
"Baiklah Dika , Ibu mengerti . Jika kamu masih ragu kalau Ibu sudah berubah ,tidak apa-apa . Kamu bisa mengaturnya saat ini juga ,sebelum pernikahan kalian berjalan . Agar tidak ada kesalahpahaman antara menantu dan mertua nantinya. " Kata Bu Ayu yang mengerti trauma Dika .
Dika akhirnya menunjukkan slip gaji bulanannya kepada Maira. Dia ingin jujur kepada calon istrinya itu, Berapa gaji yang ia terima setiap bulannya . Dia juga membaginya untuk kebutuhan dirinya dan ibunya .
"Jadi May , sebelum aku menikah aku mau menunjukkan, berapa gajiku kepadamu selama satu bulan. Aku nggak mau ada kecurigaan atau kebohongan diantara kita. " kata Dika menunjukkan slip gajinya.
Disana tertera kalau gaji Dika 4,5 jt selama satu bulan. "Aku akan memberikan kepada ibu sebesar lima ratus ribu tiap bulan, sebagai pegangan. Dan aku meminta satu juta untuk kebutuhan transportasi ku selama satu bulan. Sisanya, kamu yang pegang. Untuk kebutuhan hidup kita selama satu bulan, bagaimana? apa kamu setuju? " tanya Dika kepada Maira calon istrinya.
"Aku harus tetap memberi uang kepada ibuku tiap bulan karena itu sudah menjadi kewajibanku sebagai anak. Apa kau mengerti?" tanyanya kepada Maira. dan mendapat anggukan kepala dari Maira.
" Dan untuk ibu, setelah berumah tangga. Aku hanya memberi ibu uang untuk pegangan saja. Untuk makan sehari-hari biarlah Maira yang mengaturnya nanti. " kata Dika kepada ibunya. Dan bu Ayu juga mengangguk.
"Ibu terima, nak. Asal kamu mau menikah lagi. Dan akan ada yang merawatmu menjaga dan merawatmu, serta mengatur rumah tangga ini lagi. Ibu sudah ikhlas, dan sudah cukup tua untuk berdebat tentang masalah ini. Biarlah nanti istrimu yang mengatur. " kata Bu Ayu yang menegaskan kalau dia tidak akan ikut campur lagi dalam masalah rumah tangga anaknya .
"Dan kamu Mai, Sengaja aku tunjukkan ini kepadamu ? Apa kamu masih mau menjadi istriku , sebab kami tidak memiliki uang yang banyak untuk kehidupan sehari-hari . Kami hanya makan dari uang gaji dari hasil kerjaku . Jika kamu menerimaku , Maka besok lusa kita akan menikah . Aku harus lapor dulu kepada Pak RT dan kepada pihak yang terkait masalah pernikahan ". Kata Dika panjang lebar Sebelum mengakhiri pembicaraan ini .
Maira hanya tertunduk dia tidak tahu harus berkata apa lagi , Dika sudah jujur masalah keuangannya . Dan itu artinya dia harus mengelola uang itu selama satu bulan
"Bagaimana Mai Apa kamu bisa ? " Tanya Bu Ayu yang melihat keraguan di wajah Maira
Maira menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan ,mungkin ini sudah takdirnya bertemu Dika di jalan dan dibawa ke rumah ini, pada akhirnya dialah yang akan menikah dengan Dika . Mungkin ini sudah jalan takdir yang Allah Tentukan untuknya . Dengan mengucapkan bismillah dari dalam hatinya Maira mulai mengangkat kepalanya dan menatap Dika dalam-dalam.
__ADS_1
"Insya Allah aku Siap mas dan aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu dan juga Ibu ." jawab Maira pada akhirnya.
Bu Ayu dan Dika merasa lega mendengar jawaban dari Maira.
"Baiklah kalau begitu , nanti malam setelah pulang kerja kita akan bertemu dengan Pak RT untuk membahas ini dan Bagaimana baiknya nanti. " kata Dika dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Alhamdulillah..." ucap bu Ayu karena merasa lega dengan apa yang dia dengar.
Setelah mendengarkan jawaban Maira, Dika lalu berpamitan kepada ibunya dan Maira untuk berangkat kerja . Karena dia sudah hampir kesiangan untuk berangkat kerja. Setelah menyalami ibunya, Dika segera berangkat.
Di rumah itu kini tinggal Maira dan bu Ayu , Maira ingin menanyakan kepada Bu Ayu Sebenarnya apa yang terjadi karena dari tadi yang dia dengar hanyalah tentang masa lalu Dika Yang sepertinya membuatnya trauma .
"Mau tanya apa ?" jawab Bu Ayu singkat karena dia tahu apa yang ingin ditanyakan oleh calon menantunya itu .
