Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Ulang Tahun Abhi


__ADS_3

Arum segera masuk dan menutup pintunya setelah melihat ibunya berjalan masuk ke dalam kamar mereka. Dia berpura-pura belajar, agar ibunya tidak curiga.


"Arum... masih belajar nak? " tanya Maya saat melihat Arum masih membaca bukunya.


"Sudah selesai bu. "


"Ibu mau bicara boleh? "


"Mau bicara apa? Apa tentang om Mario tadi? " tanya Arum tepat sasaran.


Maya mengangguk, "ibu mau mengatakan sebuah rahasia yang tidak pernah diketahui siapapun. Karena rahasia ini hanya Ibu dan Tuhan yang tau. Sekarang ibu mau, Arum juga tau tentang rahasia ini. "


Arum mengernyit tak mengerti dengan apa yang dikatakan ibunya. Rahasia? memangnya rahasia apa yang ibunya miliki, kalau hanya Ibu nya dan Tuhan yang tau berarti siapapun tidak ada yang tau.


"Rahasia apa bu? "


"Ibu akan mengatakannya, tapi Arum harus janji sama ibu, Arum jangan pernah membenci ibu, atau siapa pun. Karena semua ini adalah takdir yang harus kita Terima."


Arum mengangguk.


Maya lalu memegang tangan Arum, " Nak, kamu tau om yang tadi? "


Arum mengangguk. "Om Mario kan? "


"Iya, dia Mario. Dia adalah kekasih ibu dulu saat kami SMA, " Maya menjeda ceritanya, dengan menghembuskan nafasnya. "Kami pernah melakukan kesalahan besar dulu, sehingga ibu melahirkan mu. "


"Maksud ibu?


Maya mengangguk " Iya, dia Mario adalah ayah kandungmu nak. "


Arum menggeleng tak percaya, "Bagaimanaa bisa bu. Ayah Arum kan ayah Bagus. "


"Tenanglah nak, apakah ibu bisa menceritakan semuanya? "


Arum mengangguk.


Maya lalu menceritakan masa lalunya kepada Arum, bagaimana kesalahan itu terjadi dan bagaimana dia harus menjadi istri Bagus. Dan bagaimana Mario mencarinya sampai saat ini. "


"Jadi, setelah Mario menyelesaikan kuliahnya, dia mencari ibu dirumah lama ibu bersama nenekmu, tapi rumah itu sudah dijual kakekmu karena hutang mereka yang banyak. Bahkan ayah bagus, tidak pernah tau kalau Arum bukan anak kandungnya. " kata Maya dengan terus mengucurkan air matanya.


Arum menghapus air mata ibunya, dan memelukanya.


"Apa karena itu, Arum tidak bisa dekat dengan ayah Bagus selama ini? Dan Arum merasa Ayah Bagus sendiri tidak menyayangi Arum. "


Maya hanya mengangguk dipelukan Arum.


"Ibu... apa ibu masih mencintai om Mario? " tanya Arum dengan sifat dewasa yang dipaksakan.

__ADS_1


"Dari dulu ibu masih sangat mencintai Mario. " jawab Maya dengan sesenggukan.


"Lalu kemarin kenapa ibu mau menikah dengan om Dika?"


"Karena ibu nggak tau harus mencari Mario dimana. Dan yang ibu pikirkan bukanlah kebahagiaan ibu, melainkan kebahagiaan Arum. Ibu ingin Arum bisa hidup dengan layak dan tidak kekurangan satu apapun. "


Arum makin erat memeluk ibunya. "Apa om Mario juga mencintai ibu. "


"Om Mario ingin menikahi ibu, jika Arum setuju. Dia masih memegang janji kami, kecuali ibu sudah bisa hidup bahagia maka Mario akan melepaskan ibu dan janjinya. "


"Pertemukan aku dengan om Mario, Ibu. " Pinta Arum.


Maya langsung melepaskan pelukannya pada anaknya. "Untuk apa, nak? "


"Arum sendiri yang akan memberikan jawaban untuk Om Mario. "


"Baiklah, ibu akan mempertemukan mu dengan Mario. Tapi tunggu Mario punya waktu ya? Karena dia pasti sibuk bekerja. "


Arum mengangguk.


*


*


Pagi yang cerah, secerah senyuman Yesha yang sedang memasak makanan kesukaan suaminya. Pagi ini Yesha sengaja masak makanan spesial untuk suaminya setelah semalam dia dihajar habis-habisan oleh Abhi setelah tengah malam.


