
Di dalam rumahnya, Abhi menenangkan Yesha yang sepertinya masih shock dengan kedatangan bu Ayu ke rumahnya. Sungguh dia tidak menyangka kalau mantan ibu mertuanya itu berani datang ke rumahnya.
"Apa kau baik-baik saja sayang? " tanya Abhi masih menenangkan istrinya itu.
"Aku baik-baik saja mas, Aku tidak menyangka saja wanita itu datang ke rumah ini. " ujar Yesha dengan tatapan yang masih penuh dengan amarah.
"Ayo, aku antar ke kamar. " Abhi membawa istrinya masuk kedalam kamarnya . Dan segera menidurkan nya.
"Mas, bisakah kau tidak kembali ke kantor harii ini." pinta Yesha tak seperti biasanya.
"Apa kau ingin aku menemanimu? "
Yesha mengangguk.
"Baiklah, tapi aku harus mengabari Mario dulu ya?"
Lagi, Yesha mengangguk.
Abhi segera keluar dari kamar untuk menghubungi Mario. Bersyukur nya Abhi karena Mario bisa meng-handle pekerjaannya. Setelah menghubungi Mario, Abhi kembali masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya sudah berbaring dan memejamkan matanya.
Abhi segera mengganti pakaian kantornya dengan pakaian santai rumahan. Lalu merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu, dan mengusap lembut perut buncit nya. Yesha yang merasakan pergerakan tangan Abhi diperutnya langsung membuka matanya, dan menghadap kearah suaminya lalu memeluknya dengan posesif.
"Ada apa? " tanya Abhi yang mendapati keadaan istrinya yang tidak baik-baik saja.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memelukmu seperti ini. " ujar Yesha kepada suaminya itu.
__ADS_1
Abhi membalas pelukan istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
"Ingatlah, sayang. Aku tidak akan meninggalkan mu dan Aksa apapun yang terjadi, aku akan menjadi garda terdepan untuk membelamu dari orang-orang yang berniat jahat kepadamu. Karena aku sayang sama kalian berdua, dan calon anak kita nanti. " ujar Abhi menguatkan istrinya itu.
"Terimakasih mas. Kau adalah dewa penolongku. Aku sangat mencintaimu. "
Abhi mengusap-usap punggung istrinya untuk terus memberinya ketenangan. Sungguh ia bisa merasakan bagaimana perasaan Yesha saat ini, yang kedatangan masa lalunya yang pernah menorehkan luka begitu dalam, di dalam hidupnya selama tujuh tahun terakhir.
Abhi berjanji pada dirinya sendiri, kalau dia akan memberikan cinta yang berlimpah kepada istri dan anak-anaknya kelak. Abhi berjanji, tidak akan menyia-nyiakan wanita sebaik istrinya ini.
*************
Dua bulan kemudian.
Usia kandungan Dila sudah memasuki sembilan bulan, dia merasakan kontraksi yang luar biasa saat ini. Bu Maria mendampingi Menantunya di rumah sakit. Sedangkan suaminya sedang menghubungi Dika. Bagaimanapun Dika dan ibunya harus tau kalau Dila saat ini sedang mengalami kontraksi dan akan melahirkan.
Jika mengingat itu semua, sungguh hanya penyesalan yang Dika rasakan. Andai waktu bisa di putar kembali, Dika pasti akan memperlakukan istrinya Yesha dengan baik.
"Kalian sudah datang. " sapa bu Maria ketika melihat besannya sudah datang.
"Masuklah bu, dan Lihatlah Dila. Dia pasti membutuhkan anda. " ujar bu Maria pada akhirnya.
Bu Ayu segera masuk dan melihat keadaan Dila yang kesakitan karena merasakan kontraksi.
"Bu... " panggil Dila saat melihat ibunya.
__ADS_1
"Iya, nak. Ibu disini. " ucap Bu Ayu sambil meneteskan air matanya.