"Kalau boleh tahu ,Sebenarnya apa yang terjadi pada masa lalu Mas Dika . Kenapa dia sampai seperti itu , dan selalu mewanti-wanti ibu agar tidak mengulang masa lalu . Maaf kalau aku lancang . Karena sebagai calon istri Mas Dika Sepertinya aku juga harus tahu agar tidak terjadi kesalahpahaman nanti. " kata Maira sedikit ragu.
Bu Ayu menghembuskan nafasnya kasar dia sudah menduga kalau Maira pasti akan menanyakan hal ini . Dia menjadi malu untuk menceritakannya kepada Maira, semua masa lalunya yang buruk.
"Maaf Mai, Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya tapi kamu juga berhak tahu Siapa ibu di masa lalu, Ibu adalah seorang ibu dan mertua yang jahat untuk anak dan menantu ibu. Yang sudah membuat rumah tangga anak-anak ibu berantakan . " kata Bu Ayu dengan mata penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa Bu aku akan mendengarkan. Semua orang memang punya masa lalu dan kesalahan di masa lalu tapi jika seseorang ingin berubah maka kita harus memberi kesempatan kepadanya. " ujar Maira untuk menenangkan calon ibu mertuanya itu.
__ADS_1
Akhirnya Bu Ayu menceritakan apa yang terjadi di masa lalu , Dia adalah seorang ibu mertua yang kejam bagi para menantunya . Tak segan-segan Dia memberikan hinaan dan cacian kepada para menantunya setiap hari , yang mungkin sudah menjadi makanan sehari-hari untuk para menantunya itu .
"Waktu itu Ibu tidak ingin memiliki menantu dari kalangan miskin atau dari keturunan orang miskin . ibu ingin memiliki menantu dari kalangan orang kaya, karena ibu pikir jika mendapat menantu orang kaya, hidup ibu akan lebih nyaman. Kamu boleh mengatakan ibu dulu adalah mertua yang mata duitan. Bahkan gaji Dika saja ibu yang pegang." bu Ayu memulai ceritanya.
"Menantu ibu yang pertama hanyalah seorang istri pelunas hutang untuk orang tuanya yang kalah berjudi , menantu ibu yang kedua adalah anak dari seorang petani di kampung . Ibu tidak pernah tahu kalau istri pertama Dika dulu orang tuanya memiliki sawah yang luas , sehingga ketika bercerai Dia memiliki banyak usaha Dari hasil penjualan sawah orang tuanya , dan sekarang dia sudah menikah lagi dan suaminya adalah atasan Dika di tempat kerjanya . Sungguh nasib Yesha memang sangat beruntung , lepas dari Dika ia mendapatkan yang lebih baik darinya ." cerita bu Ayu.
Bu Ayu terus menceritakan semua masa lalunya yang sangat memalukan bagi dirinya. Hingga dia dan Dika hanya tinggal sendiri sekarang di rumah ini. Dan berusaha mengubah diri mereka menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Meninggalkan semua masa lalunya dan mencoba menatap masa depan yang lebih baik.
"Jadi seperti itulah masa lalu ibu dan Dika. Apakah kamh masih mau menjadi istri Dika dan menantu ibu? " tanya bu Ayu yang mulai takut setelah menceritakan kisah masa lalunya.
Maira lalu menggenggam tangan bu Ayu.
"Seperti kataku tadi Bu , setiap orang memiliki masa lalu .Tapi jika Mereka ingin berubah , ada baiknya kita memberikan kesempatan kepada mereka . Bukan malah menghakiminya , karena itu tidak akan menyembuhkan traumanya . Malah akan memperparah semuanya . Kata Maira dengan penuh kelembutan.
"Insya'Allah aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Mas Dika dan menantu yang baik untuk ibu . Aku juga butuh bimbingan ibu untuk menjadi lebih baik ." Kata Maira dengan senyuman tulud dibibirnya.
"Semoga kamu memang jodoh terakhir untuk Dika , ibu selalu berdoa yang terbaik untuk Dika selama ini. Semoga dia segera mendapat jodoh . Sehingga jika ibu sudah pergi nanti, ada yang menggantikan ibu untuk manjaga dan merawatnya. " kata bu Ayu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jangan bicara seperti itu Bu , Insya Allah ibu akan panjang umur. " Kata Maira sambil memeluk Bu Ayu .
Akhirnya tumpah juga air mata Bu Ayu diperlukan Maira , begitu pula dengan Maira . Dia seolah mendapatkan sosok seorang ibu yang tidak pernah ia rasakan selama ini, sejak bertemu bu Ayu. Bertahun-tahun hidup di Panti Asuhan , dan harus keluar saat dia merasa mampu untuk menghidupi dirinya sendiri . Kini dia harus menikah , dengan orang yang tidak pernah ia kenal sama sekali . Sungguh takdir Allah itu memang nyata adanya .
__ADS_1