Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)

Demi Sebuah Kata Bakti (Kau Abaikan Anak Istri)
#S2 Dika 39


__ADS_3

Malam ini Aksa ingin tidur bersama Ayahnya dan Maira. Dia tidur di tengah pasangan suami istri itu. Dan memeluk ayahnya. Maira hanya tersenyum melihat tingkah posesif Aksa kepada ayahnya.


"Apa hari ini Aksa senang? " tanya Dika yang melakukan obrolan sebelum tidur.


"Aksa seneng, yah. Aksa bahagia karena bisa bersama dengan ayah. " kata Aksa dengan masih memeluk ayahnya.


"Aksa, boleh ayah minta sesuatu nggak sama Aksa. "


"Ayah mau minta apa? "


Dika lalu memandang Maira yang juga memandangnya dengan tersenyum.


"Kalau Aksa bisa memanggil Papa Abhi dengan panggilan papa, Bisa tidak kalau Aksa juga memanggil tante Maira dengan panggilan bunda." kata Dika dengan sedikit keraguan.


Aksa langsung melepaskan pelukannya dari sang ayah. Lalu dia berbalik menghadap Maira.


"Apa tante Maira ingin aku panggil Bunda? " tanya Aksa dengan sedikit memicingkan matanya.


"Itu terserah Aksa saja. Tante tidak memaksa. Mau di panggil tante ataupun bunda itu terserah Aksa. Hak Aksa juga. Tante tidak memaksa. " Kata Maira dengan bijak, sambil menepuk-nepuk punggung Aksa dengan lembut.


"Tante Maira tidak memaksa ayah , jadi aku boleh memanggilnya apapun sesuai keinginanku ." Kata Aksa yang kembali memutar tubuhnya menghadap ayahnya .


Dika tersenyum kikuk , melihat tanggapan dari Aksa .


"Ya sudah terserah Aksa . Ayah juga tidak memaksa ." Kata Dika dengan pasrah .


"Tenanglah ayah , Nanti kalau aku sudah siap . Aku akan memanggil tante Maira dengan panggilan Bunda .Untuk saat ini aku dan tante Maira belum terlalu dekat . Jadi aku masih ragu , untuk memanggilnya Bunda ." kata Aksa yang melihat sedikit kekecewaan di mata ayahnya.


"Baiklah Aksa , Itu semua terserah pada Aksa . Ayah tidak akan memaksa . Besok Aksa ingin kita pergi ke mana ?" tanya Dika sebelum mereka kembali tidur .


"Bagaimana kalau kita pergi ke kebun binatang ayah ? Sudah lama aku ingin ke sana . Tapi Papa Abi tidak pernah bisa , karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya . Begitu juga dengan Mama yang sibuk dengan usahanya . Kami hanya pergi ke rumah nenek jika hari libur ." Kata Aksa yang menceritakan keinginannya untuk pergi ke kebun binatang , tapi tidak bisa pergi bersama papa dan Mamanya .


"Jadi aksa ingin ke kebun binatang? Baiklah kalau begitu , Besok pagi-pagi Aksa harus bangun setelah itu mandi kemudian sarapan , Setelah itu kita pergi ke kebun binatang sesuai keinginan Aksa . " ujar Dika.


"Agar kita besok bisa bangun pagi , sebaiknya sekarang kita langsung tidur agar tidak kesiangan." timpal Maira.


Ucapan Maira diangguki oleh Dika dan Aksa mereka bertiga kemudian segera tidur . Agar besok tidak kesiangan .

__ADS_1


°


°


Keesokan paginya , Aksa sudah siap dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Maira.


"Gantengnya anak ayah. " kata Maira setelah menyisir rambut Aksa.


"Terimakasih, tante. " Dia lalu berlari keluar kamar menemui neneknya.


Sedangkan Dika, dia baru saja keluar dari kamar mandi. Dia clingak clinguk mencari keberadaan Aksa. Maira yang mengerti pun segera memberitahunya.


"Aksa baru saja keluar mas. Dia sudah siap kok." kata Maira.


"Ohhh, ayo kamu juga segera bersiap. Biar kita tidak kesiangan sampai di sana. "


Di luar kamar Aksa sedang duduk dikursi runag tamu bersama Aksa. Mereka benar-benar seperti nenek dan cucu sebenarnya.


"Nenek apa nenek akan ikut kami ke kebun binatang? " tanya Aksa sambil memakan kue yang diberikan bu Ayu kepadanya.


"Tidak, Aksa saja yang pergi bersama ayah dan Maira. Kaki nenek sakit kalau berjalan dan berdiri terlalu lama. Nanti takut menghambat perjalanan kalian. " ujar bu Ayu yang menjelaskan kondisi tubuhnya.


