Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
Istri Idaman


__ADS_3

Di rumahnya, Yesha sedang memasak makan malam untuk calon suaminya dengan Bi sumi, yang masih setia menjadi asisten rumah tangganya. Lusi juga masih setia dengan Yesha sebagai pegawai di toko bajunya. Sekarang pegawai Yesha bertambah banyak dua orang di toko baju, tiga orang di rumah makan di tambah dua satpam yang bekerja bergantian untuk menjaga keamanan tempat kost sekaligus tempat usahanya, dan satu orang di toko sembako.


Kalau di bilang maju, Yesha hanya bisa bersyukur atas semua yang diberikan Tuhan kepadanya. Bisa untuk makan sehari-hari dan membantu orang yang butuh pekerjaan itu sudah cukup bagi Yesha. Apalagi sekarang dia harus membantu sekolah Danu, ya walau Danu tiap bulan juga dapat kiriman dari orang tuanya di kampung. Setidaknya Yesha juga memberi buat uang sakunya. Banyak-banyak bersyukur itulah yang Yesha lakukan saat ini.


Apalagi dia juga akan menjadi seorang istri dari Abhi. Jodoh yang tak di sangka. Berawal dari pernikahan yang hancur berantakan karena perselingkuhan pasangan. Dan Akhirnya di pertemukan karena rasa trauma dan sakit hati yang mendalam. Mereka berdua berharap bisa merajut asa dan saling mengobati satu sama lain.


"Bi, ini makanan khusus aku siapkan untuk mas Abhi. Yang lainnya bisa kita makan bareng-bareng nanti. "


"Iya, mbak. "


Yesha selalu begitu, mengambilkan makanan terlebih dulu untuk Abhi, sebelum tersentuh orang lain. Kata Jihan agar tidak mendapat makanan sisa.


Yesha segera membersihkan dirinya, karena sudah merasa lengket harus berkutat dengan masakan tiap hari. Biasanya Abhi akan datang sendiri ke rumah dan makan apa yang ada. Tapi satu minggu terakhir ini, dia bakal disibukkan dengan memasak makan siang dan makan malam untuk calon suaminya itu. Jika tidak, Abhi akan merajuk dan nekat datang ke rumah Yesha.


Jika dipikir-pikir, setelah mengenal Abhi lebih jauh. Abhi dan Aksa tidak ada bedanya. Mereka memiliki sifat kekanakan. Seperti bayi besar yang manja kepada ibunya.


Tepat pukul lima, orang yang mengambil makanan untuk Abhi datang. Bi Sumi segera menyerahkan makanan itu, sesuai perintah Yesha. Yesha sendiri sedang berada di kamar membalas pesan chat dari calon suaminya. Pesan dari mama Erina, Mereka tidak boleh melakukan panggilan telpon atau Video. Kalau rindu, cukup dengan mengirim pesan chat saja.


Yesha sangat mematuhi perintah dari calon ibu mertuanya itu, Tapi Abhi yang nakal, terkadang melanggarnya dan berusaha melakukan panggilan pada Yesha. Tapi selalu gagal, karena Yesha tidak mau mengangkat nya.Ya begitulah kisah mereka berdua saat menjalani proses pingitan.


Setelah melakukan sholat maghrib, seperti biasa Yesha akan melihat keadaan rumah makannya. Jika ramai dia akan turun tangan membantu pegawainya. Dan seperti nya malam ini keadaannya ramai, maka Yesha akan membantu. Danu juga ikut membantu bisnis kakaknya itu, jika dia sedang tidak ada tugas. Dia tidak ingin dikira cuma numpang makan dan tidur aja di sana.


Awalnya semua pekerjaan berjalan lancar, sebelum seseorang datang dengan pasangannya.


Bagus, sengaja mengajak selingkuhan nya Siska untuk makan malam di tempat makan yang lagi ramai dibicarakan. Selain makanan nya enak, harganya murah pelayanannya juga memuaskan. Selain itu Bagus penasaran, katanya pemilik rumah makan itu seorang janda. Jadi, dia bisa kenalan kalau bisa dideketin sekalian biar dapat yang tajir lagi sebagai simpanan.


"Kenapa sih kita makan disini, nggak level banget sama aku. " ketus Siska selingkuhan Bagus.


"Kita coba aja sayang, katanya disini makanannya enak. Coba ya, sekali aja. Kalau nggak enak kita nggak usah kesini.


" Ya udah deh, sekali aja ya. "

__ADS_1


Bagus mengangguk. Ia lalu mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang cukup menarik. Namun matanya membulat saat melihat sosok orang yang snagat dia kenal.


"Yesha? " lirihnya, tapi masih bisa di dengar Siska.