"Bu, kalau Dila ada salah sama ibu, Dila mohon maaf ya... " ucap Dila kepada ibunya, dia hanya berjaga-jaga seandainya dia tidak tertolong dia sudah meminta maaf kepada ibunya.
Karena Dia merasakan sakit yang luar biasa saat ini.
"Ibu selalu memaafkan kesalaham anaknya. Ibu selalu memaafkan kalian. Maafkan ibu juga, karena ibu masih belum bisa menjadi ibu yang baik untukmu dan kakak-kakamu. Maafkan ibu... ' ucap bu Ayu penuh penyesalan kepada anak-anaknya.
" Bu.... " ucapan Dila terpotong saat dia merasakan sesuati yang merembes di bawah sana.
"Mas... perutku sakit sekali, tolong panggilkan dokter. " pinta Dila kepada suami ya yang sejak tadi berada di sampingnya.
Agus segera memanggil dokter, sesuai permintaan istrinya. Dan tak lama dokterpun datang dengan perawat dan bidan. Mereka hanya menyuruh salah seorang saja dari mereka yang menemani Dila di dalam ruangan bersalin. Dan Dila meminta Suaminya untuk menemaninya menjalani proses persalinan ini.
Dan akhirnya setelah proses perjuangan yang lumayan menguras emosi dan tenaga, akhirnya bayi itu pun lahir ke dunia. Seorang bayi laki-laki yang lucu dan tampan. Dila menangis di pelukan Agus.
"Mas andai anak kita satunya masih hidup, dia pasti lucu seperti saudara kembarnya. " ujar Dila saat dia sedang melakukan IMD kepada bayinya.
Agus yang mendengar ucapan Dila tak sanggup berkata-kata. Harusnya dia sudah bisa menjadi ayah dari dua bayi laki-laki, tapi sekarang hanya satu bayi yang mereka miliki. Meskipun begitu dia tetap bersyukur karena bisa memiliki anak.
"Nggak apa-apa Dila... aku tetap bahagia meski hanya memiliki seorang anak. Nanti jika anak kita sudah agak besar kita akan membuat anak lagi yang lucu. Laki-laki atau perempuan, apapun itu, aku akan tetap bahagia karena memiliki anak darimu. " ujar Agus dengan tulus.
Dila tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Agus. Sungguh ujian hidup itu pernah Dila alami meskipun ujian itu karena kesalahannya sendiri. Mulai Dari hamil di luar nikah, ikut orang yang gak lain ayah dari bayinya bahkan menjadi pemuas nafsu ayah dari bayinya sendiri. Hingga harus kehilangn bayinya, tinggal di rumah kost dan bekerja dengan gaji pas-pasan. Dila merasakan semua itu, bagaimana sulitnya hidup saat itu. Dia baru beberapa bulan merasakan penderitaan seperti itu, bagaimana kabarnya Yesha yang mengalami hinaan cemoohan bahkan nafkah tak layak dari suaminya. Sungguh Dila tak bisa membayangkan kehidupan Yesha selama ini. Karena dia ikut andil dalam penderitaan yang Yesha alami.
Kini Dila bisa tersenyum dan bersyukur setelah mengalami semua hal buruk dalam hidupnya. Mendapatkan suami yang baik dan Mertuanya juga baik, mau menyayanginya seperti anak sendiri. Semoga kebahagiaan ini akan Dila rasakan selamanya.
__ADS_1
Lain Dila maka lain pula dengan Maya. Jika Dila sudah mendapatkan kebahagiaannya dengan memiliki keluarga utuh dan baru saja dikarunia anak. Maka saat ini Maya sedang menjemput kebahagiaanny, karena saat ini dia sedang menjalani proses ijab qobul di sebuah masjid.
Abhi dan Yesha di undang dalam acara ijab tersebut, sebagai saksi mereka. Karena hanya ini prosesi yang di minta Maya. Baginya sah di mata hukum dan agama sudah cukup. Tidak perlu berlebihan, Apalagi mereka sudah memiliki anak yang cukup besar. Untuk ukuran pengantin baru.