Abhi yang baru selesai olahraga ringan menghampiri istrinya yang sedang memasak di dapur. Tangan Abhi tiba-tiba melingkar di perut Yesha, membuat Yesha yang sedang memasak jadi terkejut.


"Mas... iihhhh... kaget tau. " reflek tangan Yesha yang tidak memegang apapun memukul tangan Abhi.


Tapi Abhi tidak peduli, dia malah menjadikan bahu Yesha sebagai tumpuan.


"Lagi masak apa sih sayang. '


" Ini, katanya minta dimasakin yang enak. "


"Baunya kecium sampe luar rumah lo. "


"Beneram? " tanya Yesha yang tidak percaya karena jarak dapur sama teras depan lumayan jauh.


"Anak-anak belum ada yang bangun ini. ' Tanya Abhi setelah melihat keadaan rumah masih sepi.


" Belum mas, mungkin setelah subuh tadi anak-anak tidur lagi. Minta tolong dibangunin dong sayang. " pinta Yesha dengan merayu suaminya dengan panggilan sayang.


"Katakan sekali lagi. "


"Sayaaanggggg, tolong bangunin anak-anak dong." pinta Yesha dengan manja.

__ADS_1


Abhi langsung mencium pipi Yesha setelah mendengarkan rayuannya, dan itu membuat Yesha tertawa lepas. Sungguh setiap harinya membuat Yesha bahagia karena dia selalu mendapat perlakuan manis dari suaminya itu.


Setelah selesai masak dan menyiapkan makanan, dimeja makan, Yesha segera pergin ke kamar untuk menyiapkan keperluan suaminya. Sesampainya di kamar Yesha sudah melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutup bagian bawah perutnya Sedangkan otot perut dan dadanya terlihat sangat jelas.


Yesha jadi salah tingkah setiap kali melihat tubuh sempurna suaminya itu.


"Nanti siang datang ke kantorku ya. "


"Kenapa? "


"Aku ingin hadiah ku yang lain. "


"Hadiah apa lagi sih mas, tadi malam kan udah, pagi ini aku juga udah masak kesukaanmu. Lalu hadiah apa lagi? "


"Bulan madu kecil-kecilan, Ya? "


"Mas...? "


"Siang nanti sampai malam, yah. Di hotel. " pinta Abhi sedikit merengek seperti anak kecil yang meminta uang pada ibunya.


"Kenapa sih, suamiku makin kesini makin manja aja. Dimana Abhiku yang cuek dan arogan? " kata Yesha sambil menangkup wajah suaminya yang tampan itu.


"Aku hanya manja pada istriku saja. " Kata Abhi sambil memeluk Yesha dari belakang dan mengusap perut nya yang buncit.


"Aku tidak sabar belanja untuk membeli keperluan anak kita. "


"Tunggulah dua bulan lagi. Ayo segera ganti bajumu, kita sarapan bersama. "


Yesha lalu memakaikan pakaian suaminya, dengan telaten. Inilah yang selalu membuat Abhi bahagia dan jatuh cinta lada istrinya berkali-kali. Karena Yesha selalu memberikan Perhatian-perhatian kecil kepadanya. Tidak seperti pernikahannya dulu yang selalu diisi perdebatan dan berakhir dengan saling mengacuhkan. Pernikahannya kali ini terasa hangat bagi Abhi.


Setelah keperluan suaminya siap, Abhi dan Yesha keluar dari kamar dan mereka langsung terkejut mendapat kejutan dari Aksa, Jihan dan Danu.


"Selamat Ulang tahun mas Abhi... " Jihan, Danu


"Selamat Ulang tahun Papa... " Aksa.


Mereka memberikan sebuah kue ulang tahun yang mereka siapkan untuk Abhi.


Abhi terharu mendapat kejutan ulang tahun dari adik dan anaknya itu. Baru kali ini ia mendapatkan kejutan ulang tahun yang menyenangkan dsn mengharukan.


Mereka lalu berkumpul di meja makan untuk acara potong kue Abhi. Kemudian dilanjutkan dengan sarapan.


"Pa, kata mbak Jihan. Nanti malam papa harus mentraktir kami makan malam yang enak. "


Abhi dan Yesha saling berpandangan lalu tertawa bersama.


"Nanti mama akan ke kantor Papa, siang hari. Kalian nanti akan di jemput om Mario sore hari ke tempat makan malam kita bagaimana? " Abhi segera berfikir cepat, bagaimanapun dia tidak ingin hadiah ulang tahun nya terlewatkan siang ini.

__ADS_1


Yesha langsung mendelik menatap Abhi setelah mendengar ucapan Abhi barusan.


__ADS_2