau takut, aksa akan tidur dengan om Danu. Aksa nggak akan tidur sama mama dan papa. "
"Anak pintar, sekarang ayo tidur ini sudah larut malam. "
Abhi memeluk Aksa, agar segera tidur. Aksa yang tidak kunjung bisa tidur. Dia memandang lekat wajah Abhi. Dan berdoa, semoga papa Abhi akan menjadi papa yang baik untuknya dan mamanya.
*
Di kamar Yesha,
Yesha yang sedang berkumpul dengan ibu dan mertuanya, di kejutkan dengan kedatangan Jihan seorang diri.
"Lho, mana Aksa, Jihan? " tanya mama Erina kepada anaknya itu.
"Malam ini Aksa tidur dengan mas Abhi ma. "
Semua orang saling berpandangan mendengar penuturan Jihan.
"Mas Abhi sendiri yang minta Aksa untuk tidur bersamanya ma, mbak. "
"Oohhh... " semua orang membulatkan bibirnya.
"Ya sudah, biarkan saja Yesha. Biarkan Abhi dekat dengan Aksa. Toh dia akan jadi anak Abhi juga. "
"Tapi, apa mas Abhi tidak merasa terganggu dengan Aksa, ma? Aksa tidurnya banyak tingkah lho. Kasihan mas Abhi nanti tidak bisa tidur. " ujar Yesha, yang merasa sungkan.
"Nggak apa-apa, biar sekalian latihan jadi papa dia. " kata Mama Erina.
"Ya, sudah. kami pergi dulu, sudah malam ini sudah waktunya tidur. Kamu tidur juga ya, biar besok tampak Fresh. " kata mama Erina lagi sebelun meninggalkan kamar Yesha bersama besannya.
"Jihan, kamu temani aku tidur ya malam ini. " pinta Yesha pada Jihan.
Jihan menoleh pada dua wanita paruh baya di sampingnya.
"Emang boleh, ma. "
"Ya, udah nggak apa-apa temani mbak mu tidur. malam ini. Biar cepet tidur. "
__ADS_1
"Baiklah."
Jihan tetap tinggal dikamar Yesha. Sedangkan mama Erina dan ibunya Yesha keluar dari kamar Yesha menuju kamarnya masing-masing.