"Siapa Yesha. " ketus Siska melotot kepada Bagus.


"Itu, yang pake hijab merah muda. "


"Siapa dia? " Siska memicing memperhatikan sosok yang di tunjuk Bagus.


"Dia mantan adik iparku, atau mantan istri adikku Dika. "


"Yang bener. " Siska masih tidak percaya dengan ucapan Bagus.


"Yaelah, yang. Bener.... Adikku berbulan-bulan mencari dia dulu sebelum bercerai, terus sekarang udah nikah dia. Ternyata yang dicari kerja di sini. " Bagus langsung mengambil ponselnya dan memotret Beberapa foto Yesha.


"Ngapain kamu foto dia. Hapus. " Selingkuhan mode cemburu.


"Pinter juga otak mu, mas. "


"Siapa dulu dong. Ayo kita pergi dari sini. Nggak perlu makan disini deh. Aku udah dapet informasi yang penting. "


"Ya, udah yok buruan cabut. "


Bagus dan Siska segera pergi dari rumah makan Yesha tanpa memesan makanan apapun, sebelum ketahuan Yesha.


Sejak Dika membatasi uang untuk keluarganya, Bagus jadi jarang pulang ke rumah. Kakak Dika itu, lebih suka nongkrong di warung kopi dan mencari informasi janda kaya dari teman-temannya. Hingga dia bertemu dengan Siska salah satu janda pemilik salon kecantikan yang jadi simpanan Bagus saat ini. Dia cuma numpang hidup pada Siska, karena notabene Bagus itu orang yang malas bekerja. Kalau di tanya Istri dan anak Bagus, gimana? kini mereka sudah menjadi pembantu dirumah mertuanya sendiri seperti Yesha dulu. Jika dia tidak kerja, maka dia tidak akan diberi makan oleh bu Ayu.


Sungguh keluarga yang emezing.


Disudut meja lain, Jihan sedang melakukan panggilan Video dengan sang kakak, karena kakanya itu ingin melihat calon istrinya Jihan yang awalnya enggan menuruti akhirnya luluh juga setelah di iming-imingi tambahan uang saku dari kakaknya.

__ADS_1


Dan beginilah kekonyolan Abhi, yang memandangi Yesha dengan menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.


"Mas, kenapa sih mas Abhi jadi gini. Bucin banget Padahal dulu nggak gini-gini amat. Mbak Yesha punya sihir apa, ya. Sampai mas Abhi jadi bertekuk lutut sama dia. "


"Beda dek. Yesha itu Beda, nggak bisa dibandingkan sama cewek lain. Kalau cewek lain ketemu mas, kan pengennya nempel cari perhatian. Tapi Yesha enggak. Dia biasa aja sejak ketemu sama mas Abhi. Dia itu berbeda. "


"Iya sih, mbak Yesha memang beda. kalau janda lain mungkin udah gatel deket sam cowok ganteng. Tapi mbak Yesha mah, anteng banget dulu. kayak nggak tertarik sama mas Abhi. " Jihan terkekeh dengan kata-kata bya sendiri.


" Sekarang mas masih belum tau perasaan Yesha dek. Doain aja dia memiliki perasaan yang sama dengan perasaan mas. "


"Amin mas, adikmu ini akan selalu mendoakanmu. Buruan kalo mau mandang. abis itu aku mau balik ke kostan ngantuk. "


"Iya... iya..."


Abhi masih memandangi Yesha yang sibuk membantu melayani pelanggan dengan cekatan sambil bertopang dagu.


"Benar-benar istri idaman. " gumamnya.


"Dasar bucin. "


************


Setelah melayani Siska diranjang dan melihat kalau Siska sudah tidur pulas. Bagus segera mengambil ponselnya. Dan segera mengirimkan beberapa foto Yesha yang tadi dia ambil kepada Dika. Lalu dia ikut berbaring menyusul mimpi selingkuhannya.


Di rumah Dika. Dika sedang menonton televisi sendiri karena ditinggal tidur vio. Istrinya itu terlihat banyak pikiran sejak pulang dari kantor, sehingga Dika tidak banyak bicara daripada memicu pertengkaran mereka.


Beberapa notifikasi pesan masuk yang mengganggu Dika. Ia lalu melihat siapa orang yang sudah mengirimi nya pesan malam-malam begini. Dilihatnya nama si pengirim adalah kakaknya, dia malas sekali membaca pesan. Tapi ternyata itu bukan pesan tapi beberapa foto yang dikirim.


Dengan malas Dika membuka pesan-pesan itu. Matanya membulat saat melihat foto siapa yang dikirim kakankya itu.


"Yesha... "

__ADS_1


__ADS_2