"Iya nenek dirumah saja. sambil jaga toko. " kata Bu Ayu yang merasa senang aksa mau berinteraksi dengannya.


Bu Ayu lalu merogoh kantong dasternya. Dia mengambil dua lembar uang ratusan ribu dan diberikan kepada cucunya itu.


"Apa ini ,nek? " tanya Aksa saat bu Ayu memberinya uang.


"Ini uang dari nenek, untuk Aksa nanti kalau Aksa ingin membeli sesuatu. " kata Bu Ayu sambil tersenyum.


"Tapi kan ada ayah yang akan membelikanku makanan nanti, nek. " ucap Aksa dengan polosnya.


"Tidak apa-apa Aksa, anggap itu sebagai hadiah dari nenek untuk Aksa. " Terimakasih nenek."


Aksa lalu berlari masuk ke dalam kamar ayahnya. Dilihatnya ayah dan Maira sudah bersiap.


"Ada apa Aksa, " tanya Dika yang melihat anaknya terlihat sangat bahagia.

__ADS_1


"Ini Aksa mau menyimpan uang di tas. Tadi nenek memberiku uang ini, yah. Aku tidak akan menjajakan nya, Tapi aku ingin menyimpannya. Karena ini adalah uang yang diberikan nenek padaku pertama kali. " ujar Aksa dengan senyum penuh dibibirnya.


Mendengar itu Dika dan Maira saling berpandangan, lalu tersenyum bersama.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita berangkat." ujar Dika, saat melihat anaknya sudah menyimpan uang dengan rapi.


Mereka bertiga berangkat setelah berpamitan dengan bu Ayu. Dika segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena dia membawa dua orang yang sangat dia sayangi, siapa lagi kalau bukan Aksa dan Maira yang sedang mengandung buah cinta mereka.


Satu setengah jam perjalanan mereka tempuh akhirnya,mereka bertiga sampai di tempat tujuan. Maira yang juga tidak pernah ke tempat ini merasa sangat antusias. Karena menginjakkan kakinya di di kebun binatang.


Mereka bertiga berjalan bersama benar-benar seperti keluarga kecil betulan. Maira dan Aksa merasa senang saat mereka berdua melihat berbagai jenis hewan yang disuguhkan didalam kebun binatang itu. Mulai dari ayam sampai burung. Mulai dari hewan kecil sampai hewan yang besar, semua ada disana. Bahkan berbagai jenis ikan pun ada disana.


Setelah puas berkeliling akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu di sana. Dika berusaha menyeka keringat yang keluar di kening Aksa dan Maira bergantian. Setelah itu Maira dan Aksa bersama-sama menyeka keringat Dika bersama-sama lalu mencium kedua pipi Dika di tempat yang berbeda.


"Wah.. ayah dapat hadiah ciuman dari anak dan istri ayah. " ujar Dika kemudian mereka tersenyum bersama.


Tidak ada kebahagiaan lain yang Dika inginkan selain hidup rukun dan damai dengan mereka bedua.


"Aksa mau es krim?" tawar Dika yang melihat anaknya yang terdiam sejak tadi tanpa meminta makan apapun.


"Boleh ayah, "


Dika lalu membelikanpnya eskrim untuk anak dan juga istrinya. Mereka sangat antusias melihat es krim di hadapan mereka. Aksa juga menawarkan eskrim itu kepada Ayahnya yang tidak membeli apapun. Hanya membelikan dirinya dan Maira


saja. Dika merasa bahagia mendapatkan suapan dari Aksa.


Tanpa terasa waktu sudah hampir sore, dan mereka sepakat untuk kembali pulang ke rumahnya.


"Malam ini kamu tidak usah masak, Mai. Kita membeli masakan dari luar saja. " kata Dika saat dia mulai menjalankan mobilnya.


"Iya mas, tapi kita mau beli apa? "


"Kamu kepingin makan apa, " tanya Dika balik.


Maira seklolah sedang berfikir keras untuk membeli makanan apa yang akan mereka beli untuk makan malam.


"Bagaimana kalau kita beli sate aja mas, kita makan bersama nanti. Kasihan kalau membangunkan Aksa. " ujar Maira sambil menoleh kearah Aksa yang sedang tertidur di kursi belakang.

__ADS_1


"Baiklah."


Hari ini sungguh sangat menyenangkan dan mendebarkan bagi Maira dan Aksa. Mereka bertiga sangat bahagia dengan apa yang sudah mereka lalui hari ini. Kebersamaan dan kekeluargaan yang telah mereka dapatkan hari ini. Tidak akan pernah mereka lupakan, semoga akan ada indah yang sama seperti ini, dilain hari.


__ADS_2